Tangerang, prodeteksi.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menyebut pondok pesantren sebagai benteng sosial yang kuat dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja III Forum Silaturrahim Pondok Pesantren Provinsi Banten yang dirangkai dengan sarasehan dan buka puasa bersama di Tangerang.
“Pesantren ini sebenarnya adalah safety belt terbesar dan terkuat di republik ini. Pesantren itu betul-betul menjadi sabuk yang sangat kuat untuk menjaga kehidupan anak bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. BNN tidak akan capek jika memperkuat pesantren, karena pesantren adalah tempat yang aman,” kata Romo Muhammad Syafii, Rabu (4/3/2026).
Acara yang bertemakan Sinergi Pondok Pesantren dan Kampus Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan, Kedaulatan Ekonomi Umat, dan Memerangi Narkoba ini dihadiri langsung oleh Staf Khsus Menteri Agama Junisab Akbar, Kepala BNN Prov. Banten Brigjen Pol. rohmad Nursahid, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Desri Arwen, Ketua Presidium FSPP Fadlullah, dan Ketua Dewan Pertimbangan Ikhwan Hadiyin.
Romo Syafii mendorong adanya langkah konkret untuk memperkuat pencegahan narkoba di lingkungan pesantren, salah satunya melalui penyusunan materi sosialisasi mengenai berbagai modus peredaran narkoba. Menurutnya, informasi tersebut penting agar para kiai dan santri memahami cara-cara yang kerap digunakan untuk menjerat korban.
“Bisa dikomunikasikan dengan FSPP dan dijadikan modul sosialisasi kepada seluruh pondok pesantren. Semua pesantren melalui Dewan Masyaihnya bisa menginformasikan kepada para kiai dan para santri di pondok pesantren masing-masing. Sehingga kemungkinan narkoba bisa memapar lingkungan pesantren dapat diatasi dengan baik,” ujar Romo Muhammad Syafii.
Menurut Romo, kekuatan pesantren tidak hanya terletak pada pendidikan, tetapi juga pada lingkungan sosial yang mampu menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk narkoba. “Kalau pesantren, insyaallah, dan kita terus berdoa kepada Allah, sampai hari ini masih menjadi benteng yang sangat kuat untuk tidak menjadi konsumen narkoba. Sangat kuat. Cuma mungkin yang perlu disampaikan kira-kira modus seperti apa yang bisa membuat kita-kita di pondok pesantren ini tertipu,” kata Romo Syafii.
“Karena peredaran narkoba ini banyak modusnya. Ada yang memakai minuman, ada yang memakai permen, ada obat penenang, dan macam-macam cara lainnya. Pokoknya akhirnya kita bisa tertipu,” tambahnya. ***** kmg/ irz
You are reading the newest post
Next Post »
