HEADLINE NEWS

 Jembatan Tambang Padang, Mulai Dibangun Kembali, Pemkab Pasbar Gelontorkan Anggaran Rp 2,4 Miliar Lebih,

By On Selasa, Oktober 13, 2026

 

 Jembatan Tambang Padang, Mulai Bangun Kembali, Pemkab Pasbar Gelontorkan Anggaran Rp2,4 Miliar Lebih, 



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi mengucurkan anggaran senilai Rp2.429.854.120,- (lebih dari Rp2,4 miliar) untuk pembangunan kembali Jembatan Utama Tambang Padang.


Jembatan bernilai strategis ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan dua wilayah, yakni Kecamatan Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan.




Sebelumnya, infrastruktur penghubung tersebut sempat mengalami kerusakan berat hingga amblas dan runtuh pada Rabu malam (1/5/2024). Selama masa transisi pasca-bencana, penanganan darurat berupa perbaikan jembatan sementara sempat ditanggulangi oleh Pimpinan Peridon Siapmaju, Najjar Lubis, agar mobilitas warga tidak terputus total.


Jembatan ini menjadi jalur vital arus transportasi dan ekonomi warga dari Silaping (pusat Kecamatan Ranah Batahan) menuju sejumlah jorong di Nagari Batahan Utara, serta menghubungkan beberapa jorong di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka.






Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (10/10/2026), pengerjaan fisik sudah mulai memperlihatkan aktivitas padat. Sejumlah pekerja sibuk merapikan dan memperkuat jembatan darurat/sementara karena jembatan lama akan segera diputus total.


Di lokasi proyek juga sudah disiagakan satu unit alat berat yang siap melakukan pembongkaran konstruksi jembatan lama. Tumpukan material seperti semen, besi ulir, dan kayu penyangga juga mulai dipasok ke area pekerjaan.



Kepala tukang di lokasi proyek, Nema, mengonfirmasi bahwa pengerjaan di lapangan telah berlangsung sekitar satu minggu.


"Kami sudah sekitar satu minggu bekerja di lokasi. Tim berusaha semaksimal mungkin agar pengerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu sesuai target serta jadwal proyek yang telah ditentukan," ungkap Nema saat ditemui di lokasi.


Detail Anggaran dan Spesifikasi Proyek

Jembatan permanen dengan struktur baru ini dirancang memiliki panjang 15 meter dan lebar 7,5 meter. Berdasarkan Papan Informasi Proyek (Surat Perintah Kerja/SPK) resmi dari Dinas PUPR Pasaman Barat, berikut data teknis kegiatan:

  • Pemerintah / Dinas: Pemkab Pasaman Barat – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

  • Program / Kegiatan: Penyelenggaraan Jalan / Pengadaan Jalan Kabupaten/Kota

  • Pekerjaan: Pembangunan Jembatan (Ruas Silaping - Aek Nabirong)

  • Lokasi: Kecamatan Ranah Batahan

  • Sumber Dana: APBD Kab. Pasaman Barat TA 2026

  • Nilai Kontrak: Rp. 2.429.854.120,-

  • Kontraktor Pelaksana: CV. Anugerah Wardana  






Harapan Besar Masyarakat

Kucuran dana miliaran rupiah dari APBD ini disambut antusias dan penuh rasa syukur oleh warga setempat. Setelah menunggu selama dua tahun pasca-amblasnya jembatan, masyarakat kini melihat titik terang pemulihan infrastruktur di wilayah mereka.


Warga berharap pembangunan berjalan tepat waktu dan menghasilkan konstruksi yang kokoh, sehingga arus lalu lintas, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antar-kecamatan dapat kembali berjalan lancar dan aman. **** irz

​Kerap  Mati Lampu Tanpa Pemberitahuan, Tokoh Masyarakat Pasbar Layangkan Surat Terbuka ke PLN

By On Selasa, Oktober 13, 2026

 

Imam Jendri


​PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Tokoh masyarakat Pasaman Barat yang juga mantan Anggota DPRD Pasaman Barat, Imam Jendri, S.Ag, M.SI melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Cabang PLN Pasaman Baratn, Selasa (13/10/2026). Surat tersebut disampaikannya menyusul kerapnya pemadaman listrik secara mendadak yang dinilai sangat merugikan masyarakat luas.  


​Dalam surat terbuka tersebut, Imam Jendri mempertanyakan alasan di balik pemadaman listrik yang sering terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga.  


​"Mohon dijelaskan kenapa lampu sering mati tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada masyarakat," tulis Imam Jendri.  


​Kepada media ini Ia mengungkapkan bahwa dampak dari pemadaman listrik berjam-jam tersebut menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi warga Pasaman Barat. Kerugian tersebut mencakup kerusakan peralatan elektronik, melonjaknya pemakaian pulsa token listrik, kematian hewan ternak, hingga rusaknya barang jualan UMKM seperti kue.  


​Selain itu, pemadaman yang berulang juga menyebabkan pasokan makanan rumah tangga ikut membusuk. "Persediaan kebutuhan rumah tangga busuk, termasuk nasi dan gulai... persediaan rumah tangga juga ikut basi dan busuk," tambahnya dalam surat tersebut.  


​Imam Jendri menaksir, pemadaman listrik yang berlangsung beberapa jam saja dapat mengakibatkan kerugian akumulatif hingga miliaran rupiah bagi masyarakat Pasaman Barat dalam kurun waktu satu hari.  


​Warga Padang Tujuah, Aua Kuniang ini berharap pihak PLN Simpang Empat / Pasaman Barat dapat segera memberikan tanggapan, kejelasan, serta solusi konkret atas keluhan yang dirasakan oleh masyarakat luas.   **** Irz

Lagi, Seorang Warga Rura Patontang Ditandu  di Tengah Hujan,  Perjuangan Mendapatkan Layanan Kesehatan

By On Senin, Oktober 12, 2026

 

 Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit  Ditandu  di Tengah Hujan,  Perjuangan Mendapatkan Layanan Kesehatan



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Perjuangan hidup dan mati warga di pelosok Kabupaten Pasaman Barat akibat buruknya infrastruktur jalan tampaknya belum juga menggerakkan nurani  pemegang kebijakan. Peristiwa memprihatinkan kembali terjadi di Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada Jumat (9/10/2026).



Seorang warga bernama Sapar (45) terpaksa ditandu oleh masyarakat setempat demi mendapatkan akses pertolongan medis. Menurut keterangan saudaranya, Saluddin, Sapar menderita sakit kaki bengkak yang tidak bisa diluruskan, sehingga sudah tiga minggu terakhir ia tidak mampu berjalan sama sekali.


 Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit  Ditandu  di Tengah Hujan


Dalam kondisi fisik yang sangat lemah dan kesakitan, Sapar harus menempuh perjalanan berat ditandu sejauh kurang lebih 1 kilometer menembus jalur ekstrem di tengah guyuran hujan deras. 


Selama sekitar 30 menit, warga bahu-membahu menggotong tandu darurat tersebut hingga mencapai lokasi parkir mobil keluarga, sebelum akhirnya Sapar beserta pihak keluarga dapat diberangkatkan menuju RSUD Simpang Empat.


Tragedi penanduan pasien di Rura Patontang bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi. Belum lama sebelum peristiwa yang menimpa Sapar, seorang ibu hamil di kawasan tersebut juga harus ditandu menembus jalanan rusak demi mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, takdir berkata lain; setelah perjuangan berat melewati jalur ekstrem dan melahirkan, bayi yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.


 Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit  Ditandu  di Tengah Hujan


"Semangat gotong royong masyarakat Rura Patontang luar biasa, tetapi sangat memprihatinkan warga yang sedang sakit parah harus menanggung penderitaan berlipat ganda di atas tandu karena akses jalan yang cukup memprihatinkan dan tak kunjung dibenahi," ungkap Saluddin.


Rentetan peristiwa memilu ini memicu gelombang kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan DPRD Pasaman Barat. Warga menilai pemerintah daerah terkesan kurang perhatian dan hanya bertindak reaktif—baru turun tangan ketika suatu kasus mendadak viral. Setelah perhatian publik mereda, perbaikan jalan kembali diabaikan, meninggalkan penderitaan berulang bagi warga pedalaman.


Kondisi Jalan  


Infrastruktur jalan bukan sekadar fasilitas penunjang ekonomi, melainkan urat nadi keselamatan nyawa manusia. Ketika warga yang sakit bengkak kaki selama tiga minggu tidak bisa dilalui ambulans atau kendaraan biasa, hal tersebut mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam menyediakan hak dasar atas layanan kesehatan yang cepat dan layak.


Masyarakat menuntut Bupati beserta jajaran DPRD Pasaman Barat untuk segera turun tangan secara nyata dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan permanen di Jorong Rura Patontang. Pemerintah diminta tidak menunggu jatuhnya korban jiwa berikutnya untuk membuktikan komitmennya dalam meratakan pembangunan hingga ke pelosok nagari. **** irz

Selamat dan Sukses, Idenvi Susanto Unggul Sementara di Pilwana Kajai Selatan

By On Minggu, Oktober 11, 2026

 

Idenvi Susanto 


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Idenvi Susanto unggul sementara dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Kajai Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dengan perolehan 1.161 suara atau 43,2 persen.


Berdasarkan informasi yang  diperoleh pada Minggu (11/10/2026), Idenvi Susanto menempati posisi teratas dari lima kandidat yang bersaing dalam Pilwana Kajai Selatan.


Di posisi kedua, Rifdal memperoleh 949 suara atau 35,3 persen. Dengan demikian, Idenvi unggul 212 suara dari pesaing terdekatnya tersebut.


Sementara itu, Dirham meraih 242 suara atau 9 persen, disusul Yulisman dengan 241 suara atau 9 persen. Adapun Niswan memperoleh 93 suara atau 3,5 persen.


Berdasarkan data sementara tersebut, Idenvi Susanto memimpin perolehan suara, diikuti Rifdal yang berada di posisi kedua. Persaingan juga terlihat pada posisi ketiga dan keempat, dengan selisih hanya satu suara antara Dirham dan Yulisman.

Berikut perolehan suara sementara Pilwana Kajai Selatan sesuai data yang diperoleh :

  1. Idenvi Susanto: 1.161 suara (43,2 persen).
  2. Rifdal: 949 suara (35,3 persen).
  3. Dirham: 242 suara (9 persen).
  4. Yulisman: 241 suara (9 persen).
  5. Niswan: 93 suara (3,5 persen).


Angka tersebut di atas, masih merupakan informasi sementara, karena masih  menunggu pengumuman resmi dari panitia Pilwana . **** Irz


Resmi Ikuti Wisuda UT Padang, Megawati Raih Sarjana,  Selamat dan Sukses !

By On Senin, Oktober 05, 2026

 

 Megawati, S.Pd



PADANG, prodeteksi.com — Kabar bahagia datang dari keluarga besar Yayasan Pendidikan Pesantren Informasi dan Teknologi Zaminul Ghairi (YPPIT ZAMIGA), Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Megawati, S.Pd., istri Irti Zamin, SS, Pimpinan sekaligus Pendiri YPPIT ZAMIGA, resmi mengikuti prosesi wisuda Universitas Terbuka (UT) di Pangeran Beach Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (4/10/2026).






Sehari sebelum prosesi wisuda, tepatnya Sabtu (3/10/2026), Megawati terlebih dahulu mengikuti seminar wisuda yang juga dilaksanakan di Pangeran Beach Hotel Padang.


Seminar tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan menjelang prosesi wisuda. Megawati mengikuti kegiatan dengan penuh antusias bersama para mahasiswa UT lainnya yang akan dikukuhkan sebagai wisudawan.






Pada Minggu (4/10/2026), Megawati kemudian mengikuti prosesi wisuda bersama 758 mahasiswa Universitas Terbuka dari berbagai jurusan dan daerah di Sumatera Barat.


Pelaksanaan wisuda berlangsung tertib, khidmat dan lancar. Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Terbuka, para tamu undangan, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.





Momen tersebut juga menjadi kebahagiaan bagi keluarga para wisudawan. Sejumlah orang tua, pasangan, anak dan anggota keluarga hadir memberikan dukungan sekaligus menyaksikan langsung prosesi wisuda hingga selesai.


Pimpinan YPPIT ZAMIGA, Irti Zamin, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Megawati menyelesaikan pendidikan hingga mengikuti prosesi wisuda.






“Alhamdulillah, hari ini Mega telah diwisuda. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UT dapat memberikan manfaat, khususnya bagi pengembangan pendidikan di ZAMIGA. Selain itu, pendidikan ini juga menjadi bagian dari persiapan dalam menghadapi proses sertifikasi,” ujar Irti.


Menurutnya, keberhasilan Megawati menyelesaikan pendidikan merupakan kebanggaan bagi keluarga dan sekaligus menjadi motivasi bagi keluarga besar ZAMIGA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.






Sementara itu, Megawati mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan wisuda. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalani pendidikan di Universitas Terbuka.


“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai pada tahap wisuda ini. Terima kasih kepada keluarga dan semua pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan dan bantuan selama saya menjalani pendidikan di UT,” ungkap Megawati.





Kebahagiaan Megawati semakin lengkap karena prosesi wisuda turut dihadiri oleh suami dan anak-anaknya, di antaranya Tria Fitri Utami, S.Kom., Zhufaira Azzahra, Keysha Almahyra, dan Muhammad Rayshif Alfitrah.


Sementara itu, salah seorang anggota keluarga, M. Rasihan Anwar, tidak dapat hadir secara langsung karena sedang menjalani pendidikan di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Jawa Timur.





Juga hadir saudara dan keluarga Irti Zamin. Seperti Miska Hartini sekeluarga dan Putir Anggina sekeluaga yang sehari hari berdomisili dan tinggal di Kota Padang

Ucapan selamat dan doa atas keberhasilan Megawati juga mengalir dari keluarga besar ZAMIGA. Para santri, wali murid, serta majelis guru turut menyampaikan selamat atas capaian tersebut.





Bagi keluarga besar ZAMIGA, keberhasilan Megawati menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan pendidikan di lingkungan pesantren.


Selamat dan sukses kepada Megawati, S.Pd. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan bagi keluarga, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di YPPIT ZAMIGA. ***** irz






UT Padang Gelar Seminar Jelang Wisuda, Diikuti 758 Mahasiswa

By On Sabtu, Oktober 03, 2026

 

 

 UT Padang Gelar Seminar Jelang Wisuda, Diikuti Lebih dari 758 Mahasiswa

PADANG,  prodeteksi.com — Universitas Terbuka (UT) Padang menggelar Seminar Akademik di Pangeran Beach Hotel pada Sabtu (3/10/2026) pagi. Kegiatan yang diikuti oleh 758 calon wisudawan ini diselenggarakan sebagai rangkaian acara menjelang prosesi wisuda yang digelar pada Minggu (4/10/2026).


Para peserta tampil rapi dan anggun mengenakan busana batik. Seminar ini menghadirkan ruang diskusi interaktif guna memperkaya wawasan mahasiswa sebelum resmi melangkah sebagai alumni.


Direktur UT Padang, Mery Berlian, menyampaikan bahwa agenda seminar ini menjadi wadah penting bagi para calon lulusan untuk mengasah pengetahuan.




"Hari ini kita berkumpul untuk memperkaya pengetahuan, dan besok kita akan melaksanakan Wisuda Universitas Terbuka Padang," kata Mery Berlian dalam sambutannya.


Pada kesempatan tersebut, seminar mengangkat tema besar "Dari Pengetahuan Menjadi Ketangguhan: Pendidikan, Lingkungan, dan Mitigasi Bencana untuk Masa Depan Berkelanjutan".


Potensi Alam dan Risiko Bencana di Sumatra Barat

Dalam pidatonya, Mery Berlian menyoroti kondisi geografis wilayah Sumatra Barat yang kaya akan sumber daya alam (SDA), namun di sisi lain memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan memegang peranan kunci dalam membentuk pola pikir masyarakat yang tanggap terhadap potensi bahaya alam.


"Pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Pengetahuan harus mampu bertransformasi menjadi kesadaran, dan kesadaran harus menjadi kesiapsiagaan," tegas Mery.


Tanggung Jawab Baru Lulusan UT Padang

Lebih lanjut, Mery mengingatkan para mahasiswa bahwa gelar akademik yang akan disandang bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Para lulusan membawa amanah besar untuk berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.


"Pesan ini sangat penting, gelar yang diterima bukanlah proses akhir belajar, melainkan membawa tanggung jawab baru untuk hadir di tengah masyarakat berdasarkan apa yang telah diperoleh dari UT," ujarnya.


Mery berharap para lulusan UT Padang mampu menjadi pelopor perubahan yang aktif mengedukasi lingkungan sekitar mengenai kesiapsiagaan bencana.


"Kami berharap mahasiswa menjadi agen perubahan, membangun kepedulian terhadap lingkungan, memahami risiko bencana di tempat tinggal masing-masing, dan menyebarkan informasi yang benar," lanjutnya.


Ia juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan masa studi mereka di UT Padang.


"Kami berikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang hadir yang telah menimba ilmu pengetahuan di UT," tuturnya.


Di akhir sambutannya, Mery menyampaikan doa serta harapan besar bagi masa depan seluruh alumni.


"Semoga dari UT lahir insan-insan yang mengubah pengetahuan menjadi tindakan, tindakan menjadi ketangguhan, dan ketangguhan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih aman," tutup Mery. ****irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *