HEADLINE NEWS

Penyaluran BBM SPBU di Pasbar Harus Tertib, Ini Batas Maksimum Pembeliannya Sesuai Surat Edaran Bupati

By On Senin, Oktober 26, 2026

 


 Cegah Penyalahgunaan Subsidi, Pemkab Pasaman Barat Tegaskan Pengendalian BBM




PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan ketentuan pengendalian pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis bahan bakar tertentu (JBT) berupa solar subsidi dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) berupa Pertalite. Kebijakan tersebut bertujuan agar penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.


Ketentuan itu tercantum dalam Surat Edaran Bupati Pasaman Barat Nomor 500.10.17.3/09/BUP/2026 tentang pengendalian pendistribusian JBT jenis minyak solar dan JBKP jenis Pertalite bersubsidi di Kabupaten Pasaman Barat.


Dalam surat edaran tersebut, pembelian BBM dibatasi berdasarkan jenis kendaraan dan jumlah maksimal per hari. Karena itu, masyarakat maupun pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diimbau untuk memahami dan mematuhi ketentuan tersebut.


Batas Maksimal Pembelian BBM per Hari

Berdasarkan informasi pada pengumuman pemerintah daerah, batas maksimal pembelian BBM ditetapkan sebagai berikut:

  • Kendaraan roda dua: maksimal 10 liter per hari.

  • Kendaraan roda empat: maksimal 40 liter per hari.

  • Kendaraan roda enam atau lebih: maksimal 70 liter per hari.

Pembatasan ini dimaksudkan untuk membantu mengendalikan distribusi BBM serta mencegah pembelian yang tidak sesuai dengan ketentuan.


Solar Subsidi Tidak untuk Semua Kendaraan




Pengumuman tersebut juga menegaskan larangan penggunaan solar subsidi bagi kendaraan dengan jumlah berat bruto (JBB) di atas 8 ton, serta kendaraan angkutan industri dan perkebunan skala besar sebagaimana tercantum dalam ketentuan yang diumumkan.


Oleh sebab itu, masyarakat dan pelaku usaha perlu memperhatikan jenis kendaraan serta peruntukan BBM sebelum melakukan pembelian. Pengelola SPBU juga diharapkan menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.


Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi dan mendukung penyaluran energi yang lebih tertib, adil, serta tepat sasaran.


Kepatuhan seluruh pihak dinilai penting agar BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.


Masyarakat yang mengetahui dugaan penyalahgunaan atau distribusi BBM yang tidak sesuai ketentuan dapat menyampaikan laporan melalui saluran pengaduan resmi pemerintah daerah atau instansi terkait.


Dengan adanya pengendalian ini, diharapkan distribusi BBM di Kabupaten Pasaman Barat dapat berlangsung lebih tertib dan manfaat subsidi energi benar-benar dirasakan oleh pihak yang berhak. ***** irz

Sekda Pasaman Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Ulum

By On Kamis, Oktober 22, 2026

 LIPUTAN KHUSUS

 Sekda Pasaman Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Ulum



Pasaman Barat, prodeteksi.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dipusatkan di lapangan SMK Darul Ulum, Muara Kiawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (22/10/2026).


Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan akhlak, serta pengabdian kepada masyarakat.




Dalam upacara tersebut, Doddy San Ismail bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Amanat itu menekankan bahwa perjuangan santri pada masa kini harus dilanjutkan melalui pendidikan, inovasi, dan kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Jika dahulu para santri menguatkan negeri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu dilanjutkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan pada upacara tersebut.




Upacara HSN 2026 tingkat Kabupaten Pasaman Barat itu dihadiri unsur Kementerian Agama, Kementerian Haji, anggota DPRD Pasaman Barat, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan perbankan, pimpinan pesantren, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Pesantren Berperan Penting dalam Pembangunan Bangsa


Dalam amanatnya, Menteri Agama juga menyoroti komitmen pemerintah untuk memperkuat kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional.





Pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui fungsi pendidikan, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, terampil, berdaya saing, dan berakhlak mulia tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur keagamaan.


Dalam bidang dakwah, pesantren diharapkan terus menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat kerukunan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.


Sementara itu, melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan menjadi penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia serta kegiatan ekonomi produktif.



Menteri Agama juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren atau umat Islam, melainkan seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai tanah air.


Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan hubbul wathan minal iman, yang berarti cinta tanah air merupakan bagian dari iman.



Karena itu, generasi santri masa kini diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat. Semangat gotong royong dan persaudaraan juga perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.


Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh peserta mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan bangsa. Ia juga menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia, seraya mengajak mereka menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, dan terus mengabdi untuk negeri.


Pengurus Pesantren Sampaikan Terima Kasih


Salah seorang pengurus pesantren, Ali Mubarak, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Muara Kiawai.


Menurutnya, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan upacara dan rangkaian perlombaan.




Ali Mubarak juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang berbagai cabang perlombaan yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan kreativitas, mempererat persaudaraan antarsantri, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berprestasi.


Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Lomba


Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026.


Sekda Pasaman Barat, Doddy San Ismail, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan partisipasi para santri.


Penyerahan hadiah tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan kemampuan para peserta dalam mengikuti berbagai perlombaan.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, diharapkan para santri di Kabupaten Pasaman Barat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperdalam ilmu agama, menguasai teknologi, serta mengembangkan potensi diri.


Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. *** irz

Tidak Persoalkan Siapa yang Terpilih, Tiga Orang Pemegang Hak Suara Soroti Pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar

By On Kamis, Oktober 22, 2026

 Tidak Persoalkan Siapa yang Terpilih, Buyung Soroti Pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar



Pasaman Barat, prodeteksi.com —  Pemilihan Ketua PWI Pasaman Barat dalam Konferensi Luar Biasa (Konferlub) pada 16 Oktober 2026 memicu kontroversi. Meski M. Junir, S.Ag. dinyatakan terpilih secara aklamasi, mayoritas pemilik hak suara melayangkan protes dan mendesak PWI Pusat mengulang kembali forum tersebut karena dinilai tidak memenuhi kuorum organisasi.


Salah seorang pemegang hak suara dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Buyung, S.Sos., yang sempat mendaftar sebagai Calon Ketua, pelaksanaan pemilihan tersebut dinilai bermasalah. Pasalnya, Konferlub yang dipercepat menjadi tanggal 16 Oktober dari jadwal semula 31 Oktober 2026 ada tiga orang pemegang hak memilih yang terdaftar pada  DPT  yang  tidak hadir dalam forum tersebut.


Saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026), Buyung mengungkapkan alasan ketidakhadirannya karena tidak menerima surat undangan resmi dari panitia. Menurutnya, dari lima orang pemegang hak pilih dalam DPT, ada tiga orang (Hendi, Buyung dan Afratama) yang tidak hadir dengan alasan serupa, sehingga hanya dua pemegang DPT yang menghadiri Konferlub. Namun, forum tersebut tetap dilanjutkan.


"Memang kami tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi. Yang dimaksud undangan resmi itu kan ada kop surat dan tanda tangan dari panitia atau pengundang. Kalau hanya pemberitahuan lewat WhatsApp group atau telepon, itu bukan undangan melainkan informasi," ujar Buyung.


Lebih lanjut, Buyung menegaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan siapa figur yang terpilih, melainkan mekanisme pelaksanaannya yang dinilai menyalahi prosedur karena tidak memenuhi kuorum. Seharusnya, sesuai aturan PWI, pemilihan ditunda terlebih dahulu.


"Berdasarkan PO PWI Bab V Pasal 11 tentang aturan kuorum, kuorum awal minimal diikuti 2/3 dari jumlah DPT. Jika tidak tercapai, forum diskors maksimal 2 jam dan kehadiran minimal 50% + 1 dari DPT. Apabila tetap tidak tercapai, Konferensi ditunda paling lama 3 bulan. Dalam konferensi penundaan tersebut, forum baru dapat dinyatakan sah dengan jumlah DPT berapa pun yang hadir," jelasnya.


Buyung memaparkan, 2/3 dari 5 pemilih jika dibulatkan ke atas adalah 4 orang, sedangkan 50% + 1 dari 5 orang adalah 3 orang. Jika hanya 2 orang yang hadir, jumlah tersebut tidak memenuhi kedua ambang kuorum awal. Oleh karena itu, jika Konferlub 16 Oktober tersebut merupakan konferensi pertama, keabsahannya tidak bisa didasarkan pada kuorum awal saja tanpa melalui tahapan skorsing, penundaan, dan arahan resmi PWI Pusat.


Ia menambahkan, dasar penetapan hak suara dalam Konferlub PWI Pasbar ini merujuk pada DPT yang ditetapkan oleh PWI Sumatera Barat melalui Surat Pengurus Harian PWI Sumbar Nomor 57.03/PWI-SB/IX-2026 tertanggal 28 September 2026 dengan jumlah 5 pemilih.


Atas kejanggalan tersebut, Buyung bersama dua pemegang DPT lainnya mengaku keberatan. Tiga orang pemegang DPT tersebut telah melayangkan surat resmi kepada PWI Sumbar dan PWI Pusat untuk mengevaluasi serta mengulang kembali pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar.


Hal senada disampaikan oleh Hendi, pemegang DPT lainnya. Saat dikonfirmasi pada hari yang sama, Hendi membenarkan bahwa pihaknya tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi dan meminta agar Konferlub diulang.


Tanggapan Ketua Terpilih dan Panitia

Sementara itu, Ketua PWI Pasbar terpilih, M. Junir, S.Ag., saat dikonfirmasi pada Rabu 21 Oktober lalu, menyatakan bahwa informasi mengenai undangan telah disampaikan melalui grup WhatsApp dan telepon. Menurutnya, penyampaian undangan melalui pesan singkat atau media daring sudah memadai. Mengenai surat keberatan yang dilayangkan ke PWI, ia menilai hal tersebut merupakan hak setiap anggota.


Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Altas Maulana, S.S, menjelaskan bahwa panitia telah menyampaikan undangan secara elektronik (WA), lisan, maupun telepon demi menjaga kebersamaan.


"Mengenai surat undangan fisik tertulis memang tidak ada. Kami dari panitia memberikan undangan di grup WA serta disampaikan langsung dan via telepon kepada kelima pemilik hak suara, bukan hanya kepada tiga orang tersebut. Jejak digital di WA juga ada," terang Altas.


Altas menambahkan, langkah tiga pemegang DPT yang menyurati PWI merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sah.


"Yang jelas, kami panitia telah memberitahukan seluruh pemegang hak suara. Konferlub ini sendiri berjalan sesuai arahan dari PWI Sumbar yang hadir langsung di lokasi. Sebelum dan saat acara, panitia juga telah menghubungi ketiga orang tersebut. Semua tahapan yang disusun PWI Sumbar telah kami laksanakan. Terhadap keberatan mereka, sepenuhnya kami serahkan kepada PWI Sumbar," pungkasnya. *** irz

​Jembatan Tambang Padang Tengah  Dikerjakan, Jembatan Lama Sudah Dibongkar CV Anugerah Wardana.

By On Senin, Oktober 19, 2026

 ​Jembatan Tambang Padang Tengah  Dikerjakan, Jembatan Lama Sudah Dibongkar CV Anugerah Wardana.



Pasbar, prodeteksi.com — Pembangunan Jembatan Tambang Padang yang didanai Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp2,42 miliar lebih (Rp2.429.854.120) tengah dimulai pembangunannya.



​Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pada Minggu (17/10/2026), proses pengerjaan diawali dengan pemasangan jembatan sementara dan  pembongkaran struktur jembatan lama. Dua unit alat berat tampak dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa material lama agar pembangunan jembatan baru dapat segera dilaksanakan.



​Sesuai papan informasi proyek, pengerjaan ini berada di bawah Program Penyelenggaraan Jalan / Pengadaan Jalan Kabupaten/Kota pada Ruas Silaping – Aek Nabirong, yang  dilaksanakan oleh kontraktor CV Anugerah Wardana.



​Jembatan permanen dengan struktur baru tersebut dirancang memiliki panjang 15 meter dan lebar 7,5 meter. Jembatan ini memiliki nilai strategis sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan Kecamatan Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan.


​Selain itu, keberadaannya menjadi jalur vital mobilitas serta perekonomian warga dari Silaping (pusat Kecamatan Ranah Batahan) menuju sejumlah jorong di Nagari Batahan Utara, serta menghubungkan beberapa jorong di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka.



​Sebelumnya, jembatan tersebut sempat mengalami kerusakan berat hingga amblas dan runtuh pada Rabu malam (1/5/2024). Selama masa transisi, penanganan darurat berupa pembuatan jembatan sementara ditanggulangi oleh Pimpinan Peridon Siapmaju, Najjar Lubis, sehingga mobilitas masyarakat tidak terputus total.


​Harapan Masyarakat

Warga setempat berharap pembangunan jembatan baru ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas konstruksi yang kokoh. Dengan demikian, arus lalu lintas, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antarkecamatan dapat kembali berjalan lancar dan aman. *** 8rz

 

Pelayanan Rujukan IGD di Pasaman Barat Dinilai Baik, Pasien Lansia Dapat Pendampingan Ambulans Gratis

By On Senin, Oktober 19, 2026

 

 Perjalanan berobat dari Sawah Mudik ke Puskesmas Silaoing - RSUD Simpang Empat terus Ke RS Siti Rahmah Padang 


PASAMAN BARAT, prodeteksi. Com – Pelayanan rujukan pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Kabupaten Pasaman Barat dinilai cukup baik. Hal ini dirasakan oleh M, seorang warga berusia 76 tahun asal Sawah Mudik, Nagari Batahan Utara, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, yang mendapatkan pelayanan dan pendampingan ambulans saat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut di Kota Padang.


Informasi yang diperoleh menyebutkan, M mengalami cedera dan kemungkinan patah tulang  pada bagian paha kanan setelah terjatuh dari pintu depan rumah ketika hendak turun ke bagian bawah. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, saat M mendengar suara tangisan cucunya di depan rumah dan bermaksud melihat keadaan cucunya.


Sebelumnya, M  yang merupakan Nini mSnak tersebut sudah berjalan menggunakan bantuan tongkat. Namun, ketika hendak melihat cucunya, ia terjatuh. Saat kejadian tampak sama Jiran tetangga. M kemudian dibantu dan diangkat kembali ke rumah.


Dari Puskesmas Silaping 


Akibat kejadian tersebut, M mengalami rasa sakit pada bagian paha kanan sehingga sulit mengangkatkan kaki. Ia bahkan kesulitan duduk, apalagi berjalan. Selain itu, terlihat pembengkakan pada bagian paha hingga sekitar pinggul.


Karena kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan medis, keluarga M, yakni MR, menghubungi salah seorang pegawai Puskesmas Silaping, Salamuddin, untuk meminta bantuan pelayanan kesehatan dan ambulans.


Permintaan tersebut disambut dengan baik. Pihak Puskesmas Silaping kemudian mengirimkan ambulans ke Sawah Mudik untuk menjemput M dan membawanya ke puskesmas.


 Dari RSUD ke Padang 

Pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB, ambulans tiba dan membawa M ke Puskesmas Silaping. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, M dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan rontgen pada bagian kaki yang mengalami cedera.


Alhamdulillah, pihak Puskesmas Silaping menyediakan ambulans untuk mengantar M ke RSUD. Seorang staf puskesmas juga turut mendampingi pasien selama perjalanan. Pelayanan transportasi dan pendampingan tersebut diberikan secara gratis. Kecuali ketika menjemput ke Sawah Mudik hingga ke puskesmas sesuai kesepakatan.


Setibanya di RSUD, staf puskesmas membantu proses pendaftaran sehingga M dapat segera menjalani pemeriksaan dan rontgen. Berdasarkan hasil pemeriksaan, M didiagnosis mengalami fracture collum femur sinistra atau patah tulang femur sebelah kanan, serta memerlukan penanganan lebih lanjut berupa arthroplasty di rumah sakit rujukan di Padang.


Dirujuk ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang

Setelah dilakukan koordinasi, M kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Pihak RSUD kembali menunjukkan dukungan dengan menyiapkan ambulans, sopir, serta seorang staf yang bertugas mendampingi pasien sekaligus membawa berkas rujukan.


Rombongan berangkat pada Senin sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Padang sekitar pukul 23.30 WIB. Perjalanan yang cukup panjang tersebut dapat dilalui dengan dukungan fasilitas ambulans dan pendampingan petugas.


Seperti halnya perjalanan dari Puskesmas Silaping ke RSUD, transportasi ambulans dari RSUD menuju Rumah Sakit Siti Rahmah Padang juga diberikan secara gratis.


Sementara itu, untuk biaya pelayanan medis, M menggunakan kepesertaan BPJS Kesehatan berbayar.


Pelayanan yang Membantu Masyarakat

Pengalaman yang dialami M dan keluarganya menjadi gambaran pentingnya pelayanan rujukan yang cepat, koordinasi antarfasilitas kesehatan, serta pendampingan petugas bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, khususnya warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan untuk bergerak.


Ketersediaan ambulans dari Puskesmas Silaping hingga RSUD, kemudian dilanjutkan ke rumah sakit rujukan di Padang, sangat membantu keluarga dalam membawa pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


Keluarga pun terbantu karena tidak harus menanggung biaya transportasi ambulans pada kedua tahap rujukan tersebut.


Pelayanan seperti ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan agar masyarakat, terutama warga lanjut usia dan pasien dalam kondisi darurat, dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan terjangkau di Kabupaten Pasaman Barat. *"" Irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *