HEADLINE NEWS

Pemilihan Duta Muslim dan Muslimah PBA UIN IB Padang  2026 Sukses, Ini yang Terpilih

By On Minggu, Juni 14, 2026

 Pemilihan Duta Muslim dan Muslimah PBA UIN IB Padang  2026 Berjalan  Sukses dan Lancar


PADANG, prodeteksi.com  – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang sukses menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Duta Muslim dan Muslimah PBA Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Aula Lantai 3 Perpustakaan Pasca Sarjana UIN IB Padang.



Adapun tema kegiatan adalah mewujudkan Generasi Islami Berakhlak Karimah, Berwawasan Luas, dan Siap Menjadi Inspirasi di Era Digital



Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi PBA yang telah melalui berbagai tahapan seleksi. Acara bertujuan untuk melahirkan figur mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kepedulian sosial.


Ketua Panitia, Abdul Latif dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Sekaligus juga mempersiapkan generasi yang mampu menjadi representasi positif Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.


"Kami berharap para peserta dapat menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya dan mampu membawa nama baik PBA di lingkungan kampus maupun masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Komisi III SEMA FTK UIN IB PADANG, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Duta Muslim dan Muslimah bukan sekadar gelar, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan karakter mahasiswa.



Setelah melalui proses seleksi yang ketat, dewan juri menetapkan:

1. Duta Muslim: M. Rasihan Anwar

2. Duta Muslimah: Viola Mardhatillah Armin

3. Duta Favorit: Ahmad Isnan Hasibuan

4. Duta Favorit: Melisa Juanita Angraini

 Duta Muslim dan Muslimah

Sebagai Duta yang terpilih,  diharapkan mampu menjadi representasi mahasiswa PBA yang berintegritas, berwawasan luas. Serta aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, dewan juri, peserta, dan para tamu undangan. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas suksesnya pelaksanaan acara tersebut. ***** M. Rasihan Anwar

Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MTs PP Zamiga Gelar Bimbingan Guru dan Tenaga Kependidikan

By On Sabtu, Juni 13, 2026

 Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MTs PP Zamiga Gelar Bimbingan Guru dan Tenaga Kependidikan


PASAMAN BARATm prodeteksi.com – Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Zaminul Ghairi (MTs PP Zamiga), Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menggelar kegiatan Bimbingan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam rangka menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) tersebut berjalan dengan sukses, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.


Bimbingan ini diikuti oleh seluruh guru MTs PP Zamiga serta guru SMK Zamiga, baik guru yang telah bersertifikasi maupun guru nonsertifikasi. Selain menjadi ajang peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh guru dalam memajukan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Zaminul Ghairi.





Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Yayasan, Irti Zamin, S.S., didampingi Megawati, S.Pd. Dari Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat hadir sebagai narasumber Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Hilaluddin, M.Pd. dan Khairil Hadi, S.Pd., M.M., serta Pengawas Madrasah Khairoh, S.Ag. Kehadiran para pejabat Kementerian Agama memberikan motivasi dan penguatan kepada seluruh guru dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.


Kepala MTs PP Zamiga, Irti Zamin, S.S., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan pembinaan kepada seluruh guru.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan seluruh tenaga pendidik menghadapi tahun ajaran baru sekaligus menyatukan persepsi dan semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs maupun SMK Zamiga.


"Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran pada tahun sebelumnya, meningkatkan kinerja, kedisiplinan dan profesionalisme guru, menyatukan visi seluruh tenaga pendidik, menyusun strategi menghadapi Tahun Ajaran Baru 2026/2027, serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan MTs dan SMK ZAMIGA," ujarnya.



Ia menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren, ZAMIGA memiliki berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Di antaranya menerapkan sistem pendidikan terpadu yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum serta keterampilan dengan pembinaan karakter selama 24 jam.


Seluruh santri MTs diwajibkan tinggal di asrama, sedangkan siswa SMK tinggal di lingkungan pondok pesantren sehingga proses pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan ibadah dapat berlangsung secara optimal.


Pengawas Madrasah, Khairoh, S.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bimbingan bagi guru dan tenaga kependidikan di MTs Pondok Pesantren Zamiga. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.


Khairoh juga mengajak seluruh guru agar dalam proses pembelajaran senantiasa berpedoman pada Kurikulum Belajar Berbasis Rasa Cinta. Menurutnya, budaya saling mencintai, menghargai, dan peduli harus terus ditumbuhkan di lingkungan madrasah sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, harmonis, dan menyenangkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kekompakan, kebersamaan, serta semangat seiya sekata dari seluruh warga madrasah.


Selain itu, ia menekankan pentingnya melakukan promosi madrasah secara positif dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap guru memiliki peran sebagai duta madrasah dengan menyampaikan berbagai keunggulan dan prestasi yang dimiliki MTs PP Zamiga kepada masyarakat.


"Promosi yang baik akan memberikan dampak yang luar biasa. Sampaikan kepada masyarakat berbagai keunggulan yang dimiliki Zamiga, seperti program tahfiz Al-Qur'an, kegiatan kepramukaan, serta berbagai ekstra kurkuler dan program unggulan lainnya, " ungkapnya.


Selain itu, ZAMIGA juga memiliki berbagai program unggulan seperti Tahfiz Al-Qur'an, pelatihan pidato dan khutbah, pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia), serta pembelajaran informatika komputer. Sementara pada bidang ekstrakurikuler tersedia kegiatan Tilawah dan Tartil Al-Qur'an, Drum Band, Seni Tari, Rebana, Pramuka, berbagai cabang olahraga, dan sejumlah kegiatan pengembangan bakat lainnya.


Khusus bagi siswa SMK, pihak sekolah juga memberikan pelatihan Komputer Perkantoran serta English Course sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi.


Dalam kesempatan tersebut, Irti Zamin juga menegaskan bahwa guru memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran di kelas.






"Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi pendidik, teladan, promotor, sekaligus duta ZAMIGA. Setiap guru memiliki tanggung jawab menjaga nama baik lembaga serta memperkenalkan berbagai keunggulan ZAMIGA kepada masyarakat," tegasnya.


Ia berharap seluruh guru terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadi teladan bagi para santri, aktif memperkenalkan ZAMIGA kepada masyarakat, serta terus berjuang bersama demi kemajuan lembaga.


"Keberhasilan ZAMIGA bukan hanya keberhasilan yayasan ataupun kepala madrasah, tetapi keberhasilan seluruh keluarga besar ZAMIGA," tambahnya.



Guru Harus Menjadi Penggerak Kemajuan Madrasah

Sementara itu, narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Khairil Hadi, S.Pd., M.M., menyampaikan berbagai materi terkait tugas pokok guru, peningkatan kompetensi, hingga kebijakan mengenai sertifikasi guru.


Menurutnya, guru tidak cukup hanya melaksanakan kewajiban mengajar, namun juga harus memiliki rasa memiliki terhadap lembaga tempatnya mengabdi.


"Guru itu bukan hanya datang mengajar kemudian pulang. Yang lebih penting adalah bagaimana guru mampu memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan madrasah, menjadi bagian dari solusi, serta ikut mempromosikan madrasah kepada masyarakat," ujarnya.


Khairil Hadi juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan MTs dan SMK Zamiga yang dinilainya memiliki berbagai program unggulan yang mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.



Ia berharap seluruh guru dapat menjadi penyambung informasi kepada masyarakat mengenai berbagai prestasi dan keunggulan yang telah dimiliki ZAMIGA sehingga kepercayaan masyarakat terhadap madrasah terus meningkat.


Pentingnya Pengembangan SDM Guru

Sementara itu, Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Hilaluddin, M.Pd., dalam paparannya menjelaskan mengenai tata kelola yayasan pendidikan beserta berbagai bentuk yayasan yang berkembang saat ini, baik yang bersifat keluarga maupun yayasan terbuka.


Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah madrasah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.


Menurutnya, pengembangan kompetensi guru harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.


"Madrasah yang maju lahir dari guru-guru yang terus belajar, terus meningkatkan kompetensi, dan memiliki semangat kebersamaan. Kekompakan seluruh unsur madrasah menjadi modal utama dalam membangun lembaga yang unggul dan dipercaya masyarakat," jelasnya.




Kegiatan bimbingan yang berlangsung hingga menjelang waktu Zuhur tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Seluruh guru mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MTs dan SMK ZAMIGA.


Melalui kegiatan ini, MTs PP Zamiga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan layanan pendidikan berbasis pesantren yang unggul, religius, disiplin, dan berdaya saing dalam menyongsong Tahun Ajaran Baru 2026/2027. **** irz

 

SMA N 1 Koto Balingka Tingkatkan Mutu dan Raih Prestasi

By On Kamis, Juni 11, 2026

 

 SMA N 1 Koto Balingka



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Dalam kurun waktu sekitar satu tahun memimpin SMA Negeri 1 Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Kepala Sekolah Mulyadi, SPd terus melakukan berbagai pembenahan dan inovasi guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.


Berbagai program pembinaan dan pengembangan sekolah dijalankan secara bertahap, mulai dari pembenahan lingkungan sekolah, peningkatan kedisiplinan guru dan siswa, hingga mendorong peserta didik untuk aktif mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan pendidikan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.


Kepala SMA N 1 Koto Balingka, Mulyadi SPd, mengatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan potensi siswa di berbagai bidang.


 Mulyadi, S.Pd


"Kami terus berupaya melakukan pembenahan di berbagai aspek pendidikan. Mulai dari penataan lingkungan sekolah agar lebih nyaman, meningkatkan disiplin majelis guru dan siswa, serta mendorong siswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan yang dapat mengembangkan kemampuan mereka," ujar Mulyadi.


Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Salah satunya adalah keberhasilan seorang siswa SMA N 1 Koto Balingka yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.


"Alhamdulillah, salah seorang siswa kami berhasil lulus seleksi Paskibraka Provinsi Sumatera Barat. Siswa tersebut adalah Ade Kurniawan, siswa kelas X yang berasal dari Silawai. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi sekolah," ungkapnya.


Selain prestasi non-akademik, peningkatan kualitas pendidikan juga terlihat dari capaian siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Jumlah siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.


"Tahun ini sebanyak 14 siswa berhasil lulus SNBT, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 13 orang. Mereka diterima di berbagai perguruan tinggi negeri yang berada di Sumatera Barat maupun Sumatera Utara," jelas Mulyadi.


Tidak hanya itu, sejumlah siswa juga berhasil melanjutkan pendidikan melalui berbagai jalur seleksi lainnya. Tercatat sebanyak 10 siswa diterima melalui jalur SMBT, sementara 28 siswa berhasil lulus melalui jalur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Selain itu, belasan alumni SMA N 1 Koto Balingka juga berhasil lolos seleksi dan diterima sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Prestasi membanggakan juga datang dari bidang olahraga. Tim sepak bola SMA N 1 Koto Balingka berhasil meraih Juara II dalam turnamen sepak bola antar pelajar tingkat provinsi yang digelar di Desa Baru.


Dalam kompetisi tersebut, para siswa menunjukkan semangat juang dan sportivitas yang tinggi hingga berhasil menembus babak final dan meraih posisi runner-up. Atas prestasi tersebut, tim sepak bola SMA N 1 Koto Balingka berhak membawa pulang trofi, sertifikat penghargaan, serta hadiah pembinaan sebesar Rp10 juta.


"Dengan dukungan seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat, kami optimistis SMA N 1 Koto Balingka akan terus berkembang dan berprestasi di masa mendatang," tutup Mulyadi. ****irz

Tokoh Masyarakat Usulkan Pembangunan Jalan Lingkar Luar Rura Patontang–Sawah Mudik untuk Buka Keterisolasian Wilayah

By On Senin, Juni 01, 2026


 M. Riad Zamin


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Sulitnya akses menuju Jorong Rura Patontang diduga salah satunya disebabkan karena jalur tersebut masih buntu dan belum terhubung dengan jorong-jorong lain di sekitarnya. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.


Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat asal Sawah Mudik, Kecamatan Ranah Batahan, M. Riad Zamin, mengusulkan agar pemerintah membangun jalur lingkar luar yang menghubungkan Rura Patontang dengan Sawah Mudik serta sejumlah jorong lainnya di Nagari Batahan Utara.






“Saya rasa perlu dibangun jalan lingkar luar menuju Sawah Mudik. Jarak yang harus dibuka hanya sekitar dua kilometer dari Rura Patontang menuju jalan yang sudah diterobos dari Sawah Mudik,” ujar Riad.


Menurutnya, jalur penghubung antara Sabajulu (Sawah Mudik) dan Rura Patontang sebenarnya telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dahulu masyarakat memanfaatkan jalan setapak tersebut untuk menghadiri acara keluarga maupun kegiatan sosial lainnya.


“Jalan pintas dari Sabajulu ke Rura Patontang itu sudah ada sejak zaman Belanda. Ketika ada acara pernikahan atau kegiatan kekeluargaan, masyarakat menggunakan jalur tersebut,” jelasnya.


Riad menambahkan, masyarakat Sabajulu telah merintis pembukaan jalan menuju Batang Batahan. Saat ini, jarak yang perlu dibuka untuk menghubungkan jalur tersebut dengan Rura Patontang relatif pendek, yakni sekitar dua kilometer. Sementara dari Sawah Mudik  ke Rura Patontang hanya sekitar 2,5 kilometer.



Ia juga mendukung berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, akses yang menghubungkan Sabajulu, Batang Batahan, dan Rura Patontang merupakan titik strategis yang harus segera dibuka untuk mengatasi keterisolasian wilayah.


Terkait pembebasan lahan, Riad optimistis hal itu dapat diselesaikan melalui musyawarah antara masyarakat, pemerintah jorong, serta para ninik mamak setempat.


“Pembebasan lahan akan diupayakan bersama masyarakat Jorong Rura Patontang, pihak jorong, dan ninik mamak. Dengan niat baik, saya yakin hal itu tidak akan menjadi masalah,” katanya.


Apabila jalan lingkar luar tersebut terealisasi, maka akan terbentuk konektivitas yang menghubungkan Jorong Pangambiran, Jorong Rura Patontang, Jorong Sawah Mudik, hingga Jorong Silayang Julu dan lainnya. Jalur ini diyakini akan menjadi akses strategis yang mampu mempercepat pembangunan di wilayah Pasaman Barat bagian utara.



Menurut Riad, pembangunan jalan tersebut bukan hanya sekadar membuka akses transportasi, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mengurangi ketertinggalan daerah terpencil.


“Jalan Rura Patontang tidak akan maksimal tanpa adanya jalur lingkar luar yang menghubungkan Pangambiran, Rura Patontang, dan Sawah Mudik. Jika pemerintah memiliki kemauan dan tekad membantu masyarakat, pembangunan ini sangat realistis untuk diwujudkan,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menjalankan program pembangunan kawasan terluar di Kabupaten Pasaman Barat. Menurutnya, upaya tersebut harus mendapat dukungan legislatif dan dilaksanakan secara nyata oleh pihak eksekutif.


“Pembangunan daerah harus dimulai dari wilayah terluar. Dengan terbukanya akses jalan, pergerakan ekonomi akan semakin berkembang, pelayanan kesehatan lebih mudah dijangkau, dan kesempatan pendidikan menjadi lebih merata,” ujarnya.


Riad menilai selama ini pembangunan masih cenderung terpusat di kawasan perkotaan, sementara masyarakat di daerah terpencil masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.


Ia berharap pembangunan jalan lingkar luar tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan pemerataan pembangunan, memperkuat persatuan masyarakat antarwilayah, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warga Pasaman Barat.


“Jika ini terlaksana, akan tercipta masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan tidak ada lagi kesenjangan antarwilayah. Inilah langkah menuju daerah yang maju, adil, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. *** irz


Kuliah Penuh Perjuangan di UT, Istri Pimpinan YPPIT - ZAMIGA Akhirnya Raih Gelar S.Pd

By On Senin, Juni 01, 2026

 

 Megawati, S.Pd



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh perjuangan selama menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka (UT) Padang, Megawati akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).


Megawati yang merupakan istri dari Irti Zamin, S.S., Pemimpin Yayasan YPPIT ZAMIGA, dinyatakan lulus pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).



Keberhasilan tersebut disambut rasa syukur oleh keluarga besar dan kerabat dekat. Ucapan selamat juga mengalir atas capaian Megawati yang dinilai menjadi inspirasi bagi anak didik ZAMUGA untuk terus semangat menempuh pendidikan di tengah berbagai tantangan.


Megawati yang beralamat di Jorong Parit, Keckoto Balingka, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mengaku bersyukur atas kelulusan yang diraihnya.



“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bantuan semua pihak, terutama keluarga yang selalu mendukung selama proses kuliah,” ujarnya.


Kelulusan Megawati ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 698 Tahun 2026 tanggal 26 Februari 2026 tentang Pengukuhan Lulusan Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap.


Dalam surat tersebut, Rektor Universitas Terbuka menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan, termasuk Megawati.


“Selamat dan turut berbahagia, Saudara dinyatakan telah lulus dalam Program Studi yang Saudara ikuti di Universitas Terbuka,” demikian kutipan surat yang ditandatangani Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.


Saat ini, Megawati masih menunggu proses penerbitan ijazah dari Direktorat Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK) UT Pusat. Sementara itu, apabila ingin mengikuti prosesi wisuda, pendaftaran akan dilakukan melalui UT daerah.


Ucapan selamat dari Rektor UT tersebut juga ditembuskan kepada para Wakil Rektor, para Dekan, Direktur UT Daerah, dan UT Layanan Luar Negeri.

Keberhasilan Megawati meraih gelar S.Pd diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak didik ZAMIGA, khususnya kaum perempuan dan para guru, untuk terus meningkatkan pendidikan dan kompetensi diri demi masa depan yang lebih baik. *** irz

Lemahnya Jaringan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Ini Jawaban Kominfo Pasbar

By On Kamis, Mei 14, 2026


 Bantuan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Kominfo Pasbar Mengaku tak Dilibatkan



Pasaman Barat, prodeteksi.com  — Bantuan Wifi tenaga surya dari BAKTI Komdigi yang dipasang di SMP Negeri 4 Sungai Beremas justru memunculkan tanda tanya. Selain jaringan yang disebut lemah, proses pemasangan bantuan tersebut diduga tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sofyandri Piliang, saat dikonfirmasi mengaku kurang mengetahui apakah ada pihak dinas yang ikut mendampingi saat pemasangan fasilitas internet tersebut.

Kemudian Ia menyebut, berdasarkan informasi dari bidang SMP, tidak ada petugas dari dinas pendidikan yang ikut dalam proses pemasangan. Pihaknya hanya menerima pemberitahuan bahwa bantuan akan dipasang di sekolah tersebut.

“Menurut keterangan bidang SMP, tidak ada pihak kami yang ikut. Hanya ada pemberitahuan pemasangan saja,” ujarnya.

Bahkan, Sofyandri menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat karena khawatir memberikan jawaban yang keliru.

“Izin pak, kalau bisa langsung dikonfirmasi terkait kebenaran info ini ke Diskominfo pak, takut nanti salah jawab,” katanya.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat melalui Kabid Layanan E-Government dan Aptika, Sunarto, menjelaskan bahwa pemasangan Wifi di SMPN 4 Sungai Beremas langsung dilakukan vendor yang ditunjuk oleh pihak BAKTI tanpa melibatkan Kominfo daerah.

“Pemasangan langsung dilakukan vendor yang ditunjuk pihak BAKTI. Koordinasi pemasangan langsung dengan user penerima bantuan, dalam hal ini pihak SMPN 4 Sungai Beremas,” jelas Sunarto.

Ia menegaskan, Pemkab Pasaman Barat melalui Kominfo hanya sebatas mengusulkan calon penerima bantuan. Setelah bantuan disetujui, seluruh proses teknis ditangani langsung oleh pihak pusat dan vendor pelaksana.

“Pemkab Pasaman Barat dalam hal ini Kominfo hanya mengajukan calon penerima bantuan. Setelah bantuan datang, pihak BAKTI langsung menyerahkan kepada user penerima bantuan. Untuk pemasangannya juga langsung dikerjakan di lokasi tanpa melibatkan Kominfo daerah,” katanya.

Tak hanya soal koordinasi, kualitas jaringan internet bantuan tersebut juga menjadi perhatian. Sunarto mengakui bandwidth yang diberikan memang sangat terbatas dan dinilai tidak memadai untuk kebutuhan seluruh pengguna di sekolah.

“Besaran bandwidth yang diberikan pihak BAKTI memang tidak cukup memadai untuk digunakan seluruh user di SMPN 4 karena hanya sekitar 2 sampai 4 Mbps,” ungkapnya.

Kondisi ini memunculkan kritik terhadap pelaksanaan program digitalisasi pendidikan di daerah terpencil. Di satu sisi pemerintah pusat terus menggencarkan pemerataan akses internet sekolah, namun di sisi lain kapasitas jaringan dan koordinasi pelaksanaan di lapangan dinilai masih belum optimal.

“Pengusulannya memang dari Pemkab Pasaman Barat, tapi pemasangan langsung dari pusat. Kadang kami juga tidak tahu kapan mereka datang memasang karena tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kesiapan program bantuan internet di daerah terpencil. Di tengah gencarnya pemerintah mendorong transformasi digital pendidikan, koordinasi antarinstansi dan kualitas layanan justru dinilai masih jauh dari harapan. **** irz

SMPN 4 Sungai Beremas Keluhkan Buruknya Jaringan WiFi Kominfo dan Listrik PLN yang Belum Masuk

By On Minggu, Mei 10, 2026

 

 SMPN 4 Sungai Beremas di Poros

 
PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Hampir sama dengan kondisi yang dialami sekolah di kawasan Poros lainnya, SMP Negeri 4 Sungai Beremas juga mengeluhkan lemahnya jaringan internet dan keterbatasan listrik yang menghambat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.


Meski sekolah sudah menerima bantuan WiFi Tenaga Surya dari Kominfo, namun jaringan internet yang tersedia dinilai belum maksimal dan sering mengalami gangguan. Akibatnya, pihak sekolah masih terpaksa menggunakan WiFi pribadi milik guru untuk mendukung kegiatan sekolah sehari-hari.


Kepala SMPN 4 Sungai Beremas, Apriani  yang berlokasi di Poros, Pasaman Barat, saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan bahwa sejak dirinya mulai bertugas pada Maret 2026, fasilitas WiFi di sekolah tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, jaringan internet bantuan Kominfo yang dipasang sekitar sebulan lalu masih sulit digunakan.




 Apriani, Kepala SMPN 4 Sungai Beremas 

“Memang sekarang sudah ada bantuan WiFi dari Kominfo, tetapi sangat sulit mendapatkan jaringan. Terpaksa kami masih menggunakan WiFi pribadi guru yang ada di sekolah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bantuan WiFi tersebut dipasang untuk menggantikan jaringan lama yang telah digunakan sejak tahun 2023 yang kini telah rusak, termasuk jaringan pribadi salah seorang guru yang selama ini membantu kebutuhan internet sekolah.


“Baru bulan kemarin dipasang mengganti WiFi yang lama dan WiFi guru, namun sinyalnya masih sangat lemah dan kurang bagus,” ungkapnya.


Menurutnya, keberadaan WiFi bantuan Kominfo seharusnya dapat memberikan akses internet yang lebih lancar untuk mendukung administrasi sekolah, pembelajaran digital, hingga pelaksanaan ujian berbasis online. Namun kenyataannya, jaringan yang tersedia masih belum stabil.


 SMPN 4 Sungai Beremas 


“Harapan kami tentu jaringan internet bisa lebih bagus dan lancar, karena saat ini sinyalnya masih sangat lemah,” katanya lagi.


Saat ini, kata dia, akses internet yang paling sering digunakan tetap berasal dari WiFi pribadi guru di sekolah tersebut. Kondisi itu juga berdampak pada pengeluaran tambahan karena pihak sekolah harus membeli paket internet secara mandiri.


Bahkan saat pelaksanaan Ujian TKA beberapa waktu lalu, jaringan WiFi bantuan belum dapat digunakan pada pagi hari sehingga sekolah kembali mengandalkan jaringan milik guru agar kegiatan ujian tetap berjalan.


“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar jaringan internet di sekolah ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung dunia pendidikan,” tutupnya. Begutupun pada pihak PLN agar segera memasukkan jaringan ke kawasan Poros inim " tutupnya, *** irz

SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi

By On Jumat, Mei 08, 2026


 SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Sungai Beremas yang berada di kawasan Poros, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, kembali mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung pendidikan, terutama akses WiFi, internet, dan listrik PLN yang hingga kini belum tersedia di sekolah tersebut.

Padahal WiFi dan internet yang selama ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta administrasi sekolah. Meski permohonan telah berkali-kali diajukan kepada instansi terkait, hingga kini belum ada tanggapan maupun realisasi yang jelas.


Beberapa guru yang ditemui di kantor sekolah pekan lalu menyampaikan bahwa ketiadaan akses internet yang memadai membuat proses pembelajaran menjadi terkendala, terutama di tengah perkembangan pendidikan digital saat ini. 


 Beberapa guru yang ditemui di kantor SD N 09 Sungai Beremas di Poros


Menurut mereka, fasilitas WiFi dan internet sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran secara daring, hingga pengelolaan administrasi sekolah yang kini banyak dilakukan secara online.


“Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Padahal fasilitas WiFi dan internet sangat membantu kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah,” ujar salah seorang guru.


Orang tua siswa dan masyarakat sekitar juga mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas tersebut demi kemajuan pendidikan di kawasan Poros. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menindaklanjuti permohonan sekolah agar para siswa tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi modern.

 

SD N 08 Sungai Beremas


Kepala SDN 09 Sungai Beremas, Masril Madnin, S.Pd, saat dihubungi membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya hingga sekarang belum menikmati jaringan WiFi maupun aliran listrik PLN.


“Kalau ada WiFi dan listrik tentu sangat bagus untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujarnya.


Menurut Masril, memang benar bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada berbagai pihak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun realisasi nyata.


“Kok lai ancak bona molahnyo pak, tapi ndak lai salamo iko do pak, iming-iming ajo nyo,” sindirnya menggunakan bahasa daerah setempat yang menggambarkan kekecewaan karena janji yang belum terealisasi.


Ia menjelaskan, keberadaan internet dan listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran daring, hingga pengiriman laporan administrasi pendidikan.


Pihak sekolah bahkan mengaku pernah diminta oleh Dinas Pendidikan untuk menghubungi PT Telkom terkait pemasangan jaringan internet. Namun setelah dilakukan komunikasi, hingga kini belum ada jawaban maupun kepastian.


Selain itu, pihak PLN dari Simpang Empat juga disebut pernah datang langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan peninjauan. Namun sampai saat ini pemasangan jaringan listrik ke wilayah Poros juga belum terealisasi.


“Tu mangko nyo, acuoh ajo ambo le tentang iko le pak, tunggu ajo bilo listrik dan Telkom masuok le,” ungkap Kepala Sekolah lagi.


Masril juga menyebut bahwa pihak Nagari Air Bangis  hingga kini juga belum pernah ada pembahasan khusus mengenai kebutuhan listrik dan internet untuk sekolah tersebut.


“Sering saya bertemu dengan wali nagari, tapi belum pernah membahas soal ini,” katanya.

“Do kurang basoba le pak, do lai ba listrik do pak, samo ba WiFi kosong,” tutupnya. *** irz

Redistribusi Guru SD di Pasbar Segera Jalan, 99 ASN PAI Masih Diverifikasi

By On Sabtu, April 11, 2026

 

 Redistribusi ASN SD di Pasaman Barat, 99 Guru PAI masih Diverifikasi dan akan Ditempatkan



Pasaman Barat, prodeteksi.com  — Program redistribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pasaman Barat segera dilaksanakan. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru yang mengatur kewajiban beban kerja minimal guru.


Program redistribusi difokuskan untuk pemerataan tenaga pendidik, terutama dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang masih kekurangan.


Dinas Pendidikan Pasaman Barat mencatat, terdapat 99 ASN guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sebelumnya terindikasi belum memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu sebagaimana diatur dalam regulasi tersebut.


Namun, angka tersebut belum bersifat final. Guru PAI masih memiliki peluang untuk memenuhi ketentuan beban kerja dengan menambah jam linier di sekolah asal, seperti melalui mata pelajaran pendukung (PQ) serta tugas tambahan lain yang ekuivalen (TTLE), seperti pembina tahfiz atau kegiatan ekstrakurikuler.


 Syofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar

“Data 99 guru PAI itu masih akan diverifikasi, karena sesuai aturan mereka masih bisa menambah jam melalui PQ dan TTLE,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Syofyandri Piliang, belum lama ini di Simpang Empat.


Ia menjelaskan, apabila setelah penambahan jam tersebut guru telah memenuhi beban kerja minimal 24 jam, maka yang bersangkutan tetap dapat bertugas di sekolah asal. Namun jika belum terpenuhi, maka guru tersebut akan didistribusikan ke sekolah lain yang membutuhkan.


“Kita pastikan dulu hasil verifikasi. Setelah itu baru dilakukan redistribusi bagi yang benar-benar belum memenuhi 24 jam,” jelasnya.


Lebih lanjut, proses redistribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalitas. Guru yang akan ditempatkan harus memiliki penilaian kinerja minimal “Baik”, sehingga mutu pendidikan di sekolah tujuan tetap terjaga.


Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan tidak terjadi lagi ketimpangan jumlah guru antar sekolah serta kualitas pendidikan di Pasaman Barat dapat meningkat secara merata. **** irz

 

Disdik Pasbar Segera Redistribusi Kelebihan Guru ASN, untuk Sekolah yang Membutuhkan Tingkat SMP

By On Minggu, April 05, 2026

 


 

 Sofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar



SIMPANG EMPAT, prodeteksi.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pendidikan segera memperkuat langkah redistribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) guru. Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025, yang memberikan mandat mengenai pemerataan tenaga pendidik di satuan pendidikan.


Kebijakan ini diambil untuk mengatasi ketimpangan kebutuhan guru di tingkat SD dan SMP yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 5 Maret 2026, Pasaman Barat memiliki 479 rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dengan kelebihan guru ASN bahkan banyak yang telah sertifikasi tidak memiliki jam pada sejumlah mata pelajaran inti.


Kelebihan ASN tidak hanya terjadi pada posisi guru mata pelajaran, tetapi juga pada tenaga kependidikan. Berikut adalah rincian kelebihan guru yang segera didistribusikan ke sekolah yang membutuhkan di lapangan:

  • Tenaga Kependidikan & Pendukung:
    • Tata Usaha (TU/PP): 43 orang
  • Mata Pelajaran Inti:
    • Pendidikan Kewarganegaraan (PKN): 11 orang
    • Bahasa Indonesia: 11 orang
    • Matematika: 12 orang
    • IPS: 41 orang
    • IPA: 16 orang
    • Bahasa Inggris: 24 orang
    • PAI : 31 orang

Menariknya, data menunjukkan bahwa posisi Guru Bimbingan Konseling (BK) saat ini menjadi satu-satunya formasi yang tidak mengalami kekurangan, sehingga dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan seluruh SMP di Pasaman Barat.


Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri melalui Sekretaris, Sofyandri Piliang, belum lama ini menjelaskan bahwa kehadiran Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 menjadi angin segar sekaligus panduan operasional dalam melakukan pemetaan ulang.


"Sesuai dengan aturan terbaru dari kementerian, redistribusi ini tidak hanya soal memindahkan guru antar sekolah negeri, tapi juga memastikan keberadaan Guru ASN dapat mendukung satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat jika diperlukan, demi pemerataan kualitas," ungkapnya.


Disampaikan bahwa redistribusi ASN menjadi solusi agar penyebaran guru dan tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan dengan memindahkan ASN dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan.


Dengan redistribusi ASN, diharapkan tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh SMP di Pasaman Barat.


"Redistribusi ASN dilakukan dengan memindahkan tenaga pendidik dari sekolah yang memiliki kelebihan muatan (surplus) ke sekolah yang masih kekurangan. Tujuannya agar penyebaran tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan riil di lapangan," ujar Sofyandri. 


Program redistribusi ASN ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang selama ini masih bergantung kepada tenaga non ASN untuk memenuhi kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.***** irz

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *