Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar
On Kamis, Mei 14, 2026
![]() |
| Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar |
-->
![]() |
| Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar |
| Bantuan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Kominfo Pasbar Mengaku tak Dilibatkan |
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sofyandri Piliang, saat dikonfirmasi mengaku kurang mengetahui apakah ada pihak dinas yang ikut mendampingi saat pemasangan fasilitas internet tersebut.
Kemudian Ia menyebut, berdasarkan informasi dari bidang SMP, tidak ada petugas dari dinas pendidikan yang ikut dalam proses pemasangan. Pihaknya hanya menerima pemberitahuan bahwa bantuan akan dipasang di sekolah tersebut.
“Menurut keterangan bidang SMP, tidak ada pihak kami yang ikut. Hanya ada pemberitahuan pemasangan saja,” ujarnya.
Bahkan, Sofyandri menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat karena khawatir memberikan jawaban yang keliru.
“Izin pak, kalau bisa langsung dikonfirmasi terkait kebenaran info ini ke Diskominfo pak, takut nanti salah jawab,” katanya.
Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat melalui Kabid Layanan E-Government dan Aptika, Sunarto, menjelaskan bahwa pemasangan Wifi di SMPN 4 Sungai Beremas langsung dilakukan vendor yang ditunjuk oleh pihak BAKTI tanpa melibatkan Kominfo daerah.
“Pemasangan langsung dilakukan vendor yang ditunjuk pihak BAKTI. Koordinasi pemasangan langsung dengan user penerima bantuan, dalam hal ini pihak SMPN 4 Sungai Beremas,” jelas Sunarto.
Ia menegaskan, Pemkab Pasaman Barat melalui Kominfo hanya sebatas mengusulkan calon penerima bantuan. Setelah bantuan disetujui, seluruh proses teknis ditangani langsung oleh pihak pusat dan vendor pelaksana.
“Pemkab Pasaman Barat dalam hal ini Kominfo hanya mengajukan calon penerima bantuan. Setelah bantuan datang, pihak BAKTI langsung menyerahkan kepada user penerima bantuan. Untuk pemasangannya juga langsung dikerjakan di lokasi tanpa melibatkan Kominfo daerah,” katanya.
Tak hanya soal koordinasi, kualitas jaringan internet bantuan tersebut juga menjadi perhatian. Sunarto mengakui bandwidth yang diberikan memang sangat terbatas dan dinilai tidak memadai untuk kebutuhan seluruh pengguna di sekolah.
“Besaran bandwidth yang diberikan pihak BAKTI memang tidak cukup memadai untuk digunakan seluruh user di SMPN 4 karena hanya sekitar 2 sampai 4 Mbps,” ungkapnya.
Kondisi ini memunculkan kritik terhadap pelaksanaan program digitalisasi pendidikan di daerah terpencil. Di satu sisi pemerintah pusat terus menggencarkan pemerataan akses internet sekolah, namun di sisi lain kapasitas jaringan dan koordinasi pelaksanaan di lapangan dinilai masih belum optimal.
“Pengusulannya memang dari Pemkab Pasaman Barat, tapi pemasangan langsung dari pusat. Kadang kami juga tidak tahu kapan mereka datang memasang karena tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kesiapan program bantuan internet di daerah terpencil. Di tengah gencarnya pemerintah mendorong transformasi digital pendidikan, koordinasi antarinstansi dan kualitas layanan justru dinilai masih jauh dari harapan. **** irz
![]() |
| Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit Percepat Capaian UHC, Ribuan Warga Miskin Diprioritaskan |
![]() |
| Angka Inflasi Kota Padang Berhasil Diturunkan Berkat Empat Langkah Strategis |
| Penyegaran Organisasi, AKP Evo Nosara Resmi Menjabat Kabag Ren Polres Pasaman Barat |
Kegiatan sertijab digelar sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat tata kelola, dan menjaga kesinambungan pelayanan Polri kepada masyarakat.
Suasana upacara berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri para pejabat utama Polres Pasaman Barat, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung, para Kapolsek jajaran, serta para pengurus Bhayangkari.
Dalam kesempatan tersebut, jabatan Kabag Ren resmi diserahterimakan dari Kompol Muzhendra kepada AKP Evo Nosara yang sebelumnya menjabat Kasubbagstrajemen dan RB Bag Ren Polres Pasaman Barat. Selanjutnya, Kompol Muzhendra akan mengemban tugas sebgai Wakapolres Pasaman, Polda Sumbar.
Upacara sertijab ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumbar Nomor: ST/309/IV/KEP/2026 tanggal 2 Mei 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Polda Sumatera Barat.
Upacara berlangsung sesuai tahapan prosesi seremonial Polri, mulai dari pembacaan Keputusan Kapolda Sumbar, pengambilan sumpah jabatan yang didampingi rohaniawan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dan penandatanganan Pakta Integritas.
Kapolres Pasaman Barat dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama mengemban tugas, serta menyampaikan harapan kepada pejabat baru agar segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program kerja dengan penuh tanggung jawab.
“Mutasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Kita berharap pejabat baru dapat bekerja dengan integritas, menjaga soliditas, serta memberi energi baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Setelah upacara resmi ditutup, rangkaian dilanjutkan dengan kegiatan kenal pamit di aula Tatag Trawang Tungga, foto bersama serta pemberian ucapan selamat dari Kapolres, pejabat utama, dan seluruh peserta personel Polres Pasaman Barat kepada pejabat yang baru dilantik. **** hmsr/ irz
| SMPN 4 Sungai Beremas di Poros |
Meski sekolah sudah menerima bantuan WiFi Tenaga Surya dari Kominfo, namun jaringan internet yang tersedia dinilai belum maksimal dan sering mengalami gangguan. Akibatnya, pihak sekolah masih terpaksa menggunakan WiFi pribadi milik guru untuk mendukung kegiatan sekolah sehari-hari.
Kepala SMPN 4 Sungai Beremas, Apriani yang berlokasi di Poros, Pasaman Barat, saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan bahwa sejak dirinya mulai bertugas pada Maret 2026, fasilitas WiFi di sekolah tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, jaringan internet bantuan Kominfo yang dipasang sekitar sebulan lalu masih sulit digunakan.
![]() |
| Apriani, Kepala SMPN 4 Sungai Beremas |
“Memang sekarang sudah ada bantuan WiFi dari Kominfo, tetapi sangat sulit mendapatkan jaringan. Terpaksa kami masih menggunakan WiFi pribadi guru yang ada di sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan WiFi tersebut dipasang untuk menggantikan jaringan lama yang telah digunakan sejak tahun 2023 yang kini telah rusak, termasuk jaringan pribadi salah seorang guru yang selama ini membantu kebutuhan internet sekolah.
“Baru bulan kemarin dipasang mengganti WiFi yang lama dan WiFi guru, namun sinyalnya masih sangat lemah dan kurang bagus,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan WiFi bantuan Kominfo seharusnya dapat memberikan akses internet yang lebih lancar untuk mendukung administrasi sekolah, pembelajaran digital, hingga pelaksanaan ujian berbasis online. Namun kenyataannya, jaringan yang tersedia masih belum stabil.
| SMPN 4 Sungai Beremas |
“Harapan kami tentu jaringan internet bisa lebih bagus dan lancar, karena saat ini sinyalnya masih sangat lemah,” katanya lagi.
Saat ini, kata dia, akses internet yang paling sering digunakan tetap berasal dari WiFi pribadi guru di sekolah tersebut. Kondisi itu juga berdampak pada pengeluaran tambahan karena pihak sekolah harus membeli paket internet secara mandiri.
Bahkan saat pelaksanaan Ujian TKA beberapa waktu lalu, jaringan WiFi bantuan belum dapat digunakan pada pagi hari sehingga sekolah kembali mengandalkan jaringan milik guru agar kegiatan ujian tetap berjalan.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar jaringan internet di sekolah ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung dunia pendidikan,” tutupnya. Begutupun pada pihak PLN agar segera memasukkan jaringan ke kawasan Poros inim " tutupnya, *** irz
![]() |
| SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi |
Padahal WiFi dan internet yang selama ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta administrasi sekolah. Meski permohonan telah berkali-kali diajukan kepada instansi terkait, hingga kini belum ada tanggapan maupun realisasi yang jelas.
Beberapa guru yang ditemui di kantor sekolah pekan lalu menyampaikan bahwa ketiadaan akses internet yang memadai membuat proses pembelajaran menjadi terkendala, terutama di tengah perkembangan pendidikan digital saat ini.
![]() |
| Beberapa guru yang ditemui di kantor SD N 09 Sungai Beremas di Poros |
Menurut mereka, fasilitas WiFi dan internet sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran secara daring, hingga pengelolaan administrasi sekolah yang kini banyak dilakukan secara online.
“Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali,
tetapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Padahal fasilitas WiFi dan
internet sangat membantu kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah,”
ujar salah seorang guru.
Orang tua siswa dan masyarakat sekitar juga
mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas tersebut demi kemajuan pendidikan
di kawasan Poros. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera
menindaklanjuti permohonan sekolah agar para siswa tidak tertinggal dalam
pemanfaatan teknologi modern.
![]() |
| SD N 08 Sungai Beremas |
Kepala SDN 09 Sungai Beremas, Masril Madnin, S.Pd, saat dihubungi membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya hingga sekarang belum menikmati jaringan WiFi maupun aliran listrik PLN.
“Kalau ada WiFi dan listrik tentu sangat bagus untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujarnya.
Menurut Masril, memang benar bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada berbagai pihak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun realisasi nyata.
“Kok lai ancak bona molahnyo pak, tapi ndak lai salamo iko do pak, iming-iming ajo nyo,” sindirnya menggunakan bahasa daerah setempat yang menggambarkan kekecewaan karena janji yang belum terealisasi.
Ia menjelaskan, keberadaan internet dan listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran daring, hingga pengiriman laporan administrasi pendidikan.
Pihak sekolah bahkan mengaku pernah diminta oleh Dinas Pendidikan untuk menghubungi PT Telkom terkait pemasangan jaringan internet. Namun setelah dilakukan komunikasi, hingga kini belum ada jawaban maupun kepastian.
Selain itu, pihak PLN dari Simpang Empat juga disebut pernah datang langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan peninjauan. Namun sampai saat ini pemasangan jaringan listrik ke wilayah Poros juga belum terealisasi.
“Tu mangko nyo, acuoh ajo ambo le tentang iko le pak, tunggu ajo bilo listrik dan Telkom masuok le,” ungkap Kepala Sekolah lagi.
Masril juga menyebut bahwa pihak Nagari Air Bangis hingga kini juga belum pernah ada pembahasan khusus mengenai kebutuhan listrik dan internet untuk sekolah tersebut.
“Sering saya bertemu dengan wali nagari, tapi belum pernah membahas soal ini,” katanya.
“Do kurang basoba le pak, do lai ba listrik do pak, samo ba WiFi kosong,” tutupnya. *** irz