Latest Post


Riski Habibi, Ketua Panitia Pemilihan BAMUS Nagari Parik


Pasaman Barat, prodeteksi.com – Sebanyak 47 Calon Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), bertarung memperebutkan 8 kursi keterwakilan wilayah dan 1 kursi keterwakilan perempuan.


Ketua Panitia Pemilihan BAMUS Nagari Parik, Riski Habibie kepada prodeteksi, Rabu (25/11/2020) mengatakan, musyawarah pemilihan BAMUS Nagari masih sedang berlangsung sesuai jadwal pada masing -masing wilayah pemilihan yang telah dimulai sejak 24 November2020 

  

Dikatakan, pemilihan BAMUS Nagari tersebut seiiring berakhirnya keanggotaan BAMUS  periode 2014 – 2020 pada tanggal 7 Desember 2020 mendatang. Maka, Panitia Pemilihan  yang berjumlah 7 orang yang dibentuk pihak Nagari pada 25 september 2020 tengah bekerja keras dan giat dalam melaksanakan tahapan pemilihan anggota Bamus yang baru, periode 2020 – 2026.


Dalam proses pemilihan BAMUS ini dibagi dalam beberapa wilayah pemilihan. Hal ini sesuai dengan data jumlah penduduk dari BPS, dan panitia membagi wilayah pemilihan sebanyak 6 wilayah dari 28 jorong yang ada di Nagari Parik.


Dijelaskan,   6 wilayah pemilihan yang ditetapkan itu sesuai dengan Jumlah nagari yang ada di Kenagarian Induk Parik Kec Koto Balingka.  Wilayah 1 yaitu Jorong Parit, Sigalangan, Limau Saring, Batang Lapu, PB I dan PB II, dengan jumlah alokasi  kursi sebanyak 2 Orang.


Kemudian Wilayah 2,  yaitu jorong Setia Baru, Air Balam, Siduampan, Kampung Randah, Batas Tarok dan PT BPP, dengan jumlah alokasi kursi 1 orang.

Komitmen Mensukseskan Pemilihan BAMUS Parik


Wilayah 3, yakni  Jorong Simpang dan  Air runding, jumlah kursi 1 orang. Wilayah 4 adalah  Jorong Tambang Padang, Aek Nabirong, Simaninggir, Aek Garingging, Pegambiran dan Rura Patontang dengan jumlah kouta kursi 1 orang.


Terus, Wilayah 5 adalah Jorong Lubuk Gadang, Ulu Simpang, Labuai dan Tamiang Ampalu dengan jumlah kursi 2 orang. Serta Wilayah 6 yakni  Jorong Sukaramai, Air Jernih, Tanah Datar dan Sikabau dengan jumlah alokasi kursi 1 orang.


“ Dari enam wilayah itu, jumlah calon yang berhak ikut pemilihan adalah  47 orang. Dengan rincian, 40 orang Calon Keterwakilan wilayah  dan 7 orang calon keterwakilan perempuan, “sebut Riski Habibie.


Dia menguraikan, ke 47 calon tersebut tersebar di Wilayah 1 sebanyak 13 orang, Wilayah 2 sebanyak 4 orang, Wilayah 3 sebanyak 2 orang, Wilayah 4 sebanyak 9 orang, Wilayah 5 sebanyak 8 orang dan Wilayah 6 sebanyak 4 orang. Ditambah  Keterwakilan perempuan sebanyak 7 orang.


Diterangkan Riski, hingga Rabu ( 25/11/2020), dari enam Wilayah Pemilihan, 4 Wilayah di antaranya telah melaksanakan pemilihan, yakni Wilayah 1, 2 , 3 dan 4.


Namun, Wilayah 3 tidak mendapatkan hasil untuk calon terpilih. Pasalnya,  dari 2 calon yang memperebutkan 1 kursi, satu orang calon berasal dari Jorong Simpang dan satu lagi dari Jorong Air Runding, masing-masing memperoleh suara sama.


“Meski sudah tiga kali diulang pemilihan. Hasilnya tetap sama. Calon dari Jorong Simpang memperoleh 6 suara dan Calon dari Jorong Air Runding juga memperoleh jumlah yang sama, dari 12  peserta musyawarah pemilihan. Maka kita simpulkan untuk wilayah itu dilakukan penundaan dulu, “ jelas Riski.


Sementara itu, Wilayah 1, calon BAMUS yang teripih adalah Rezki Saputra (Jorong Batang Lapu) dan  Masperi (Jorong Limau saring)


Kemudian, Wilayah 2 yang terpilih adalah Yulisman (Jorong Kampung Randah). Terus,  wilayah 4 yang terpilih adalah  Ahmad Amin (Joring simaninggir). ***irti z



 

H. Erick Haryona dalam Kunjungan ke Gunung Tuleh , bersama Adiatra, Mantan Anggota DPRD Pasbar


 

Pasaman Barat, prodeteksi.com------Seperti juga Calon lainnya, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), H. Erick Haryona- H Syawal gencar lakukan sosialisasi sampaikan visi misi lebih dekat langsung ke masyarakat.


“Seakan tak kenal lelah, setiap hari bagai tak ada waktu tanpa sosialisasi, nampaknya dengan penuh ketulusan dilakukan H. Erick sebagai calon bupati termuda bersama pasangannya H. Syawal, tokoh relijius Pasbar ini, “ kata Adiatra, SE,  Mantan Anggota DPRD yang merupakan tokoh masyarakat Gunung Tuleh pada media ini usai kunjungan H. Erick Haryona ke kawasan itu Jum’at (21/11/2020) yang lalu.


"Mudah-mudahan usaha maksimal akan menghasilkan suatu kebaikan dan keberhasilan, " katanya lagi dengan penuh optimis.

 

Pasangan nomor urut 3 ini melakukan kunjungan silaturrahmi dalam rangka sosialisasi visi misi sebagai calon kepala darah dan wakil kepala daerah. Bahkan dengan berjalan kaki menelusuri perkampungan menemui para warga dan simpatisannya di berbagai kejorongan, termasuk di Kecamatan Gunung Tuleh.




Pada Jumat itu sebagaimana disebutkan Adiatra, Calon Bupati H Erick Haryona bersilaturrahmi dengan masyarakat di kawasan Nagari Rabijonggor, Nagari Persiapan Bahoras , Ranah Sungai Magelan serta Seberang Batang Kenaikan.Denga tujuan lebih dekat bersam rakyat dan langung melihat kondisi masyarakat dan sampaikan visi misi secara langsung, “ kata Adiatra.


“Dalam kesempatan bersama masyarakat, H.Erick  tampak begitu dekat dengan masyarakat, termasuk kaum ibu atau emak-emak. Mungkin karena bertatap muka secara langsung , membuat warga merasa senang atas kedatangannya  sehinga kian dekat dengan rakyat, “ ucap Adiatra, putra Paraman Ampalu ini.

H. Erick Haryona  dekat dengan emak emak di Pasbar

Beberapa vsi misi yang disamapaikan H Erick kepada warga dan kaum ibu, di antarnya adalah   jika nantinya terpilih  dalam Pilkada 2020 ini, adalah pembangunan berbagai bidang mulai dari bidang peningkatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan infrastruktur sampai jorong terpencil, bidang kesehatan dan pendidikan., dan lainnya.


Bahkan diprogramkan oleh H. Erick bersama H Syawal bagaimana meningkatkan bidang keagamaan di Pasbar. Seperti bantuan masjid, musholla, TPA, TPSA, Pondok Alqur’an, madrasah, pondok pesantren dan lain sebagainya.


Bidang pendiikan H. Erick menyebut upaya dan program bagaimana  pendidikan anak-anak tidak terputus karena biaya sehingga perlunya pendidikan gratis sesuai kewenangan pemerintah kabupaten dari tingkat terendah sampai SLTP,akan dibiayai atau  gratiskan mulai dari tingkat terendah. Bahkan sampai mahasiswa  dengan program beasiswa.


Dan masih banyak program lainnya yang disamapaikan pada masyarakat dalam rangka sosialisai dan penyampaian visi misi secara langsung pada warga. ***ysr p/ irz


 


Polsek Sungai Beremas amankan seoran pelaku pencurian/ jambret


Pasaman Barat, prodeteksi.com----Seorang pelaku jambret berinisial BR (24) Warga Jorong Parit, Nagari Parit yang beraksi di Jalan Raya Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), berhasil ditangkap polisi. Kini, pelaku masih diamankan di Mapolsek Sungai Beremas untuk proses lebih lanjut.


Informasi yang diproleh menyebutkan, pelaku jambret alias pencurian dengan merebut barang milik orang lain yang sedang dipakai ini diringkus pada hari Minggu, 22 November 2020, sekira pukul 16.00 WIB. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial “BK” masih dalam pencarian alias borun.  


“Benar, seorang pelaku pencurian dengan pemberatan bernisal “BR” (24) di Jorong Parit, Kecamatan Koto Balingka telah berhasil kita amankan. Kini masih ditahan di Polsek Sungai Beremas. Sedangkan satu lagi pelaku lainnya masih dalam pencarian ,” kata Kapolsek Sungai Beremas Iptu Alfian Nurman SH kepada prodeteksi, Selasa (24/11/2020).


Dijelaskan, pelaku ditangkap berawal dari laporan “MS”  seorang guru honorer asal Desa Baru yang tasnya dijambret ketika  melintas di Jalan Raya Parit sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu (22/11/2020). Pelaku menggunting tas milik korban MS, sambil berkendara kemudian membawa lari tas beserta barang-barang yang ada di dalamnya," kata Kapolsek.


Adapun kronologis penangkapan sebagaimana laporan Kapolsek Sungai Beremas pada Kapolres Pasbar, dilakukan pada hari Minggu, 22 November 2020, pukul 16.00 WIB. Ketika itu personil Polsek Sungai Beremas bersama dengan masyarakat setempat mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan di Jalan Raya Jorong Parit Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka.



Penangkapan berdasarkan LP/123/XI/2020/Sek-sb, tanggal 22 November 2020 dalam perkara Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dan SP.sidik / 27/ XI/ 2020/ RESKRIM tanggal 22 November 2020,  SP. Kap/ 24/ XI/2020/Reskrim tanggal 22 November 2020 serta SP. Han/ 19/ XI/2020.


Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Sungai Beremas untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Menurut Kapolsek Pelaku diancam dengan Pasal 363 A Ayat (1) ke 4 E KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 (tujuh) tahun penjara.

Saat ini pelaku bersama barang bukti yakni berupa tas milik korban beserta isinya dan satu unit motor milik pelaku telah diamankan di Polsek Sungai Beremas untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. ***irz


 

SMKN 1 Sungai Aur,  Sukses Gelar Whorshop dan Pelatihan Penguatan Budaya Kerja Tahun 2020

Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, dengan memperoleh Bantuan Fasilitasi Sekolah tentang Penguatan Budaya Kerja Tahun 2020.

 

Sebanyak 120 SMK yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dapat kepercayaan tahun ini. SMKN 1 Sungai Aur merupakan salah satu sekolah sasaran dari sejumlah SMK di Sumbar  yang ditetapkan beberapa waktu lalu.

 

Kepala Sekolah

Kepala SMK N 1 Sungai Aur, Hardimentis Marwan, S.Pd, MPd.T mengatakan, berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program penguatan budaya kerja. Dengan sasaran bagaimana sekolah kejuruan dapat menerapkan budaya kerja dalam proses pembelajaran dan praktik sesuai dengan kompetensi keahlian yang selaras dengan kebutuhan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).

 

“Program Penguatan Budaya Kerja ini meliputi berbagai kegiatan. Dan kita telah mulai dengan menggelar workshop penyusunan pedoman atau aturan budaya kerja di sekolah dengan melibatkan IDUKA, dan pelatihan bagi tenaga pendidik yang dilaksanakan Senin 14 Novermber 2020 lalu, “jelas Hardimen, beberapa hari lalu.

 

Kegiatan Pelatihan dalam Rangka Penguatan Budaya Kerja

Dikatakan, kegiatan dalam rangka peningkatan budaya kerja ini juga mengikutsertakan sekolah kejuruan sekitar sebagai sekolah imbas. Sekolah Imbas tersebut adalah SMKN 1 Gunung Tuleh, SMKS Darul Falah, SMKN 1 Lembah Melintang, SMKN 1 Koto Balingka dan SMKN 1 Ranah Batahan.

 

Kegatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Herdimentis Marwan. Dan selain melibatkan IDUKA, juga dihadiri oleh unsur MUSPIKA Kecamatan Sungai Aur, nara sumber dan perwakilan Kacabdin Wilayah VI oleh pengawas SMK, Drs. M.Dasril.

 

Menurut Hardimen, kegiatan lanjutan nantinya juga akan ada diklat budaya  kerja terhadap peserta didik. Dengan target peserta sebanyak 1.000 siswa yang pesertanya dari SMK N 1 Sungai Aur dan sekolah imbas yang merupakan SMK sekitar.

 

Pengawas SMK mewakili Kacabdin Wiayah VI, Drs. M Dasril memberi sambutan

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dalam bentuk pembuatan poster dan alat peraga tentang budaya kerja. Kegiatan ini berdampak sangat positif dalam mewujudkan lulusan yang berkualitas dan siap kerja,“ ujarnya.

 

Dijelaskan, dengan program penguatan budaya kerja diharapkan terwujud pengembangan mental dan akhlak mulia para siswa, menumbuhkan kembangkan disiplin dan tanggung jawab terhadap kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah.

 

Selain itu, terciptanya generasi muda yang tangguh dan siap menuju kehidupan yang lebih baik di masyarakat, yang memiliki kemampuan berpikir kreatif, kritis, dan komunikasi yang baik. Apalagi Peserta Didik telah memperoleh pemahaman dan kemampuan nantinya dalam menerapkan budaya kerja.  

 

Workshop dan pelatihan penguatan budaya kerja di SMKN 1 Sungai Aur

Diperkuat lagi dengan penerapan materi pembelajaran Budaya Kerja dalam proses pembelajaran Seperti halnya adanya pelatihan, praktik kerja lapangan, kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler lainnya. Kemudian dilengkapi dengan asesmen yang dilakukan bersama IDUKA  untuk melihat ketercapaian siswa dalam memahami Budaya Kerja yang dilatih.

Sementara itu Kacabdin Wilayah VI yang diwakili Pengawas SMK, Drs.M Dasril mengatakan, dengan kegiatan workshop dan pelatihan budaya kerja diharapkan agar tenaga pendidikan dan peserta didik dapat memperoleh pemahaman dan kemampuan menerapkan budaya kerja  dengan lebih baik lagi ke depan.

 

“Dengan penerapan budaya kerja dalam proses pembelajaran dan praktik sesuai dengan kompetensi keahlian dan diselaraskan dengan IDUKA, semoga tamatan SMK nantinya telah siap memasuki dunia kerja tidak justru terus menambah angka pengangguran lagi, “kata M Dasril.

 

Sebab lanjutnya, karakter budaya dan kerja lulusan SMK yang berakhlak, jujur, disiplin dan serta kompetitif dan berbudaya akan sangat mendukung untuk kesuksesan nantinya.

   

SMKN 1 Sungai Aur 

Sementara, pemateri juga menekankan perlunya pemahaman dan kemampuan menerapkan budaya kerja mulai dari proses pembelajaran dan praktik sampai natinya tamatan SMK dalam memasuki dunia industri maupun dunia kerja.

 

Disiini katanya perlunya menyesuaikan diri dengan dunia kerja baik soft skill maupun hardskill. Salah satu persiapan SMK adalah membekali dengan budaya kerja yang menjadi miniatur industri.

 

Agar nantinya setelah lulus siswa tidak kaget lagi dengan suasana industri.  Sehingga harus ada inovasi  secara konsisten dan perubahan budaya SMK menjadi budaya yang disesuaikan dengan IDUKA.

 


Dijelaskan, pemberdayaan budaya kerja bagi pendidikn dan peserta didik menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu lulusan. “Siswa dan guru perlu memiliki bekal pemahaman dan penguasaan bidang tertentu baik pemahaman dan penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, seni, olah raga, keterampilan, kewirausahaan maupun dan lainnya, termasuk soft skillsnya, “sebutnya. ***irti z



SMK N 1 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Suatu kebanggan dan prestasi bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar)  Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sejak September 2020, telah terpilih sebagai salah satu sekolah Center of Excellence (CoE), dari hanya 6 SMK se Sumbar yang dikembangkan sebagai pusat keunggulan.

 

Program CoE ini merupakan program dari Direktorat Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan yang diluncurkan (launching) pada Juli 2020 lalu. Ini merupakan suatu upaya menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Kejuruan.

 

Tak lain dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Sebab, salah satu amanatnya adalah perlunya revitalisasi SMK secara komperhensif untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan dan dinamika perkembangan nasional maupun global

 

Edi Supanri, S.Pd, MPd.T, Kepala Sekolah


Kepala SMK N 1 Pasaman, Edi Supanri, S.Pd, M.Pd.T ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/11/2020) mengatakan, saat ini SMK N 1 Pasaman sedang dalam berbagai persiapan dan pembenahan, apalagi setelah dipercaya sebagai SMK CoE untuk bidang Perhotelan dan Jasa Pariwisata.

 

Menurutnya, dalam program CoE yang ingin dicapai adalah adanya goal atau tujuan pencapaian  pendidikan vokasi, yakni keterserapan lulusan ke Dunia Usaha, Dunia Kerja, Dunia Industri dengan membentuk lulusan yang punya Soft Skill  dan adaptasi dengan dunia kerja.

 

Jadi, program CoE tidak hanya berupa pengadaan  sarana atau peralatan praktik yang memadai dan sesuai. Tetapi juga terdapat program pembentukan karakter siswa sekaligus pendidikan dan latihan bagi guru dan teknisi.


Sosialisasi Program SMK CoE


“Dengan ditunjuknya SMK Negeri 1 Pasaman sebagai Center of Excellence, tentu kami harus siap menjadi pusat keunggulan. Sehingga nantinya menjadi rujukan model pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang dijalankan tersebut,” kata Supanri.

 

Berbagai kegiatan terkait SMK CoE, SMK N 1 Pasaman juga telah melaksnakan Workshop 1 Sosialisasi program SMK CoE yang dilaksanakan secara Daring, Dihadiri narasumber Nasional Bapak Ramelan, juga pihak Dinas pendidikan Sumbar, Kacabdin Wilayah VI SumBar, pengawas pembina dan Iduka mitra SMK CoE se Sumbar.


Dalam pegembangan fasilitas, SMKN 1 Pasaman juga sedang dalam pembangunan Gedung 2  Workshop atau RPS (Ruang Praktek Siswa) bidang Perhotelah. Kegiatan ini juga dapat menunjang pelasanaan program CoE tersebut.

Foto Bersama Usai Sosialisasi Pengembangan Pembelajaran


Namun menurut  Edi Supandri,  yang baru memasuki tahun kedua memimpin sekolah yang berada di ibukta Kabupaten Pabar  tersebut, bahwa yang dikatakan SMK Hebat apalagi SMK CoE itu bukan tentang bangunan baru apalagi peralatan baru. Tapi tentang bagaimana menginspirasi SMK lainnya, berbagi, membantu dan melatih SMK lain menjadi sama baiknya. Menjadi kakak, mentor yang menciptakan legacy yaitu SMK-SMK lain yang bangkit dan menjadi hebat.


Lebih lanjut dikatakan, SMK CoE itu  adalah bagaimana gedung dan peralatan yang ada dapat melahirkan banyak lulusan kompeten (hard kill, softskill, karakter/kejujuran yang kelak menjadi pekerja / pemimpin hebat atau enterpreneur dengan omset puluhan atau ratusan miliar per tahun.

 

Maka jelasnya, SMK COE itu harus mampu menciptakan leadership kepala sekolah dan mind set guru-gurunya, kreatif dan berani membuat terobosan-terobosan baru dalam pembelajaran untuk memperkuat soft skill siswa. Serta link dan sangat match dengan DUDI yang tidak cuma sebatas tanda tangan atau MoU.

 

Pengembangan Faslitias sarana dan prasarana

Selain itu, lanjutnya, yang dikatakan SMK CoE itu adalah ditandai tentang tingginya keterlibatan aktif industri dan Dunia Kerja di dalam SMK. Dalam hal kurikulum dan prakerin atau magang misalnya, banyaknya guru tamu dari industri, sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri dan dunia kerja, Teaching Factory dan sebagainya,. Itulah yang disebut link dan match, sehingga  lulusannya kompeten dan sesuai kebutuhan DUDI.

 

Terkait Teaching Factory (TEFA) yang dilasanakan di SMK N 1 Pasaman adalah pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis.  Dan adanya proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen


Seterusnya papar Supandri, SMK CoE itu adalah bagaimana membuat siswa-siswi barunya sejak masuk SMK sudah memiliki semangat tinggi (bergairah) atau passion alias paham dengan visi di masa depan mau jadi apa bangga dan mencintai serta menikmati profesi pekerjaannya nanti, sebagai calon orang bahagia dan sukses. ****irti

 

Pengembangan Produk Kreatifitas KWU


 


 

Ruang Praktek Sswa Teknik Listrik SMKN 1 Koto Balingka



Pasaman Barat, prodeteksi.com----Pembangunan Gedung RPS ( Ruang Praktek Siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), rampung dikerjakan.

 

Ruang Praktek Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik ini, merupakan bagian dari kegiatan pengadaan sarana prasarana SMK di Sumatera Barat yang bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun Angagara 2020. Dengan alokasi dana geuung dan peralatannya mencapai Rp 900 juta.

 



Pembangunan RPS atau sarana perbengkelan ini, juga merupakan program peningkatan akses dan mutu pendidikan SMK. Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola selama 120 hari kalender terhitung pertengahan Juli 2020 hingga November 2020.

 

“Alhamdulillah Gedung RPS ini dapat diselesaikan sesuai jadwal. Dan pelaksanaannya telah sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan dari Dinas Pendidikan Sumbar, walau sebelumnya ada beberapa perbaikan, “kata Kepala SMK N 1 Koto Balingka, Ahmad Ramli, S.Pd ketika ditemuai beberpa hari lalu di lokasi pembangunan RPS di Jorong Parit Koto Balingka.

 

Ahmad Ramli, Kepala Sekolah

Ahmad Ramli didampingi Ketua Tim Pelaksana Pembangunan RPS, Jamal Syarif, SPd mengatakan, ucapan terima kasih kepada pihak pemerintah dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar atas bantuan pembangunan RPS tersebut.

 

Demikian juga ucapan serupa kepada semua pihak yang memberi dukungan suksesnya pembangunan RPS tersebut, termasuk pada pihak komite.

 

“Kita tentunya sangat berterima kasih atas pembangunan RPS ini, karena sangat dibutuhkan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah ini. Apalagi sebagai sekolah yang relatif baru berdiri sekitar 3 tahun yang lalu, “ sebut Ahmad Ramli.


Jamal Syarif Ketua Tim Pembangunan RPS


Menurutnya, dengan kehadiran RPS Teknik Instalasi Listrik SMK N 01 Koto Balingka, akan berdampak positif untuk kemajuan mutu pendidikan terutama dalam meningkatkan kompetensi life skill siswa yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Keberadaan Gedung Praktek  juga dimaksudkan untuk meningkatkan daya tampung sekolah sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.  

 

Dijelaskan, dengan peningkatan sarana seperti RPS tersebut, memang dapat mendukung program peningkatan akses daya tampung serta pemerataan pendidikan pada satuan pendidikan kejuruan.

 

Peralatan Praktek

Dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan kualitas, khususnya dalam bidang kompetensi  Teknik Instalasi Listrik di SMKN 01 Koto Balingka menjadi jauh lebih baik lagi.

 

Lebih lanjut dikatakan, RPS tersebut dilengkapi dengan beberpa ruangan, seperti ruang instruktur, ruang perawtan/Pernaikan Peralatan, Ruang Penyimpanan, Laboratorium, Ruang Praktek Siswa dan ruang pendukun lainnya.  Ditambah dengan pralatan praktek yang telah dimasukkan dalam ruangan RPS sebanyak tujuh jenis peralatan bidang Teknik Listrik.

 

Menurut Ahmad Ramli, dalam waktu dekat RPS ini akan segera difungsikan. Tinggal bagaimana menerapkan prosedur pengelolaan fasilitas pembelajaran praktik untuk mendukung proses belajar mengajar karena fasilitas praktik merupakan suatu hal yang paling utama dan penting.

 



Hal yang perlu diperhatikan jelasnya,  terkait pengelolaan fasilitas praktik dengan baik dan benar agar kondisinya selalu siap pada saat akan digunakan. Maka perlu diatur dengan baik , mulai dari manusianya, alat, ruang, bahan praktik, pengaturan anggaran, pengaturan keselamatan kerja dan juga perencanaan sarana tambahan ke depan, “ terang Ahmad Ramli. ****irti z

 

 


Helju Seli Tuhari, bersama Tim PDAM Pasbar ketika perbaikan sumber air

Pasaman Barat, prodeteksi.com----Sejak dilantik sebagai Direktur PDAM Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) tanggal 23 September 2020, Helju Sepli Tuhari SP, dengan cepat melakukan langkah-langkah pembenahan untuk optimalisasi pelayanan air bersih, menuju terwujudnya pelayanan prima pada konsumen.

 

Berbekal sejumlah pengalaman dalam memenej  usaha  seperti koperasi dan lembaga swadaya masyarakat, aktivis muda, Helju Sepli Tuhari, memang diharapkan mampu mebawa perubahan yang lebih baik untuk kemajuan perusahaan air minum yang kini menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Gemilang Pasbar.

 

“Sudah niat saya dari awal ketika ikut seleksi, bagaimana saya bisa berbuat untuk Pasaman Barat yang lebih baik ke depan, khususnya dalam pelayaan PDAM ini sebagai mana amanah yang diberikan. Apalagi sebelumnya saya juga kerap mengkritik. “sebut Helju ketika ditemui prodeteksi.com, Selasa (17/11/2020).

 


Suatu visi dan terobosan yang diprogramkan oleh Direktur PDAM yang baru asal Ranah Batahan ini adalah menuju terwujudnya pelayanan prima dan kepuasan konsumen.

 

Menurut Helju pihaknya telah menginventarsir berbagai peroalan PDAM selama ini, dan mencarikan solusi serta langkah –langkah pembenahan yang akan dilakukan. Kini telah sedang melaksanakan berbagai langkah cepat untuk peningkatan layanan PDAM.

 

“ Kita punya program strategis 100 hari kerja untuk melakukan perobahan cepat dalam mewujudkan  pelayanan prima, " kata Helju.

 

Rapat Koordinasi Pembahasan hasil survy jaringan yang masuk dalam agenda 100 hari kerja Dipimpin Direktur Perumda Tirta Gemilang Pasbar

Dijelaskan ada tiga langkah atau program cepat yang dilakukan saat ini. Pertama memastikan pelanggan harus tetap meperoleh air. Maka dilakukan normalisasi seluruh sumber air dan saluran PDAM yang ada di Kabupaten Pasbar.   

 

Pihak PDAM Pasbar memperbaiki seluruh sumber air sampai jaringan dan distribusi ke rumah-rumah. Hal ini sesuai hasil survery Direktur PDAM bersama tim ke lapangan yang telah dilakukan ke semua sumber air yang ada.

 

“Sebenarnya dari sumber air yang ada, kita bukan kekurangan  tapi malah berlebih. Namun distribusi sumber yang tidak maksimal dikarenakan berbagai kerusakan dan kebocorn sumber air, “ terang Helju

 

Perbaikan Sumber AIr PDAM Pasbar

Dijelaskan, baru sekitar 20 persen sumber air yang terpakai. Dan dari kapasistas 50 liter/detik, selama ini hanya bisa teralirkan 5 liter per detik paling tinggi 10 liter perdetik. Jadi inilah menurut Helju yang akan dimaksimalkan dari seluruh sumber.

 

“Dibanding daerah lain, kita sebenarnya punya kelebihan bahwa sumber mata air kita diperoleh dari penngununan seperti Gunung Pasaman. Maka langsung dapat didisitribusikan tapa harus biaya tinggi untuk pengolahan. Beda dengan daerah lain seperti Jakarta mereka mengolah sumber air yang keruh, berbau dan kotor dari Kali Ciliung, yang   memerlukan  biaya besar untuk pegolahan dan distribusiannya,”papar Helju.


Pastikan Air Tetap Mengalir


Ditambahkan, untuk perbaikan jaringan ke depan agar memudahkan mendeteksi adanya kerusakan jaringan distribusi air, maka perlu dibuatkan jalur tol  atau pipa utama dari daerah Pinaga sampai Sasak. Karena selama ini kerusakan jaringan agak sulit terpantau dimana posisi kerusakannya.

 

Langkah Kedua, menurut Helju adalah memastikan planggan  bisa melaporkan masalahnya atau keluhaannya pada PDAM. Maka ada piket tiap hari yang akan menerima laporan dan akan dipantau bagaimana proes penanganannya. 


Perbaikan Sumber AIr


Untuk pengaduan ini pelanggan dapat menghubungi Call Center 08116655414, untuk semua konsumen se Pasbar. Bahkan bisa melalui media sosial dan akan dipantau bagaimana tindak lanjutnya.

 

Langkah Ketiga adalah mempermudah pelanggan dalam membayar tagihan. Bahkan bisa cek tagihan di rumah. Direncanakan aplikasi ini segera diluncurkan. Karena sudah saatnya PDAM Pasbar dapat diakses melaui mobile banking.

 

Ketiga langkah di atas jelas Helju sudah sedang dilaksanakan. Bahkan berbagai kegiatan pembenahan juga diposting dan diinfokan pada publik secara terbuka lewat akun media sosial.

 

Perbaikan pipa yang pecah di daerah Padang Baru Unit Sasak

Sejumlah sumber air yang telah diperbaiki, diantaranya perbaikan Intake Sumber Air Sapik Udang di Ladang Rimbo, perbaikan Pipa  Distribusi Induk sumber air Batang Pinaga untuk mencari permasalahan aliran air dan lainya. ****irti z

Peninjauan Lahan untuk lokasi pendirian Polsek di Kecamatan Koto Balingka

Pasaman Barat, prodeteksi.com---Kehadiran Markas Polisi Sektor (Mapolsek) di Kecamatan Koto Balingka (Koba) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dinilai mendesak sebagai upaya antispasi merebaknya aksi keriminal belakangan ini.

Pasalnya, beberapa waktu terakhir, berbagai kasus kejahatan, mulai dari aksi pencurian yang kerap terjadi, hingga kasus narkoba dan pelanggaran hukum lainnya, dikenal rawan terjadi di wilayah Nagari Parik  Kecamatan Koto Balingka.  

Kawasan ini memang cukup luas. Merupakan pemekaran dari Kecamatan Sungai Beremas sejak Tahun 2003. Namun meski sudah berdiri sebagai kecamatan depenitif sejak 17 tahun silam, sampai saat ini di kecamatan yang rawan perlintasan dan peredaran narkoba ini belum berdiri Kantor Polsek, hanya ada Pos Polisi, dengan personil dan kewenangan yang sangat terbatas.

Alhasil pelayanan kepolisian seperti pelaporan, harus ke Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas, yang jaraknya hampir 20 KM. Belum lagi luasnya Kecamatan Koto Balingka yang berpenduduk lebih dari 31000 jiwa, tersebar di 28 jorong.

Yakni Jorong Parit, Sigalangan, Pemukiman Baru I, Pemukiman Baru II.Lubuak Gadang,Ulu Simpang,Labuai,Tamiang Ampalu,Pengambiran,Aek Garingging,Rura patontang,Simaninggir,Aek Nabirong,Tambang Padang,Air Runding,Simpang, Air balam, Siduampan, Kampung randah,Batas Tarok,Setia Batu,Batang Lapu,Limau Saring,Tanah datar,Sikabau,Suka Ramai,Air Jernih dan PT. BPP.

Informasi dari beberapa warga Parik, usulan pendirian Polsek sebenarnya sejak lama berkomandang yakni seiring dengan pemekaran kecamatan. Namun sampai saat ini belum pernah terealisasi.

Padahal, masyarakat telah pernah menyediakan lokasi dan tanah untuk tempat Mapolsek. Seperti lahan yang pernah diserahkan H. Mudar yang berlokasi di Jorong Batang Lapu.

Kini, ditawarkan pula lokasi eks Pustu Parit sebagai Kantor sementara jika Polsek berdiri di Koto Balingka. Lokasi ini kabarnya telah disurvei beberapa hari yang lalu.

Hamulian, Camat Koto Balingka


Camat Koto Balingka, Hamulian, S.I.Kom kepada media ini, Senin (09/11/2020) mengatakan, kehadiran Polsek di kecamatan setempat, sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Hal ini dalam rangka mendekatkan pelayanan dan lebih memaksimalkan pengawasan keamanan masyarakat.

“Kita berharap kiranya pihak yang berwenang dalam pendirian Polsek ini dapat mengabulkan harapan masyarakat. Dengan tujuan tentunya untuk lebih meningkatkan keamanan dan rasa aman masyarakat. Demikian juga dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih dekat dan cepat, “ kata Camat.

Lokasi yang diajukan masyarakat seperti di Jorong Batang Lapu dan Pasar Pekan Parit juga telah ditinjau pihak Polres Pasbar bersama Polda Sumbar. Mudah-mudahan jelas Camat akan terwujud pendirian Mapolsek dengan segera mungkin di Koto Balingka. ****irz

Iptu Alfian Nurman SH

Pasaman Barat, prodeteksi.com---Kepolisian Sektor Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dikabarkan masih menyelidiki siapa pelaku pencurian yang akhir-akhir ini kerap terjadi di berbagai tempat di Jorong Parit sekitar Kecamatan Koto Balingka.

Sebab, aksi pencurian belakangan ini kian meresahkan masyarakat di sana, baik pencurian sawit di kebun warga, maupun pencurian barang-barang berharga di rumah- rumah bahkan kantor - kantor.

Warga di sana nampaknya sangat berharap agar kasus - kasus pencurian yang sering terjadi supaya terungkap dan pelakunya segera tertangkap polisi. Apalagi sebagian kasus kehilangan di daerah  setempat juga ada yang telah  melaporkan ke pihak Polisi 

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Beremas Iptu Alfian Nurman SH, ketika dikonfirmasi prodeteksi.com, Sabtu (07/11/2020) membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan berbagai kasus pencurian di kawasan setempat.

"Benar bahwa Anggota kita sedang melakukan penyelidikan di Parit dan sekitarnya, untuk pengungkapan kasus - kasus pencurian tersebut, "kara Kapolsek.
 
Ia tidak menampik bahwa memang kasus pencurian merupakan salah satu kasus yang menonjol di daerah hukum Polsek Sungai Beremas. Di samping tentunya kasus lainnya seperti potensi peredaran narkoba  dan juga kasus  penganiayaan.  

Sebelumnya, seperti diberitakan media ini, dari informasi yang diperoleh di lapangan bahwa sejumlah rumah warga di Parit, Sigalangan dan sekitarnya, bahkan perkantoran kerap dimasuki maling.

Aksi pencurian ini umunya terjadi di pertengahan malam, bahkan pada dini hari menjelang subuh, ketika warga sedang lelap tidur. Bahkan ada juga di siang bolong. ***Irz/

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.