Rp. 3,5 miliar Dianggarkan 2026 untuk Penyelesaian Jembatan Pigogah
On Jumat, April 24, 2026
![]() |
| 3,5 miliar Dianggarkan 2026 untuk Penyelesaian Jembatan Pigogah |
Pasaman Barat, prodeteksi.com --- Pembangunan Jembatan Pigogah di Kabupaten Pasaman Barat pada Tahun Anggaran 2025 menghadapi sejumlah kendala teknis yang berdampak pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Proyek yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) dari dengan Nomor: 620/17/SPPBJ-Pmbjbt-PGGH-BM/2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp 9.654.362.284,97.
Pekerjaan konstruksi jembatan ini dikerjakan oleh CV. ARG CN dengan supervisi dari PT. TE. Secara kontraktual, pembangunan jembatan telah dinyatakan selesai. Namun, dalam proses pelaksanaannya, ditemukan kendala teknis yang cukup signifikan, terutama terkait kondisi tanah di lokasi proyek.
![]() |
| 3,5 miliar Dianggarkan 2026 untuk Penyelesaian Jembatan Pigogah |
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terjadi perubahan desain pada struktur pondasi jembatan. Awalnya, pondasi direncanakan menggunakan sistem pondasi dangkal (sumuran). Namun, setelah dilakukan kajian lapangan, kondisi tanah dinilai tidak mampu mendukung daya dukung pondasi tersebut. Oleh karena itu, desain diubah menjadi pondasi dalam menggunakan tiang pancang beton yang dinilai lebih kuat dan stabil.
Perubahan desain ini berdampak langsung pada peningkatan biaya pekerjaan. Metode pondasi tiang pancang memerlukan penggunaan peralatan khusus serta material yang lebih mahal.
Akibat keterbatasan anggaran, sejumlah item pekerjaan, termasuk bangunan pelengkap jembatan sepeti Oprit, terpaksa dihilangkan atau ditunda pelaksanaannya agar tetap sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMKCR), Armizoprades, ST., MT melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas BMCKTR Sumbar, Elfinadi Ibrahim memberikan penjelasan terkait berita sebelumnya, Jumat 24/4/ 2026. Dia menyampaikan bahwa secara kontrak, pekerjaan jembatan telah selesai. Namun, pembangunan oprit jembatan belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan dana pada tahun anggaran 2025.
“Jembatan ini secara kontrak selesai, namun dana untuk oprit belum tersedia. Insyaallah pada tahun 2026 akan kita selesaikan,” ujarnya.
Untuk mendukung penyelesaian tersebut, pada tahun anggaran 2026 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar guna pembangunan oprit jembatan pada ruas Bunga Tanjung–Teluk Tapang tersebut.
Saat ini, proyek lanjutan tersebut dikabarkan sudah memasuki tahap proses dan sedang dalam evaluasi. Meskipun demikian, pihak terkait belum mengungkapkan siapa calon kontraktor yang akan mengerjakan penyelesaian pembangunan tersebut.
Dengan adanya alokasi anggaran lanjutan ini, diharapkan Jembatan Pigogah dapat segera berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Pasaman Barat. *** irz
.jpeg)
.jpeg)

.png)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)



.png)
.png)
.png)
.png)
.jpeg)
.png)
.png)



.png)

