Pemkab Agam Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, Menjadi Momentum Meneguhkan Semangat Juang
On Selasa, Oktober 28, 2025
-->
![]() |
| Padang Gelar Lomba Kebersihan Antar-RT, Wujudkan Kota “Rancak” dari Rumah Sendiri |
![]() |
| TKD Pasbar 2026 Turun Drastis Dibanding Tahun 2025 Mencapai 14 Persen |
Pengurangan terjadi hampir pada seluruh aspek terutama pada alokasi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) atau dana yang ditentukan penggunaannya, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.
TKD merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan merupakan bagian dari belanja negara yang dialokasikan dan disalurkan kepada daerah untuk dikelola oleh daerah dalam rangka mendanai penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah.
Dalam kondisi keuangan yang sulit tentunya dibutuhkan pemikiran-pemikiran cerdas untuk bisa bangkit dan keluar dari permasalahan pelik yang sedang mencekik Pasbar saat ini.
Kunjungan beberapa media ke kediaman salah seorang dosen STAI YAPTIP Doktor Ikhwanri belum lama ini, menanyakan pendapatnya tentang solusi yang dapat dilakukan pemda atas kondisi keuangan Pasbar saat ini. Doktor Ikhwanri menyampaikan perlunya upaya meningkatkan pendapatan dan melakukan penghematan dengan langkah-langkah yang kongkrit.
Lebih lanjut dijelaskannya beberapa hal yaitu;
1) Tingkatkan Pendapatan
Meningkatkan pendapatan mesti dilakukan secara serius, artinya bukan hanya melaksanakan hal-hal yang sudah biasa dilukakan selama ini tapi harus ada terobosan yang terukur serta memiliki tahapan yang jelas. Apa saja yang dapat dilakukan? Sebagai contoh diantaranya;
a) Mengelola kebun Tanah Kas Desa milik Pemda Pasbar seluas hampir 128 hektar di Muara Kiawai.
Perlu dikucurkan dana untuk replanting kebun sawit tersebut, pengelolaan dengan baik diyakini mampu menghasilkan pendapatan bagi daerah. Selain itu konon masih ada sekitar 50 hektar lagi tanah milik pemda yang belum ditanami berlokasi dekat lahan 128 hektar tersebut yang bisa dioptimalisasi. Bila lahan seluas total 178 hektar tersebut ditanami sawit dan dirawat dengan baik diharapkan menjadi solusi yang tepat sebagai sumber pendapatan.
b) Menyelesaikan pembangunan mes pemda yang masih terbengkalai di Ulak Karang Padang.
Menurut informasi, sudah pernah didanai sekitar Rp3 M lebih untuk pembelian tanah dan pembangunan mes pemda tersebut. Namun hingga saat ini belum beroperasi. Andaikan mes ini dapat diselesaikan dan dioperasionalkan tentunya bisa menjadi sumber pendapatan pula bagi daerah.
c) Menyelesaikan pembangunan mes pemda yang masih terbengkalai di Simpang Empat.
Bangunan mes pemda di pusat kabupaten yang saat ini difungsikan sebagai kantor Kesbangpol, bila diselesaikan dan dioperasionalkan diharapkan menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi daerah.
Perlu pendataan dan kajian mendalam atas kemungkinan apa-apa saja aset pemda Pasbar yang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan bagi daerah yang sedang sulit ini.
2) Lakukan penghematan anggaran.
Anggaran yang sedikit tentu harus dibelanjakan kepada hal- hal yang sangat dibutuhkan saja. Sepakati untuk mengencangkan ikat pinggang, jangan belanja yang tidak perlu. Apalagi belanja-belanja yang manfaatnya tidak berdampak bagi kepentingan masyarakat luas harus segera dipangkas. Utamakan belanja untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan belanja untuk menunjang pendapatan daerah.
Masih menurut Doktor Ikhwanri, selain yang disebutkannya di atas, perlu juga dibangun komunikasi dengan pihak pemerintah atasan, swasta, dan perusahaan perkebunan serta perbankkan yang ada di Pasbar.
Pemda mesti banyak mengajukan proposal dengan segala kelengkapan dokumen yang dibutuhkan kepada pemerintah provinsi dan pusat sesuai dengan kewenangannya.
Selanjutnya, mengajak pihak swasta untuk ikut berinvestasi dengan memberikan kemudahan-kemudahan dan menjamin keamanan serta layanan yang baik bagi siapa saja yang turut berinvestasi.
Selain itu, mengajak pihak perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit serta perbankkan untuk ikut serta membangun Pasbar melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya, ungkap Doktor Ikhwanri mengakhiri.
Semoga Pasbar cepat bangkit dan keluar dari keadaan yang sedang tidak baik-baik saja....Aamiin. ***iz
![]() |
| FPL Pasaman Barat Gelar Aneka Lomba Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda 2025 |
Acara dibuka secara resmi oleh Ny. Sifrowati Yulianto, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi geliat literasi di berbagai nagari di Pasaman Barat sepanjang tahun 2025.
“Terasa sekali dampak dari kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan sepanjang tahun ini. Di setiap kunjungan ke nagari, saya selalu menemukan TBM, rumah baca, atau pegiat literasi yang konsisten membangun budaya baca. Bahkan banyak keluarga yang anak-anaknya gemar membaca,” ujar Sifrowati Yulianto.
Beliau juga menegaskan dukungan penuhnya terhadap FPL Pasaman Barat dan komunitas literasi daerah.
“Saya akan terus mendukung gerakan ini. Anak-anak kita inilah yang kelak akan menjadi pemimpin, pengusaha, guru, pegiat literasi, dan SDM unggul Pasaman Barat menuju generasi emas 2045,” tambahnya sebelum membuka acara secara resmi.
Sementara itu, Denni Meilizon, Ketua FPL Pasbar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang dikomandoi Sekretaris FPL Pasbar Imawan Azhari. Ia menyebut, kegiatan tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-enam sejak pertama kali digelar pada 2019.
“Bulan Bahasa telah menjadi momentum tahunan FPL Pasbar untuk merayakan kegembiraan belajar dan ekspresi sastra di kalangan pelajar dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menghadirkan lima kategori lomba, yaitu:
1. Lomba Menulis Puisi (SMP dan SMA sederajat)
2. Lomba Mendongeng Berbahasa Minang (SD dan SMP)
3. Lomba Pidato Berbahasa Minang bertema 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia (SD dan SMP)
4. Lomba Baca Puisi (SMP dan SMA sederajat)
5. Lomba Membaca Nyaring (Read Aloud) untuk pengelola TBM, guru, dan masyarakat umum.
Dewan juri berasal dari pegiat literasi, profesional, dan sastrawan Pasaman Barat. Beberapa lembaga turut mendukung acara ini, di antaranya Al Audi Course, Denta Publisher, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat, serta media partner Syarikatmu.com, AJO Pasbar, dan Tuah Talamau.
Acara berakhir pukul 15.30 WIB dengan pengumuman para pemenang dan penyerahan piala, piagam, serta souvenir.
---
Daftar Pemenang Lomba Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda 2025 FPL Pasbar
🗣️ Lomba Pidato Bahasa Minang SD/MI
1. Dafa Eka Saputra — SDN 08 Kinali
2. Aprilia Dwi Soni — SD Swasta Bina Agro Minang
3. Levana Fadilah — SDN 20 Pasaman
Harapan 1: Adelya Zahra (SDN 32 Kinali)
Harapan 2: Saskia Zahrani (SDN 09 Kinali)
Harapan 3: Alicia Depri (SDN 05 Pasaman)
🗣️ Lomba Pidato Bahasa Minang SLTP
1. Syakira Olivia Qutni — SMPN 1 Pasaman
2. Aranda Salmi — SMP IT Darul Hikmah
3. Faizi Ehan Satria — SMPN 1 Luhak Nan Dua
Harapan 1: Alfat Novra Luksandy — SMPN 1 Pasaman
🎭 Lomba Baca Puisi SLTP
1. Atqiya Hidayatul Afifah — SMP IT Darul Hikmah
2. Hana Nur Najla — SMPN 1 Pasaman
3. Dzakiya Muthmainnah — SMP IT Darul Hikmah
Harapan: Azka Hadyan, Nur Syakira Az Zahra (SMP IT Darul Hikmah)
🎭 Lomba Baca Puisi SLTA
1. Aqilla Gihartono — SMAN 1 Pasaman
2. Nabila Oktarini — SMA Al Istiqamah
3. Adinda Rahmadani — SMAN 2 Kinali
Harapan: Afriella Alya Zahro (SMAN 1 Pasaman), Gita Ardinata (SMAN 1 Talamau), Maryam Abdyrrahman Syakira (SMA IT Darul Hikmah)
✍️ Lomba Menulis Puisi SLTA
1. Tigo Sumpah Agung di Dada Pemuda — Nadira Kamila Sonata (SMAN 1 Talamau)
2. Kibarkan Semangatmu, Kawan — Indra Martohap (SMAN 1 LND)
3. Jembatan Rasa di Atas Kanvas Bangsa — Abdul Saleman Zuhdi (SMAN 1 Talamau)
Harapan: Ayu Windira, Devi Silviani, Putri Cendani
✍️ Lomba Menulis Puisi SLTP
1. Semangat Sumpah Pemuda — Wafiatul Arda Putri (SMP IT Al Kahfi)
2. Jiwa-Jiwa Kesatuan — Zarifatul Afizah Ader (SMP IT Cahaya Makkah)
3. Sanubari Pemuda — Nailatul Fadila (SMP IT Cahaya Makkah)
Harapan: Hanifatul Husna — SMP IT Al Kahfi
📚 Lomba Membaca Nyaring (Read Aloud)
1. Ainul Amni Nini
2. Shery Yanti
3. Ayurni Hayati
Harapan: Sofrenita , Lisa, Putri Ningsih
📖 Lomba Mendongeng SD
1. Naura Nadifa Hardana — SD BAMS
2. Atthaya Adinda Zora — SDN 12 Lembah Melintang
3. Berlyana Callisti Andra — SDN 17 Pasaman
Harapan: Diba Kahana Azzahra, Raisya Hardianti, Afham Hafizul Qur’an
📖 Lomba Mendongeng SMP
1. Hanif Alkarim Syarnov — SMPN 1 Pasaman
2. Jihan Hayatul Hasanah — SMP IT Darul Hikmah
🏆 Selamat kepada seluruh pemenang!
Melalui kegiatan ini, FPL Pasaman Barat terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi, memperkuat karakter kebangsaan, dan merawat bahasa serta sastra Indonesia dan daerah di ranah Minang. ***** DM
| Novasi Palabek Resmi Diluncurkan, Dorong Kesejahteraan Dan Regenerasi Pertanian |
Program ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan pertanian terpadu di Sumatera Barat melalui inovasi Sistem Padi Lauk Bebek (PaLaBek) pendekatan integratif yang mengombinasikan budidaya padi, ikan, dan itik dalam satu lahan. Sistem ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi lahan, menekan biaya produksi, serta membuka peluang pendapatan tambahan bagi petani.
Ketua Umum DPP IKA Faperta Unand Ir. Zola Pandu menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak seperti ini adalah bentuk nyata inovasi pertanian berbasis riset dan pendampingan berkelanjutan.
“Model PaLaBek ini kita jalankan di dua petak sawah sebagai demplot awal dan akan kita pantau hingga panen. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi sederhana bisa memberikan dampak besar bagi kesejahteraan petani jika dilakukan bersama,” ujarnya.
Komoditas utama yang dikembangkan ialah padi varietas lokal Sokan Kubang, varietas khas Pesisir Selatan yang dikenal memiliki daya hasil tinggi dan ketahanan terhadap kondisi lokal yang ditanam dengan sistem SRI ((System of Rice Intensification) . Sebagai pendorong sistem, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat turut memberikan dukungan berupa 1.000 ekor ikan nila, sementara komponen ternak menggunakan itik lokal khas Pesisir Selatan, Itik Lenggok Bayang ras endemik yang dikenal tangguh di daerah lembap serta memiliki produktivitas telur yang stabil. Penggunaan Itik Lenggok Bayang menjadi simbol pelestarian sumber daya genetik lokal sekaligus penguatan identitas agrikultur nagari.
Ketua Umum Pemimpin Muda Pertanian Indonesia, Arif Zulpriansyah Siregar menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sistem pertanian modern.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi sektor yang modern, inovatif, dan menguntungkan bagi generasi muda. Semoga model yang kita buat ini menjadi acuan bagi pengembangan potensi pertanian kedepan, kami juga sudah siapkan formula pendampingan hilirisasi dan teknologinya nanti agar menarik serta menjadi jaminan bagi kita yang muda muda ini” sambutnya
Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi multipihak yang melibatkan alumni, Dosen Fakultas Pertanian, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat tani setempat. Fakultas Pertanian Unand turut berperan dalam aspek riset dan pendampingan lapangan agar program ini tidak hanya menjadi kegiatan tanam semata, tetapi juga model pembelajaran dan penelitian terapan.
Sementara itu, Winda Purnama Sari, Dosen Muda Fakultas Pertanian Unand yang juga Wakil Ketua PMPI Indonesia Bidang Pengembangan turut mendampingi kegiatan ini menyebut bahwa PaLaBek juga menjadi bahan riset potensial.
“Kita ingin menjadikan PaLaBek ini sebagai model pertanian integratif yang tidak hanya diuji coba, tapi juga dikaji secara akademik agar dapat direplikasi dengan data dan metode yang valid, memantau pertumbuhan tanaman, interaksi antar-komponen, hingga kualitas tanah dan air untuk memperoleh hasil yang dapat dikembangkan di daerah lain.” tuturnya.
Dari sisi petani, antusiasme dan optimisme juga sangat terasa. Ketua Gapoktan Ikua Air, Datuk Bakin, menyampaikan bahwa kehadiran program ini membawa semangat baru bagi petani Nagari Kubang.
“Dulu sawah kami hanya untuk padi, sekarang bisa ternak ikan dan itik sekaligus. Kami sangat terbantu dan bangga jadi lokasi percontohan. Mudah-mudahan hasilnya bagus dan bisa jadi contoh bagi nagari lain,” ungkapnya.
Peluncuran program ini juga diikuti oleh mahasiswa pertanian Universitas Andalas dan pemuda nagari yang terjun langsung menanam di lahan. Mereka menilai kegiatan ini bukan hanya tentang bertani, tapi juga belajar, berkolaborasi, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap sektor pangan.
“Pertanian ternyata menarik dan menantang. Kami ingin membuktikan bahwa generasi muda juga bisa berperan aktif di sawah dan membawa ide-ide baru,” ujar Febrian Siregar
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan riset, program PaLaBek diharapkan menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang memperkuat kemandirian pangan, regenerasi pertanian, dan kesejahteraan masyarakat nagari di Sumatera Barat. Disaat acara juga bersorak bersama membawa semangat . ****
![]() |
| Peringatan Hari Jadi Humas Polri Ke-74 Tahun 2025, Polres Pasaman Barat Menggelar Kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah |
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan, aksi sosial kemanusiaan dilaksanakan mulai dari tingkat Polda hingga Polres jajaran se-Indonesia dalam peringatan hari jadi ke-74 Humas Polri mengusung tema "Polisi Humanis Harapan Masyarakat."
Melalui kegiatan tersebut, bhakti sosial donor darah merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat yang membutuhkan darah.
"Kegiatan ini tidak hanya sekedar aksi kemanusiaan saja, namun sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kemitraan antara Polri, insan pers dan masyarakat dalam membantu tugas Kepolisian khususnya bidang Humas," katanya.
Disebutkan, pihaknya bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat, sehingga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi pencapaian target 5.000 kantong darah di tahun 2025, khususnya ketersediaan stok darah untuk membantu masyarakat.
"Dari kegiatan tersebut, sebanyak 40 kantong darah terkumpul dari pendonor yang merupakan para personel Polres Pasaman Barat, selanjutnya kita serahkan ke PMI Kabupaten Pasaman Barat," sebutnya.
Kapolres berharap aksi sosial kemanusiaan dapat terus dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, sehingga kehadiran Polri memberikan manfaat yang besar dalam membantu, melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.
"Polres Pasaman Barat terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terus hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan sosial kemanusiaan," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan dilokasi, kegiatan itu dipimpin oleh PS. Kasi Humas Ipda Rakhmat Santoso, dan diikuti oleh para PJU dan puluhan personel Polres Pasaman Barat. Selama pelaksanaan donor darah dimulai dengan pendaftaran, pengisian formulir oleh para peserta, pemeriksaan tensi, kadar hemoglobin (HB), golongan darah, anamnesa, screening kesehatan oleh dokter dari PMI, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan darah pendonor. **** Hmsres/ irz
![]() |
| Bupati Yulianto: Santri Harus Perkuat Diri dengan Moral dan Etika |
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Pasbar, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta para santri dari seluruh wilayah Kabupaten Pasaman Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menyampaikan bahwa sebagai bentuk kepedulian negara terhadap dunia pesantren, Kementerian Agama telah hadir langsung ke Pesantren Al-Khoziny, meninjau kondisi, menyalurkan bantuan, serta memastikan proses pemulihan berjalan baik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bukti nyata kehadiran dan kepedulian negara terhadap pesantren dan para santri.
“Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Yulianto.
Ia menambahkan, semangat Resolusi Jihad inilah yang mengobarkan api perjuangan bangsa sehingga seluruh elemen masyarakat — laki-laki, perempuan, tua maupun muda — bersatu melawan penjajah. Dari momentum itu pula kemudian meletus Peristiwa 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
“Kini bangsa Indonesia telah merdeka. Kita bisa beraktivitas dengan tenang dan aman tanpa dentuman meriam atau ancaman senjata. Ini semua adalah nikmat besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, hasil perjuangan para syuhada, ulama, dan pahlawan bangsa,” ujarnya.
Bupati Yulianto juga menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat perhatian terhadap dunia pesantren, salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, yang mengatur adanya Dana Abadi Pesantren. Selain itu, sejumlah pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan Islam tersebut.
“Semua ini menjadi bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jasa besar pesantren. Negara berutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa. Kita juga bersyukur karena saat ini pesantren dilibatkan dalam berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” terang Yulianto.
Di akhir sambutannya, Bupati Yulianto berpesan kepada seluruh santri di Pasaman Barat agar tetap teguh dalam menuntut ilmu serta meneladani semangat perjuangan para santri terdahulu. D/ irz