HEADLINE NEWS

Wagub Fadhlullah Dampingi Menko Polkam RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Huntap di Aceh Utara

By On Kamis, Januari 08, 2026

 

 Wagub Fadhlullah Dampingi Menko Polkam RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Huntap di Aceh Utara


Aceh Utara, prodeteksi.com  - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bersama Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, pada rangkaian kunjungan kerja dalam rangka meninjau kesiapan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (7/1).

Kedatangan Menko Polkam RI beserta rombongan disambut langsung oleh Wagub Fadhlullah di Bandara Malikussaleh. Dari bandara, rombongan bergerak menuju titik lokasi yang dipusatkan di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam RI melakukan penyerahan Hunian Tetap (Huntap) secara simbolis bagi masyarakat terdampak bencana.

Di hadapan masyarakat, Wagub Fadhlullah mengapresiasi langkah nyata Kemenko Polkam dalam membantu pemulihan kondisi pasca bencana melalui pembangunan hunian tetap untuk masyarakat terdampak. Ia menyebutkan, Kemenko Polkam RI merupakan instansi pertama yang merealisasikan pembangunan huntap di wilayah tersebut. Fadhlullah berharap, dukungan serupa juga dapat menyentuh daerah lain di Aceh yang masih membutuhkan penanganan pasca bencana.

Selain itu, Fadhlullah juga menyoroti pentingnya percepatan renovasi fasilitas rumah ibadah yang rusak akibat banjir. Hal ini dinilai mendesak mengingat bulan suci Ramadan yang tidak lama lagi akan tiba, “waktu Ramadan sudah semakin dekat. Kami berharap renovasi masjid dapat menjadi prioritas agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” katanya.

Selanjutnya, Wagub Fadhlullah beserta rombongan Menko Polkam RI turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana di Gampong Kuala Cangkoy. Dalam peninjauan tersebut, Fadhlullah aktif menjelaskan kondisi lapangan, kesiapan lahan, serta kebutuhan riil masyarakat kepada rombongan pemerintah pusat.

Sementara itu, Menko Polkam RI, Djamari Chaniago, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh persiapan pembangunan huntap benar-benar telah siap, baik dari segi teknis maupun administrasi. Ia menegaskan komitmen Kemenko Polkam untuk menyelesaikan pembangunan 104 unit huntap, termasuk mushola, sebelum bulan Ramadan tiba.

“Hari ini kita memastikan bahwa persiapan untuk pembangunan hunian tetap ini betul-betul sudah siap. Kita berharap pembangunannya harus sudah selesai sebelum bulan puasa Ramadan agar masyarakat dapat tinggal dan beribadah dengan nyaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menko Polkam RI juga menginformasikan bahwa Presiden telah menetapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai kepala satgas rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana, termasuk Aceh. Ia menekankan, program rehab-rekon tersebut nantinya tidak hanya fokus pada pembangunan hunian saja, tetapi juga mencakup perbaikan jalan, jembatan, serta pemulihan fasilitas publik yang rusak akibat banjir. ***** Hms/ irz


3.000 Relawan ASN Pemerintah Aceh Diterjunkan ke Berbagai Daerah Terdampak Bencana di Aceh

By On Minggu, Desember 28, 2025

 

 3.000 Relawan ASN Pemerintah Aceh Diterjunkan ke Berbagai Daerah Terdampak Bencana di Aceh



BANDA ACEH, prodeteksi.com — Pemerintah Aceh menurunkan sekitar 3.000 relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke berbagai daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Para ASN tersebut dikerahkan tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan layanan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan, mulai dari kebersihan lingkungan, akses fasilitas umum, hingga dukungan pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November lalu.

Pelepasan relawan ASN dilakukan melalui apel di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Aceh, Minggu (28/12/2025). Apel dipimpin oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, selaku Ketua Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh.

M. Nasir menyampaikan, hingga akhir Desember kondisi darurat masih dirasakan di berbagai daerah Aceh. Bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada terganggunya layanan dasar dan aktivitas keseharian masyarakat.

“Penugasan ASN ini merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar di masa sulit. Pemerintah hadir, bekerja, dan peduli,” ujar Nasir.

Ribuan relawan ASN dijadwalkan bertugas selama dua hari, pada 29–30 Desember 2025. Selain kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas umum dan rumah ibadah dari lumpur dan material sisa banjir, para relawan juga berperan membantu koordinasi layanan kesehatan, pendampingan warga rentan, serta penguatan layanan sosial di lapangan.

Menurut Nasir, kehadiran ASN di lokasi bencana merupakan bentuk empati dan solidaritas pemerintah kepada masyarakat yang terdampak.

“Kita tidak hanya datang membawa alat dan tenaga, tetapi juga kepedulian. ASN turun langsung untuk mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dialami warga,” katanya.

Ia menambahkan, penugasan relawan ASN ini merupakan tahap awal dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah Aceh memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan relawan serta menghormati kearifan lokal.

Usai apel pelepasan, relawan ASN bersama kendaraan dan logistik bantuan diberangkatkan menuju berbagai daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. *** hms/ irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *