Jalan Rura Patontang Diusulkan Tiap Tahun Melalui Musrenbang , Wali Nagari : Sudah 'Wajib' Dibangun
On Minggu, Mei 17, 2026
![]() |
| Wali Nagari Pematang Panjang, Herman Pargauli |
Pasaman Baratm prodeteksi.com ---- Meski selalu diusulkan setiap tahun sebagai prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, proyek pembangunan jalan menuju Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat hingga kini belum juga terealisasi.
Akibatnya, tragedi kemanusiaan kembali berulang; seorang ibu hamil bernama Irhamni terpaksa ditandu warga sejauh beberapa kilometer demi mendapatkan layanan persalinan, yang berujung pada meninggalnya sang bayi akibat gangguan pernapasan setelah dilarikan ke RSUD Pasaman Barat.
Peristiwa memilukan yang terus berulang ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak pemerintah nagari serta desakan dari tokoh masyarakat yang menilai pemda tidak memiliki keberpihakan anggaran.
Sekretaris Nagari Pematang Panjang, Hartoni, Sabtu kemaren, mengatakan kejadian ibu hamil yang harus ditandu dari Rura Patontang untuk mendapatkan pelayanan persalinan bukanlah hal baru, melainkan sudah berulang kali terjadi.
Kepada media ini, Sabtu, Hartoni mengaku prihatin karena persoalan akses jalan ke wilayah tersebut hingga kini belum juga mendapat perhatian serius.
“Nggak pandai saya lagi berkomentar, soalnya kejadian ini sudah yang ke sekian kalinya,” ungkapnya, tanpa menyebutkan sudah berapa kali peristiwa serupa terjadi.
Menurutnya, usulan pembangunan jalan menuju Rura Patontang sebenarnya sudah diajukan setiap tahun.
“Pengusulan sudah sering, karena tiap tahun diajukan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Pematang Panjang yang dihubungi secara terpisah juga membenarkan bahwa pembangunan jalan ke Rura Patontang selalu menjadi usulan prioritas dalam setiap Musrenbang.
“Tiap Musrenbang kecamatan, itu saja yang diusulkan untuk diprioritaskan,” ucapnya.
Ia menilai, dengan kembali terjadinya kasus ibu hamil yang harus ditandu menuju Puskesmas Parit, maka pembangunan jalan ke daerah tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Kalau menurut saya, jalan ke sana wajib dibangun,” tegasnya.
Ia memperkirakan anggaran yang dibutuhkan agar jalan dapat dilalui mobil dengan lancar berkisar Rp3 miliar, termasuk pembangunan sejumlah jembatan di lintasan tersebut.
“Saya rasa berkisar Rp3 miliar semua termasuk jembatan-jembatannya,” katanya.
Pihak nagari berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dapat segera menganggarkan pembangunan jalan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, Wali Nagari juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa salah seorang warganya, Irhamni, beserta keluarga.
“Keluarga Besar Nagari Pematang Panjang beserta staf mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya. Semoga korban dan keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan,” ucapnya.
Selain pembangunan jalan, pihak nagari juga mengusulkan adanya penambahan penempatan bidan jorong di wilayah Rura Patontang guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.






.jpeg)
.png)
.png)
.png)