Bupati Yulianto Hadiri Rakor BP BUMN, Bahas Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang
On Rabu, April 15, 2026
![]() |
| Bupati Yulianto Hadiri Rakor BP BUMN, Bahas Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang |
-->
![]() |
| Bupati Yulianto Hadiri Rakor BP BUMN, Bahas Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang |
![]() |
| Redistribusi ASN SD di Pasaman Barat, 99 Guru PAI masih Diverifikasi dan akan Ditempatkan |
Program redistribusi difokuskan untuk pemerataan tenaga pendidik, terutama dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang masih kekurangan.
Dinas Pendidikan Pasaman Barat mencatat, terdapat 99 ASN guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sebelumnya terindikasi belum memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu sebagaimana diatur dalam regulasi tersebut.
Namun, angka tersebut belum bersifat final. Guru PAI masih memiliki peluang untuk memenuhi ketentuan beban kerja dengan menambah jam linier di sekolah asal, seperti melalui mata pelajaran pendukung (PQ) serta tugas tambahan lain yang ekuivalen (TTLE), seperti pembina tahfiz atau kegiatan ekstrakurikuler.
![]() |
| Syofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar |
“Data 99 guru PAI itu masih akan diverifikasi, karena sesuai aturan mereka masih bisa menambah jam melalui PQ dan TTLE,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Syofyandri Piliang, belum lama ini di Simpang Empat.
Ia menjelaskan, apabila setelah penambahan jam tersebut guru telah memenuhi beban kerja minimal 24 jam, maka yang bersangkutan tetap dapat bertugas di sekolah asal. Namun jika belum terpenuhi, maka guru tersebut akan didistribusikan ke sekolah lain yang membutuhkan.
“Kita pastikan dulu hasil verifikasi. Setelah itu baru dilakukan redistribusi bagi yang benar-benar belum memenuhi 24 jam,” jelasnya.
Lebih lanjut, proses redistribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalitas. Guru yang akan ditempatkan harus memiliki penilaian kinerja minimal “Baik”, sehingga mutu pendidikan di sekolah tujuan tetap terjaga.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan tidak terjadi lagi ketimpangan jumlah guru antar sekolah serta kualitas pendidikan di Pasaman Barat dapat meningkat secara merata. **** irz
![]() |
| Rakor KLA Pasaman Barat 2026 Tekankan Sinergi dan Percepatan Evaluasi |
![]() |
| Sofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar |
Kebijakan ini diambil untuk mengatasi ketimpangan kebutuhan guru di tingkat SD dan SMP yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 5 Maret 2026, Pasaman Barat memiliki 479 rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dengan kelebihan guru ASN bahkan banyak yang telah sertifikasi tidak memiliki jam pada sejumlah mata pelajaran inti.
Kelebihan ASN tidak hanya terjadi pada posisi guru mata pelajaran, tetapi juga pada tenaga kependidikan. Berikut adalah rincian kelebihan guru yang segera didistribusikan ke sekolah yang membutuhkan di lapangan:
Menariknya, data menunjukkan bahwa posisi Guru Bimbingan Konseling (BK) saat ini menjadi satu-satunya formasi yang tidak mengalami kekurangan, sehingga dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan seluruh SMP di Pasaman Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri melalui Sekretaris, Sofyandri Piliang, belum lama ini menjelaskan bahwa kehadiran Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 menjadi angin segar sekaligus panduan operasional dalam melakukan pemetaan ulang.
"Sesuai dengan aturan terbaru dari kementerian, redistribusi ini tidak hanya soal memindahkan guru antar sekolah negeri, tapi juga memastikan keberadaan Guru ASN dapat mendukung satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat jika diperlukan, demi pemerataan kualitas," ungkapnya.
Disampaikan bahwa redistribusi ASN menjadi solusi agar penyebaran guru dan tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan dengan memindahkan ASN dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan.
Dengan redistribusi ASN, diharapkan tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh SMP di Pasaman Barat.
"Redistribusi ASN dilakukan dengan memindahkan tenaga pendidik dari sekolah yang memiliki kelebihan muatan (surplus) ke sekolah yang masih kekurangan. Tujuannya agar penyebaran tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan riil di lapangan," ujar Sofyandri.
Program redistribusi ASN ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang selama ini masih bergantung kepada tenaga non ASN untuk memenuhi kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.***** irz
![]() |
| Kamtor Bupati Pasaman Barat |
Sayangnya, persoalan ini tidak banyak diberitakan secara luas. Bahkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal cukup banyak pejabat yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Fenomena ini seakan tertutup rapat sehingga sulit tercium publik.
Sejak beberapa waktu yang lalu, sejumlah pejabat putra asli Pasaman Barat tercatat mengundurkan diri dari jabatannya. Nama-nama yang muncul di antaranya Sekda Hendra Putra, Staf Ahli Azhar, Staf Ahli Pahren, Kepala BKAD Mai Boni, Kepala Dinas Pendidikan Adrianto, Kepala DPMN Defi Irawan, Kepala Dinas Perikanan Armi Ningdel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Randi Hendrawan, serta Kepala BPBD Jhon Edwar.
Selain pejabat eselon dua, sejumlah pejabat eselon tiga putra daerah juga dikabarkan banyak yang “bertumbangan”, mulai dari nonjob hingga dikembalikan menjadi pejabat fungsional.
Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mengapa begitu banyak pejabat asli Pasaman Barat memilih mundur dari jabatannya? Apakah mereka sudah tidak lagi memiliki semangat untuk membangun kampung halamannya? Ataukah ada tekanan tertentu yang membuat mereka memilih mundur?
Hingga kini, jawaban pasti atas pertanyaan tersebut belum terungkap. Para mantan pejabat yang telah mengundurkan diri umumnya memilih diam saat ditanya wartawan. Mereka enggan berkomentar dan sering kali mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menduga, gelombang pengunduran diri itu tidak terlepas dari dinamika politik pada Pilkada lalu. Menurutnya, politik balas dendam masih sulit dihilangkan dari Pasaman Barat.
“Sebagai putra daerah, tentu wajar jika seseorang memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon, baik karena hubungan keluarga, pertemanan, maupun karena berasal dari kampung yang sama. Hal itu semestinya dipahami setelah kontestasi selesai. Jangan hanya berhenti pada pidato yang menyerukan persatuan, tetapi dalam praktiknya justru masih ada sekat-sekat politik,” ujarnya.
Pada akhirnya, siapapun pejabat yang menjabat, masyarakat tentu berharap pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Jabatan tidak seharusnya dijadikan alat untuk mencari keuntungan pribadi ataupun membalas dendam politik.
Masyarakat Pasaman Barat tentu ingin daerah ini tetap baik-baik saja. Harapan besar tetap digantungkan agar seluruh visi dan misi pembangunan yang telah tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Semoga Pasaman Barat tetap menjadi daerah yang kondusif, maju, dan mampu merangkul semua pihak demi kepentingan bersama. ***** irti z
![]() |
| Dua Tahun Pimpin Bappelitbangda Pasbar, Doktor Ikhwanri Kembali Menjadi Guru SMP |
Saat ini,
Ikhwanri sang Doktor ilmu pendidikan jebolan UNP tahun 2014 silam dipenghujung
Maret 2026 telah siap kembali singsingkan lengan baju demi mencerdaskan anak
bangsa pasca ditugaskan kembali menjadi guru matematika di SMPN 3 Pasaman.
"Bagi
saya tidak masalah ditugaskan kembali menjadi guru matematika SMP, yang penting
dapat bermanfaat bagi Pasaman Barat pada umumnya dan siswa SMP pada
khususnya" ungkapnya dengan rendah hati.
"Memang
saat ini sedikit ada kendala karena di SMPN 3 Pasaman itu sudah kelebihan guru
matematika, sehingga dipastikan saya tidak kebagian jam mengajar disitu."
"Saya
sudah sampaikan permohonan kepada BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia) Pasbar supaya dapat ditempatkan di sekolah yang mencukupi
jam mengajar bagi guru sertifikasi" terangnya penuh harap.
Penelusuran
media ini melalui wawancara kepada Doktor Ikhwanri ternyata ketika menjabat
berbagai prestasi sudah pernah dipersembahkan diantaranya mendapat piagam
apresiasi sebagai kabupaten dengan kategori kabupaten pemamfaatan data hasil
pendataan
keluarga terbaik oleh Kementerian kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN
akhir tahun 2024, menjadikan Pasbar sebagai Kabupaten sangat inovatif tahun
2024, menjadi ketua gugus tugas kabupaten layak anak mengantarkan Pasaman Barat
dengan perolehan predikat Nindya tahun 2024, menurunkan angka prevalensi
stunting sebesar 3,1 persen ditahun 2024, dan masih banyak lagi lainnya yang
belum disebutkan satu demi satu.
Selama
periode menjadi Plt Kepala Bappelitbangda telah berhasil pula bersama tim
internal yang dibentuk menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan dokemen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) 2025-2029 yang diundangkan tepat waktu.
Menurutnya
tidak semua Kepala Bappeda mendapat kesempatan menyusun dokumen perencanaan 20
tahunan dan 5 tahunan tersebut, karena RPJPD hanya disusun sekali dalam 20
tahun dan RPJMD disusun sekali dalam 5 tahun. Suatu kebanggan tersendiri bagi
kami beserta tim internal karena mendapat kesempatan menyusun dokumen
perencanaan bergengsi tersebut, ungkapnya dengan penuh semangat.
Namun saat
ini meskipun pengabdian tidak lagi dijabatan struktural, semangat untuk
membangun kampung halaman tetap membara. Semoga dengan mengabdi kembali menjadi
guru matematika SMP akan menjadi ladang amal yang terus mengalir pahalanya
karena mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi generasi muda.
Disisa-sisa usia menjelang pensiun menjadi guru adalah suatu pengabdian yang mulia. Selain mengajarkan matematika dengan menyenangkan, membentuk kepribadian anak yang berkarakter juga akan menjadi fokus utama, pungkasnya mengakhiri. ***irz
![]() |
| Irti Zamin bersama Rayshif Al Fitrah dan Marzuki Hasyim |
![]() |
| Jemaah Masjid |
Suasana di Masjid Al Ikhlas tampak ramai dipadati jemaah sejak pagi hari. Bahkan, pengurus masjid harus menambah shaf dengan menggeser podium ke arah depan guna menampung membludaknya jemaah. Tidak hanya di dalam masjid, banyak jemaah yang melaksanakan sholat Ied hingga ke teras dan pelataran masjid.
![]() |
| Irti Zamin bersama Jemaah Masjid |
]
Dalam pelaksanaan sholat Ied tersebut, Irti Zamin yang juga wartawan senior di Tabloid ZAMAN dan Pemimpin Umum sejumlah media online yang tergabung dalam Pro Pers Group (prodeteksi.com, smartsumbar.com, zamanterkini.com, sannarinews.id dan prorakyatnews.id), terlihat duduk di barisan depan bersama putra kecilnya, Muhammad Rayshif Al Fitrah dan mamandanya, Matzuki Hasyim, S.Pd . Sementara itu, di bagian belakang masjid, hadir bersama putri-putri mereka, yakni Tria Fitri Utami, S.Kom, Zhufaira Azzahra, dan Keysha Almahyra.
![]() |
| Irti Zamin bersama Rayshif Al Fitrah dan Marzuki Hasyim |
Adapun satu lagi putra mereka yang merupakan anak kedua, telah lebih
dahulu melaksanakan Sholat Idul Fitri di Padang pada hari Jumat dan saat itu, dia menunggu di rumah, bersama ibundaya..
Bertindak sebagai khatib, Ustadz Syafril menyampaikan khutbah Idul
Fitri yang sarat makna dan pesan moral kepada seluruh jemaah.
![]() |
| Tria Fitri Utami, S.Kom, Zhufaira Azzahra, dan Keysha Almahyra. |
Pada keesokan harinya, mereka direncanakan akan melanjutkan perjalanan
untuk bersilaturahmi ke kampung halaman orang tua di Sawah Mudik, Nagari
Batahan Utara.
Momentum Idul Fitri ini
dimanfaatkan keluarga besar YPPIT ZAMIGA untuk mempererat tali silaturahmi,
baik dengan keluarga maupun masyarakat sekitar, sebagai wujud kebersamaan di
hari yang penuh berkah. *** irz