HEADLINE NEWS

Disdik Pasbar Segera Redistribusi Kelebihan Guru ASN, untuk Sekolah yang Membutuhkan Tingkat SMP

By On Minggu, April 05, 2026

 


 

 Sofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar



SIMPANG EMPAT, prodeteksi.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pendidikan segera memperkuat langkah redistribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) guru. Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025, yang memberikan mandat mengenai pemerataan tenaga pendidik di satuan pendidikan.


Kebijakan ini diambil untuk mengatasi ketimpangan kebutuhan guru di tingkat SD dan SMP yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 5 Maret 2026, Pasaman Barat memiliki 479 rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dengan kelebihan guru ASN bahkan banyak yang telah sertifikasi tidak memiliki jam pada sejumlah mata pelajaran inti.


Kelebihan ASN tidak hanya terjadi pada posisi guru mata pelajaran, tetapi juga pada tenaga kependidikan. Berikut adalah rincian kelebihan guru yang segera didistribusikan ke sekolah yang membutuhkan di lapangan:

  • Tenaga Kependidikan & Pendukung:
    • Tata Usaha (TU/PP): 43 orang
  • Mata Pelajaran Inti:
    • Pendidikan Kewarganegaraan (PKN): 11 orang
    • Bahasa Indonesia: 11 orang
    • Matematika: 12 orang
    • IPS: 41 orang
    • IPA: 16 orang
    • Bahasa Inggris: 24 orang
    • PAI : 31 orang

Menariknya, data menunjukkan bahwa posisi Guru Bimbingan Konseling (BK) saat ini menjadi satu-satunya formasi yang tidak mengalami kekurangan, sehingga dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan seluruh SMP di Pasaman Barat.


Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri melalui Sekretaris, Sofyandri Piliang, belum lama ini menjelaskan bahwa kehadiran Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 menjadi angin segar sekaligus panduan operasional dalam melakukan pemetaan ulang.


"Sesuai dengan aturan terbaru dari kementerian, redistribusi ini tidak hanya soal memindahkan guru antar sekolah negeri, tapi juga memastikan keberadaan Guru ASN dapat mendukung satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat jika diperlukan, demi pemerataan kualitas," ungkapnya.


Disampaikan bahwa redistribusi ASN menjadi solusi agar penyebaran guru dan tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan dengan memindahkan ASN dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan.


Dengan redistribusi ASN, diharapkan tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh SMP di Pasaman Barat.


"Redistribusi ASN dilakukan dengan memindahkan tenaga pendidik dari sekolah yang memiliki kelebihan muatan (surplus) ke sekolah yang masih kekurangan. Tujuannya agar penyebaran tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan riil di lapangan," ujar Sofyandri. 


Program redistribusi ASN ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang selama ini masih bergantung kepada tenaga non ASN untuk memenuhi kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.***** irz

 

Fenomena “Eksodus” Pejabat di Pasbar : Ada Apa di Balik Gelombang Pengunduran Diri?

By On Kamis, April 02, 2026

 

 Kamtor Bupati Pasaman Barat


Simpang Empat, prodeteksi.com ------ Memanasnya konflik Iran versus Amerika Serikat dan Israel menjadi perhatian publik dunia. Berbagai media ramai memberitakan situasi tersebut setiap hari. Namun di Pasaman Barat, ada “panas” lain yang tidak kalah menarik untuk dicermati, yakni dinamika pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Sayangnya, persoalan ini tidak banyak diberitakan secara luas. Bahkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal cukup banyak pejabat yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Fenomena ini seakan tertutup rapat sehingga sulit tercium publik.

Sejak beberapa waktu yang lalu, sejumlah pejabat putra asli Pasaman Barat tercatat mengundurkan diri dari jabatannya. Nama-nama yang muncul di antaranya Sekda Hendra Putra, Staf Ahli Azhar, Staf Ahli Pahren, Kepala BKAD Mai Boni, Kepala Dinas Pendidikan Adrianto, Kepala DPMN Defi Irawan, Kepala Dinas Perikanan Armi Ningdel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Randi Hendrawan, serta Kepala BPBD Jhon Edwar.

Selain pejabat eselon dua, sejumlah pejabat eselon tiga putra daerah juga dikabarkan banyak yang “bertumbangan”, mulai dari nonjob hingga dikembalikan menjadi pejabat fungsional.

Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mengapa begitu banyak pejabat asli Pasaman Barat memilih mundur dari jabatannya? Apakah mereka sudah tidak lagi memiliki semangat untuk membangun kampung halamannya? Ataukah ada tekanan tertentu yang membuat mereka memilih mundur?

Hingga kini, jawaban pasti atas pertanyaan tersebut belum terungkap. Para mantan pejabat yang telah mengundurkan diri umumnya memilih diam saat ditanya wartawan. Mereka enggan berkomentar dan sering kali mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menduga, gelombang pengunduran diri itu tidak terlepas dari dinamika politik pada Pilkada lalu. Menurutnya, politik balas dendam masih sulit dihilangkan dari Pasaman Barat.

“Sebagai putra daerah, tentu wajar jika seseorang memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon, baik karena hubungan keluarga, pertemanan, maupun karena berasal dari kampung yang sama. Hal itu semestinya dipahami setelah kontestasi selesai. Jangan hanya berhenti pada pidato yang menyerukan persatuan, tetapi dalam praktiknya justru masih ada sekat-sekat politik,” ujarnya.

Pada akhirnya, siapapun pejabat yang menjabat, masyarakat tentu berharap pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Jabatan tidak seharusnya dijadikan alat untuk mencari keuntungan pribadi ataupun membalas dendam politik.

Masyarakat Pasaman Barat tentu ingin daerah ini tetap baik-baik saja. Harapan besar tetap digantungkan agar seluruh visi dan misi pembangunan yang telah tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Semoga Pasaman Barat tetap menjadi daerah yang kondusif, maju, dan mampu merangkul semua pihak demi kepentingan bersama. ***** irti z

Dua Tahun Pimpin Bappelitbangda Pasbar, Doktor Ikhwanri Kembali Menjadi Guru SMP

By On Selasa, Maret 31, 2026

 

 Dua Tahun Pimpin Bappelitbangda Pasbar, Doktor Ikhwanri Kembali Menjadi Guru SMP


 

Pasaman Barat, prodeteksi.com --- Doktor Ikhwanri, putra jorong Simpang, kenagarian Parit, kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat diketahui telah banyak melalang buana diberbagai jabatan struktural mulai dari jabatan setingkat kepala seksi (kasi), kepala bidang (Kabid), dan sekretaris di Dinas Pendidikan Pasbar. Kemudian mutasi menjadi sekretaris Bappeda sejak Desember 2019, dan menjadi Plt kepala Bappelitbangda selama 2 tahun yaitu dari Oktober 2023 hingga Oktober 2025. Artinya lebih dari separoh masa dinas telah dihabiskan dijabatan struktural, mulai dari berfikir tentang dunia pendidikan hingga perencanaan dan kelitbangan.

 

Saat ini, Ikhwanri sang Doktor ilmu pendidikan jebolan UNP tahun 2014 silam dipenghujung Maret 2026 telah siap kembali singsingkan lengan baju demi mencerdaskan anak bangsa pasca ditugaskan kembali menjadi guru matematika di SMPN 3 Pasaman.

 

"Bagi saya tidak masalah ditugaskan kembali menjadi guru matematika SMP, yang penting dapat bermanfaat bagi Pasaman Barat pada umumnya dan siswa SMP pada khususnya" ungkapnya dengan rendah hati.

 

"Memang saat ini sedikit ada kendala karena di SMPN 3 Pasaman itu sudah kelebihan guru matematika, sehingga dipastikan saya tidak kebagian jam mengajar disitu."

 

"Saya sudah sampaikan permohonan kepada BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Pasbar supaya dapat ditempatkan di sekolah yang mencukupi jam mengajar bagi guru sertifikasi" terangnya penuh harap.

 

Penelusuran media ini melalui wawancara kepada Doktor Ikhwanri ternyata ketika menjabat berbagai prestasi sudah pernah dipersembahkan diantaranya mendapat piagam apresiasi sebagai kabupaten dengan kategori kabupaten pemamfaatan data hasil

 

pendataan keluarga terbaik oleh Kementerian kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN akhir tahun 2024, menjadikan Pasbar sebagai Kabupaten sangat inovatif tahun 2024, menjadi ketua gugus tugas kabupaten layak anak mengantarkan Pasaman Barat dengan perolehan predikat Nindya tahun 2024, menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 3,1 persen ditahun 2024, dan masih banyak lagi lainnya yang belum disebutkan satu demi satu.

 

Selama periode menjadi Plt Kepala Bappelitbangda telah berhasil pula bersama tim internal yang dibentuk menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan dokemen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang diundangkan tepat waktu.

 

Menurutnya tidak semua Kepala Bappeda mendapat kesempatan menyusun dokumen perencanaan 20 tahunan dan 5 tahunan tersebut, karena RPJPD hanya disusun sekali dalam 20 tahun dan RPJMD disusun sekali dalam 5 tahun. Suatu kebanggan tersendiri bagi kami beserta tim internal karena mendapat kesempatan menyusun dokumen perencanaan bergengsi tersebut, ungkapnya dengan penuh semangat.

 

Namun saat ini meskipun pengabdian tidak lagi dijabatan struktural, semangat untuk membangun kampung halaman tetap membara. Semoga dengan mengabdi kembali menjadi guru matematika SMP akan menjadi ladang amal yang terus mengalir pahalanya karena mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi generasi muda.

 

Disisa-sisa usia menjelang pensiun menjadi guru adalah suatu pengabdian yang mulia. Selain mengajarkan matematika dengan menyenangkan, membentuk kepribadian anak yang berkarakter juga akan menjadi fokus utama, pungkasnya mengakhiri. ***irz

Buayan Kaliang Permainan Tradisional Pariaman Sekali Dalam Setahun

By On Rabu, Maret 25, 2026

 

 Buayan Kaliang Permainan Tradisional Pariaman Sekali Dalam Setahun


Kota Pariaman, prodeteksi.com – Di Pariaman, siapa yang tidak kenal dengan Buayan Kaliang. Permainan tradisional ini sudah 70 tahun malang melintang di Pariaman, dan sudah menjadi bagian dari tradisi dalam setiap perayaan Lebaran. Buayan Kaliang ini selalu hadir setiap tahunnya di hari raya idul fitri dengan lokasi yang mudah dicari yaitu dekat pantai gandoriah pariaman, tepatnya di belakang Masjid Nurul Bahari, Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.

Buayan Kaliang ini merupakan permainan tradisional anak nagari, yang terbuat dari rangka kayu terdiri dari kotak segi empat sebagai bangku atau tempat duduk penumpangnya, dan satu buayan yang digerakkan dengan tenaga manusia itu terdiri dari empat kotak penumpang.

Menurut ibu Nurhayati (Mak Inun) pemilik Buayan Kaliang yang tinggal di Kampung Belacan Kecamatan Pariaman Tengah ini, bahwa Buayan Kaliang ini merupakan usaha turun temurun dari ayah beliau (Abang Ayo) sebagai pengelola pertama permainan ini di Pariaman.

“Dulu usaha ini dikelola oleh ayah saya dengan 15 unit Buayan Kaliang , setelah beliau meninggal maka usaha tersebut saya yang meneruskannya sampai sekarang,” ungkap Mak Inun.

“Sekarang Buayan ini di Kota Pariaman hanya tiga unit yang bisa dimainkan karena keterbatasan tempat yang semakin sempit sehingga sisa dari buayan kaliang itu kami sebar dibeberapa lokasi agar tetap bisa termanfaatkan dan menghasilkan,” jelasnya.

Untuk naik Buayan Kaliang tersebut penumpang harus merogoh kocek sebesar lima ribu rupiah per orang. Satu kotak penumpang tersebut diisi sekitar empat sampai enam orang penumpang dan jika sudah penuh buayan kaliang tersebut akan dihoyak atau diputar oleh enam orang tenaga manusia hingga kecepatan maksimal baru dilepaskan.

Diakhir wawancaranya dengan Tim MCP, Mak Inun berharap kepada Pemerintah Kota Pariaman agar lokasi Buayan Kaliang sekarang jangan sampai di cor semen.

“Kalau bisa saya meminta kepada pemerintah Kota Pariaman lokasi yang ada sekarang jangan diberi cor semen, biarlah tetap  berlantaikan tanah agar kami bisa memasang tonggak kayu buayan tersebut dengan mudah,” ulas Mak Inun.

Sementara itu salah seorang pengunjung yang berasal dari Sei. Geringging yang bernama Rini ketika diminta testimoninya mengatakan, “Sampai sekarang saya masih suka naik buayan kaliang ini karena saya suka dengan tantangan yang bisa memicu adrenalin saya apalagi ketika sampai dipuncaknya. Tapi sekarang saya tidak sama teman-teman lagi, sekarang saya bisa ajak suami dan anak saya untuk menaikinya lagi,”. ***MC/ irz

Libur Lebaran di Pantai Air Manis, Ini Kata Wisatawan...

By On Rabu, Maret 25, 2026

 

 Libur Lebaran di Pantai Air Manis, Ini Kata Wisatawan...



PADANG, prodeteksi.com — Destinasi wisata Pantai Air Manis di Kota Padang, kembali dipadati pengunjung selama libur Lebaran 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026). Tak hanya wisatawan lokal, pengunjung dari luar daerah juga memadati kawasan ini untuk menikmati suasana pantai bersama keluarga.

Tingginya kunjungan ini dinilai sebagai dampak positif dari program unggulan Pemerintah Kota Padang, "Padang Rancak", yang menghadirkan peningkatan pelayanan, kebersihan, serta keamanan di kawasan wisata.
Salah satu wisatawan lokal daerah asal Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Anto, mengaku kunjungannya kali ini terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya.
“Kalau dulu sama sekarang, ya lebih bagus sekarang, anak-anak juga senang main di sini karena banyak permainan nya. Aman, toiletnya bersih, parkir juga rapi,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan wisatawan luar daerah. Rena Mastuti, pengunjung asal Kabupaten Bungo, Jambi, mengungkapkan kepuasannya berlibur di Pantai Air Manis.
“Alhamdulillah untuk wisata Padang sangat memuaskan, bagus. Tidak ada pungutan liar, perjalanan lancar, anak-anak juga sangat menikmati,” katanya.
Ia menambahkan, rombongan dari daerahnya bahkan datang dalam jumlah besar untuk menikmati keindahan pantai, kuliner, serta wahana permainan seperti ATV dan becak hias.
Ramainya kunjungan wisatawan ini menjadi bukti bahwa pembenahan sektor pariwisata di Kota Padang berhasil menarik minat pengunjung, sekaligus memperkuat posisi Pantai Air Manis sebagai destinasi unggulan di Sumatera Barat.*** dkf/ irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *