Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp 6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat
On Minggu, September 06, 2026
| Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat |
-->
| Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat |
MR sebelumnya mendapat informasi bahwa dirinya akan dicarikan bus lanjutan setelah tiba di Simpang Empat. Namun, setelah bus yang ditumpanginya tiba di kawasan tersebut, ia mengaku lama menunggu dan belum juga tiba..
MR berangkat dari Kota Padang sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan Jet Bus “M” Pasaman dengan nomor kendaraan BA 79XX SU. Bus tersebut tiba di Simpang Empat sekitar pukul 17.00 WIB.
Simpang Empat diketahui merupakan tujuan akhir bus tersebut. Meski demikian, menurut keterangan MR, sebelumnya dirinya telah mendapat informasi bahwa akan disediakan atau dicarikan kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Ujung Gading.
Setibanya di Simpang Empat, MR mengatakan bahwa sopir menyampaikan telah menghubungi bus lain yang akan membawa dirinya menuju Ujung Gading.
Namun, sudah lama menunggu, bus lanjutan tersebut belum juga datang. Saat meminta nomor kontak atau informasi lebih lanjut mengenai kendaraan yang dimaksud, menurut pengakuannya, sopir menyampaikan bahwa telepon genggamnya sedang tidak aktif atau dalam kondisi mati.
Situasi tersebut membuat MR merasa bingung dan akhirnya karena ada jasa ojek yang menawarkan, maka MR memilih menggunakan jasa ojek untuk melanjutkan perjalanan menuju Ujung Gading.
MR berharap pihak pengelola Bus M Pasaman dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelayanan bagi penumpang yang memiliki tujuan di luar rute akhir bus, khususnya apabila sebelumnya telah ada informasi mengenai kendaraan lanjutan.
Menurutnya, kepastian informasi mengenai transportasi lanjutan penting diberikan kepada penumpang agar tidak mengalami kebingungan, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan hingga malam hari.
MR juga berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan dan komunikasi kepada penumpang. **** M. Rasian Anwar
Putra Silayang yang dikenal sebagai salah
seorang Dai Nagari di Ranah Batahan
tersebut membawa semangat pengabdian dengan mengedepankan pelayanan kepada
masyarakat serta tata kelola pemerintahan nagari yang bersih, transparan dan
bertanggung jawab.
Pengalaman lebih dari lima tahun mengabdi
sebagai Dai Nagari telah membentuk karakter H. Muhammad Hasbi sebagai sosok
yang dekat dengan masyarakat, mengayomi, mau mendengar aspirasi dan siap
bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan dakwah dan
pengabdian masyarakat, H. Muhammad Hasbi, juga memiliki pengalaman dalam membimbing dan mendampingi umat dalam
perjalanan ibadah umrah.
Hal tersebut dibuktikan dengan penghargaan
yang diterimanya sebagai Tour Leader
Umrah Musim 1447 H dari PT. Cordoba Berkah Mandiri. Penghargaan
tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas pengabdian dan kiprahnya yang
telah aktif mendampingi serta membawa umat untuk mengikuti ibadah umrah.
Pengalaman sebagai Dai Nagari sekaligus Tour
Leader Umrah tersebut semakin memperkuat sosok H. Muhammad Hasbi sebagai figur
yang memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pembinaan keagamaan.
Dengan mengusung motto “Maju Bersama, Sejahtera Merata”, H.
Muhammad Hasbi menegaskan bahwa pembangunan Nagari Batahan Tengah harus
dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Baginya, seorang pemimpin bukan hanya dituntut
mampu menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga harus memiliki kerendahan hati
untuk melayani dan mendengarkan masyarakat.
![]() |
| H. Muhammad Hasbi bersama Istri |
“Memimpin
bukanlah soal kedudukan, melainkan kerendahan hati untuk melayani,”
tulis H. Muhammad Hasbi dalam salah satu unggahannya di media sosial, belum lama ini.
Sebagai seorang yang aktif dalam bidang
dakwah, H. Muhammad Hasbi memberikan perhatian besar terhadap penguatan
nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat.
Menurut visi yang diusungnya, kemajuan nagari
tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga
dari kualitas kehidupan sosial, budaya dan keagamaan masyarakat.
Nilai-nilai adat dan agama akan menjadi bagian
penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas
masyarakat Batahan Tengah di tengah perkembangan zaman.
Ia juga ingin meningkatkan peran pemuda,
perempuan dan organisasi kemasyarakatan agar dapat terlibat secara aktif dalam
pembangunan nagari.
Di bidang ekonomi, H. Muhammad Hasbi
berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan
berbagai potensi lokal yang dimiliki Nagari Batahan Tengah.
Pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor
pertanian dan peternakan serta pemanfaatan potensi lokal menjadi bagian dari
gagasan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Menurutnya, pembangunan ekonomi harus mampu
memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dan membuka peluang yang
lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dalam pencalonannya sebagai Wali Nagari
Batahan Tengah, H. Muhammad Hasbi membawa visi:
“Mewujudkan
Nagari Batahan Tengah yang maju, mandiri, sejahtera, berbudaya, dan
berlandaskan nilai-nilai agama melalui pemerintahan yang bersih, transparan,
dan melayani masyarakat.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menetapkan
sejumlah misi:
Dengan pengalaman pengabdian di tengah
masyarakat, kiprah dakwah serta pengalaman mendampingi umat dalam perjalanan
ibadah umrah, H. Muhammad Hasbi berharap dapat memperoleh kepercayaan
masyarakat untuk memimpin Nagari Batahan Tengah.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk
bersama-sama membangun nagari, karena menurutnya kemajuan tidak dapat
diwujudkan hanya oleh seorang pemimpin, tetapi membutuhkan kebersamaan dan partisipasi seluruh masyarakat.
“Maju Bersama, Sejahtera Merata” menjadi
semangat H. Muhammad Hasbi dalam mewujudkan cita-cita membangun Nagari Batahan
Tengah yang lebih religius, adil, maju dan sejahtera. *** irz

Wali Kota Padang Tinjau Proyek Jalan Pasir Jambak dan Drainase Pasar Tunggul Hitam
Lokasi pertama yang dikunjungi Wali Kota Padang adalah pembangunan jalan menuju Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah. Selanjutnya, Fadly Amran meninjau pembangunan saluran drainase di Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Menurut Fadly Amran, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan wilayah dan aktivitas masyarakat karena dilalui dua objek vital, yakni perguruan tinggi dan objek wisata Pantai Pasir Jambak.
“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan bahwa jalan yang dibangun menuju Pasir Jambak memiliki panjang 2,5 kilometer, dengan lebar 5,5 meter serta bahu jalan masing-masing selebar 1 meter. Pembangunan jalan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp9,6 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp9,4 miliar.
“Target kami dalam minggu depan jalan pasir jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” ungkap Malvi.
Fadly Amran menambahkan, pembangunan saluran drainase di Pasar Tunggul Hitam merupakan implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang dalam upaya pengendalian banjir. “Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran pasar tunggul hitam ini,” tuturnya.
Malvi Hendri menjelaskan lebih lanjut bahwa pembangunan saluran drainase baru di Pasar Tunggul Hitam bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar. Pengerjaan drainase tersebut terdiri dari tiga ruas dengan panjang masing-masing 410 meter, 139 meter, dan 45 meter, yang baru dimulai dan ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026 mendatang **** hms/ irz
![]() |
| Bantu Warga Kurang Mampu, Pemko Padang Bagikan Seragam Gratis |
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bantuan seragam gratis tahun ini tetap diberikan kepada siswa yang masuk kategori desil 1-5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Pemko Padang tahun 2026 ini tetap memberikan seragam gratis bagi murid yang tidak mampu, khususnya yang masuk DTSEN desil 1 sampai 5 dan kategori MBR untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta," ujar Yopi Krislova.
Ia menyebut, bantuan diperuntukkan bagi siswa kelas I SD/MI dan kelas VII SMP/MTs, baik negeri maupun swasta, di mana masing-masing penerima akan memperoleh enam stel pakaian seragam lengkap yang seluruh pembiayaannya bersumber dari APBD Kota Padang.
"Enam stel seragam tersebut terdiri dari seragam wajib sekolah, pramuka, batik, olahraga, muslim atau muslimah, serta pakaian basiba dan taluk balango. Seluruh pembiayaan program ini bersumber dari APBD Kota Padang," terangnya.
Mengenai mekanisme pendistribusian, Yopi menerangkan bahwa untuk jenjang SMP/MTs, proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang. Data penerima bantuan berikut ukuran seragam telah tersedia sehingga pendistribusiannya dapat segera dilakukan ke sekolah.
"Khusus SMP/MTs, nama murid penerima sudah ada beserta ukurannya. Secara simbolis bantuan juga sudah diserahkan pada 31 Agustus 2026 dan dalam satu minggu ke depan dilakukan tahap pendistribusian ke sekolah oleh vendor," jelas Yopi.
Sementara itu, untuk bantuan seragam gratis jenjang SD/MI saat ini masih dalam tahap persiapan pendistribusian. Hal ini karena data calon penerima harus dipadupadankan terlebih dahulu dengan data DTSEN dan MBR melalui Dinas Sosial Kota Padang, yang prosesnya baru rampung pada akhir Agustus 2026.
"Khusus baju gratis SD/MI, karena datanya perlu dipadupadankan dengan DTSEN dan MBR di Dinas Sosial, prosesnya baru selesai akhir Agustus ini. Kami berharap seragam yang sudah siap dapat segera didistribusikan secara bertahap kepada penerima dan kami minta masyarakat bersabar," tambahnya.
Selain bantuan seragam gratis, Yopi menegaskan bahwa Pemko Padang juga meniadakan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbayar di sekolah. Sekolah dilarang keras menjual atau memperjualbelikan LKS kepada peserta didik. Sebaliknya, para guru didorong menyusun modul ajar secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi yang tersedia maupun mengembangkan bahan ajar sesuai kreativitas dan kebutuhan pembelajaran.
"Khusus LKS, kita tiadakan dan sekolah dilarang menjualbelikan LKS. Kami berharap guru dapat membuat modul ajar dengan menggunakan aplikasi yang tersedia maupun melalui kreativitas masing-masing," pungkas Yopi Krislova **** (dkf/ iz)