HEADLINE NEWS

Raih Predikat Cum Laude, Tria Fitri Utami Resmi Menyandang Gelar M.Kom dari UPI YPTK Padang

By On Jumat, Oktober 16, 2026

 

 Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom


PADANG, prodeteksi.com — Prestasi membanggakan diraih oleh Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom. Putri sulung dari pasangan pimpinan dan pendiri Yayasan Pendidikan Pesantren Informasi dan Teknologi Zaminul Ghairi  (YPPIT) ZAMIGA Parit Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat—Itti Zamin, S.S. dan Megawati, S.Pd.—resmi menyandang gelar Magister Komputer (M.Kom.).


  Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom


Tria, kelahiran Parit pada Maret 2003 itu.  dikukuhkan dalam prosesi wisuda Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika di Universitas Putra Indonesia (UPI) Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang pada Rabu (14/10/2026).


  Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom




Keberhasilan Tria yang masih berusia 23 tahun ini,  meraih gelar Magisster terbilang sangat cepat. Setelah menyelesaikan studi Strata 1 (S1) pada Mei 2025 lalu, ia berhasil menuntaskan program Pascasarjana (S2) hanya dalam kurun waktu jelang 1,5 tahun. Hal ini tidak terlepas dari ketekunan serta kerja kerasnya dalam membagi waktu di tengah segudang aktivitas harian.



Selain sibuk sebagai pengurus yayasan, operator, dan guru di Pondok Pesantren ZAMIGA, Tria juga aktif mengemban amanah sebagai Sekretaris Redaksi di media online Prodeteksi.com (Pro Pers Media Group).


"Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT saya berhasil meraih predikat Cum Laude (Dengan Pujian). Semoga capaian ini dapat menjadi penunjang dalam penerapan ilmu di lapangan, serta menjadi modal untuk kemajuan Ponpes ZAMIGA, khususnya SMK TI ZAMIGA yang saat ini memiliki Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)," ungkap Tria penuh rasa syukur usai prosesi wisuda.



Pelaksanaan wisuda UPI YPTK Padang periode ini digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Selasa hingga Kamis (13–15 Oktober 2026). Prosesi wisuda pada hari kedua (Rabu, 14/10/2026) merupakan wisuda Periode Pertama di Tahun Akademik 2026/ 2027 yang diikuti oleh Tria, meluluskan sebanyak 453 orang yang ikut wisuda hari kedua. Mereka adalah  wisudawan/wisudawati dari berbagai jenjang, yang terdiri dari:

  • Program Doktor (S3): 12 orang

  • Pasca Sarjana (S2) :   38 orang

  • Sarjana Sistem Informasi (S1): 225 orang

  • Sarjana Teknik Informatika (S1): 178 orang



Banjir Ucapan Selamat dan Doa

Atas pencapaian tersebut, ucapan selamat dan doa mengalir hangat dari keluarga besar, baik kedua orang tua, adik-adik dan satu rang yang  tidak dapat hadir yakni M. Rasihan Anwar karena masih kulliah di UNIDA GONTOR. Begitu juga ucapan selamat dari kerabat dekat lainnya. Mereka berharap ilmu yang telah diperoleh dapat membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi diri sendiri, keluarga, almamater ZAMIGA, serta masyarakat luas.


Ucapan selamat dan apresiasi serupa turut disampaikan oleh jajaran majelis guru, staf, dan para santri Ponpes ZAMIGA, serta para sahabat dan rekan sejawat di media Prodeteksi.com. ****  irz\


Foto Foto WISUDA TRIA FITRI UTAMI

































Selamat dan Sukses keadaTRIA FITRIUTAMI, S.Kom, M. Kom,semoga  ilmunya bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, ZAMIGA dan masyarakat nusa dan bangsa.Aamiiin


 Jembatan Tambang Padang, Mulai Dibangun Kembali, Pemkab Pasbar Gelontorkan Anggaran Rp 2,4 Miliar Lebih,

By On Selasa, Oktober 13, 2026

 

 Jembatan Tambang Padang, Mulai Bangun Kembali, Pemkab Pasbar Gelontorkan Anggaran Rp2,4 Miliar Lebih, 



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi mengucurkan anggaran senilai Rp2.429.854.120,- (lebih dari Rp2,4 miliar) untuk pembangunan kembali Jembatan Utama Tambang Padang.


Jembatan bernilai strategis ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan dua wilayah, yakni Kecamatan Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan.




Sebelumnya, infrastruktur penghubung tersebut sempat mengalami kerusakan berat hingga amblas dan runtuh pada Rabu malam (1/5/2024). Selama masa transisi pasca-bencana, penanganan darurat berupa perbaikan jembatan sementara sempat ditanggulangi oleh Pimpinan Peridon Siapmaju, Najjar Lubis, agar mobilitas warga tidak terputus total.


Jembatan ini menjadi jalur vital arus transportasi dan ekonomi warga dari Silaping (pusat Kecamatan Ranah Batahan) menuju sejumlah jorong di Nagari Batahan Utara, serta menghubungkan beberapa jorong di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka.






Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (10/10/2026), pengerjaan fisik sudah mulai memperlihatkan aktivitas padat. Sejumlah pekerja sibuk merapikan dan memperkuat jembatan darurat/sementara karena jembatan lama akan segera diputus total.


Di lokasi proyek juga sudah disiagakan satu unit alat berat yang siap melakukan pembongkaran konstruksi jembatan lama. Tumpukan material seperti semen, besi ulir, dan kayu penyangga juga mulai dipasok ke area pekerjaan.



Kepala tukang di lokasi proyek, Nema, mengonfirmasi bahwa pengerjaan di lapangan telah berlangsung sekitar satu minggu.


"Kami sudah sekitar satu minggu bekerja di lokasi. Tim berusaha semaksimal mungkin agar pengerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu sesuai target serta jadwal proyek yang telah ditentukan," ungkap Nema saat ditemui di lokasi.


Detail Anggaran dan Spesifikasi Proyek

Jembatan permanen dengan struktur baru ini dirancang memiliki panjang 15 meter dan lebar 7,5 meter. Berdasarkan Papan Informasi Proyek (Surat Perintah Kerja/SPK) resmi dari Dinas PUPR Pasaman Barat, berikut data teknis kegiatan:

  • Pemerintah / Dinas: Pemkab Pasaman Barat – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

  • Program / Kegiatan: Penyelenggaraan Jalan / Pengadaan Jalan Kabupaten/Kota

  • Pekerjaan: Pembangunan Jembatan (Ruas Silaping - Aek Nabirong)

  • Lokasi: Kecamatan Ranah Batahan

  • Sumber Dana: APBD Kab. Pasaman Barat TA 2026

  • Nilai Kontrak: Rp. 2.429.854.120,-

  • Kontraktor Pelaksana: CV. Anugerah Wardana  






Harapan Besar Masyarakat

Kucuran dana miliaran rupiah dari APBD ini disambut antusias dan penuh rasa syukur oleh warga setempat. Setelah menunggu selama dua tahun pasca-amblasnya jembatan, masyarakat kini melihat titik terang pemulihan infrastruktur di wilayah mereka.


Warga berharap pembangunan berjalan tepat waktu dan menghasilkan konstruksi yang kokoh, sehingga arus lalu lintas, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antar-kecamatan dapat kembali berjalan lancar dan aman. **** irz

​Kerap  Mati Lampu Tanpa Pemberitahuan, Tokoh Masyarakat Pasbar Layangkan Surat Terbuka ke PLN

By On Selasa, Oktober 13, 2026

 

Imam Jendri


​PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Tokoh masyarakat Pasaman Barat yang juga mantan Anggota DPRD Pasaman Barat, Imam Jendri, S.Ag, M.SI melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Cabang PLN Pasaman Baratn, Selasa (13/10/2026). Surat tersebut disampaikannya menyusul kerapnya pemadaman listrik secara mendadak yang dinilai sangat merugikan masyarakat luas.  


​Dalam surat terbuka tersebut, Imam Jendri mempertanyakan alasan di balik pemadaman listrik yang sering terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga.  


​"Mohon dijelaskan kenapa lampu sering mati tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada masyarakat," tulis Imam Jendri.  


​Kepada media ini Ia mengungkapkan bahwa dampak dari pemadaman listrik berjam-jam tersebut menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi warga Pasaman Barat. Kerugian tersebut mencakup kerusakan peralatan elektronik, melonjaknya pemakaian pulsa token listrik, kematian hewan ternak, hingga rusaknya barang jualan UMKM seperti kue.  


​Selain itu, pemadaman yang berulang juga menyebabkan pasokan makanan rumah tangga ikut membusuk. "Persediaan kebutuhan rumah tangga busuk, termasuk nasi dan gulai... persediaan rumah tangga juga ikut basi dan busuk," tambahnya dalam surat tersebut.  


​Imam Jendri menaksir, pemadaman listrik yang berlangsung beberapa jam saja dapat mengakibatkan kerugian akumulatif hingga miliaran rupiah bagi masyarakat Pasaman Barat dalam kurun waktu satu hari.  


​Warga Padang Tujuah, Aua Kuniang ini berharap pihak PLN Simpang Empat / Pasaman Barat dapat segera memberikan tanggapan, kejelasan, serta solusi konkret atas keluhan yang dirasakan oleh masyarakat luas.   **** Irz

Lagi, Seorang Warga Rura Patontang Ditandu  di Tengah Hujan,  Perjuangan Mendapatkan Layanan Kesehatan

By On Senin, Oktober 12, 2026

 

 Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit  Ditandu  di Tengah Hujan,  Perjuangan Mendapatkan Layanan Kesehatan



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Perjuangan hidup dan mati warga di pelosok Kabupaten Pasaman Barat akibat buruknya infrastruktur jalan tampaknya belum juga menggerakkan nurani  pemegang kebijakan. Peristiwa memprihatinkan kembali terjadi di Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada Jumat (9/10/2026).



Seorang warga bernama Sapar (45) terpaksa ditandu oleh masyarakat setempat demi mendapatkan akses pertolongan medis. Menurut keterangan saudaranya, Saluddin, Sapar menderita sakit kaki bengkak yang tidak bisa diluruskan, sehingga sudah tiga minggu terakhir ia tidak mampu berjalan sama sekali.


 Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit  Ditandu  di Tengah Hujan


Dalam kondisi fisik yang sangat lemah dan kesakitan, Sapar harus menempuh perjalanan berat ditandu sejauh kurang lebih 1 kilometer menembus jalur ekstrem di tengah guyuran hujan deras. 


Selama sekitar 30 menit, warga bahu-membahu menggotong tandu darurat tersebut hingga mencapai lokasi parkir mobil keluarga, sebelum akhirnya Sapar beserta pihak keluarga dapat diberangkatkan menuju RSUD Simpang Empat.


Tragedi penanduan pasien di Rura Patontang bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi. Belum lama sebelum peristiwa yang menimpa Sapar, seorang ibu hamil di kawasan tersebut juga harus ditandu menembus jalanan rusak demi mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, takdir berkata lain; setelah perjuangan berat melewati jalur ekstrem dan melahirkan, bayi yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.


 Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit  Ditandu  di Tengah Hujan


"Semangat gotong royong masyarakat Rura Patontang luar biasa, tetapi sangat memprihatinkan warga yang sedang sakit parah harus menanggung penderitaan berlipat ganda di atas tandu karena akses jalan yang cukup memprihatinkan dan tak kunjung dibenahi," ungkap Saluddin.


Rentetan peristiwa memilu ini memicu gelombang kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan DPRD Pasaman Barat. Warga menilai pemerintah daerah terkesan kurang perhatian dan hanya bertindak reaktif—baru turun tangan ketika suatu kasus mendadak viral. Setelah perhatian publik mereda, perbaikan jalan kembali diabaikan, meninggalkan penderitaan berulang bagi warga pedalaman.


Kondisi Jalan  


Infrastruktur jalan bukan sekadar fasilitas penunjang ekonomi, melainkan urat nadi keselamatan nyawa manusia. Ketika warga yang sakit bengkak kaki selama tiga minggu tidak bisa dilalui ambulans atau kendaraan biasa, hal tersebut mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam menyediakan hak dasar atas layanan kesehatan yang cepat dan layak.


Masyarakat menuntut Bupati beserta jajaran DPRD Pasaman Barat untuk segera turun tangan secara nyata dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan permanen di Jorong Rura Patontang. Pemerintah diminta tidak menunggu jatuhnya korban jiwa berikutnya untuk membuktikan komitmennya dalam meratakan pembangunan hingga ke pelosok nagari. **** irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *