HEADLINE NEWS

Comments

Paguyuban Kuda Kepang Mahakarya Bersatu, Seni Tradisional Pasbar Bangkit....!!!

By On Jumat, Agustus 05, 2022





Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Seni tradisional di Pasaman Barat mulai bangkit. Hal ini terlihat  dari berbagai iven pegelaran seni dan budaya yang disuguhkan Dinas Pariwisata setempat.


Seperti terlihat dalam kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Ormas Barikade 98 Pasbar. Setiap malam minggu ada kegiatan gebyar merdeka dengan menampilkan adat seni tradisional dan pentas seni budaya.


Ini dalam rangka menyambut Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke -77 tahun 2022. Barikade 98 Pasbar bersama Dinas Pariwisata Pasbar menampilnkan seni tradisional Kuda Kepang 30 Juli 2022 dan Reog Ponorogo pada 6 Agustus 2022 di Lapangan eks MTQ Padang Tujuh. 


Kelompok seni tradisional pun kembali bangkit dan mulai berbenah dan aktif kembali. Padahal sebelumny mulai menghilang dari suasana di segala hiburan. Sementara orgen tunggal semakin menjamur hampir di setiap pelosok. 


Namun kini, selain seni daerah minangkabau dan mandahiling, seni tradisional  etnis jawa di ranah Pasaman Barat yang sudah ada sejak transmigrasi tahun 1953 juga  terlihat mulai bangkit.


Sebut saja Kuda kepang, Reog Ponorogo, Wayang kulit, Ketoprak, dan Ludruuk. Sejalan dengan waktu hal ini sudah mulai jadi perhatian dan dibudidayakan. 


Ketua Barikade 98 Pasbar, Asmui Thoha SIP belum lama ini mengatakan, sejumlah grub kuda kepang yang ada di daerah Kampung Mahakarya Nagari Koto Baru sepakat untuk memotivasi kembali agar seni tradisional kembali disatukan serta disosialisasikan agar masyarakat khususnya etnis jawa mengingat kembali para leluhur yang telah membawa mereka sampai ke ranah Pasaman Barat. 


Adapun grub yang telah sepakat untuk bersatu membuat Paguyuban jelas Asmui, yaitu Turonggo joyo kusumo, Rukun Agawe santoso, Turonggo sekar melati, Gabung rukun santoso, Singo Barong, dan Turonggo seto budoyo. Kesatuan grup ini  sepakat memberi amanah kepada Misdarmi sebagai Ketua Umum Paguyuban. 

 Misdarmi


Misdarmi menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah yang diberikan. Menurutnya, dengan mengingat sejarah nenek moyang yang sudah mewarisi seni  tradisional tentu sudah menjadi kewajiban untuk menjaganya.


Sebagai pewaris seni tradisional dari pada leluhur kita, tentu kita perlu menjaga dan melestarikannya. Amanah ini akan saya perjuangkan dan bantu saya agar kita sama sama berjuang, "ucapMisdarmi.  


Lanjutnya lagi, "semoga dengan ada Paguyuban grub seni tradisional akan lebih mempererat tali silaturahmi serta tidak menghilangkan nilai nilai adat istiadat yang sudah ada sejak dahulu kala, " tambah Suratno, Ketua grub Turonggo joyo kusumo. 


"Jadilah pelopor bukan pelapor apalagi pelipur jika kita ingin maju bersama membangun bersama. Dan dengan adanya satu wadah dari beberapa grub kuda kepang maka lebih mudah untuk berkordinasi dalam melestarikan budaya jawa di Pasaman barat ini, "jelasnya. ***irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *