HEADLINE NEWS

Seorang Anak Berusia 12 Tahun yang Diseret Ombak Sikabau, Ditemukan telah Meninggal

By On Minggu, Oktober 29, 2023

 

 Sehari Pencarian , akhirnya korban tenggelam digulung ombak Sikabau, Ditemukan


Pasaman Barat, prodeteksi.com, - Ririn (12) yang tenggelam digulung ombak di Pantai Sikabau, Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (28/10) siang kemarin, ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi.


Tim BPBD (Badan Penanggulangan Bancana Daerah) bersama pihak terkait, berhasil menemukan sosok Ririn sekitar pukul 3.00 Wib dini hari, Minggu (29/10), di sekitar Satu kilo meter (km) dari tempat korban bersama teman-temanya mandi di kawasan Pantai Sikabau.


Setelah Tim BPBD Pasaman Barat bersama pihak terkait menemukan jazat Ririn, mereka secara bersama mengantarkan jazat korban ke rumah keluarganya. Kedatangan rombongan ke rumah duka, disambut dengan haru dan penuh duka, kata Kabid Kedaruratan BPBD Pasaman Barat, Afrizal, Minggu.


Dijelaskan Afrizal, peristiwa memilukan warga Sikabau, berawal saat Ririn bersama temannya, seperti Zahira (12). Sekitar pukul 14.20 hari Sabtu kemarin, mereka mandi-mandi di Pantai Sikabau.


Akibat derasnya ombak, lalu Ririn tidak kuasa melawan ombak, akhirnya pelajar kelas V SD, juga di Sikabau, tenggelam dan diseret derasnya ombak.


“Naas, korban Ririn hilang diseret ombak, sementara  temannya Zahira berhasil menyelamatkan diri. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam korban tidak di temukan dan pencaharian sempat di hentikan karena kondisi malam hari", kata Afrizal menjelaskan.


Korban, tambah Afrizal, pertama kali ditemukan di pinggiran pantai saat Tim melakukan penyisiran darat tepatnya di sekitar Satu Km dari tempat awal mereka mandi-mandi di Pantai Sikabau.


Sejumlah warga, saat mengantar jazat Ririn ke rumah duka, mengakui, agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi, mereka minta kepada setiap orangtua yang membawa anak-anaknya mandi di pantai, agar harus waspada dan lebih berhati-hati. 


“Kita menghimbau agar orangtua jangan lalai dalam pengawasan anak ketika di pantai, kapan perlu melihat kondisi sekarang ini kita melarang anak-anak kita untuk mandi-mandi di tepi pantai,” kata mereka. ***gmz/ iz

Sejumlah Kawasan Pasbar Banjir, Pemkab Beri Bantuan

By On Sabtu, September 23, 2023

 


 






Pasbar, prodeteksi.com ---- Tingginya curah hujan mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dan merendam ratusan rumah warga. Bupati Pasaman Barat Hamsuardi dan Wakil Bupati Risnawanto beserta Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki meninjau langsung titik lokasi banjir dan langsung salurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, pada Jumat (22/9).


Bupati Hamsuardi dan Wabup Risnawanto bersama PMI serta Dinas Sosial Pasbar menyerahkan bantuan sembako berupa 1 ton beras, telur 30 papan, minyak goreng 30 kg, family kit, 10 jerigen air bersih.

Rombongan juga meninjau tiga unit rumah yang roboh akibat arus banjir di Jorong Aek Napal Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan. Dalam peninjauannya, Pemkab Pasbar bersama Kapolres memberikan sembako dan obat-obatan kepada masyarakat yang mengungsi serta meninjau dapur umum bagi korban banjir di Kecamatan Ranah Batahan itu.

Wakil Bupati Risnawanto menegaskan dalam masa tangkap darurat tersebut Pemkab Pasbar bersama stakeholder terkait akan menyalurkan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir serta akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai.

"Kita berharap masyarakat tabah dan bersabar menghadapi bencana ini. Kita akan selalu berkoordinasi dengan camat dan stakeholder terkait lainnya," katanya.

Adapun wilayah yang terdampak bencana banjir pada Jumat (22/9) berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat yakni, Kecamatan Lembah Melintang dengan rata-rata ketinggian air sekitar 50-150 cm, diperkirakan sebanyak 592 rumah, satu rumah ibadah Masjid Raya Banjar Bahal Jorong Koto Sawah Nagari Ujung Gading dan SD Negeri 25 Lembah Melintang terendam banjir.

Selanjutnya, di Kecamatan Sungai Beremas ketinggian air sekitar 30 hingga 50 cm yang berada di Jorong Bungo Tanjung.

Sementara itu, di Kecamatan Koto Balingka ketinggian air sekitar 30-50 cm, dengan total rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 60 Kepala Keluarga.

Kecamatan Ranah Batahan ketinggian mecapai 60-100 cm merendam 310 rumah warga, dan genangan air di Sawah Laweh Nagari Desa Baru Barat diperkirakan akan gagal panen. Selain itu, di Jorong Air Napal menuju Jorong Batang Taming Batahan hingga Jumat siang belum dapat diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. ****irz

Sebuah Mini Bus Terjatuh ke dalam Parit di Jalan Sikabau, Pengemudi dan Seorang Penumpang Meninggal

By On Selasa, September 05, 2023

 Hilang kendali, senuah mobil mini bus masuk parit di Jalan Sikabau


Pasaman Barat, prodeteksi.com ----Sebuah mobil mini bus Mirage dengan Nomor Polisi BA 1577 SH, terjatuh ke dalam aliran parit dengan posisi terbalik di Jalan Lintas Umum Jorong Sikabau Nagari Ranoh Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.


Peristiwa tersebut terjadi  Selasa (5/9/2023) pagi sekitar pukul 08.00 Wib. Akibatnya, pengendara dan penumpang meninggal dunia.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki melalui Kasat Lantas Iptu M. Irsyad Fathur Rahman mengatakan, kejadian berawal ketika mobil minibus merk Mitsubishi yang dikemudikan oleh Niki Ardianita (35) warga Jorong Silaping, Nagari Batahan dengan penumpang Titi Dwi Andria (25) yang merupakan warga dari Jorong Sikabau melaju dari arah PT BPP menuju  Sikabau.


"Dari keterangan para saksi, diduga mobil melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan mobil hilang kendali (Out Of Control) dan melebar ke kanan badan jalan kemudian terjatuh ke dalam aliran parit sedalam 1 meter dengan posisi kendaraan terbalik," ucap Kasat Lantas.




Iptu M. Irsyad Fathur Rahman kembali menjelaskan, dalam peristiwa kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga tidak bisa menyelamatkan diri saat mobil terjatuh ke dalam parit dengan posisi kendaraan terbalik. 


"Adapun identitas korban meninggal dunia yakni, pengemudi Niki Ardianita (35) mengalami luka lebam dibagian kepala dan penumpang Titi Dwi Andria (25) luka lebam pada mata kanan," jelasnya.


Saat ini kedua, korban yang meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan mobil mini bus Mitsubishi Mirage nomor polisi BA 1577 SH dibawa ke Satlantas Polres Pasaman Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. ***hmsres PS/ irz

Sejak Selasa Siang, Akses Jalan Sikabau Terputus, Begini Kondisinya Saat Ini

By On Selasa, Juli 18, 2023

Akses Jalan menuju Sikabau Pasaman Barat Terputus


Pasaman Barat, prodeteksi.com ----- Pasca curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, akses jalan menuju Jorong Sikabau  Kecaman Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kembali terputus. Peristiwa ini terjadi sejak Selasa siang (18/7/2023). Mengakibatkan kelancaran arus transportasi dan akses perhubungan terkendala.


Peristiwa serupa pernah terjad sebelumnya, yakni pada tahun 2022 lalu, Juga akibat curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan badan jalan yang kemungkinan dasarnya rapuh jadi jebol dan runtuh.


Jalan Menuju Sikabau Terputus

 Akan tetapi kali ini putusnya jalan menuju jorong Sikabau bersamaan amblas dan  ambruknya badan jalan dan jembatan yang diduga terdampak banjir. Diperparah dengan meluapnya anak Sungai yang berada di lokasi Divisi III, PT BPP. Sehingga rangka jembatan hanyut dan badan jalan pun terbelah dan digenangi aliran air tumpahan banjir.. 


Sekretaris Nagari Ranah Koto Tinggi, Ali Sadikin yang dikonfirmasi Selasa sore mengatakan, dampak putusnya jalan ke Sikabau membuat arus transportasi terkendala dan terhambat . Meskipun dapat menempuh jalan alternatif melalui Devisi IV PT. BPP, namun memakan waktu yang lebih lama.


 Peninjauan Jalan Terputus


Diperkirakan, jelas Ali Sadikin memakan waktu tempuh  lebih lama sekitar 30 hingga 45 menit lagi dari waktu tempuh biasa. Belum lagi diperparah dengan kondisi jalan yang tak bagus dan berlobang. Dia berharap ada perhatian dari pihak perusahaan perkubunan PT BPP untuk membantu pembangunan jembatan darurat. 



Camat Koto Balingka Bahrul Ilmi menyebutkan, peristiwa putusnya jalan menuju Sikabau terjadi sekira pukul 12.00 WIb siang pada Selasa (18/7/2023). Warga terpaksa mencari jalan alternatif yang melewati kawasan perkebunan PT. BPP.


"Pasca kejadian jalan putus, telah dilakukan pengalihan jalan melalui alternatif ke arah divisi 4 PT. BPP, kemudian berputar lagi ke luar menuju jalan utama kembali. Terkait kondisi ini juga semua stacholder telah turun kelapangan untuk tanggap darurat, " jelas camat.


Jalan Alternatif


Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat Zulkarnain SPd. MM pada Selasa (18/7/2023) menyebutkan, BPBD melalui Tim survei yang langsung dikomandoi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik, Afrizal telah meninjau lokasi. Selanjutnya telah melaporkan pada Bupati dan telah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti PUPR untuk masa tanggap darurat.


"Insya Allah dalam masa tanggap darurat ini akan ada solusi pemulihan jalan untuk sementara. Sehingga akses perhubungan dan transportasi ke Sikabau kembali lancar, sebut Zulkarnaen. *** irti z

 

 

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Dikabarkan Hanyut di  Batang Pasaman, Ditemukan Meninggal Dunia

By On Minggu, Juni 18, 2023


 Balita yang Dikabarkan Hanyut, Ditemukan telah Meninggal Dunia


Pasaman Barat, prodeteksi.com ---- Setelah melakukan pencarian selama tiga hari berturut-turut, balita yang dikabarkan hanyut di Aliran Sungai Batang Pasaman Jorong Rantau Panjang Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 17.05 WIB.


Tim gabungan bersama warga masyarakat telah menemukan korban yang bernama Muhamad Nopal (3) yang ditemukan berjarak satu kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal.


Kapolres PaPasaman Barat AKBP Agung Basuki melalui Kasat Polair AKP Adri Mardoan mengatakan, setelah melakukan pencarian terhadap korban sejak hari Kamis (15/06/2023) yang melibatkan petugas gabungan dari Satpolair Polres Pasaman Barat, BPBD, Basarnas Pasaman Barat, Pemerintahan Nagari Sasak serta masyarakat setempat, korban ditemukan oleh petugas dalam keadaan meninggal dunia.


"Petugas gabungan berhasil menemukan korban yang berjarak satu kilometer arah hulu dari TKP awal dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, posisi korban tersangkut di akar tanaman yang berada di pinggiran sungai batang Pasaman," ujarnya.


Diterangkan, informasi yang diperoleh dari orang tua korban, kejadian tersebut berawal pada Kamis (15/06/2023) sekitar 15.30 Wib, saat korban hendak mandi sendirian dengan membawa ember kepinggir sungai Batang Pasaman, setelah beberapa saat, orang tua korban melihat anaknya sudah tidak ada lagi namun ember yang dipakai korban masih terletak di pinggir sungai.


"Melihat anaknya sudah tidak berada di pinggir sungai, orang tua korban melaporkan kepada masyarakat setempat dan langsung menghubungi pihak Kepolisian Polsek Pasaman melalui personel Bhabinkamtibmas Aipda Eko Hendria, serta berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas Pasaman Barat untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga hanyut terbawa arus sungai," terangnya.




Kasat Polair menjelaskan, pencarian terhadap korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas Pasaman Barat ditambah dengan perahu milik masyarakat setempat. Setelah berhasil mengevakuasi jenazah korban, petugas langsung membawa dan menyerahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.


"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum, dan membuat surat pernyataan karena kejadian yang menimpa anak kandungnya ini adalah murni karena musibah yang datang dari Allah SWT," jelasnya.


AKP Adri Mardoan mengimbau, kepada masyarakat yang lainnya, untuk lebih berhati-hati dan menjaga anak-anaknya ketika hendak pergi melaksanakan aktivitas di pinggir sungai, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. ****hms r psb/ irz

Empat Orang Tewas Terseret Sungai dan Tenggelam di Lubuak Cempong Kinali

By On Sabtu, April 22, 2023


 


Pasaman Barat, prodeteksi.com  - Di tengah suasana lebaran, suatu petaka menimpa lima warga yang masih satu keluarga di Pasaman Barat.  Sekitar pukul 11.00 Wib hari Sabtu, 22 April 2023,  Empat orang warga Jalur XI Jambak Timur Kecamatan Pasaman, dilaporkan tewas terseret sungai tenggelam di Lubuak Cempong Tempuruang Jorong IV Koto Nagari, Kinali, Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat.


Empat jazat yang terbujur kaku di rumah duka, akibat tidak kuasa melawan derasnya arus sungai, dan tenggelam di kawasan Lubuak Cempong. Korban yang tenggelam di arus sungai Lubuk Cempong Tempurung, merupakan keluarga besar yang berangkat dari rumah mereka. Dari kediaman mereka  di Jambak Timur Jalur XI menuju lokasi, mereka menggunakan dua unit mobil pribadi, dan sepeda motor, juga dua unit.


“Mereka diperkirakan rombongan berjumlah 16 orang menuju Tempat Kejadian Peritiwa (TKP ), kata Kapolres Pasaman Barat, Agung Basuki, dikuatkan Kapolres Kinali, Aditialidarman.


Keempat korban tewas itu,  Zian, laki-laki umur 11 tahun, Rehan, laki-laki umur 17 tahun, Ataya, perempuan umur 18 tahun, dan Remita, perempuan berumur 49 tahun. Sedangkan satu korban yang selamat dan dirawat di Puskesmas VI Koto adalah,Ali Akbar, kata Kapolsek Kinali Aditialidaraman.


Ia menjelaskan, berdasarkan kronologis peristiwa,  korban pertama, Ziyan sesampai di lokasi mandi-mandi ke sungai tersebut hingga korban Ziyan tenggelam. Kemudian , melihat kejadian tersebut korban Rehan langsung terjun ke sungai untuk menolong Ziyan namun Rehan juga tenggelam.


Selanjutnya ibu Rehan, bernama Remita dan korban Ataya serta korban Ali Akbar  dengan spontanitas berusaha masuk ke sungai untuk menolong akan tetapi mereka juga tenggelam. Saat itu saksi, Asbula menolong, Ali Akbar dan Asbula, dapat menarik tangan korban. Lalu empat korban, terseret arus sungai sepanjang 20 meter.


Selanjutnya, pihak keluarga lainya ikut masuk ke sungai dan mengangkat korban ke daratan dan berupaya melakukan pertolongan pertama, sedangkan kelima korban dibawa ke Puskesmas IV Koto Kinali. Sebagian di antara mereka tidak bisa, namun melihat keluarganya tenggelam, kontan saja mereka berusaha menolong.


Sayangnya saja, pada saat kejadian disekitar lokasi masih sepi masyarakat beraktivitas. Dari pemeriksaan dan pertolongan dari Nakes Puskesmas IV Koto ditangani oleh dr. Dadang Sugeri dan menyatakan ke empat korban telah meninggal dunia. sementara korban Ali Akbar selamat.


Kapolsek Kinali saat mendatangi TKP menghimbau kepada seluruh masyarakat dan juga tokoh pemuda untuk melarang kegiatan mandi-mandi di lokasi kejadian.


Sebab, menurut masyarakat setempat lokasi Lubuak Cempong sekitarnya menamakan Lubuk Siku memang ada pusaran air dan memiliki arus bawah  yang cukup kuat. Dan atas peristiwa tersebut pihak keluarga menerima kejadian ini merupakan suatu musibah. Ujarnya. (gmz/ irti z) 

Hari Ketiga Pencarian Korban Diterkam Buaya, Akhirnya Ditemukan telah Meninggal Dunia

By On Sabtu, April 01, 2023

 



Pasaman Barat, prodeteksi.com -----Hari ketiga pencarian korban diseret buaya  bernama Rifaldi (13) yang terjadi  Kamis (30/3/2023) di Bantang Sikabau kawasan Devisi V PT BPP Unit II Air Balam Jorong Silawai Timur Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya ditemukan telah meninggal dunia pada Sabtu (1/4/2023).  


Kepala Jorong Silawai Timur, Hamidi yang dikonfirmasi Sabtu siang (1/4/2023) mengatakan korban ditemukan pada Sabtu sekira pukul 10.00 WIB, dengan kondisi fisik yang masih utuh. Walau ada sedikit luka lecet pada bagian kaki.

 

“Alhamdulillah korban telah ditemukan, yakni sekitar 6 kilometer dari lokasi awal korban diterkam buaya, Dan sekarang telah berada di rumah duka, untuk selanjutnya akan dikebumikan, "kata  Hamidi.


Atas kejadian tersebut, kepala jorong mengimbau masyarakat yang tinggal di dekat batang Sikabau untuk selalu berhati-hati. Sebab, perairan itu merupakan habitat buaya, sehingga harus selalu waspada.  


“Tentunya kepada seluruh masyarakat kita himbau agar tidak melakukan aktivitas yang dekat dengan habitat buaya itu. Hal ini sebagai kewaspadaan untuk menghindari konflik dengan sang predator tersebut,” ujarnya. 

   

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban diduga diterkam buaya berawal pada Kamis (30/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu saksi Suprianto dan Supar melihat korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama dua orang rekannya Habib (9) dan Wildan (12).

 

Kemudian sekira pukul 17.15 WIB kedua rekan korban melihat ada seekor buaya di permukaan sungai dan memberi tahu korban bahwa agar tidak mendekati sungai, namun hal itu tidak digubris oleh korban.

 

Kedua rekannya Habib dan Wildan telah memberi tahu bahwa mereka melihat buaya, dengan tujuan agar korban tidak melompat ke dalam sungai, namun korban malah mengatakan apa dilihat oleh temannya itu bukan buaya melainkan hanya sepotong kayu.

 

Setelah itu korban Rifaldi Anesta ini melompat ke sungai dan langsung kaki korban diterkam oleh buaya tersebut.

 

Kedua rekannya Habib dan Wildan mencoba membantu dengan berusaha memukul buaya dan menarik korban dari mulut buaya tapi tidak berhasil sehingga korban ditarik dan dibawa oleh buaya ke dalam air.

 

Melihat kejadian itu saksi Supriyanto dan Supar juga mencoba mengejar buaya tersebut sambil berteriak meminta pertolongan warga lainnya, akan tetapi korban telah menghilang. *****irz


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *