Ny. Sifrowati Menekankan Pentingnya Meningkatkan Kewaspadaan terhadap Narkotika
On Kamis, April 23, 2026
![]() |
| Ny. Sifrowati Menekankan Pentingnya Meningkatkan Kewaspadaan terhadap Narkotika |
-->
![]() |
| Ny. Sifrowati Menekankan Pentingnya Meningkatkan Kewaspadaan terhadap Narkotika |
![]() |
| Satu Jembatan Menuju Pelabuhan Teluk Tapang Belum Berfungsi, Oprit Belum Rampung, Padahal Sudah Diresmikan |
Jembatan yang belum berfungsi tersebut adalah Jembatan Pigogah, yang berada setelah kawasan Lubuk Buaya menuju Teluk Tapang. Berdasarkan pantauan media ini secara langsung ke lapangan beberapa hari lalu, kondisi oprit jembatan atau badan jalan menuju jembatan tersebut masih belum selesai dikerjakan.
![]() |
| Satu Jembatan Menuju Pelabuhan Teluk Tapang Belum Berfungsi, Oprit Belum Rampung, Padahal Sudah Diresmikan |
Terlihat jelas bahwa akses menuju jembatan masih berupa timbunan tanah yang belum stabil. Bahkan, di lokasi masih dipasang portal sederhana dari batang kelapa sebagai pembatas. Akibatnya, hanya sebagian kecil kendaraan roda dua yang berani melintas, sementara kendaraan lainnya belum bisa menggunakan jembatan tersebut.
Warga sekitar mengaku heran karena jembatan sudah diresmikan, namun belum sepenuhnya bisa difungsikan. Mereka berharap pembangunan tidak hanya berhenti pada struktur jembatan, tetapi juga memperhatikan akses pendukung seperti oprit.
![]() |
| Satu Jembatan Menuju Pelabuhan Teluk Tapang Belum Berfungsi, Oprit Belum Rampung, Padahal Sudah Diresmikan |
Selain itu, kondisi timbunan tanah di sisi oprit dinilai masih rawan longsor. Diperlukan perkuatan berupa beton penahan tanah agar struktur lebih kokoh dan aman dilalui, terutama saat musim hujan.
Di sisi lain, jembatan alternatif di samping lokasi masih tetap digunakan oleh masyarakat sebagai jalur utama penyeberangan.
![]() |
| Satu Jembatan Menuju Pelabuhan Teluk Tapang Belum Berfungsi, Oprit Belum Rampung, Padahal Sudah Diresmikan |
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan oprit jembatan agar Jembatan Pigogah dapat difungsikan sepenuhnya. Mereka juga meminta adanya perkuatan beton penahan tanah di sisi kiri dan kanan oprit guna mencegah longsor dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, warga menginginkan agar proyek tidak hanya diresmikan secara simbolis, tetapi benar-benar siap digunakan, sehingga akses menuju Pelabuhan Teluk Tapang menjadi lancar dan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat
![]() |
| Satu Jembatan Menuju Pelabuhan Teluk Tapang Belum Berfungsi, Oprit Belum Rampung, Padahal Sudah Diresmikan |
Kepala Dinas BMCKTR Sumatera Barat, Armi, saat dikonfirmasi hanya memberikan jawaban singkat. Ia menyarankan agar konfirmasi langsung dilakukan kepada Kepala Bidang Bina Marga (Kabid BM).
" Langsung ke Kabid BM Saja ya, " jawabnya singkat
Sayangnya, Armi tidak memberikan nomor kontak yang dapat dihubungi. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kabid BM tersebut belum berhasil dimintai keterangan terkait belum berfungsinya Jembatan Pigogah tersebut. **** Irz
![]() |
| Ponpes ZAMIGA Buka Pendaftaran Santri Baru 2026/2027, Ini Keunggulan dan Keringanan Biayamya |
Kesempatan ini terbuka bagi lulusan SD/MI dan SMP/MTs yang ingin melanjutkan pendidikan pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
| Kegiatan Santri Asrama Putra |
Pada tahun ajaran ini, Ponpes ZAMIGA memberikan berbagai keringanan biaya melalui program beasiswa pendidikan. Adapun fasilitas yang diberikan meliputi:
Sementara itu, orang tua/wali hanya menanggung biaya pakaian batik dan olahraga sebesar Rp250.000 yang dapat diangsur sesuai kemampuan. Selain itu, terdapat iuran ringan mingguan seperti listrik, infak, kegiatan pramuka, dan kas kelas, masing-masing sebesar Rp3.000 per minggu.
![]() |
| PPDB/ SPMB PONPES ZAMIGA TP 2026/ 2027 |
![]() |
| PPDB/ SPMB SMK/ SMA ZAMIGA TP 2026/ 2027 |
Ponpes ZAMIGA yang beralamat di Jorong Parit, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat ini membuka tiga jenjang pendidikan, yaitu:
MTs PP ZAMIGA telah berdiri sejak 2014 dengan berbagai program unggulan di bidang keagamaan, akademik, dan keterampilan, serta telah meraih sejumlah prestasi.
SMK TI ZAMIGA berdiri sejak Juli 2016 dan saat ini memiliki dua kompetensi keahlian, yaitu:
Sementara itu, SMA IT ZAMIGA mulai beroperasi pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren modern, Kementerian Agama, dan Kementerian Pendidikan, yang diperkaya dengan pembelajaran komputer, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, serta program bimbingan belajar.
Sebagai bentuk penguatan karakter dan keterampilan siswa, Ponpes ZAMIGA juga menghadirkan berbagai program unggulan (plus), yaitu:
Selain itu, tersedia berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya:
Khusus untuk jenjang SMK, siswa juga dibekali dengan:
Sesuai visinya sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah, lulusan ZAMIGA diharapkan mampu bersaing di dunia kerja, melanjutkan ke perguruan tinggi, maupun berkontribusi di tengah masyarakat.
Ponpes ZAMIGA menyediakan asrama putra dan putri bagi siswa yang berasal dari luar daerah.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
(irz)
| Sinergi BSSN, APTIKNAS, APKOMINDO & APINDO serta YORINDO Dorong Transformasi Digital |
Acara dibuka oleh Yolanda Roring, Direktur YORINDO Communication, yang menegaskan bahwa roadshow ini dirancang untuk membekali para pemimpin industri dengan blueprint transformasi digital yang terukur, aman, dan efisien. “Setelah sukses di Surabaya dan Bali, kini giliran Cikarang sebagai jantung manufaktur Indonesia. Kami hadirkan ekosistem lengkap: dari kebijakan keamanan siber, infrastruktur digital, hingga praktik AI terapan,” ujarnya.
Dukungan Penuh APINDO untuk Daya Saing dan Produktivitas
Dukungan penuh datang dari APINDO DPK Kabupaten Bekasi yang diwakili oleh M. Yusuf Wibisono, S.E., M.M., Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya efisiensi berbasis AI untuk meningkatkan daya saing global industri manufaktur. “Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi keharusan. Dengan AI, kita bisa mendorong produktivitas yang berkeadilan, termasuk mendukung kebijakan pengupahan yang objektif berbasis produktivitas riil di lini pabrik,” tegasnya.
Prioritas Keamanan Siber: BSSN Paparkan Autonomous Defense
Mengawali sesi utama, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI melalui Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng. , Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, memaparkan strategi Autonomous Defense. Beliau menegaskan bahwa di era AI, keamanan siber otonom adalah perisai utama bagi keberlangsungan operasional pabrik. “Ancaman siber kini bergerak lebih cepat. Sistem pertahanan harus mampu merespons secara otomatis tanpa menunggu intervensi manusia. Inilah yang kami dorong untuk melindungi infrastruktur kritis manufaktur,” jelas Mamung, sapaan akrabnya.
Bangun Digital Backbone, Hindari Black Box Syndrome
Sesi dilanjutkan oleh Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky) , yang membedah pentingnya membangun Digital Backbone yang kuat. “Adopsi AI tanpa fondasi infrastruktur digital yang solid berpotensi menimbulkan risiko serius, yaitu Black Box Syndrome, kondisi di mana sistem AI berjalan tanpa transparansi, kontrol, dan pemahaman yang memadai. Kita harus menghindari ketergantungan pada vendor tertutup. Pilihannya antara infrastruktur on-premise atau cloud lokal yang menjamin kedaulatan data nasional,” tegas Hoky yang juga menjabat sebagai Sekjen PERATIN dan Wakli Ketua Umum SPRI.
Hoky menambahkan, “Transformasi digital tidak cukup hanya mengadopsi AI. Tanpa infrastruktur yang kuat dan keamanan yang terjamin, AI justru dapat menjadi sumber risiko baru. Karena itulah kami hadirkan blueprint lengkap di setiap kota.” Tuturnya.
Solusi Nyata dan Keberlanjutan
Peserta diajak menyaksikan langsung implementasi solusi nyata dari mitra teknologi global. Wahyu M. Sun, CCNSP, FCNSP, CEH. selaku CEO & Founder Smartnetindo, memaparkan berbagai solusi infrastruktur digital end-to-end yang mendukung percepatan transformasi digital. Selanjutnya, Yoppy Sundawa, Business Development Manager MSI, turut menyajikan solusi perangkat keras andal untuk sektor industri. Sementara itu, Niko Dedy Syarbaini, Senior Solution Architect Alibaba Cloud Intelligence, memaparkan solusi Alibaba Cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk industri manufaktur.
Memasuki sesi siang, fokus beralih pada aspek keberlanjutan melalui paparan Pengelolaan Limbah dan Energy Management oleh Titin, Direktur PT Solusi Amanilah Indonesia (SAI) , berkolaborasi dengan MSI. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya tentang efisiensi, tetapi juga tanggung jawab lingkungan.
Sebelum memulai workshop inti, acara diisi oleh Ika Noviani Pratiwi dari MAXY Academy, yang memaparkan strategi membangun People Intelligence di era AI. “Teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan manusia yang cerdas dan adaptif. Maka dari itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci keberhasilan transformasi,” ujarnya.
Puncak acara adalah workshop intensif yang dipandu oleh Agus Dedi Supriyadi, Direktur Smartplus sekaligus Ketua DPD APTIKNAS & APKOMINDO Bekasi, praktisi AI & IoT. Para peserta mempraktikkan langsung pembuatan otomatisasi menggunakan platform n8n dan integrasi AI-IoT. Mereka belajar bagaimana mengintegrasikan berbagai sistem lintas platform secara otomatis, mulai dari pengolahan data hingga pengelolaan workflow digital.
Kegiatan ditutup dengan sesi networking dan konsultasi langsung dengan berbagai vendor yang mengisi area display, seperti Alibaba Cloud, Smartnetindo, Asustor, dan Sawah Cybersecurity. Para peserta yang terdiri dari jajaran manajemen pabrik, tim IT, dan pelaku industri manufaktur di kawasan Cikarang tampak antusias membawa pulang wawasan menyeluruh, mulai dari kebijakan keamanan hingga praktik teknis yang siap diimplementasikan.
Roadshow ini merupakan gerakan kolaboratif lintas ekosistem untuk mendorong kesiapan industri menghadapi era AI, penguatan keamanan siber nasional, serta implementasi kecerdasan buatan yang aman, efisien, dan terukur. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif nasional membangun cetak biru transformasi digital industri secara komprehensif di 10 kota strategis Indonesia, dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut:
1. Surabaya, 11 Februari 2026 (Telah Sukses Dilaksanakan), Industri: Rumah Sakit, Pabrik, Bank | Venue: Grand Inna Surabaya
2. Bali, 5 Maret 2026, (Telah Sukses Dilaksanakan), Industri: Hospital, Bank, Edu, Hotel | Venue: Harris Sunset Road
3. Cikarang, 9 April 2026, (Telah Sukses Dilaksanakan), Industri: Manufacture | Venue: Holiday Inn Jababeka
4. Batam, 22 April 2026, Industri: Manufacture, Shipping, Hospital | Venue: Harmoni One
5. Purwakarta, 28 April 2026, Industri: Manufacture | Venue: Prime Plaza
6. Tangerang, 7 Mei 2026, Industri: Manufacture | Venue: Aston Cimone
7. Yogyakarta, 21 Mei 2026, Industri: Hospital | Venue: Menyusul
8. Jakarta, 10 Juni 2026, Industri: Hospital | Venue: Aston Kartika Grogol
9. Semarang, 18 Juni 2026, Industri: Hospital | Venue: Santika Premiere
10. Balikpapan-Samarinda, 25 Juni 2026, Industri: Manufacture, Hospital, Hotel | Venue: Menyusul
Seluruh rangkaian seminar dan workshop ini tidak dipungut biaya. Informasi pendaftaran serta kerja sama sponsor dapat diperoleh melalui kontak 081932674333 / 08132175822. **** irz
![]() |
| Bupati Yulianto Hadiri Rakor BP BUMN, Bahas Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang |
![]() |
| Redistribusi ASN SD di Pasaman Barat, 99 Guru PAI masih Diverifikasi dan akan Ditempatkan |
Program redistribusi difokuskan untuk pemerataan tenaga pendidik, terutama dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang masih kekurangan.
Dinas Pendidikan Pasaman Barat mencatat, terdapat 99 ASN guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sebelumnya terindikasi belum memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu sebagaimana diatur dalam regulasi tersebut.
Namun, angka tersebut belum bersifat final. Guru PAI masih memiliki peluang untuk memenuhi ketentuan beban kerja dengan menambah jam linier di sekolah asal, seperti melalui mata pelajaran pendukung (PQ) serta tugas tambahan lain yang ekuivalen (TTLE), seperti pembina tahfiz atau kegiatan ekstrakurikuler.
![]() |
| Syofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar |
“Data 99 guru PAI itu masih akan diverifikasi, karena sesuai aturan mereka masih bisa menambah jam melalui PQ dan TTLE,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Syofyandri Piliang, belum lama ini di Simpang Empat.
Ia menjelaskan, apabila setelah penambahan jam tersebut guru telah memenuhi beban kerja minimal 24 jam, maka yang bersangkutan tetap dapat bertugas di sekolah asal. Namun jika belum terpenuhi, maka guru tersebut akan didistribusikan ke sekolah lain yang membutuhkan.
“Kita pastikan dulu hasil verifikasi. Setelah itu baru dilakukan redistribusi bagi yang benar-benar belum memenuhi 24 jam,” jelasnya.
Lebih lanjut, proses redistribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalitas. Guru yang akan ditempatkan harus memiliki penilaian kinerja minimal “Baik”, sehingga mutu pendidikan di sekolah tujuan tetap terjaga.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan tidak terjadi lagi ketimpangan jumlah guru antar sekolah serta kualitas pendidikan di Pasaman Barat dapat meningkat secara merata. **** irz
![]() |
| Rakor KLA Pasaman Barat 2026 Tekankan Sinergi dan Percepatan Evaluasi |
![]() |
| Pemkab Agam Berlakukan WFH Setiap Jumat, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Optimal |
![]() |
| Sofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar |
Kebijakan ini diambil untuk mengatasi ketimpangan kebutuhan guru di tingkat SD dan SMP yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 5 Maret 2026, Pasaman Barat memiliki 479 rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dengan kelebihan guru ASN bahkan banyak yang telah sertifikasi tidak memiliki jam pada sejumlah mata pelajaran inti.
Kelebihan ASN tidak hanya terjadi pada posisi guru mata pelajaran, tetapi juga pada tenaga kependidikan. Berikut adalah rincian kelebihan guru yang segera didistribusikan ke sekolah yang membutuhkan di lapangan:
Menariknya, data menunjukkan bahwa posisi Guru Bimbingan Konseling (BK) saat ini menjadi satu-satunya formasi yang tidak mengalami kekurangan, sehingga dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan seluruh SMP di Pasaman Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri melalui Sekretaris, Sofyandri Piliang, belum lama ini menjelaskan bahwa kehadiran Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 menjadi angin segar sekaligus panduan operasional dalam melakukan pemetaan ulang.
"Sesuai dengan aturan terbaru dari kementerian, redistribusi ini tidak hanya soal memindahkan guru antar sekolah negeri, tapi juga memastikan keberadaan Guru ASN dapat mendukung satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat jika diperlukan, demi pemerataan kualitas," ungkapnya.
Disampaikan bahwa redistribusi ASN menjadi solusi agar penyebaran guru dan tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan dengan memindahkan ASN dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan.
Dengan redistribusi ASN, diharapkan tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh SMP di Pasaman Barat.
"Redistribusi ASN dilakukan dengan memindahkan tenaga pendidik dari sekolah yang memiliki kelebihan muatan (surplus) ke sekolah yang masih kekurangan. Tujuannya agar penyebaran tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan riil di lapangan," ujar Sofyandri.
Program redistribusi ASN ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang selama ini masih bergantung kepada tenaga non ASN untuk memenuhi kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.***** irz
![]() |
| Kamtor Bupati Pasaman Barat |
Sayangnya, persoalan ini tidak banyak diberitakan secara luas. Bahkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal cukup banyak pejabat yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Fenomena ini seakan tertutup rapat sehingga sulit tercium publik.
Sejak beberapa waktu yang lalu, sejumlah pejabat putra asli Pasaman Barat tercatat mengundurkan diri dari jabatannya. Nama-nama yang muncul di antaranya Sekda Hendra Putra, Staf Ahli Azhar, Staf Ahli Pahren, Kepala BKAD Mai Boni, Kepala Dinas Pendidikan Adrianto, Kepala DPMN Defi Irawan, Kepala Dinas Perikanan Armi Ningdel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Randi Hendrawan, serta Kepala BPBD Jhon Edwar.
Selain pejabat eselon dua, sejumlah pejabat eselon tiga putra daerah juga dikabarkan banyak yang “bertumbangan”, mulai dari nonjob hingga dikembalikan menjadi pejabat fungsional.
Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mengapa begitu banyak pejabat asli Pasaman Barat memilih mundur dari jabatannya? Apakah mereka sudah tidak lagi memiliki semangat untuk membangun kampung halamannya? Ataukah ada tekanan tertentu yang membuat mereka memilih mundur?
Hingga kini, jawaban pasti atas pertanyaan tersebut belum terungkap. Para mantan pejabat yang telah mengundurkan diri umumnya memilih diam saat ditanya wartawan. Mereka enggan berkomentar dan sering kali mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menduga, gelombang pengunduran diri itu tidak terlepas dari dinamika politik pada Pilkada lalu. Menurutnya, politik balas dendam masih sulit dihilangkan dari Pasaman Barat.
“Sebagai putra daerah, tentu wajar jika seseorang memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon, baik karena hubungan keluarga, pertemanan, maupun karena berasal dari kampung yang sama. Hal itu semestinya dipahami setelah kontestasi selesai. Jangan hanya berhenti pada pidato yang menyerukan persatuan, tetapi dalam praktiknya justru masih ada sekat-sekat politik,” ujarnya.
Pada akhirnya, siapapun pejabat yang menjabat, masyarakat tentu berharap pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Jabatan tidak seharusnya dijadikan alat untuk mencari keuntungan pribadi ataupun membalas dendam politik.
Masyarakat Pasaman Barat tentu ingin daerah ini tetap baik-baik saja. Harapan besar tetap digantungkan agar seluruh visi dan misi pembangunan yang telah tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Semoga Pasaman Barat tetap menjadi daerah yang kondusif, maju, dan mampu merangkul semua pihak demi kepentingan bersama. ***** irti z