HEADLINE NEWS

Pelayanan Poli Spesialis RSUD Pasaman Barat Lumpuh, Puluhan Dokter Spesialis Mogok Kerja Terkait Insentif

By On Rabu, Juni 03, 2026

 

 RSUD Pasaman Barat


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat mengalami lumpuh total pada Rabu (3/6/2026). Mayoritas poliklinik spesialis dan sub-spesialis di rumah sakit tersebut mendadak tutup serentak, menyusul adanya aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para dokter spesialis.


Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aksi mogok kerja ini dipicu oleh belum adanya kejelasan dan kesepakatan terkait besaran dana insentif bagi para dokter spesialis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat.


Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Pasaman Barat, Tedi Kurniawan, saat dikonfirmasi pada Rabu pagi membenarkan adanya gangguan pelayanan tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa sejumlah dokter spesialis memilih tidak masuk kerja.


"Benar, sejumlah dokter spesialis melakukan aksi mogok kerja sehingga pelayanan kesehatan pada hari ini menjadi terganggu," kata Tedi.


Namun, terkait alasan mendetail di balik mogok kerja tersebut serta kapan pelayanan akan kembali normal, Tedi enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyarankan media ini untuk menanyakan langsung kepada bagian pelayanan atau Direktur RSUD.



Di sisi lain, pihak manajemen puncak terkesan tertutup. Direktur RSUD Pasaman Barat, dr. Jelli Isma Syartika, MM, serta Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes, tidak memberikan respons sedikit pun saat dihubungi melalui panggilan telepon maupun pesan singkat hingga berita ini diturunkan.


Berdasarkan pengakuan salah seorang dokter spesialis RSUD Pasaman Barat yang tidak disebutkan namanya mengatakan, aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan para dokter terkait regulasi insentif daerah yang dinilai tidak sesuai harapan.


Menurutnya, pengajuan penyesuaian nilai insentif ini sebenarnya sudah dilayangkan sejak beberapa tahun lalu kepada Pemkab Pasaman Barat, namun tidak kunjung disetujui (acc).


"Para dokter tidak masuk kerja hari ini karena sedang ada masalah internal. Semua poli spesialis tutup total," ungkap sumber tersebut.


Ia menambahkan, ketidakpuasan ini muncul setelah membandingkan nilai insentif dokter spesialis di Kabupaten Pasaman Barat dengan daerah tetangga yang jauh lebih tinggi dan jelas keberpihakannya.

DaerahEstimasi Nilai Insentif Dokter Spesialis
Lubuk Sikaping / PasamanRp12 Juta – Rp15 Juta
Kepulauan MentawaiRp30 Juta
Pasaman BaratBelum ada kejelasan / belum disetujui


"Daerah lain ada yang belasan hingga puluhan juta, sementara di Pasaman Barat belum ada kejelasan. Kabarnya kendala di aturan daerah, makanya para dokter sepakat mogok kerja. 


Kami saat ini sedang melakukan rapat internal di RSUD dan masih menunggu instruksi dari Komite Medik mengenai langkah selanjutnya," tambahnya.

Berdasarkan pengumuman resmi jadwal praktik dokter RSUD Pasaman Barat per Rabu, 3 Juni 2026, berikut adalah rincian layanan yang terdampak:

Poliklinik Spesialis yang TUTUP:

  • Spesialis Kebidanan & Kandungan: dr. Mipratul Muslim, Sp.OG, MARS dan dr. Rovi Wilman, Sp.OG.

  • Spesialis Penyakit Dalam: dr. Fahrul, Sp.PD, FINASIM dan dr. Nursuniwati, Sp.PD, FINASIM.

  • Spesialis Neuro / Saraf: dr. Ishlahuddin Ibnu Amin, Sp.N dan dr. Rifki Irsyad, Sp.N.

  • Spesialis Anak: dr. Enny Andriani, Sp.A, BIOMED.

  • Spesialis Mata: dr. Ismail Abdullah, Sp.M.

  • Dokter Umum: dr. Marniyanti, MH.

  • Subspesialis Bedah Onkologi: dr. Oktahermoniza, Sp.B, Sub Sp. Onk (K).

  • Spesialis Orthopedi & Traumatologi: dr. Heru Widyawarman, Sp.OT.

  • Spesialis Bedah Umum: dr. Ari Widyanti, Sp.B.

  • Spesialis Bedah Mulut: dr. Rika Sylviani, Sp.BM.

  • Spesialis Paru: dr. Dian Citra, Sp.P.

  • Spesialis THT-KL: dr. Delva Swanda, Sp.THT-KL.

  • Spesialis Kulit, Kelamin & Estetik: dr. Elsi Kemala Putri, Sp.DVE, FINSDV.

  • Spesialis Kedokteran Jiwa: dr. Starki, M.Ked (KJ), Sp.Kj.


Layanan yang TETAP BUKA:

Meskipun lini spesialis kedokteran lumpuh, RSUD Pasaman Barat terpantau masih membuka pelayanan untuk sektor kesehatan gigi dan poliklinik penunjang lainnya mulai pukul 08.00 WIB, meliputi:

  • Dokter Gigi: drg. Evi Maswide, drg. Nora Nelva, dan drg. Nikke Arya.

  • Poliklinik Penunjang: Fisioterapi, Gizi, dan pemeriksaan EEG.

Masyarakat yang telanjur datang atau berencana melakukan pengobatan ke poli spesialis diimbau untuk menjadwal ulang kunjungan mereka. Informasi darurat dan konfirmasi lebih lanjut dapat diakses melalui nomor telepon resmi RSUD Pasaman Barat di (0753) 65960 atau mendatangi lokasi di Jl. Jendral Sudirman Jambak, Jalur VI Timur, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. **** irz

Pemkab Pasbar Anggarkan 200 Juta untuk Jalan Rura Patontang dan Sedang Diajukan Proposal ke Pusat 14 Miliar

By On Rabu, Juni 03, 2026

 

 

 Jalan Rura Patontang


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Rencana peningkatan akses jalan menuju Jorong Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini menyusul peristiwa memilukan yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika seorang ibu hamil harus ditandu melewati jalan yang sulit untuk mendapatkan pertolongan medis. Dalam kejadian tersebut, bayi yang dilahirkannya tidak dapat diselamatkan.


Pasca kejadian tersebut, Bupati Pasaman Barat langsung meninjau lokasi dan menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan jalan menuju Rura Patontang guna memperlancar akses masyarakat, terutama di bidang kesehatan.


Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Selain peningkatan jalan yang sudah ada, muncul pula usulan pembangunan jalan lingkar terluar yang menghubungkan Rura Patontang dengan Sawah Mudik. Jalur yang diperkirakan hanya sepanjang sekitar dua kilometer tersebut dinilai strategis karena dapat membuka keterhubungan Rura Patontang dengan Nagari Batahan Utara.


 Dinas PUPR Pasbar


Keberadaan jalan alternatif tersebut diyakini akan mengakhiri kondisi Rura Patontang sebagai daerah yang terkesan buntu dan membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pelayanan publik di masa mendatang.


Sementara itu, Pemkab Pasbar melalui Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, ST, mengatakan bahwa untuk Tahun Anggaran 2026 pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta untuk peningkatan akses jalan menuju Rura Patontang.


Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan tersebut akan segera dimulai. Namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan kajian terkait prioritas penggunaan anggaran, apakah akan difokuskan pada perbaikan jalan atau rehabilitasi jembatan yang berada di lokasi tersebut.


 Bambang Sumarsono, ST


“Kita akan mempertimbangkan mana yang lebih mendesak dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, apakah perbaikan jalan atau jembatan,” ujarnya.


Bambang menjelaskan bahwa keterbatasan kemampuan anggaran daerah pada tahun 2026 menyebabkan alokasi dana yang dapat diarahkan ke Rura Patontang masih relatif terbatas.


Meski demikian, pihaknya terus berupaya mencari sumber pendanaan tambahan. Salah satunya dengan mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Untuk program peningkatan jalan Rura Patontang, pemerintah daerah telah mengusulkan anggaran sekitar Rp14 miliar.


“Kami masih berupaya agar Pasaman Barat mendapatkan dukungan dana untuk pembangunan dan perbaikan jalan, terutama pasca berbagai bencana yang terjadi. Mudah-mudahan usulan tersebut dapat disetujui,” katanya.


Apabila proposal tersebut disetujui, dana yang diperoleh akan digunakan untuk peningkatan jalan secara menyeluruh, mulai dari pengaspalan hingga pembangunan jalan rabat beton yang layak sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat dengan aman dan lancar.


Selain itu, masih terdapat sekitar satu kilometer ruas jalan yang belum ditingkatkan. Di sepanjang jalur tersebut juga terdapat beberapa jembatan dan gorong-gorong yang membutuhkan penanganan. Nantinya, metode pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, baik melalui pengaspalan maupun pembangunan konstruksi beton.


Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa usulan dana Rp14 miliar tersebut masih dalam tahap pengajuan dan belum dapat dipastikan akan memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.


“Ini masih berupa proposal yang kami ajukan. Belum bisa dipastikan apakah akan disetujui atau tidak. Namun kita berharap dan berdoa agar usulan tersebut dapat diterima sehingga pembangunan jalan Rura Patontang dapat terlaksana secara maksimal,” pungkasnya. *** irz

Dr. Maneger Nasution: Jalan ke Rura Patontang Seharusnya Sudah Dibangun Sejak Dulu

By On Senin, Juni 01, 2026

 

 Dr. Maneger Nasution, S.Ag, M.A, M.H



Pasaman Barat, prodeteksi.com – Dukungan terhadap percepatan pembangunan akses jalan menuju Jorong Rura Patontang terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari putra daerah yang telah sukses berkiprah di tingkat nasional. Salah satunya datang dari Dr. Maneger Nasution, S.Ag., M.A., M.H, tokoh kelahiran Rura Patontang tahun 1968 yang saat ini dipercaya sebagai salah  seorang anggota Ombudsman Republik Indonesia.


Saat dimintai tanggapan mengenai rencana pembangunan jalan menuju kampung halamannya, Senin 1 Juni lewat phonselnya, Dr. Maneger menyampaikan harapannya agar pembangunan tersebut dapat segera terealisasi dan berjalan dengan baik.


“Masukan sudah banyak diberikan. Semoga kali ini benar-benar dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.




Tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu mengungkapkan bahwa dirinya telah lama menyuarakan pentingnya pembangunan akses jalan menuju Rura Patontang.


Menurutnya, pembangunan jalan tersebut seharusnya sudah menjadi perhatian pemerintah sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan, ia mengaku telah menyampaikan persoalan keterisolasian wilayah tersebut sejak tahun 2012.


“Mestinya jalan itu sudah dibangun dari dulu. Saya sudah berbicara mengenai kondisi jalan ke sana sejak tahun 2012,” katanya.


Dr. Maneger menilai kondisi yang dialami masyarakat Rura Patontang saat ini menjadi sebuah ironi di tengah berbagai kemajuan yang sedang digaungkan pemerintah. Di satu sisi, negara berbicara tentang transformasi digital, kecerdasan buatan, modernisasi layanan publik, hingga penguatan sistem kesehatan. Namun di sisi lain, masih terdapat wilayah yang belum memiliki akses jalan memadai untuk kendaraan roda empat.




Menurutnya, keterbatasan akses tersebut bukan hanya persoalan transportasi, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang layak.


Ia menegaskan bahwa negara sebenarnya telah mengetahui kondisi keterisolasian yang dialami masyarakat di wilayah tersebut. Namun hingga kini, solusi yang konkret dan berkelanjutan belum sepenuhnya dirasakan oleh warga.


“Yang paling memprihatinkan adalah ketika persoalan ini sudah diketahui selama bertahun-tahun, tetapi belum mampu diselesaikan secara tuntas. Padahal akses jalan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Dr. Maneger menekankan bahwa jalan rusak atau jalan yang belum terbangun bukan sekadar masalah infrastruktur fisik. Menurutnya, kondisi tersebut juga mencerminkan lambannya keberpihakan pembangunan terhadap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.


“Jalan yang tidak pernah selesai dibangun adalah simbol dari lemahnya prioritas pembangunan, kurangnya keberpihakan anggaran, dan menurunnya sensitivitas birokrasi terhadap kebutuhan warga di wilayah pinggiran,” tegasnya.


Ia berharap pembangunan jalan menuju Rura Patontang dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam upaya membuka keterisolasian, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.


Bagi Dr. Maneger, pembangunan akses jalan bukan hanya soal membuka jalur transportasi, melainkan juga membuka harapan baru bagi masyarakat agar dapat menikmati hasil pembangunan secara lebih adil dan merata, sebagaimana warga di daerah lain di Indonesia. *** irz

Tokoh Masyarakat Usulkan Pembangunan Jalan Lingkar Luar Rura Patontang–Sawah Mudik untuk Buka Keterisolasian Wilayah

By On Senin, Juni 01, 2026


 M. Riad Zamin


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Sulitnya akses menuju Jorong Rura Patontang diduga salah satunya disebabkan karena jalur tersebut masih buntu dan belum terhubung dengan jorong-jorong lain di sekitarnya. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.


Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat asal Sawah Mudik, Kecamatan Ranah Batahan, M. Riad Zamin, mengusulkan agar pemerintah membangun jalur lingkar luar yang menghubungkan Rura Patontang dengan Sawah Mudik serta sejumlah jorong lainnya di Nagari Batahan Utara.






“Saya rasa perlu dibangun jalan lingkar luar menuju Sawah Mudik. Jarak yang harus dibuka hanya sekitar dua kilometer dari Rura Patontang menuju jalan yang sudah diterobos dari Sawah Mudik,” ujar Riad.


Menurutnya, jalur penghubung antara Sabajulu (Sawah Mudik) dan Rura Patontang sebenarnya telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dahulu masyarakat memanfaatkan jalan setapak tersebut untuk menghadiri acara keluarga maupun kegiatan sosial lainnya.


“Jalan pintas dari Sabajulu ke Rura Patontang itu sudah ada sejak zaman Belanda. Ketika ada acara pernikahan atau kegiatan kekeluargaan, masyarakat menggunakan jalur tersebut,” jelasnya.


Riad menambahkan, masyarakat Sabajulu telah merintis pembukaan jalan menuju Batang Batahan. Saat ini, jarak yang perlu dibuka untuk menghubungkan jalur tersebut dengan Rura Patontang relatif pendek, yakni sekitar dua kilometer. Sementara dari Sawah Mudik  ke Rura Patontang hanya sekitar 2,5 kilometer.



Ia juga mendukung berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, akses yang menghubungkan Sabajulu, Batang Batahan, dan Rura Patontang merupakan titik strategis yang harus segera dibuka untuk mengatasi keterisolasian wilayah.


Terkait pembebasan lahan, Riad optimistis hal itu dapat diselesaikan melalui musyawarah antara masyarakat, pemerintah jorong, serta para ninik mamak setempat.


“Pembebasan lahan akan diupayakan bersama masyarakat Jorong Rura Patontang, pihak jorong, dan ninik mamak. Dengan niat baik, saya yakin hal itu tidak akan menjadi masalah,” katanya.


Apabila jalan lingkar luar tersebut terealisasi, maka akan terbentuk konektivitas yang menghubungkan Jorong Pangambiran, Jorong Rura Patontang, Jorong Sawah Mudik, hingga Jorong Silayang Julu dan lainnya. Jalur ini diyakini akan menjadi akses strategis yang mampu mempercepat pembangunan di wilayah Pasaman Barat bagian utara.



Menurut Riad, pembangunan jalan tersebut bukan hanya sekadar membuka akses transportasi, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mengurangi ketertinggalan daerah terpencil.


“Jalan Rura Patontang tidak akan maksimal tanpa adanya jalur lingkar luar yang menghubungkan Pangambiran, Rura Patontang, dan Sawah Mudik. Jika pemerintah memiliki kemauan dan tekad membantu masyarakat, pembangunan ini sangat realistis untuk diwujudkan,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menjalankan program pembangunan kawasan terluar di Kabupaten Pasaman Barat. Menurutnya, upaya tersebut harus mendapat dukungan legislatif dan dilaksanakan secara nyata oleh pihak eksekutif.


“Pembangunan daerah harus dimulai dari wilayah terluar. Dengan terbukanya akses jalan, pergerakan ekonomi akan semakin berkembang, pelayanan kesehatan lebih mudah dijangkau, dan kesempatan pendidikan menjadi lebih merata,” ujarnya.


Riad menilai selama ini pembangunan masih cenderung terpusat di kawasan perkotaan, sementara masyarakat di daerah terpencil masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.


Ia berharap pembangunan jalan lingkar luar tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan pemerataan pembangunan, memperkuat persatuan masyarakat antarwilayah, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warga Pasaman Barat.


“Jika ini terlaksana, akan tercipta masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan tidak ada lagi kesenjangan antarwilayah. Inilah langkah menuju daerah yang maju, adil, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. *** irz


Kuliah Penuh Perjuangan di UT, Istri Pimpinan YPPIT - ZAMIGA Akhirnya Raih Gelar S.Pd

By On Senin, Juni 01, 2026

 

 Megawati, S.Pd



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh perjuangan selama menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka (UT) Padang, Megawati akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).


Megawati yang merupakan istri dari Irti Zamin, S.S., Pemimpin Yayasan YPPIT ZAMIGA, dinyatakan lulus pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).



Keberhasilan tersebut disambut rasa syukur oleh keluarga besar dan kerabat dekat. Ucapan selamat juga mengalir atas capaian Megawati yang dinilai menjadi inspirasi bagi anak didik ZAMUGA untuk terus semangat menempuh pendidikan di tengah berbagai tantangan.


Megawati yang beralamat di Jorong Parit, Keckoto Balingka, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mengaku bersyukur atas kelulusan yang diraihnya.



“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bantuan semua pihak, terutama keluarga yang selalu mendukung selama proses kuliah,” ujarnya.


Kelulusan Megawati ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 698 Tahun 2026 tanggal 26 Februari 2026 tentang Pengukuhan Lulusan Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap.


Dalam surat tersebut, Rektor Universitas Terbuka menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan, termasuk Megawati.


“Selamat dan turut berbahagia, Saudara dinyatakan telah lulus dalam Program Studi yang Saudara ikuti di Universitas Terbuka,” demikian kutipan surat yang ditandatangani Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.


Saat ini, Megawati masih menunggu proses penerbitan ijazah dari Direktorat Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK) UT Pusat. Sementara itu, apabila ingin mengikuti prosesi wisuda, pendaftaran akan dilakukan melalui UT daerah.


Ucapan selamat dari Rektor UT tersebut juga ditembuskan kepada para Wakil Rektor, para Dekan, Direktur UT Daerah, dan UT Layanan Luar Negeri.

Keberhasilan Megawati meraih gelar S.Pd diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak didik ZAMIGA, khususnya kaum perempuan dan para guru, untuk terus meningkatkan pendidikan dan kompetensi diri demi masa depan yang lebih baik. *** irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *