HEADLINE NEWS

Menapaki Jalan Keilmuan di UNIDA Gontor, M. Rasihan Anwar Membawa Harapan bagi Pendidikan ZAMIGA

By On Minggu, November 08, 2026

 PENDIDIKAN

 Menapaki Jalan Keilmuan di UNIDA Gontor, M. Rasihan Anwar


PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT, Prodeteksi.com — Perjalanan pendidikan bukan semata-mata tentang meraih gelar akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter, memperluas cakrawala berpikir, dan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Prinsip inilah yang turut mewarnai perjalanan pendidikan M. Rasihan Anwar, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, asal Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.


Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan Islam, Rasihan telah mengenal kehidupan pesantren sejak menempuh pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren Zamiga. Lingkungan pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi awal yang menumbuhkan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, dan tradisi kepesantrenan.





Setelah menyelesaikan pendidikan MTs, ia melanjutkan pendidikan di SMK TI ZAMIGA dengan mengambil kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Meskipun menempuh pendidikan di bidang teknologi informasi, ketertarikannya terhadap dunia pendidikan Islam tetap tumbuh. Hal itu kemudian membawanya melanjutkan studi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.


Dalam perjalanan akademiknya, Rasihan kembali mengambil langkah untuk memperdalam keilmuan Islam dengan melanjutkan pendidikan di Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah.



Keputusan melanjutkan pendidikan di Gontor berangkat dari keinginan pribadi yang telah tumbuh sejak lama dan semakin kuat setelah mendapatkan dukungan keluarga. Baginya, Gontor bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, melainkan juga lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan untuk memahami sistem kepesantrenan secara lebih mendalam, meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, serta membentuk kepribadian melalui nilai-nilai kedisiplinan dan keikhlasan.


Ia berharap proses pendidikan tersebut dapat memperkaya wawasan keislaman sekaligus mempersiapkan dirinya menghadapi tantangan pendidikan di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis.


Ketertarikan Rasihan terhadap dunia pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik. Sejak menempuh pendidikan, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi yang memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawab.


Salah satu pengalaman yang turut membentuk dirinya adalah ketika dipercaya mengemban amanah sebagai Pradana Pramuka di lingkungan sekolah selama periode 2023–2025. Melalui tanggung jawab tersebut, ia memperoleh pengalaman dalam mengoordinasikan anggota, merencanakan dan melaksanakan kegiatan, mengambil keputusan, serta membangun kerja sama dalam organisasi.


 Berama Ibu dan kakak Tria Fitri Utami, S,Kom, M.Kom


Ketika melanjutkan pendidikan di UIN Imam Bonjol Padang, pengalaman kemahasiswaannya semakin berkembang. Ia juga terpilih sebagai Duta Muslim Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, memperluas jaringan pergaulan akademik, serta meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan keislaman dan kemahasiswaan.


Berbagai pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa kepemimpinan bukan sekadar persoalan kedudukan atau jabatan. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan amanah yang menuntut kedisiplinan, keteladanan, kemampuan bekerja sama, dan kesediaan memberikan manfaat bagi lingkungan.



Turut Memikirkan Masa Depan Pondok Pesantren Zamiga

Di luar aktivitas akademik dan organisasi, Rasihan memiliki kedekatan tersendiri dengan Pondok Pesantren Zamiga, lembaga pendidikan yang dirintis dan dikembangkan melalui kontribusi kedua orang tuanya. Kedekatan tersebut telah terbangun sejak ia menjadi bagian dari lingkungan pendidikan pesantren ketika menempuh pendidikan MTs.


Seiring bertambahnya pengalaman dan wawasan, ia mulai turut memberikan masukan, pemikiran, serta gagasan kepada kedua orang tuanya terkait pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren. Hal tersebut mencakup berbagai pemikiran mengenai kegiatan santri, program pendidikan, pembinaan, hingga aktivitas kepesantrenan lainnya.




Meskipun belum memegang jabatan struktural secara resmi, keterlibatannya dalam memberikan pertimbangan dan gagasan merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk memahami tata kelola lembaga pendidikan secara langsung.


Melalui kedekatan tersebut, ia juga berkesempatan mengenali berbagai tantangan dalam pengelolaan pesantren, mulai dari pembinaan karakter santri, pengembangan program pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang kondusif.



Sebagai bagian dari generasi muda yang diharapkan dapat meneruskan perjuangan pendidikan keluarga, Rasihan menyadari bahwa tanggung jawab tersebut membutuhkan persiapan panjang. Kedalaman ilmu, kematangan kepribadian, pengalaman kepemimpinan, serta kemampuan memahami perkembangan zaman menjadi bekal penting yang harus terus dibangun.


Baginya, meneruskan perjuangan pendidikan bukan sekadar melanjutkan sebuah lembaga, melainkan menjaga nilai, cita-cita, dan semangat pengabdian yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.

 Ketika masih di seklah (SMK TI ZAMIGA) 

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian Rasihan dalam memandang masa depan pendidikan Islam adalah pentingnya menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang diwariskan para salafus shalih, sekaligus mengembangkannya agar tetap relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.


Menurut pandangannya, kemajuan pendidikan Islam tidak seharusnya membuat lembaga pendidikan kehilangan akar keilmuan dan nilai-nilai yang telah diwariskan para ulama terdahulu. Tradisi keilmuan tersebut justru perlu dijaga, dipahami, dan dikembangkan sebagai landasan dalam membimbing generasi masa kini.



Ia memandang pesantren harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga beradab, berakhlak, memiliki kemampuan berbahasa, serta mampu memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kehidupan masyarakat.


Dalam menggambarkan prinsip yang ingin diperjuangkannya, Rasihan menyampaikan pandangan:


"Menjaga tradisi keilmuan bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru tradisi itulah yang menjadi pijakan agar kemajuan tetap memiliki arah. Pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu, baik dalam adab, dan luas dalam wawasan," ungkapnya.


Ketika masih di seklah (SMK TI ZAMIGA), Terima Piagam Penghargaan  


Pemikiran tersebut menjadi salah satu arah pandangannya dalam melihat masa depan pendidikan pesantren. Baginya, mempertahankan tradisi bukan berarti menutup diri terhadap perubahan. Demikian pula, mengikuti perkembangan zaman tidak berarti harus meninggalkan prinsip-prinsip keilmuan Islam.




Keseimbangan antara warisan keilmuan, pembentukan akhlak, penguasaan bahasa, dan pemahaman terhadap perkembangan ilmu pengetahuan merupakan hal penting dalam mempersiapkan generasi Muslim yang mampu menghadapi tantangan masa depan.


 Ketika masih di seklah (SMK TI ZAMIGA) 


Menyiapkan Diri untuk Pengabdian di Dunia Pendidikan Islam

Perjalanan M. Rasihan Anwar masih berada dalam tahap pembentukan dan pengembangan kapasitas diri. Pendidikan yang sedang ditempuhnya di UNIDA Gontor menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan diri untuk berkontribusi lebih jauh bagi dunia pendidikan Islam.


Ia menyadari bahwa mengembangkan lembaga pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar semangat dan gagasan. Diperlukan kedalaman ilmu, pengalaman, kemampuan manajerial, keteladanan, serta kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab.


Perhatian terhadap pengembangan Pondok Pesantren Zamiga juga menjadi salah satu bagian dari arah pengabdiannya pada masa mendatang. Ia berharap ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren tersebut maupun dunia pendidikan Islam secara lebih luas.


Baginya, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana ilmu membentuk karakter, melahirkan kepedulian, dan memberikan manfaat bagi kehidupan.


Perjalanan yang sedang ditempuh Rasihan menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab masa depan. Sebuah perjalanan yang tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga membawa harapan untuk turut menjaga tradisi keilmuan, mengembangkan pendidikan pesantren, dan melahirkan generasi yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.


Dari Parit, Koto Balingka, hingga lingkungan akademik UNIDA Gontor, perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada dunia pendidikan dapat dimulai dari proses panjang menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat. ***** M. Rshn

 Pengembangan Kawasan Teluk Tapang, Perubahan Status Hutan Lindung Menjadi Hutan Produksi Dinilai Penting

By On Sabtu, November 07, 2026

  

  Pengembangan Kawasan Teluk Tapang, Perubahan Status Hutan Lindung Menjadi Hutan Produksi Dinilai Penting


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Pengembangan kawasan Pelabuhan Teluk Tapang, Kabupaten Pasaman Barat, membutuhkan kesiapan lahan dan dukungan kebijakan tata ruang, terutama terkait status kawasan hutan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah upaya perubahan status kawasan seluas 168 hektare yang saat ini masih berstatus Hutan Lindung Produksi (HLP) menjadi Hutan Produksi agar pengembangan kawasan pelabuhan dapat dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau progres pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang bersama Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, Kamis (5/11).


Peninjauan tersebut dilakukan setelah peresmian gedung baru SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie. Selain melihat perkembangan pembangunan fisik, rombongan juga memastikan kesiapan lahan dan fasilitas pendukung untuk mempercepat pengembangan kawasan pelabuhan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Pasaman Barat.


Salah satu pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pembangunan fasilitas darat oleh Kementerian Perhubungan dengan anggaran sebesar Rp83 miliar.


Mahyeldi mengatakan, pembangunan fasilitas darat tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang. Ke depan, masih diperlukan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung agar pelabuhan dapat beroperasi secara optimal.


"Hari ini kita sengaja meninjau Pelabuhan Teluk Tapang karena tahun ini terdapat pekerjaan pembangunan. Ke depan, masih ada tahapan pembangunan lanjutan, termasuk sejumlah fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang operasional pelabuhan," ujarnya.


Menurut Mahyeldi, kesiapan lahan seluas 168 hektare, termasuk penyelesaian persoalan status kawasan hutan, menjadi bagian penting dalam mendukung rencana pengembangan Teluk Tapang. Perubahan status kawasan tersebut perlu diproses melalui mekanisme dan ketentuan yang berlaku agar pemanfaatan lahan untuk kepentingan pembangunan dapat memiliki kepastian hukum.


Ia berharap pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha, memperluas konektivitas perdagangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat.


"Pemprov Sumbar sangat berharap pembangunan Teluk Tapang ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Pasaman Barat. Apalagi, kawasan PTP IV berada tidak jauh dari pelabuhan ini, begitu juga saudara-saudara kita dari Nias yang kini semakin mudah mengakses Pasaman Barat. Karena itu, sarana dan prasarana pendukung lainnya masih perlu terus kita optimalkan," ungkapnya.


Dengan demikian, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga penyelesaian aspek pertanahan, kehutanan, dan kelengkapan fasilitas pendukung. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diharapkan dapat mempercepat proses tersebut sehingga Teluk Tapang dapat berkembang menjadi kawasan strategis yang memberikan manfaat ekonomi bagi Pasaman Barat dan Sumatera Barat.**** irz

 Dari  Desa ke Jakarta, Pengabdian tak Pernah Berhenti

By On Selasa, November 03, 2026

 

Dr.Gontam Yusuf

PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Perjalanan hidup Dr. H. Gontam Yusuf, SE, MM, putra asal Sawah Mudik, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan (Rabat), Kabupaten Pasaman Barat, menjadi gambaran bahwa kesederhanaan, kerja keras, pendidikan, dan pengabdian dapat mengantarkan seseorang meraih keberhasilan.
 

Pria kelahiran 1 September 1964 yang kini menjabat Ketua Umum Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta Raya/Jabodetabek (IKPB Jaya) tersebut kembali menorehkan prestasi dengan meraih gelar Doktor dari Universitas PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an) Jakarta. Ia dinyatakan lulus Sidang Terbuka Promosi Doktor pada 4 Juni 2026 dan diwisuda pada 23 September 2026 di The Krakatau Grand Ballroom, Jakarta. Wisuda dipimpin Rektor Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang sekarang juga Menteri Agama RI dan Imam Besar Masjid Istiqlal.



 Ketika Wisuda Doktor

 

Gontam merupakan putra almarhum H. Ali Yusuf, seorang guru agama SD sekaligus petani yang pernah menuntut ilmu di Perguruan Thawalib Parabek, Bukittinggi, pada 1950-an, dan Hj. Mariasna, seorang ibu rumah tangga.


Dibesarkan dalam keluarga sederhana dan religius, sejak kecil Gontam dikenal cerdas, rajin, disiplin, taat, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Ketika menempuh pendidikan SD, SMP, hingga SMA, ia kerap meraih juara pertama dan juara umum. Sikap suka membantu, berbagi, jujur, dan menggerakkan orang lain untuk kebaikan juga telah terlihat sejak usia muda.


 Bersama Bupati Pasbar,Bpk. Yulianto di Rumah Dinas Bupati Pasbar,Desember 2025

 

Semangat tersebut terus berkembang ketika menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Padang. Di tengah kesibukan kuliah, ia juga bekerja di Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, sekaligus membantu keluarga membiayai pendidikan adik-adiknya.

 

Gontam aktif di organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang dan dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Ranah Batahan dan Sekitarnya (IMPRBS) Kota Padang.

 

Pada akhir 1989, Gontam berpindah tugas ke Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI. Kariernya terus berkembang. Ketika bertugas di KPP Batam pada 2002–2006, bersama rekan-rekannya ia memprakarsai pendirian Ikatan Keluarga Pasaman Barat (IKPB) Batam pada 2005. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum pertama IKPB Batam periode 2005–2008 dan kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pendiri IKPB Batam periode 2025–2030.


Laporan Sekum AKP2I sebagai Ketua Panitia  pada acara Rakernas AKP2I di Singkawang Kalbar thn.2025.



Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala KPP Dumai, Kanwil DJP Riau, periode 2006–2008, kemudian Kepala KPP Jakarta Pancoran sejak 2008. Setelah beberapa kali mendapat penugasan di Jakarta selama kurang lebih 14 tahun, jabatan terakhirnya adalah Kepala KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu hingga memasuki masa purnabakti.

 

Selama berkarier, Gontam pernah meraih penghargaan dari Kementerian PAN-RB sebagai penyelenggara pelayanan publik kategori Pelayanan Prima Tahun 2021. Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada Maret 2022 dengan piagam yang ditandatangani Menteri PAN-RB saat itu, almarhum Tjahjo Kumolo.



  Bersama Bpk.Mayjend Dr. Nefra Firdaus,tgl.8 September 2026,Waktu itu beliau  Dekan FKN Univ.Pertahanan,sejak tgl.5 Oktober 2026 pak Nefra diberi amanah sbg Pangdam Maluku Utara


 

Purnabakti sebagai ASN tidak membuatnya berhenti berkarya. Ia melanjutkan aktivitas profesional sebagai konsultan pada salah satu kantor konsultan global kelompok Big Four, yakni empat perusahaan jasa profesional terbesar di dunia.

 

Aktif Memimpin Berbagai Organisasi

Dikenal sebagai aktivis organisasi, Gontam hingga kini dipercaya mengemban sejumlah amanah di bidang sosial kemasyarakatan, keagamaan, profesi, dan pendidikan. Di antaranya:


 Bersama Wamen UMKM Bpk.Helvi Yuni Moraza,SE,MM,dan pak Benny Utama (anggota DPR RI ) pada acara Halbil IKPB Jaya

  1. Ketua Umum IKPB Jaya periode kedua, 2026–2031.
  2. Ketua Umum Yayasan Taqwa Sakti Budi Bhakti, Masjid At-Taqwa Jakarta Barat, 2023–2028.
  3. Sekretaris Umum Pengurus Pusat Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (PP AKP2I), 2025–2030.
  4. Ketua Pilar Dua International Tax Task Force (ITTF) AKP2I, 2024–2029.
  5. Anggota Dewan Pakar Bidang Ekonomi Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), 2023–2028.
  6. Anggota Bidang Fiskal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA), 2023–2028.
  7. Wakil Ketua Dewan Penasihat BK3AM Jakarta, 2024–2028.
  8. Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) KAHMI, 2023–2027.
  9. Ketua Dewan Pendiri IKPB Batam, 2025–2030.
  10. Dewan Pengawas Syariah Masjid Al-Ittihad Kemanggisan, Jakarta Barat, 2026–2028.

Dalam kepemimpinannya di IKPB Jaya periode 2026–2031, ia juga telah menerbitkan empat Surat Keputusan (SK), terdiri atas satu SK Pengurus IKPB Jaya dan tiga SK pengurus lembaga atau himpunan di bawah naungan organisasi tersebut.

 

Gontam mengungkapkan rasa syukur atas seluruh rahmat dan nikmat Allah SWT. Ia berpegang pada pesan Al-Qur'an bahwa orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, kemuliaan manusia ditentukan oleh ketakwaan, serta Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan.

 

Ucapan Selamat dari Sejumlah Tokoh

Atas keberhasilannya meraih gelar doktor, Gontam menerima ucapan selamat, doa, dukungan, dan karangan bunga dari sejumlah tokoh nasional, pejabat, serta kalangan profesional.

 

Di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom; Dr. H. Charles Meikyansah, Ketua Dewan Pembina IKPB Jaya sekaligus Anggota DPR RI; Dr. H. Maneger Nasution, MA, Pembina IKPB Jaya sekaligus anggota Ombudsman RI; Prof. Dr. Tjip Ismail, MM, MBA, Senat Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum dan Militer; serta Eko Prajanto, Direktur dan Partner KPMG Indonesia.

 

Ucapan selamat juga datang dari Mayjen Dr. Nefra Firdaus, Dekan Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan yang kini menjabat Pangdam Maluku Utara; Dr. H. Suherman Saleh, MSc, Ketua Umum PP AKP2I; Dr. H. Hasan Rachmany, MA, Pembina Yayasan Taqwa Bhakti sekaligus Wakil Ketua Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI); serta Dr. H. Tarmizi Hakim, SpB (U), Pembina IKPB Jaya dan pendiri layanan bedah jantung RS Harapan Kita.

 

Atas perhatian dan dukungan tersebut, Gontam menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, ucapan, dan karangan bunga atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktoral.

 

"Semoga pencapaian ini semakin menambah kontribusi dan pengabdian untuk umat, masyarakat, dan negara. Mudah-mudahan perjalanan hidup ke depan semakin bermakna dan bermanfaat. Aamiin Ya Rabbal Alamin," ungkapnya.


Selamat dan sukses kepada Dr. Gontam Yusuf. Semoga ilmu dan amanah yang diemban menjadi ladang amal serta pengabdian yang berkelanjutan. **** irz


Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

By On Minggu, November 01, 2026

  

 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Dr. Zawil Huda, SH, MH, terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2031 melalui Musyawarah Daerah (Musda) III MUI Pasaman Barat yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Sabtu (31/10/2026).


Dalam Musda tersebut, selain menetapkan Dr. Zawil Huda sebagai ketua, peserta musyawarah juga memilih Buya Suharman sebagai Sekretaris Umum MUI Pasaman Barat. Sementara itu, Buya Dr. Sirril Masri, Lc., MA., dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pasaman Barat.


 Dr. Zawil Huda 


Dalam sambutannya, Dr. Zawil Huda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat atas dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan Musda III MUI tersebut.



Ia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih terarah guna menunjang berbagai program pembinaan umat dan kegiatan keulamaan agar dapat berjalan lebih optimal.


Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan para ulama juga perlu terus ditingkatkan, mengingat peran mereka yang selama ini menjadi pembimbing, pendidik, serta panutan masyarakat hingga ke pelosok nagari.


 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


Kepada media ini, Minggu (1/11/2026), Dr. Zawil Huda menyampaikan harapannya agar MUI Pasaman Barat ke depan menjadi organisasi yang bermartabat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan pemerintah daerah.


"MUI harus bermartabat dan memiliki kontribusi konkret bagi umat maupun pemerintah daerah. Kita juga berharap terjalin kerja sama yang harmonis dengan Polres Pasaman Barat serta seluruh unsur terkait," ungkapnya.


 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


Lebih lanjut, ia berharap MUI dapat menjadi perekat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat demi mendorong kemajuan Kabupaten Pasaman Barat.


"MUI diharapkan menjadi perekat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun dan memajukan Pasaman Barat. Inilah yang menjadi harapan kita ke depan," tambahnya.


Terpilihnya Dr. Zawil Huda sebagai Ketua MUI Pasaman Barat periode 2026–2031 menjadi babak baru bagi perjalanan organisasi keagamaan tersebut.


 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


Kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat peran ulama dalam membina umat, menjaga kerukunan, memberikan pencerahan keagamaan, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan maupun sosial di Pasaman Barat.


Perjalanan Pendidikan dan Karier Akademik

Di balik amanah barunya sebagai Ketua MUI Pasaman Barat, Dr. Zawil Huda juga memiliki perjalanan pendidikan dan karier akademik yang patut diapresiasi.


Pria kelahiran Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, 28 November 1985 ini, resmi menyandang gelar Doktor Pendidikan Islam setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Doktor pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Senin (8/2/2021).


Zawil Huda yang dikenal sebagai ulama, Buya, mubalig, dan pendakwah, sekaligus berprofesi sebagai guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,52 dengan predikat Sangat Memuaskan.


Predikat tersebut diperolehnya setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul:

"Pola Pembinaan Karakter Peserta Didik Berbasis Budaya Lokal pada MTsN 04 Pasaman Barat."


Berdasarkan daftar peraih gelar doktor pada Program Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang saat itu, Zawil Huda tercatat sebagai doktor ke-209. Pencapaian tersebut sekaligus menambah sumber daya manusia Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki kualifikasi pendidikan doktor.


Sebelum meraih gelar doktor, Zawil Huda juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan keislaman di Pasaman Barat. Kiprahnya sebagai pendidik, mubalig, serta tokoh keagamaan menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat.


Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman dakwah, dan aktivitas sosial keagamaan yang dimilikinya, masyarakat tentu berharap kepemimpinan Dr. Zawil Huda mampu membawa MUI Pasaman Barat semakin berperan dalam membangun kehidupan umat yang religius, harmonis, dan berkemajuan. *** irz

 M. Junir Resmi Dilantik sebagai Ketua PWI Pasaman Barat Periode 2026–2029

By On Jumat, Oktober 30, 2026

 


  M. Junir, S.Ag. Resmi Dilantik sebagai Ketua PWI Pasaman Barat Periode 2026–2029


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — M. Junir Sikumbang resmi dilantik sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2029, bersama pengurus lainnya yang telah disusun. Pelantikan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (29/10/2026). Ia sebelumnya terpilih dalam Konferensi Luar Biasa (Konferlub) PWI Pasaman Barat pada 16 Oktober 2026.

 

Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navis, menyebut pelantikan tersebut sebagai momentum penting dalam pengembangan PWI Pasaman Barat.

 

Menurutnya, sejak 2014 kepengurusan PWI setempat belum memiliki kepengurusan definitif dan dijalankan melalui pelaksana tugas (Plt).

 

Ia berharap pengurus baru mampu memperkuat konsolidasi, menjaga solidaritas, serta meningkatkan profesionalisme wartawan.

 

Ketua PWI Pasaman Barat, M. Junir, menegaskan kesiapan organisasinya bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat tanpa mengabaikan independensi pers.



M. Junir, S.Ag

 

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas jurnalistik dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah harus tetap berjalan seiring dengan fungsi kontrol sosial pers.

 

Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, anggota DPR RI Benny Utama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

 


Bupati Yulianto menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan dan pembangunan.

 

“Pemerintah daerah membutuhkan kritik dan masukan untuk kemajuan daerah kita bersama. Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap bersinergi demi kepentingan masyarakat dan pembangunan Pasaman Barat,” ujar Yulianto.

 

Ia berharap kepengurusan PWI periode 2026–2029 mampu melahirkan wartawan yang profesional dan berintegritas, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. **** iz

 


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *