HEADLINE NEWS

SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi


 SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Sungai Beremas yang berada di kawasan Poros, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, kembali mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung pendidikan, terutama akses WiFi, internet, dan listrik PLN yang hingga kini belum tersedia di sekolah tersebut.

Padahal WiFi dan internet yang selama ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta administrasi sekolah. Meski permohonan telah berkali-kali diajukan kepada instansi terkait, hingga kini belum ada tanggapan maupun realisasi yang jelas.


Beberapa guru yang ditemui di kantor sekolah pekan lalu menyampaikan bahwa ketiadaan akses internet yang memadai membuat proses pembelajaran menjadi terkendala, terutama di tengah perkembangan pendidikan digital saat ini. 


 Beberapa guru yang ditemui di kantor SD N 09 Sungai Beremas di Poros


Menurut mereka, fasilitas WiFi dan internet sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran secara daring, hingga pengelolaan administrasi sekolah yang kini banyak dilakukan secara online.


“Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Padahal fasilitas WiFi dan internet sangat membantu kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah,” ujar salah seorang guru.


Orang tua siswa dan masyarakat sekitar juga mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas tersebut demi kemajuan pendidikan di kawasan Poros. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menindaklanjuti permohonan sekolah agar para siswa tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi modern.

 

SD N 08 Sungai Beremas


Kepala SDN 09 Sungai Beremas, Masril Madnin, S.Pd, saat dihubungi membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya hingga sekarang belum menikmati jaringan WiFi maupun aliran listrik PLN.


“Kalau ada WiFi dan listrik tentu sangat bagus untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujarnya.


Menurut Masril, memang benar bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada berbagai pihak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun realisasi nyata.


“Kok lai ancak bona molahnyo pak, tapi ndak lai salamo iko do pak, iming-iming ajo nyo,” sindirnya menggunakan bahasa daerah setempat yang menggambarkan kekecewaan karena janji yang belum terealisasi.


Ia menjelaskan, keberadaan internet dan listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran daring, hingga pengiriman laporan administrasi pendidikan.


Pihak sekolah bahkan mengaku pernah diminta oleh Dinas Pendidikan untuk menghubungi PT Telkom terkait pemasangan jaringan internet. Namun setelah dilakukan komunikasi, hingga kini belum ada jawaban maupun kepastian.


Selain itu, pihak PLN dari Simpang Empat juga disebut pernah datang langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan peninjauan. Namun sampai saat ini pemasangan jaringan listrik ke wilayah Poros juga belum terealisasi.


“Tu mangko nyo, acuoh ajo ambo le tentang iko le pak, tunggu ajo bilo listrik dan Telkom masuok le,” ungkap Kepala Sekolah lagi.


Masril juga menyebut bahwa pihak Nagari Air Bangis  hingga kini juga belum pernah ada pembahasan khusus mengenai kebutuhan listrik dan internet untuk sekolah tersebut.


“Sering saya bertemu dengan wali nagari, tapi belum pernah membahas soal ini,” katanya.

“Do kurang basoba le pak, do lai ba listrik do pak, samo ba WiFi kosong,” tutupnya. *** irz

Newest
You are reading the newest post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *