Festival Literasi Pasbar 2026 Dorong Generasi Kritis, Kreatif, dan Berdaya Saing
On Rabu, September 16, 2026
| Festival Literasi Pasbar 2026 Dorong Generasi Kritis, Kreatif, dan Berdaya Saing |
-->
| Festival Literasi Pasbar 2026 Dorong Generasi Kritis, Kreatif, dan Berdaya Saing |
![]() |
| Perkuat Kinerja Pelayanan Publik, Wali Kota Fadly Amran Lantik 234 Pejabat Pemko Padang |
Adapun 234 pejabat yang dilantik terdiri atas 24 Pejabat Administrator (eselon III), 161 Pejabat Pengawas (eselon IV), 9 Pejabat Fungsional, serta 40 Kepala Sekolah. Acara pelantikan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang.
Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan agar seluruh pejabat yang baru dilantik segera keluar dari zona nyaman dan menunjukkan kerja nyata yang berorientasi pada hasil. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran serta tuntutan efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat, sebab ASN sejatinya bertindak sebagai pelayan masyarakat.
Selain itu, Fadly Amran meminta para pejabat baru untuk segera beradaptasi, berdiskusi dengan pejabat terdahulu, serta memperkuat koordinasi dengan jajaran staf guna menemukan ruang perbaikan dan menghadirkan inovasi. Secara khusus, ia juga menekankan peran vital kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam menentukan keberhasilan Progul Padang Juara dan Smart Surau di tingkat sekolah **** dk/ irz
| Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat |
MR sebelumnya mendapat informasi bahwa dirinya akan dicarikan bus lanjutan setelah tiba di Simpang Empat. Namun, setelah bus yang ditumpanginya tiba di kawasan tersebut, ia mengaku lama menunggu dan belum juga tiba..
MR berangkat dari Kota Padang sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan Jet Bus “M” Pasaman dengan nomor kendaraan BA 79XX SU. Bus tersebut tiba di Simpang Empat sekitar pukul 17.00 WIB.
Simpang Empat diketahui merupakan tujuan akhir bus tersebut. Meski demikian, menurut keterangan MR, sebelumnya dirinya telah mendapat informasi bahwa akan disediakan atau dicarikan kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Ujung Gading.
Setibanya di Simpang Empat, MR mengatakan bahwa sopir menyampaikan telah menghubungi bus lain yang akan membawa dirinya menuju Ujung Gading.
Namun, sudah lama menunggu, bus lanjutan tersebut belum juga datang. Saat meminta nomor kontak atau informasi lebih lanjut mengenai kendaraan yang dimaksud, menurut pengakuannya, sopir menyampaikan bahwa telepon genggamnya sedang tidak aktif atau dalam kondisi mati.
Situasi tersebut membuat MR merasa bingung dan akhirnya karena ada jasa ojek yang menawarkan, maka MR memilih menggunakan jasa ojek untuk melanjutkan perjalanan menuju Ujung Gading.
MR berharap pihak pengelola Bus M Pasaman dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelayanan bagi penumpang yang memiliki tujuan di luar rute akhir bus, khususnya apabila sebelumnya telah ada informasi mengenai kendaraan lanjutan.
Menurutnya, kepastian informasi mengenai transportasi lanjutan penting diberikan kepada penumpang agar tidak mengalami kebingungan, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan hingga malam hari.
MR juga berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan dan komunikasi kepada penumpang. **** M. Rasian Anwar