HEADLINE NEWS

Comments

Razia Pekat, Satpol PP Pasbar Amankan Empat Pemandu Karaoke

By On Minggu, Desember 03, 2023

 

Empat Pemandu Karaoke 

 


Pasaman Barat  prodeteksi.com, - Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pasaman Barat, kembali berhasil mengamankan empat pemandu karaoke, saat melakukan razia Penyakit Masyarakat (Pekat) pada Sabtu (2/12) dini hari.


Ke empat orang itu langsung dibawa ke kantor Satpol PP setempat, jelas Plt Kasat Satpol PP Pasaman Barat Media Fitra, melalui Sekretarisnya, Handoko mengatakan, empat orang itu, diamankan di dua tempat berbeda, masing-masing inisial Y dan SS dan dua orang lagi dengan inisial AW serta MM di Kecamatan Luhak Nan Duo.


Lanjut Handoko, penertiban tersebut berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2018 perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Keamanan dan Ketertiban Umum. Dengan melakukan pendalaman penyelidikan oleh PPNS, maka keempat orang tersebut dikirim ke panti rehabilitasi Andam Dewi solok.


“Empat orang itu pemain lama dan sudah pernah terjaring dan hari ini keempat orang OP tersebut kita kirim ke Andam Dewi Solok,” tegasnya.


Ia berharap semoga dengan ini Allah SWT dapat membolak-balik hati mereka untuk berbuat dijalan yang benar.


Ia juga minta dukungan dan doa dari masyarakat agar Satpol PP Pasaman Barat bisa menjalankan tugas ini dengan baik dalam rangka memberantas maksiat di bumi Tuah Basamo sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat, pungkasnya  *"""gmz/i

Pemandu Karaoke Luar Pasbar yang Terjaring Razia Tim Pol PP, Dipulangkan dan Diminta tidak Datang Lagi

By On Sabtu, Juli 10, 2021

 

 RAZIA PEKAT--Tim Gabungan Pol PP Pasbar amankan 23 pemandu karaoke di Empat Kafe di daerah itu


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Sebanyak 20 wanita pemandu karaoke yang berasal dari luar Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dari 23 orang yang terjaring dalam razia pekat oleh tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat razia di sejumlah kafe, kamis malam hingga Jum’at dini hari (9/7/2021), telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.


Kepada mereka yang terjaring dan sesuai pernjanjian yang telah ditandatangani di atas kertas bermaterai itu, diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya itu karena sudah berbau maksiat. Dan khusus yang berasal dari luar Pasbar diminta untuk tidak datang lagi.

 Bupati Pasbar minta wanita yang terjaring tidak mengulangi perbuatannya 


Penegasan itu disampaikan Bupati Pasbar, H. Hamsuardi didampingi Plt. Kasatpol PP, Syafaruddin, pasca razia, Jumat. Ke depan menurutnya, razia pemberantasan pekat ini rutin dilakukan tiap malam.


“ Tiap malam akan ada razia dan pembinaan sehingga maksiat di Pasbar bersih. Baik itu narkoba,  perempuan malam dan lain sebagainya. Kita telah koordinasi dengan Bapak Kapolres dan beliau siap membantu kita, jelasnya, didampingi Kasatpol PP  Pasbar, Syaparuddin.


Lanjutnya, kepada mereka yang terjaring razia itu difasilitasi dan dibelikan tiket pulang ke kampung halaman masing-masing. Dan diminta mereka tidak datang lagi.  


“Selama ini kita menuduh orang Pasbar ada yang jahat nakal dan sebagainya ternyata dari 23 orang hanya 3 yang dari Pasbar. 20 orang yang datang  dari luar. Ini yang harus kita bersihkan, “ kata Bupati.

 Pemandu karaoke yang terjaring diintrogasi dan membuat perjanjian untuk menghentikan kegiatannya itu


Sebelumnya, tim gabungan Satpol PP bersama Satpol PP Provinsi Sumbar dan Polres Pasaman Barat mengamankan 23 orang pemandu karaoke dan satu pasang pengunjung di empat kafe tempat karaoke di daerah itu, Jumat (9/7) dinihari.


Plt Kasatpol PP Pasbar, Saparuddin didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Handoko di Simpang Empat, Jumat mengatakan, razia diilakukan di empat kafe yakni di Kafe Cahaya Jambak, Kafe Nuansa Batang Lingkin, Kafe Ningsih Batanv Lingkin dan di pakter tuak di Jambak.


" Razia kita dilakukan dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2017 perubahan Perda Nomor 13 tahun 2018 tentang keamanan dan ketertiban masyarakat. Dan karena saat ini dalam pandemi Covid-19, mereka juga dilakukan tes swap Covid-19," katanya.


  Dijelaskan, wanita yang terjaring dari luar tersebut ada yang berasal dari Payakumbuh, Padang Panjang, Tanah Datar, Sijunjung, Mentawai, Jambi, Palembang, Bengkulu, Medan dan Jawa.***irz






128 Liter Tuak Diamankan, Pol PP Pasbar Berupaya Tegas Berantas Miras

By On Rabu, Juni 23, 2021

 

 

 Pol PP Pasbar Amankan Sejumlah Tuak

Pasaman Barat, prodeteksi.com---Tim Satuan  Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat berhasil  mengamankan 128 liter minuman keras jenis Tuak, yang diproduksi warga di daerah itu.

 

Penggerebekan dan penyitaan dilakukan Satpol PP yang dikoordinir Sekretaris/ PLt Kasatpol PP, Safaruddin bersama anggota, Rabu (23/06/2021) di sebuah rumah di Opir Kecamatan Luhak Nan Duo dan di lokasi lain Wonosari Kinali Pasbar .  

 

Plt Kasat Pol PP, Safarudin membenarkan, pihaknya berhasil menyita sebanyak 128 liter tuak dari rumah warga tersebut. Dan barang bukti tersebut dibawa ke Kantor Pol PP untuk dimankan dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

 

“Alhamdulillah dari informasi yang kita peroleh dan pantauan kita ke lapangan, hari ini sekira pukul 11.30 WIB, Tim Pol PP Pasbar melaksanakan giat penertiban minuman beralkohol jenis tuak. Dan telah kita  amankan sebanyak 128 liter jenis tuak di dua lokasi yakni di Luhak Nanduo dan Wonosari Kinali, “ kata Safaruddin, Rabu.

 


Ia menjelaskan penggerebekan ini dilakukan dalam rangka menegakkan peraturan daerah tentang keamanan dan ketertiban umum. Sebab jelasnya, miras dapat menimbulkan penyakit dalam masyarakat (Pekat), bisa menimbulkan keresahan dan dilarang secara aturan hukum dan agama, sebutnya.

 

Ia menambahkan, dalam penggerebekan berjalan dengan aman tanpa ada perlawanan dari sang pemilik rumah. Ia pun minta agar pemilik Tauak untuk tidak lagi menjual barang haram tersebut. Jika masih melakukan, maka akan diberikan sanksi yang lebih berat,” tegasnya.

 

Safarudin juga mengimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dan melaporkan pada Pol PP, jika mengenatui adanya menyebarluaskan barang haram tersebut. Sebab jika ada kebersamaan dalam memberantas miras ini, maka ia yakin hasilnya akan lebih baik dan generasi terhindar dari pemakaian dan penyalahgunaan serta pengaruh minuman beralkohol yang membahayakan tersebut. ***irz


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *