HEADLINE NEWS

Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp 6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat

By On Minggu, September 06, 2026

 

 Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat



PADANG, prodeteksi.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan total pendapatan daerah mencapai Rp6,61 triliun lebih. Seiring dengan meningkatnya kapasitas pendapatan tersebut, belanja daerah juga diarahkan lebih kuat untuk mendukung pembangunan dan pemulihan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar, di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026).
Mahyeldi menjelaskan, penyusunan Perubahan APBD 2026 berpedoman pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025 serta KUA dan Perubahan PPAS yang telah disepakati bersama pemerintah daerah dan DPRD pada 14 Agustus 2026 lalu.
Menurutnya, perubahan APBD merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan anggaran terhadap perkembangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang dinamis sepanjang tahun, termasuk kebutuhan penanganan dampak bencana, pergeseran anggaran, penggunaan saldo anggaran lebih (SiLPA), serta penyesuaian transfer ke daerah.
“Perubahan APBD ini kita susun dengan mempertimbangkan berbagai dinamika yang terjadi sepanjang tahun, sehingga kebijakan anggaran dapat tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan,” ujar Mahyeldi.
Dari sisi ekonomi, Mahyeldi menyebutkan Sumbar mulai menunjukkan tren pemulihan setelah menghadapi tekanan akibat bencana alam pada akhir 2025. Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh 1,89 persen.
Pertumbuhan tersebut antara lain didorong kembali bergeraknya sektor perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, serta investasi. Pemerintah pun tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2026 sebesar 5,70 persen melalui penguatan stimulus fiskal dan percepatan pelaksanaan program serta proyek strategis daerah.
“Pemulihan ekonomi ini harus kita jaga momentumnya. Karena itu, APBD harus mampu menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan itu, dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat Rp315,84 miliar lebih atau 5,02 persen, dari target awal Rp6,29 triliun lebih menjadi Rp6,61 triliun lebih. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya penguatan kapasitas pendapatan daerah di tengah berbagai dinamika ekonomi dan fiskal.
Pada sisi belanja, pemerintah mengusulkan peningkatan menjadi Rp6,97 triliun lebih atau naik Rp570,01 miliar dibandingkan APBD awal sebesar Rp6,40 triliun lebih. Salah satu peningkatan paling signifikan terdapat pada belanja modal yang hampir dua kali lipat, dari Rp471,12 miliar menjadi Rp941,94 miliar atau meningkat 99,94 persen.
Peningkatan belanja modal tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan fisik dan infrastruktur serta mendukung percepatan pemulihan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, belanja operasi direncanakan sebesar Rp4,87 triliun dan belanja transfer sebesar Rp1,13 triliun.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah merencanakan pembiayaan neto sebesar Rp192,66 miliar, yang bersumber dari penerimaan pembiayaan berupa SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp284,66 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp92 miliar untuk penyertaan modal daerah.
Mahyeldi mengatakan, struktur pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Sumbar untuk memastikan seluruh komponen anggaran memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus menjaga kesehatan fiskal daerah.
Dalam rancangan awal perubahan APBD tersebut, masih terdapat selisih yang perlu diselesaikan melalui pembahasan bersama sehingga struktur APBD pada akhirnya berada dalam posisi berimbang. Pemerintah daerah menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum Ranperda Perubahan APBD 2026 disepakati.
“Kita berharap melalui pembahasan bersama DPRD dapat ditemukan solusi terbaik sehingga struktur APBD perubahan nantinya benar-benar berimbang, sesuai ketentuan, dan tetap mampu menjawab kebutuhan pembangunan serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD akan terus menjaga agar kebijakan fiskal tetap diarahkan pada keberlanjutan pembangunan, pemulihan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan kesejahteraan masyarakat Sumbar.
Dengan tren pemulihan ekonomi yang terus dijaga dan penguatan alokasi belanja pembangunan, Perubahan APBD 2026 diharapkan menjadi instrumen penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus mempercepat pembangunan Sumbar di tengah dinamika fiskal nasional dan daerah. ****hms/ irz

Sambut Mahasiswa Baru, Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Imam Bonjol Padang Gelar Pembukaan Mutaba’ah 2026

By On Minggu, Agustus 30, 2026




PADANG, prodeteksi.com — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Imam Bonjol Padang menggelar Pembukaan Mutaba’ah 2026 pada Sabtu (29/8/2026) di Gedung GSG Kampus 2 UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan yang dikhususkan bagi mahasiswa baru PBA BP26 tersebut mengusung tema “Melangkah dalam Mutaba’ah, Merajut Ukhuwah, Menumbuhkan Ruh Lughatul Arabiyyah.”


Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab sekaligus membangun silaturahmi dan kebersamaan dengan sesama mahasiswa maupun keluarga besar PBA.


MC / Duta Muslim dan Muslimah 


Pembukaan Mutaba’ah 2026 diikuti mahasiswa baru PBA BP26 bersama panitia, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) PBA, serta sejumlah tamu undangan. Duta Muslim “M. Rasihan Anwar” dan Duta Muslimah “Viola Marfhatillah Armin” turut dipercaya sebagai pembawa acara dalam kegiatan tersebut.


Turut hadir Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Ketua Panitia, Ketua Umum & Anggota HMP PBA, pemateri, Senat Mahasiswa, serta perwakilan HMP dari berbagai program studi lainnya.


Ketua Panitia Mutaba’ah 2026, M. Arsyad Al Laghany, menjelaskan bahwa tema yang diangkat memiliki tujuan untuk mendorong mahasiswa baru membangun hubungan baik dengan sesama serta lingkungan di sekitarnya.


Sambutan Ketua Panitia


“Tema ini bertujuan agar maba bisa menjalin silaturahmi dan mendekatkan diri dengan sesama kawan dan lingkungan,” ujar M. Arsyad.


Ia juga berpesan kepada mahasiswa baru agar mengikuti seluruh rangkaian Mutaba’ah dengan penuh semangat.


“Pesan saya, agar selalu bersemangat untuk mengikuti acara Mutaba’ah ini hingga berakhir nanti,” lanjutnya.


 Sambutan Ketua Umum HMP PBA, Gilang Zetia Pratama, 


Ketua Umum HMP PBA, Gilang Zetia Pratama, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mulai mengenal dan menjalani kehidupan akademik di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.


“Saya berharap teman-teman jadikan wadah ini sebagai langkah awal untuk memulai melangkah di Prodi Pendidikan Bahasa Arab,” ungkap Gilang.


Sambutan Ka Prodi PBA UIN


Sementara itu, Kaprodi PBA UIN Imam Bonjol Padang, Ustadzah Dr. Hanomi, S.Ag., M.Ag., mengingatkan mahasiswa baru bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membangun kepedulian terhadap umat.


“Seorang mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang tidak arogan, tetapi mahasiswa yang memiliki kepedulian kepada kepentingan umat. Maka mulai detik ini mari perbaharui nawaitu kita (niat kita),” pesan Dr. Hanomi.


Pembukaan Mutaba’ah 2026 menjadi awal dari rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru PBA BP26. Melalui tema yang diusung, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang untuk merajut ukhuwah dan menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap lughatul Arabiyyah atau bahasa Arab.


Dengan demikian, mahasiswa baru diharapkan dapat memulai perjalanan akademiknya di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dengan semangat kebersamaan, niat yang baik, serta kecintaan terhadap bahasa Arab. *** M. Rasihan Anwar

Lahir Tepat di Hari Pramuka, Sosok Pembina Ini Dedikasikan Diri untuk Gerakan Pramuka

By On Jumat, Agustus 14, 2026

 

 Rangga Sastra


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Bagi Rangga Sastra, atau yang sering dikenal dengan kak Rangga / kak Bunglon, tanggal 14 Agustus memiliki makna yang lebih dari sekadar hari kelahiran. Ia lahir tepat pada tanggal yang diperingati sebagai Hari Pramuka, dan perjalanan hidupnya kemudian juga tidak terlepas dari dunia kepramukaan.


 Rangga Sastra 

Dedikasinya terhadap Gerakan Pramuka diwujudkan melalui aktivitasnya sebagai pembina di sejumlah Gugus Depan (Gudep), sekaligus keterlibatannya dalam kepengurusan di Kwartir Cabang (Kwarcab) 0317 Pasaman Barat.


Pelepasan di MTs PP ZamIga


Di antara sejumlah Gudep yang dibinanya, aktivitas Kak Rangga paling intens terlihat di lingkungan MTs PP ZAMIGA dan SMK TI ZAMIGA. Di sana, ia aktif mendampingi dan membina peserta didik dalam berbagai kegiatan kepramukaan, termasuk kegiatan yang menuntut kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan dan kerja sama.


Disisi lain dia juga aktif membangun komunitas kepramukaan yang dikenal dengan “Bunglon Scouts” dengan slogan “Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya” komunitas ini aktif berperan dalam berbagai event perlombaan maupun kemasyarakatan.


Jamnas Pramuka 


Tidak hanya aktif di tingkat satuan pendidikan dan Kwarcab, kiprahnya juga telah membawanya mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat yang lebih tinggi, termasuk kegiatan berskala nasional seperti Jambore Nasional (Jamnas).


Pengalaman mengikuti kegiatan nasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam Gerakan Pramuka. Berbagai pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tingkat nasional kemudian dapat menjadi bekal dalam memberikan pembinaan kepada anggota Pramuka di Gudep yang dibinanya.


Anggita Bunglon Scout


“Saya orang Pramuka dan saya lahir di hari Pramuka, pada saat orang lain dilahirkan di bedung pakai kain, sedangkan saya pada saat lahir di bedung dengan kacu oleh ibunda saya,” ujar Kak Rangga Sastra.


Menariknya, perjalanan tersebut memiliki hubungan yang unik dengan tanggal kelahirannya. Setiap tanggal 14 Agustus, ketika insan Pramuka di Indonesia memperingati Hari Pramuka, namun tanpa disadari semua orang juga sedang memperingati hari kelahiran Kak Rangga Sastra.




Kondisi tersebut membuat Hari Pramuka menjadi momentum yang memiliki arti ganda baginya. Di satu sisi menjadi peringatan bagi Gerakan Pramuka, sementara di sisi lain menjadi pengingat perjalanan usia dan pengabdiannya dalam membina generasi muda.


Bagi Kak Rangga, menjadi pembina bukan sekadar mendampingi kegiatan Pramuka, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi generasi muda.


 Gudep MTs SMK ZAMIGA


Ia berharap pengalaman yang diperolehnya selama aktif di berbagai tingkatan kepramukaan dapat terus dibagikan kepada peserta didik, khususnya anggota Pramuka di MTs dan SMK ZAMIGA, serta para peserta didik di Gudep lainnya yang dibinanya.


“Saya harap adik-adik dapat mengembangkan potensi diri masing-masing dalam bidang-bidangnya khususnya melalui kepramukaan,” katanya.


 Bersama Pimkon Jamnas


Perjalanan Kak Rangga menjadi kisah tersendiri dalam momentum Hari Pramuka. Lahir pada tanggal 14 Agustus, ia kemudian menjalani sebagian perjalanan hidupnya dengan aktif membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka, mulai dari tingkat Gudep, Kwarcab hingga mengikuti kegiatan kepramukaan berskala nasional.


 Di ZAMIGA


Kak Rangga pun berharap Gerakan Pramuka ke depan tetap menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian dan kepedulian terhadap sesama. **** M. Rasihan Anwar

Kontingen Sumbar Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII, Ketua Kwarda Titipkan Nama Baik Sumatera Barat

By On Selasa, Agustus 11, 2026

 

 Kontingen Sumbar Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII, Ketua Kwarda Titipkan Nama Baik Sumatera Barat


PADANG PANJANG, prodeteksi.com — Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat resmi dilepas menuju Cibubur, Jakarta, Senin (10/8/2026).


Pelepasan berlangsung di Balai Kota Padang Panjang, yang menjadi tuan rumah kegiatan, dan dimulai sekitar pukul 14.15 WIB. Prosesi pelepasan secara resmi dilakukan pada pukul 14.47 WIB oleh Ketua Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Dr. Ir. H. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., MM., M.IP., IPU., ASEAN.





Dalam kesempatan tersebut, Audy Joinaldy menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Sumatera Barat selama mengikuti Jamnas XII di Cibubur, Jakarta.


“Atas nama Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, kami ucapkan selamat jalan kepada adik-adik menuju Jambore Nasional XII Cibubur, Jakarta. Selamat membawa nama baik Sumatera Barat, semoga adik-adik dapat mengharumkan nama Sumatera Barat, budaya, pariwisata dan keindahan alam Sumatera Barat,” ujar Audy.


Ia juga meminta para peserta memperkenalkan berbagai hal tentang Sumatera Barat selama berada di lokasi jambore, termasuk budaya dan kuliner khas Minangkabau.





“Adik-adik di sana tunjukkan kesopanan dan kesantunan masyarakat Minangkabau, promosikan Sumatera Barat, promosikan nasi Padang, karena kakak tahu semua orang tidak pernah ke Padang, tapi kakak yakin hampir semua orang pernah makan nasi Padang,” katanya.


Audy kemudian secara resmi melepas dan memberangkatkan kontingen Sumatera Barat menuju Jamnas XII.


“Pada pukul 14.47, hari Senin, 10 Agustus 2026, peserta Jamnas kontingen Sumbar resmi dilepas dan diberangkatkan,” ucapnya.


Pelepasan tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, ia meminta para peserta memanfaatkan kesempatan mengikuti Jamnas XII dengan sebaik-baiknya.





“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.


Ia menitipkan sejumlah pesan kepada para peserta, di antaranya menjaga nama baik Kwarda Sumatera Barat sesuai dengan prinsip dasar ABS-SBK, memperluas wawasan dan pertemanan, menjaga kesehatan serta kekompakan selama mengikuti kegiatan.


“Perluaslah wawasan dan pertemanan, ceritakan nama baik Sumatera Barat. Jagalah kesehatan dan kekompakan,” lanjutnya.


Pemerintah Kota Padang Panjang juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kontingen yang akan mengikuti Jamnas XII serta berharap para peserta mampu memberikan prestasi terbaik bagi diri sendiri, kontingen, dan Sumatera Barat.





“Pemerintah Kota Padang Panjang mengucapkan selamat dan teruslah semangat dalam mengikuti Jambore Nasional XII dan bawalah prestasi terbaik bagi diri sendiri, kontingen, dan Sumatera Barat,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, masing-masing Kwartir Cabang (Kwarcab) turut hadir membawa kontingennya. Kontingen Pasaman Barat juga mengikuti prosesi pelepasan tersebut dengan didampingi pimpinan kontingen, Kak Paiman dan Kak Rangga selaku Bina Muda di Kwarcab Pasaman Barat.


Suasana pelepasan berlangsung meriah, khidmat, dan penuh semangat. Setelah prosesi pelepasan, kontingen selanjutnya bertolak menuju Jakarta sekitar pukul 16.05 WIB untuk mengikuti Jambore Nasional XII.


Jambore Nasional XII dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta. Kontingen Sumatera Barat akan mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa nama daerah, budaya, serta semangat kepramukaan Sumatera Barat. ******~M. Rasihan Anwar

Wagub Vasko Pimpin Evakuasi Korban Banjir di Padang, Kelompok Rentan Jadi Prioritas

By On Selasa, Agustus 04, 2026

 

 Wagub Vasko Pimpin Evakuasi Korban Banjir di Padang, Kelompok Rentan Jadi Prioritas



PADANG, prodeteksi.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy memimpin langsung proses evakuasi warga yang terdampak banjir di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin malam (3/8/2026).

Di lokasi tersebut, ketinggian air telah mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu memaksa sebagian warga bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara sebagian lainnya nekat menerobos arus banjir untuk menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi.
Wagub bersama personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Prioritas utama diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Proses evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8/2026) dini hari. Warga yang berhasil dievakuasi kemudian diarahkan ke sebuah masjid yang dijadikan lokasi pengungsian sementara karena dinilai aman dari genangan banjir.
Vasko mengatakan, keterbatasan kapasitas perahu membuat proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Meski demikian, ia menegaskan keselamatan seluruh warga tetap menjadi prioritas utama.
“Yang terpenting adalah tidak ada warga yang tertinggal di lokasi berbahaya. Evakuasi kita lakukan bergantian karena kapasitas perahu terbatas. Setelah itu, kebutuhan dasar para pengungsi juga akan kita pastikan segera terpenuhi,” ujar Vasko di sela-sela proses evakuasi.
Ia juga memastikan Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh unsur relawan agar penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.
Sebelum turun ke lokasi bencana, Vasko telah berkoordinasi dengan pihak BMKG Minangkabau, guna memperoleh informasi mengenai penyebab hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumbar sejak Senin siang.
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem yang terjadi kali ini bukan disebabkan oleh siklon tropis seperti pada November tahun lalu. Hujan lebat dipicu oleh terbentuknya pola awan memanjang di sepanjang wilayah barat Pulau Sumatera yang diperkuat oleh fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi lebih masif.
BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan di sejumlah wilayah Sumbar.
Menyikapi kondisi tersebut, Vasko mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di kawasan rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan.
“Saya minta masyarakat waspada dengan kondisi cuaca beberapa hari ke depan. Jika air mulai naik atau ada tanda-tanda longsor, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ikuti arahan petugas. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG serta memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana tetap siaga untuk merespons setiap potensi keadaan darurat secara cepat. **** hms/ irz

Curah Hujan Meningkat, Gubernur Mahyeldi Minta Masyarakat Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan

By On Selasa, Agustus 04, 2026

 

 Curah Hujan Meningkat, Gubernur Mahyeldi Minta Masyarakat Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan



PADANG, prodeteksi.com — Seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Senin (3/8) siang hingga malam hari. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Gubernur mengatakan, berdasarkan informasi tentang perkembangan kondisi cuaca dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat agar meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri bertahan atau melintasi kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (3/8/2026).
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, lereng perbukitan, maupun kawasan yang selama ini rawan banjir dan tanah longsor agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana.
"Langkah antisipasi sejak dini jauh lebih penting dibandingkan mengambil risiko yang dapat membahayakan jiwa,"tegasnya
Selain mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, Mahyeldi juga telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait agar bersiaga penuh serta bergerak cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Instruksi tersebut ditujukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Dinas Kesehatan, serta seluruh unsur terkait lainnya untuk memperkuat koordinasi, terus melakukan pemantauan di lapangan, dan memberikan penanganan cepat kepada masyarakat yang terdampak.
“Kita harus bergerak cepat dan saling berkoordinasi agar setiap kejadian dapat segera ditangani. Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus bersiaga untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” katanya.
Mahyeldi juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan saling peduli, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan bantuan.
“Mari kita saling menjaga dan saling membantu. Jangan mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Ikuti informasi dan arahan pemerintah melalui kanal-kanal resmi, dan segera hubungi petugas apabila membutuhkan bantuan atau melihat adanya potensi bahaya,” ujar Gubernur.
Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi melindungi keselamatan masyarakat. **** hms/ irz

Kisah Anak Buruh Angkut yang Jadi Gubernur, Mahyeldi Suntik Semangat Ratusan Siswa Sekolah Rakyat

By On Minggu, Agustus 02, 2026

 

 Kisah Anak Buruh Angkut yang Jadi Gubernur, Mahyeldi Suntik Semangat Ratusan Siswa Sekolah Rakyat



DHARMASRAYA, prodeteksi.com – Suasana Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya berubah penuh semangat. Dengan suara lantang yang menggema, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membakar optimisme ratusan siswa agar berani bermimpi besar dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik.

Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (31/7/2026), Mahyeldi menegaskan bahwa tidak ada keterbatasan yang mampu menghalangi seseorang meraih kesuksesan selama memiliki tekad, pendidikan, dan dukungan keluarga.
Dengan penuh semangat, Mahyeldi mengajak seluruh siswa mengepalkan tangan sebagai simbol tekad untuk berjuang.
"Sekolah Rakyat 3 Dharmasraya!" seru Mahyeldi.
"Kami siap sungguh-sungguh!" jawab ratusan siswa serempak.
Seruan itu diulang beberapa kali hingga memenuhi seluruh ruangan, membangkitkan rasa percaya diri para peserta didik yang baru memulai perjalanan pendidikan mereka.
Mahyeldi mengatakan setiap anak Sumatera Barat memiliki warisan besar dari para tokoh bangsa. Menurutnya, darah para pejuang, pendiri bangsa, dan proklamator mengalir dalam diri generasi muda Minangkabau.
"Dalam diri ananda semuanya mengalir darah para pejuang. Darah Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Tan Malaka dan tokoh-tokoh besar bangsa lainnya. Karena itu jangan pernah merasa rendah diri. Kalian juga bisa menjadi gubernur, presiden, tentara, polisi, jaksa, dokter maupun profesi hebat lainnya," tegas Mahyeldi.
Ia juga mengingatkan besarnya peran masyarakat Dharmasraya dalam sejarah bangsa melalui perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Menurutnya, semangat perjuangan itu harus diwariskan kepada generasi muda agar terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kalau tidak ada perjuangan PDRI yang bergerilya hingga melewati Dharmasraya, sejarah bangsa ini tentu akan berbeda. Karena itu, kalian adalah pewaris semangat perjuangan tersebut," katanya.
Tak hanya memotivasi siswa, Mahyeldi juga menyampaikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengaku lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sementara sang ibu memiliki keterbatasan fisik namun tetap bekerja menerima jahitan demi membantu ekonomi keluarga.
"Ayah saya seorang buruh angkut di pasar. Ibu saya memiliki keterbatasan fisik, tetapi tetap bekerja keras. Kami tujuh bersaudara, dan enam orang berhasil kuliah. Jadi tidak ada alasan untuk menyerah hanya karena berasal dari keluarga sederhana," ungkapnya.
Mahyeldi mengaku pernah merantau dan bekerja sebagai tukang becak sebelum akhirnya menempuh pendidikan hingga dipercaya memimpin Sumatera Barat. Pengalaman itulah yang selalu ia jadikan motivasi untuk meyakinkan anak-anak bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga.
"Tidak ada hambatan untuk menjadi sukses. Yang paling penting adalah semangat belajar, kerja keras, doa, dan dukungan orang tua," ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Kepada para guru, Mahyeldi menitipkan amanah agar mendidik setiap siswa dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan. Menurutnya, guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan anak-anak bangsa.
Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan perhatian, doa, dan dukungan kepada anak-anak selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Tolong berikan semangat kepada anak-anak kita. Jangan pernah lelah mendukung mereka. Ketika mereka berhasil nanti, kebahagiaan itu juga akan kembali kepada orang tuanya," katanya.
Mahyeldi optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya akan menjadi pelopor pendidikan inklusif di Sumatera Barat. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, para guru, dan orang tua, ia meyakini sekolah tersebut mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus menjadi calon pemimpin Indonesia pada masa depan.
"Insyaallah dari Sekolah Rakyat inilah akan lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," tutup Mahyeldi. *** hms/ iz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *