HEADLINE NEWS

Minim Pengunjung, Aktivitas Ekonomi di Kawasan Objek Wisata Pasbar Terpantau Lesu Selama Libur Idul Fitri 1442 H

By On Selasa, Mei 18, 2021

 

 

 Pengunjung Pantai Sikabau Pasbar relatif sepi , Senin 17 Mei 2021,  sebagian besar pengunjung tidak bisa masuk dan  terpaksa putar balik karena hari itu  masih ditutup dan ada penjagaan ketat petugas .



Pasaman Barat, prodeteksi.com----Selama libur Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, sangat minim pengunjung yang dapat memasuk kawasan wisata Pasbar. Ini terpantau pada tiga kawasan objek wisata pantai. Seperti Pantai Sasak, Pantai Sikabau dan Pantai Air Bangis.


Pantauan pro pers group di lapangan, pengunjung yang bisa masuki kawasan wisata itu umumnya hanya warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan wisata. Hanya sebagian kecil pengunjung wisata yang bisa masuk karena ketatnya penjagaan. 


Itupun dikarenakan adanya pengunjung yang memanfaatkan jalan tikus (jalan kecil atau jalan pintas) khususnya yang memakai sepeda motor, walau sulit ditempuh. Sebagian ada juga pengunjung yang  masuk pada waktu tertentu, ketika tidak ada petugas berjaga di lapangan.


 Sepi Pengunjung karena Penutupan objek wisata untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Pasbar



Namun secara umum kebijakan penutupan kawasan wisata Pasbar yang dilakukan Pemkab setempat dengan adanya edaran Bupati nomor 450/552/Diskominfo/2021, tanggal 11 Mei 2021, tentang pengaturan sholat Idul Fitri dan objek wisata serta upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Boleh dikatakan telah berjalan dengan optimal, dengan tidak terjadinya kerumunan di kawasan objek wisata yang berpotensi adanya penyebaran Covid-19.

 

 Pengunjung tertahan tidak bisa masuk kawasan wisata karena penjagaan ketat petugas


Bahkan, karena tingginya minat masyarakat mengunjung Pantai. Seperti Pantai Sikabau Koto Balingka, penutupan masih dilakukan pada Senin (17/05/2021). Sehingga dengan penjagaan yang cukup ketat, membuat pengunjung tidak sedikit yang terpaksa putar balik.


Informasi yang diperoleh, penjagaan yang dilakukan tim gabungan yang diperkuat tim pengamanan dari Polres Pasbar mulai tanggal 16-17 Mei 2021. Ini sesuai surat perintah Kapolres Pasbar dalam rangka Operasi  Kepolisian  Terpusat dengan sandi “ OPS KETUPAT SGL 2021.


Penutupan objek wisata ini, memang merupakan suatu keharusan karena kondisi wabah Covid-19 yang cenderung meningkat di Pasbar. Sehingga memerlukan  kebijakan tegas dalam rangka menghindari kerumunan massa yang lebih besar di objek wisata.


 Sepi pengunjung di Objek Wisata Sikabau (Senin 17 Mei 2021) Karena Penutupan Objek Wisata Cegah Covid -19



Namun dengan minimnya pengunjung yang berhasil masuk kawasan wisata seperti d Air Bangis, Sikabau dan Sasak,  hal ini juga berefek pada lesunya aktivitas ekonomi terutama imbasnya dirasakan para pedangan kecil dan warung-warung makanan dan minuman yang buka pada momen libur lebaran ini.


Pengakuan sejumlah pedagang di Air Bangis dan Sikabau yang sempat dihubungi media ini megungkapkan keprihatinannya karena jual beli tidak seperti yang dibayangkan semula. Karena relatif sepi pembeli dibanding tahun sebelumnya karena pengunjung juga relatif sedikit.


Bahkan, petugas parkir yang mengharapkan masukan dari retribusi parkir kenderaan juga mengeluh. Sebab,  jumlah kenderaan yang masuk terutama jenis mobil juga sedikit  karena adanya petugas yang menutup jalur masuk kawasan wisata tersebut.



Plt Kepala Dinas Pariwisata Pasbar, Defi Irawan mengatakan,  dengan adanya kebijakan penutupan objek wisata Pasbar selama libur Idul Fitri, telah berhasil mencegah terjadinya penumpukan massa yang lebih besar. Apalagi Pasbar termasuk zona orange Covid-19, sehingga kewaspadan harus betul-betul ditingkatkan dan harus lebih disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan untuk antisipasi Covid-19.


 Kepala Dinas Pariwisata Pasbar, Defi Irawan (kiri) foto bersama petugas penjagaan di salah satu posko menuju  objek wisata di Pasbar


Namun demikian ia menyebut bahwa , tidak tertutup kemungkinan ada juga pengunjung  yang nekat masuk kawasan wisata Pasbar. Dengan menerobos masuk lewat jalan tikus atau jalan pintas  serta pengunjung yang berhasil masuk di luar jam penjagaan petugas.


“Memang barangkali ada juga pengunjung yang lolos masuk kawasan objek wisata Pasbar. Tapi jumlahnya tak banyak dan mereka tetap dipantau Satgas Covid-19 untuk selalu mengikuti aturan protokol kesehatan, seperti wajib pakai masker “ kata Defi Irawan yang dihubungi, Senin (17/05/2021).


Terkait kondisi aktivitas usaha perdagangan dan warung-warung makanan serta minuman yang seakan lesu di kawasan objek wisata Pasbar, menurutnya hal itu memang butuh pengertian bersama. Sebab, upaya menjaga kesehatan dengan antisipasi covid-19 sangat penting untuk diupayakan melalui jalan pencegahan.

 Defi Irawan, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pasbar


“Saya tau memang banyak warung makanan dan usaha dagang lainnya yang buka. Namun mari kita maklumi dan bersabar. Semoga nanti jika wabah ini mereda, aktivitas ekonomi  sektor wisata akan kembali bangkit. Mudah-mudahan kita berdoa semoga segera  kembali pulih ke situasi normal sebagaimana biasa, “ harapnya.


Ia juga meminta masyarakat untuk memahami kondisi yang terjadi saat ini karena pandemi COVID-19. Ia pun mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasai mobilisasi.***irti z

Angka Covid-19 di Pasbar Sejak Maret 2020  Mencapai 824, Kecamatan Pasaman Tertinggi, Koto Balingka Terendah

By On Minggu, Mei 16, 2021

 


Pasaman Barat, prodeteksi.com---Sejak wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masuk Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), terhitung sejak tanggal 20 Maret 2020 hingga Minggu 16 Mei 2021, tercatat sebanyak 824 kasus positif  Covid-19 . 


Data di atas sudah termasuk penambahan angka Covid 19 pada hari Minggu (16/05/2021) sebagaimana yang diinformasikan dr. Gina Alecia, M. Kes, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Pasbar, atas nama Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Penyebaran Covid-19, bahwa terjadi penambahan  sebanyak 3 orang positif.  



Ketiga orang tersebut merupakan warga Jorong Pasaman Baru Kec. Pasaman yang merupakan pasien Suspek Covid-19. Yakni Tn. AM (59 th). IAA  (17 th dan Tn. YAS (30 th). Ketiga pasien sedang dalam perawatan, Pasien, AM dan IAA   di ruang isolasi RS Ibnu Sina Simpang Empat. Dan pasien YAS, mendapatkan perawatan di ruang isolasi RS BMC Padang.


Dari total 824 kasus positif Covid-19 hingga Minggu (16/05/2021) itu, di antarnya sembuh sebanyak 709 orang, meninggal 48, dan masih dikarantina dan dirawat sebayak 67 orang. Lonjakan tertinggi terdata pada Jumat (7/5) dengan penambahan 31 kasus positif Covid-19..


Berikut adalah data sebaran Covid-19 per kecamatan sesuai data yang dilansir  Dinas Kominfo Pasaman Barat per 16 Mei 2021.


Kecamatan Pasaman merupakan yang tertinggi dari 11 kecamatan dengan angka positif 349 orang, sembuh 299, meninggal 13 dan masih karantina sebanyak 37 orang. Kecamatan Luhak Nanduo positif 137 orang, sembuh 125, meninggal 6 dan masih karantina sebanyak 6 orang.


Kecamatan Kinali, positif 90 orang, sembuh 69, meninggal 6 dan masih karantina sebanyak 15 orang. Kecamatan Sungai Beremas, positif 57 orang, sembuh 53, meninggal 3 dan masih karantina sebanyak 1 orang.


Kecamatan Lembah Melintang, positif 56 orang, sembuh 47, meninggal 8 dan masih karantina sebanyak 1 orang. Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, positif 32 orang, sembuh 30, meninggal 1 dan masih karantina sebanyak 1 orang.


Kemudian, Kecamatan Ranah Batahan, positif 28 orang, sembuh 22, meninggal 5 dan masih karantina sebanyak 1 orang.  Kecamatan Talamau, positif 25 orang, sembuh 22, meninggal 2 dan masih karantina sebanyak 1 orang. 


Kecamatan Sungai Aur, positif 24 orang, sembuh 22, meninggal 1 dan masih karantina sebanyak 1 orang. Kecamatan Gunung Tuleh, positif 14 orang, sembuh 10, meninggal 1 dan masih karantina sebanyak 3 orang. 


Terendah adalah Kecamatan Koto Balingka, positif 12 orang, sembuh 10, meninggal 2 dan saat ini tidak ada yang karantina.


 dr. Gina Alecia, M. Kes


Dr. Gina Alecia mengatakan, saat ini pihaknya juga telah melaksanakan langkah cepat proses tracking untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pasbar. Dan ia mengajak masyarakat untuk disiplin dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.


“Mari kita saling bekerjasama dalam menghambat laju penularan Covid-19 ini dengan selalu bersikap kooperatif serta selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Seperti rajin Mencuci tangan dengan air mengalir, Selalu memakai Masker dengan benar, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas (5M), “imbaunya. ***irti z


 Penutupan Objek Wisata Berimbas pada Pedagang Kecil di Kawasan Tugu Air Bangis

By On Minggu, Mei 16, 2021

 

 Sepi pengunjung karena tidak bisa masuk kawasan wisata, dijeoret Minggu , 16 Mei 2021 sekitar pukul 11 30 WIB.


Pasaman Barat, prodeteksi.com-- Penutupan objek wisata di Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) Provinsi Sumatera Barat selama libur idul Fitri 1442 H/ 2021 M,  suatu sisi berdampak kurang menguntungkan bagi para pedagang di lokasi wisata. Sebab dengan sepinya pengunjung tentu membuat sepi pula pembeli.


Walau memang  disisi lain penutupan  harus dilakukan pemerintah daerah dalam rangka antisipasi penyebaran covid-19. Apalagi Pasbar telah menjadi status orange tingkat penyebaran covid-19. Sehingga Pemkab Pasbar sesuai edaran Pemprov Sumbar mengambil kebijakan penutupan objek wisata di Pasbar selama libur lebaran 2021.



Pantauan media ini pada hari keempat lebaran di objek  wisata Pantai Tugu Air Bangis, Minggu ( 16/05/2021) siang tampak pengunjung agak lengang. Dan para pedagang dan pemilik warung makanan dan minuman tampak menunggu calon pembeli dengan sabar dan tabah. 


Sepinya pengunjung bukan karena minim peminat . Melainkan karena adanya penyekatan  di Jorong Silawai Timur, sehingga ratusan calon pengunjung wisata terpaksa putar balik.




Salah seorang pedagang di kawasan Pantai Tugu Air Bangis mengatakan,  pengunjung wisata di kawasan itu memang relatif sepi. Itu petanda ada petugas gabungan yang menjaga pintu masuk Air Bangis .


"Benar, hingga jelang sore menang pengunjung agak sepi, mungkin  nanti sore jelang magrib baru ramai karena petugas di posko penjagaan mungkin sedang istirahat . Namun umumnya pengunjung yang  datang adalah yang tinggalnya  tak jauh dari sini, "kata pedagang yang enggan ditulis namanya itu.


Lanjunya, " sebenarnya kami inginnya pengunjung jangan terlalu dibatasi atau ditutup habis. Kan bisa dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti wajib pakai masker, " katanya berharap.

Pengunjung Ditertibkan dan Mengikuti Protokol Kesehatan 



Sementara itu, Sekretaris Nagari Aia Bangih, Nelva Marman yang dihubungi Minggu, mengatakan, salah satu dampak penutupan objek wisata memang  berimbas pada usaha kecil menengah khususnya para pedagang kecil. Namun hal itu suatu efek yang tak  bisa dihindarkan dalam upaya antisipasi penyebaran Covid-19.


Namun lanjutnya, walau ditutup, pengunjung juga tak terbendung. Terutama pada sore hari, banyak juga yang lolos dan masuk lokasi wisata Air Bangis .


" Biasanya sore ramai juga pk, rerutama pengunjung yang berada di sekitar Air Bangis . Namun tetap wajib mengikuti  protokol kesehatan, salah satunya  wajib pakai masker, "katanya


Ditambahkan,  pihak Tim Satgas Penanganan covid-19 Nagari Aia Bangih tetap memantau dan menghimbau pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan menghindari kerumunan dengan jaga jarak.


 Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid -19 Nagari Aia Bangih , tertibkan pengunjung kawasan pantai Air Bangis 


" Kita dari nagari terus berupaya menertibkan pengunjung. Berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Polsek agar keteriban terus terjaga, " ujarnya **"Irti z





Sholat Idul Fitri di Lapangan Hijau Parit, Khatib Sebut Dua Golongan Ummat Yang Tidak Akan Masuk Syurga

By On Kamis, Mei 13, 2021


 Sholat Idul Fitri di Parit Koto Balingka Pasaman Barat


Pasaman Barat, prodeteksi.com--- Sholat Idul Fitri 1 Sawal 1442 H / 2021 M, di Jorong Parit Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat dilaksanakan di Lapangan Hijau Parit. Cuaca yang bagus dan cerah pagi itu, mendukung suksesnya sholat id yang berjalan penuh hidmat dan semangat kegembiraan di hari yang fitrah. 


Pelaksanaan  sholat id ini tetap dengan mengikuti protokol kesehatan. Sebab menurut Kepala Jorong Parit, Mushendra telah merupakan kesepakatan bersama segenap unsur masyarakat jorong Parit yang menghimbau masyarakat patuhi protokol kesehatan, salah satunya wajib pakai masker,

Usai sholat id berjemaah, saat Khatib naik mimbar, walau cuaca mulai panas, jemaah tampak  tetap mengikuti kegiatan sampai selesai. Masyarakat bersyukur dan tak lupa berdoa pada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikanNya semoga senantiasa diberi kesehatan dan terhindar dari wabah penyakit.


Dalam kesempatan khutbah Idul Fitri itu, Ustadz Amin Tanjung mengajak umat untuk senantiasa bersyukur dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Menurutnya betapa banyak orang yang tidak berkesampatan ikut sholat idul fitri. Ada karena sakit, atau halangan lain seperti tidak dapat pulang kampung dan sebagainya.


“Kita bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT, karena besok atau lusa kita belum tahu apa yag akan terjadi. Namun kita berdoa semoga kita diberi umur panjang dan bertemu kembali pada ramadhan mendatang. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, “ajaknya.



Selain itu Khatib menyebutkan, ada dua golongan ummat yang tidak akan masuk syurga. Bahkan Bau syurga pun haram baginya.


Yang pertama, kata Nabi Muhammd SAW adalah orang yang memutus hubungan tali silaturrahmi. Oleh karena itu, saatnya saling maaf memaafkan. Dan alangkah paling mulia orang yang memafkan dibanding yang minta maaf. 


"Pasca Idul fitri ini hendaknya tidak ada lagi kita yang bersaudara, berjiran tetengga, berkorong kampung dan sesama muslim, yang tidak bertegur sapa apalagi bermusuhan, " pintanya.


Terkait  orang yang memutuskan silaturrahmi tersebut, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, (memutus tali silaturahmi)”. [Mutafaqun ‘alaihi].

Kedua, adalah orang yang durhaka pada kedua orangtua. Padahal Ayah dan Ibu adalah orang yang paling berjasa pada anak. Kebaikan keduanya tak mungkin terbalaskan.


"Sang ibu mulai dari melahirkan, merawat menyusui dan membesarkan kita bersama sang ayah. Ayah kita juga yang mengazankan atau melapaskan iqomah saat kita lahir ke duania ini, mengasuh dan membesarkan serta membina dan mendidik kita. Orang yang paling berjasa dan pertama kita kenal adalah orangtua kita sendiri, “ katanya.


"Oleh karen itu, jangan menyia-nyiakan orang tua. Hendaklah segera berubah, memohon maaf, muliakanlah orang tua, buat dia bangga dan bahagia. Jika mereka telah tiada, doakan mereka, ziarahi kuburnya, perbanyak berimpaq dan bersedekah dan amalan lainnya, "ajaknya lagi.  


Tentang durhaka ini juga ada hadist Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang disebutkan dalam buku Tanya Jawab Agama Islam, karya Tim Dakwah Pesantren Darul Hijrah, halaman 3270 sebagai berikut:

ثلاثةٌ لا يَدخلُونَ الجنةَ: العاقُّ لِوالِدَيْهِ ، و الدَّيُّوثُ ، ورَجِلَةُ النِّساءِ

Artinya: “Tidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, dayyuts (suami yang membiarkan keluarganya bermaksiat), dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al Baihaqi). ***irti z/ berbagai sumber.

 


Irti Zamin, SS Beserta Keluarga Mengucapkan, Selamat Idul Fitri 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

By On Kamis, Mei 13, 2021

 






Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, masih dalam suasana Pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir. Semoga Allah SWT memberi kita semua kesehatan dan mari kita jaga kesehatan dengan baik dan mematuhi  protokol Covid-19. Seperti selalau pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

  

Lebaran terasa kurang tanpa saling memaafkan. Meski berjauhan, silaturahmi harus tetap jalan. 


Seiring ketulusan, hati saling bertaut. Menembus relung kedamaian. Mendera hati penuh maaf. Dalam lembaran putih nan fitri, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.


Dari

IRTI ZAMIN, SS
Pemimpin Pro Pers Group/ Pemimpin Zamiga Islamic Boarding School

Dan Keluarga


Kepedulian Sosial PT. SAWITA, Sejumlah Warga Kurang Mampu Dibantu Sembako Berupa Beras

By On Rabu, Mei 12, 2021


 Berbagi Jelang Idul Fitri, PT Sawita Pasaman Jaya bantu sejumlah warga kurang mampu dengan sembako beruoa beras, Selasa (11/05/2021) di Jorong Air Runding Pasbar


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----PT. Sawita Pasaman Jaya (PT. SPJ) Pasaman Barat (Pasbar) punya program rutin bidang kepedulian sosial. Terutama dalam memperhatiakan warga kurang mampu di sekitar perusahaan.


Perusahaan yang menjalankan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Jorong Air Runding Kecamatan Koto Balingka ini, menunjukkan kepeduliannya dalam menyambut Idul Fitri 1442 H. Termasuk salah satunya dalam membantu warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian.


 Humas OT, Sawita, Adi Yanri ketika menyerahkan bantuan beras pada salah seorang warga


Selasa, 11 Mei 2021, Pimpinan PT Sawita, Simon dan Mill Manager, Doan J Simatupang melalui Humas, Adi Yanri menyerahkan bantuan sembako berupa beras kepada sejumlah warga kurang mampu di Jorong Air Runding. Penyerahan dilakukan dengan mendatangi langsung rumah warga didampingi juga oleh KTU perusahaan, Iqbal Fauzi.


Humas PT Sawita, Adi Yanri usai penyerahan bantuan itu mengatakan, kegiatan sosial perusahaan dilaksanakan secara terprogram, seperti jelang hari raya dan juga kegiatan rutinitas lainnya seperti penyaluran CSR.

 

“Alhamdulillah walau tidak banyak, kita masih dapat berbagi dengan warga sekitar. Seperti yang dilakukan hari ini dengan memberi bantuan berupa beras pada warga kurang mampu di sekitar perusahaan, “ kata Adi Yandri.


 Penyerahan bantuan sembako berupa berasoleh Humas PT. Sawita, Adi Yanri


Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga yang menerima bantuan beras mengucapkan terima kasih. Dan ia berharap ke depan tetap dilaksanakan dan dapat ditingkatkan lagi.


“Syukur Alhamdulillah kami berterima kasih atas kepedulian PT. Sawita. Semoga ke depan lebih meningkat lagi bantuannya dan kami doakan semoga PT, Sawita semakin maju dan jaya, “katanya. ***irti z


Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni Mengucapkan, "Selamat Idul Fitri 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin".

By On Rabu, Mei 12, 2021

 



Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Mari kita berdoa semoga wabah Covid ini segera berakhir.


Semoga Allah SWT selalu memberi kita semua kesehatan dan mari kita mematuhi  protokol kesehatan untuk antisipasi Covid-19. Seperti selalau pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

  

Lebaran terasa kurang tanpa saling memaafkan. Meski berjauhan, silaturahmi harus tetap jalan. Walau maaf mungkin tak mengubah masa lalu, tapi mampu mengubah masa depan. 


Maka, hiasi hati dengan penuh kegembiraan di hari kemenangan ini. Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim. Selamat Hari Raya Idul fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.



Dari

Parizal Hafni, ST

Ketua DPRD Pasaman Barat /

Ketua DPD Gerindra Pasaman Barat

 dan Keluarga



M. Riad Zamin Lubis Mengucapkan, "Selamat Idul Fitri 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin".

By On Rabu, Mei 12, 2021


Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Mari kita berdoa semoga wabah Covid ini segera berakhir.


Semoga Allah SWT selalu memberi kita semua kesehatan dan mari kita mematuhi  protokol kesehatan untuk antisipasi Covid-19. Seperti selalau pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

  

Lebaran terasa kurang tanpa saling memaafkan. Meski berjauhan, silaturahmi harus tetap jalan. Walau maaf mungkin tak mengubah masa lalu, tapi mampu mengubah masa depan. 


Maka, hiasi hati dengan penuh kegembiraan di hari kemenangan ini. Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim. Selamat Hari Raya Idul fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.



Dari

M. Riad Zamin Lubis

 dan Keluarga



H. Erianto, Ketua Fraksi Partai Gerindra Pasbar Mengucapkan, "Selamat Idul Fitri 1442 H, Maaf Lahir dan Batin".

By On Rabu, Mei 12, 2021

 


Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, masih dalam suasana Pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir. Semoga Allah SWT memberi kita semua kesehatan dan mari kita jaga kesehatan dengan baik dan mematuhi  protokol Covid-19. Seperti selalau pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

  

Lebaran terasa kurang tanpa saling memaafkan. Meski berjauhan, silaturahmi harus tetap jalan. 


Seiring ketulusan, hati saling bertaut. Menembus relung kedamaian. Mendera hati penuh maaf. Dalam lembaran putih nan fitri, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.


Dari

H. ERIANTO, SE

Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat

Ketua Fraksi Partai Gerindra


Surat Edaran Bupati Pasbar, “Takbiran di Masjid, Sholat Idul Fitri Tidak di Lapangan, Objek Wisata Ditutup”

By On Rabu, Mei 12, 2021

 


 Karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Tahun 2021 ini pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Pasbar tidak lagi dilaksanakan di lapangan seperti tahun -tahun sebelumnya. Termasuk di halaman Kantor Bupati Pasbar tidak lagi diselenggarakan sholat idul Fitri.



Pasaman Barat, prodeteksi.com----Cegah penyebaran Covid-19, Bupati Pasaman Barat (Pasbar), H. Hamsuardi menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait pelaksanaan takbiran, sholat idul fitri dan penutupan objek wisata di daerah itu.


SE tersebut dikeluarkan pada tanggal 11 Mei 20021. Dengan SE No 450/ /DISKOMINFO/2021. Berpedoman pada beberapa pertimbangan. Di antaranya, Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021, Surat Edaran Menteri Agama RI N0. SE 07 tahun 2021, Surat Edaran satuan tugas penanganan  Covid-19 Nomor 13 tahun 2021,  Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat tanggal 08 Mei 2021 dan beberapa ketentuan lainnya.  



Kepala Dinas Kominfo Pasbar, Edi Murdani, SH yang dikonfirmasi mengatakan, Surat Edaran Bupati yang diterbitkan pada tanggal 11 Mei 2021 adalah mengatur tentang penyelenggaraan takbiran dan sholat Idul Fitri 1442 H. 


“Benar bahwa dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati menerbitkan surat edaran yang berpedoman pada kebijakan pemerintah dan provinsi serta sesuai  dengan kondisi di Pasbar saat ini. Selain pengaturan terkait sholat Idul Fitri, juga terkait objek wisata dan pengaturan mobilitas pergerakan masyarakat lintas kabupaten kota , “katanya


Berikut adalah ketentuan yang diatur sesuai surat edaran Bupati Pasbar


1. Dalam melakukan Ibadah selama bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idu1 Fitri agar tetap mematuhi dan meningkatkan protokol kesehatan 5M:

a. Memakai masker;

b Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir;

c. Menjaga jarak;

d. Menjauhi kerumunan;

e. Membatasi mobilisasi dan interaksi;

2. Dalam menyambut malam Idu1 Fitri, umat Islam tidak melakukan Takbir Keliling yang melibatkan orang banyak, Takbir dilakukan di masjid / mushalla terdekat;

3 Sholat ldul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah/2021 Masehi tidak dilaksanakan di lapangan.

4. Tidak melakukan acara open house, halal bihalal, reuni dan pertemuan lain yang berpotensi menimbulkan adanya kerumunan.

5. Semua objek wisata di pasaman barat guna memutus rangkaian pengembangan Covid-19 di TUTUP.

6. Peniadaan Mudik untuk sementara bagi masyarakaı terhitung mulai tanggal 06 sd 17 Mei 2021 yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara, Lintas Provinsi dan Negara untuk batas Kabupaten atau Kota dalam Provinsi Sumatera Barat di perbolehkan dalam memperhatikan protokol Covid-19 dengan ketat.

7. Perjalanan orang selama bulan suci Ramadhan dan ldul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distridusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik;

8. Menindak lanjuti ketentuan tersebut diatas, diminta memperhatikan hal- hal seperti berikut


a) Agar Satgas Covid-19 Kab. Pasaman Barat meningkatkan berbagai upaya yang dianggap perlu dan penting, serta berinovasi berbasis kearifan lokal untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid 19 di tempat inasing masing.

b) Selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid 19 di Kabupaten Pasamn Barat dan OPD terkait, dalam pengambilan keputusan/tindakan yang di anggap penting dan perlu.****irz


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *