HEADLINE NEWS

Terkait Peristiwa Rurapatontang, Radid Akbar  Usulkan Program "Rumah Singgah" Ibu Hamil

By On Jumat, Mei 15, 2026

 

 Terkait Peristiwa Rurapatontang, Radid Akbar  Usulkan "Rumah Singgah" Ibu Hamil di Pusat Kota Sebagai Solusi Darurat Infrastruktur



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Salah seorang pemerhat sosial Pasaman Barat, Radid Akbar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa seorang ibu hamil asal Jorong Rura Patontang yang harus berjuang melalui medan berat demi mendapatkan pelayanan medis, hingga akhirnya sang anak meninggal dunia di RSUD.

“Innalillahi wainnailaihi raji'uun. Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa saudara kita dari Rura Patontang. Sangat disayangkan jika risiko kesehatan yang membesar justru disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan fasilitas,” ungkap Radid saat memberikan tanggapannya, Jumat (15/5/2026).


Radid menyoroti aspek medis terkait keterlambatan penanganan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, setelah pasien mengalami pecah ketuban lalu kemudian ditandu dan dibawa ambulance  menuju Puskesmas Parit memakan waktu yang lama.


“Pecah ketuban adalah hal alami, namun jika terlalu lama baru mendapatkan pertolongan medis, risikonya akan meningkat secara drastis bagi ibu maupun janin. Dalam kasus ini, jeda waktu evakuasi yang lama menjadi faktor risiko yang sangat besar,” jelasnya.


Menyadari bahwa perbaikan infrastruktur jalan seringkali membutuhkan waktu dan anggaran yang besar, Radid memberikan saran konkret kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebagai langkah mitigasi jangka pendek.


Jika pembangunan jalan masih memakan waktu lama atau program penempatan dokter spesialis ke pelosok dirasa rumit, ia menyarankan pemerintah menyediakan tempat akomodasi atau rumah singgah bagi ibu hamil di pusat kota atau dekat fasilitas kesehatan utama.


“Pemerintah bisa menyediakan tempat khusus bagi para ibu hamil yang sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Berdasarkan rekomendasi dari bidan desa, mereka yang berasal dari wilayah dengan akses sulit seperti Rura Patontang diprioritaskan untuk menginap di sana agar saat waktu melahirkan tiba, mereka sudah dekat dengan fasilitas medis yang lengkap,” saran Radid.

Sebagai warga Simpang Empat, Radid berharap kejadian memilukan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa urusan kesehatan masyarakat tidak boleh dikompromi oleh buruknya infrastruktur.

“Harapan kita jangan sampai peristiwa ini terulang lagi. Masalah kesehatan tidak boleh diperburuk oleh minimnya fasilitas. Menyediakan akses dan pelayanan kesehatan yang cepat adalah tugas utama pemerintah untuk melayani masyarakatnya,” tutupnya. **** irz

Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki

By On Kamis, Mei 14, 2026

 

 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki



Pasaman Barat,  prodeteksi.com — Seorang ibu hamil bernama Irhamni (38), warga Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, terpaksa ditandu warga sejauh kurang lebih 3 kilometer akibat buruknya akses jalan menuju permukiman masyarakat, Kamis (14/5/2026) .

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ( pulul 1 siang) setelah bidan jorong menyarankan agar Irhamni segera dirujuk ke fasilitas kesehatan karena kondisinya tidak lagi dapat ditangani di kampung. Saat itu, ibu hamil tersebut disebut sudah mengalami pecah ketuban.




 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki


Karena kondisi jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat secara penuh, warga bersama keluarga melakukan evakuasi darurat menggunakan tandu sederhana menuju titik yang dapat dijangkau ambulans. Ambulans diketahui menunggu di lokasi yang bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 13.45 WIB.

Warga setempat, Saluddin, membenarkan kronologi tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang berlumpur, sempit, dan rusak parah membuat kendaraan tidak bisa masuk hingga ke rumah warga, terutama saat malam hari dan musim hujan.

“Karena mobil tidak bisa masuk, warga bergotong royong menandu ibu hamil itu menuju lokasi ambulans,” ujarnya.

Setelah berjalan beberapa kilometer melewati medan licin dan berlumpur, Irhamni kemudian dibawa ke Puskesmas Parit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut karena lokasinya dinilai lebih dekat dibanding harus menuju Simang Empat..



 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki



Lanjutnya lagi, menurut keterangan bidan, Irhamni akhirnya melahirkan anak keempat . Namun bayi tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di Simpang Empat karena mengalami asfiksia berat dan membutuhkan perawatan intensif.

Namun akhirnya bayi tersebut dikabarkan telah meninggal dunia. Sementara ibunya akan dirujuk pula ke RS Simpang Empat.

Saluddin berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju daerah mereka agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan darurat.

“Kami sangat berharap jalan ini cepat diperbaiki supaya masyarakat tidak susah lagi keluar masuk kampung. Orang sakit jangan terlalu lama ditandu karena yang ditandu butuh mental kuat, yang menandu juga butuh fisik kuat,” katanya.

Ia menyebut kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, kata dia, pernah ada warga yang melahirkan di perjalanan bahkan ada pula warga yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

“Kepada pemerintah, mohon kiranya pembangunan infrastruktur jalan kami ini segera dianggarkan,” harapnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Pasaman Barat yang dinilai masih jauh dari memadai, terutama untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat. **** irz

Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar

By On Kamis, Mei 14, 2026

 

 Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar



Gunung Tuleh, prodeteksi.comBupati Pasaman Barat, Yulianto, menutup secara resmi Turnamen Bola Voli Cakrawala Cup III Tahun 2026 antarjorong se-Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (13/5), di Lapangan Tanjung Durian, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh. Penutupan turnamen berlangsung meriah dengan laga final antara Kompak FC Tanjung Durian melawan Gemah Brastagi yang disambut antusias ribuan penonton.

Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menegaskan bahwa kegiatan olahraga masyarakat seperti turnamen bola voli memiliki peran penting dalam pembinaan atlet daerah sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
"Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyukseskan kegiatan olahraga, khususnya Porprov sebagai ajang bergengsi daerah. Pemerintah daerah bersama DPRD, KONI, dan tokoh masyarakat siap mendukung pengembangan olahraga di Pasaman Barat," ujar Yulianto.
Ia mengapresiasi panitia pelaksana dan masyarakat Tanjung Durian yang dinilai konsisten menggelar kegiatan olahraga secara rutin. Menurutnya, semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam melahirkan atlet-atlet potensial dari Pasaman Barat.
Selain menyoroti bidang olahraga, Yulianto juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui rencana perbaikan jembatan menuju Siligawan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Yulianto turut mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah serta menyukseskan pelaksanaan pemilihan wali nagari (Pilwana) di Pasaman Barat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui KONI menyerahkan bantuan sebesar Rp5.000.000,00 kepada panitia turnamen. Selain itu, Bupati Yulianto juga memberikan hadiah tambahan sebesar Rp1.000.000,00 kepada pemenang pertama dan Rp500.000,00 kepada pemenang kedua pada set pertama pertandingan. **** dk/irz

Lemahnya Jaringan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Ini Jawaban Kominfo Pasbar

By On Kamis, Mei 14, 2026


 Bantuan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Kominfo Pasbar Mengaku tak Dilibatkan



Pasaman Barat, prodeteksi.com  — Bantuan Wifi tenaga surya dari BAKTI Komdigi yang dipasang di SMP Negeri 4 Sungai Beremas justru memunculkan tanda tanya. Selain jaringan yang disebut lemah, proses pemasangan bantuan tersebut diduga tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sofyandri Piliang, saat dikonfirmasi mengaku kurang mengetahui apakah ada pihak dinas yang ikut mendampingi saat pemasangan fasilitas internet tersebut.

Kemudian Ia menyebut, berdasarkan informasi dari bidang SMP, tidak ada petugas dari dinas pendidikan yang ikut dalam proses pemasangan. Pihaknya hanya menerima pemberitahuan bahwa bantuan akan dipasang di sekolah tersebut.

“Menurut keterangan bidang SMP, tidak ada pihak kami yang ikut. Hanya ada pemberitahuan pemasangan saja,” ujarnya.

Bahkan, Sofyandri menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat karena khawatir memberikan jawaban yang keliru.

“Izin pak, kalau bisa langsung dikonfirmasi terkait kebenaran info ini ke Diskominfo pak, takut nanti salah jawab,” katanya.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat melalui Kabid Layanan E-Government dan Aptika, Sunarto, menjelaskan bahwa pemasangan Wifi di SMPN 4 Sungai Beremas langsung dilakukan vendor yang ditunjuk oleh pihak BAKTI tanpa melibatkan Kominfo daerah.

“Pemasangan langsung dilakukan vendor yang ditunjuk pihak BAKTI. Koordinasi pemasangan langsung dengan user penerima bantuan, dalam hal ini pihak SMPN 4 Sungai Beremas,” jelas Sunarto.

Ia menegaskan, Pemkab Pasaman Barat melalui Kominfo hanya sebatas mengusulkan calon penerima bantuan. Setelah bantuan disetujui, seluruh proses teknis ditangani langsung oleh pihak pusat dan vendor pelaksana.

“Pemkab Pasaman Barat dalam hal ini Kominfo hanya mengajukan calon penerima bantuan. Setelah bantuan datang, pihak BAKTI langsung menyerahkan kepada user penerima bantuan. Untuk pemasangannya juga langsung dikerjakan di lokasi tanpa melibatkan Kominfo daerah,” katanya.

Tak hanya soal koordinasi, kualitas jaringan internet bantuan tersebut juga menjadi perhatian. Sunarto mengakui bandwidth yang diberikan memang sangat terbatas dan dinilai tidak memadai untuk kebutuhan seluruh pengguna di sekolah.

“Besaran bandwidth yang diberikan pihak BAKTI memang tidak cukup memadai untuk digunakan seluruh user di SMPN 4 karena hanya sekitar 2 sampai 4 Mbps,” ungkapnya.

Kondisi ini memunculkan kritik terhadap pelaksanaan program digitalisasi pendidikan di daerah terpencil. Di satu sisi pemerintah pusat terus menggencarkan pemerataan akses internet sekolah, namun di sisi lain kapasitas jaringan dan koordinasi pelaksanaan di lapangan dinilai masih belum optimal.

“Pengusulannya memang dari Pemkab Pasaman Barat, tapi pemasangan langsung dari pusat. Kadang kami juga tidak tahu kapan mereka datang memasang karena tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kesiapan program bantuan internet di daerah terpencil. Di tengah gencarnya pemerintah mendorong transformasi digital pendidikan, koordinasi antarinstansi dan kualitas layanan justru dinilai masih jauh dari harapan. **** irz

Percepat Capaian UHC, Pemkab Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit

By On Rabu, Mei 13, 2026

 

 Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit Percepat Capaian UHC, Ribuan Warga Miskin Diprioritaskan



Pasaman Barat. prodeteksi.comPemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggandeng 17 perusahaan kelapa sawit untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC) melalui skema donasi iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Pasaman Barat meningkatkan akses layanan kesehatan dan memperluas cakupan kepesertaan JKN-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia mengatakan percepatan UHC membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk badan usaha yang beroperasi di wilayah Pasaman Barat.
"Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam percepatan UHC. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak, khususnya badan usaha, untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tetap terdaftar dan aktif dalam program JKN," ujar Gina, Rabu (13/5).
Ia menjelaskan, Pemkab Pasaman Barat bersama BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi telah melaksanakan sosialisasi kepada badan usaha terkait mekanisme donasi iuran JKN sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.
Seluruh badan usaha yang hadir menyatakan kesiapan mendukung program percepatan UHC di Pasaman Barat.
"Draf kerja sama telah diserahkan kepada masing-masing perusahaan untuk dipelajari lebih lanjut sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)," katanya.
Pemkab Pasaman Barat juga tengah menyiapkan regulasi sebagai dasar pelaksanaan program donasi badan usaha agar berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Donasi badan usaha diprioritaskan untuk membantu masyarakat di sekitar wilayah perusahaan agar memperoleh perlindungan jaminan kesehatan melalui program JKN.
Saat ini, masih terdapat sekitar 17.709 jiwa masyarakat kategori miskin dan sangat miskin pada Desil 1 dan 2 yang status kepesertaan JKN-nya nonaktif. Sementara peserta aktif dari kategori tersebut telah mencapai sekitar 45.000 jiwa.
Dengan keterlibatan 17 badan usaha tersebut, Pemkab Pasaman Barat berharap masing-masing perusahaan dapat membantu sekitar 1.000 jiwa atau minimal 10 kepala keluarga melalui skema donasi iuran JKN.
"Kami berharap dukungan badan usaha dapat membantu percepatan pencapaian UHC sehingga masyarakat kurang mampu mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih optimal," harapnya.
Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Maihendra mengatakan program donasi badan usaha merupakan bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.
"Kami telah menyampaikan mekanisme donasi badan usaha, tujuan program, sasaran peserta, serta peran perusahaan dalam mendukung keberlanjutan UHC di Pasaman Barat," jelasnya.
Badan usaha yang diharapkan mendukung program tersebut adalah PT Agrowiratama, CV Andalas Putra Pangan, CV Minang Gemilang Pangan, PT Anam Koto, PT Bintara Tani Nusantara, PT Pasaman Marama Sejahtera, PT Perkebunan Anak Nagari Pasaman, PT Primata Mulia Jaya, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur, PT Sari Buah Sawit, PT Sawita Pasaman Jaya, PT Laras Internusa, PT Bakrie, PT AMP, PT GMP, PT PHP, dan RS Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat.**** dkf/ irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *