HEADLINE NEWS

Festival Literasi Pasbar 2026 Dorong Generasi Kritis, Kreatif, dan Berdaya Saing

By On Rabu, September 16, 2026

 

 Festival Literasi Pasbar 2026 Dorong Generasi Kritis, Kreatif, dan Berdaya Saing



Pasaman Barat, prodeteksi.comPemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong penguatan budaya literasi sebagai fondasi membangun generasi yang berilmu, kritis, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan saat membuka Festival Literasi Tingkat Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026 di Padang Tujuh, Selasa (15/9).

Mengusung tema “Dari Literasi Mencapai Prestasi dan Pengetahuan Wujudkan Pasaman Barat Sejahtera”, festival tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya literasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.
Wakil Bupati M. Ihpan mengatakan, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, serta terus belajar sepanjang hayat.
“Literasi harus mendorong kita dari sekadar tahu menjadi paham, dari sekadar percaya menjadi mampu memverifikasi, serta bijak melihat peluang dan mempertimbangkan risiko,” ujarnya.
Ia juga mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta, inovator, dan pemimpin yang adaptif di era digital.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menegaskan bahwa membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah berperan menyediakan fasilitas dan kebijakan, sekolah membangun budaya belajar, guru membimbing dan menginspirasi, orang tua mendampingi anak, sedangkan komunitas menghidupkan ruang kreativitas.
"Budaya literasi harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting mengenalkan anak pada buku, cerita, pengetahuan, serta membangun kebiasaan belajar sejak dini. Literasi adalah gerakan bersama,” tegasnya.
Ny. Sifrowati Yulianto juga menekankan pentingnya literasi karakter dan budaya agar kemajuan teknologi tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai agama dan budaya. Karena itu, gerakan literasi perlu diperkuat mulai dari keluarga, sekolah, nagari hingga lingkungan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang hidup, terbuka, dan produktif, sekaligus mendorong lahirnya penulis-penulis muda Pasaman Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri staf ahli, asisten dan kepala OPD, Kacabdin Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Camat Pasaman, Ketua GOW, Ketua DWP, Wali Nagari Aua Kuning, Bunda Literasi Kecamatan Pasaman, pegiat dan komunitas literasi, pustakawan, pendidik, peserta Festival Literasi, serta tamu undangan lainnya. *****dkf/irz

Bagikan 6.500 Masker, Wabup Ihpan Ajak Warga Pasbar Pakai Masker Saat Beraktivitas

By On Sabtu, September 12, 2026


 Bagikan 6.500 Masker, Wabup Ihpan Ajak Warga Pasbar Pakai Masker Saat Beraktivitas


Pasaman Barat, prodeteksi.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat membagikan 6.500 masker kepada masyarakat dan pelajar, Jumat (11/9), sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara yang kurang sehat.

Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati Pasaman Barat sekaligus Ketua PMI Pasaman Barat, M. Ihpan, itu menyasar sejumlah titik, di antaranya SD Negeri 09 Pasaman, kawasan Bundaran Simpang Empat, dan SD Negeri 07. Sebanyak 1.500 masker lainnya dialokasikan untuk masyarakat di Kecamatan Talamau.
M. Ihpan mengatakan penggunaan masker merupakan langkah sederhana untuk melindungi kesehatan, khususnya saluran pernapasan, ketika masyarakat beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian masker ini dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat karena kondisi udara yang kurang sehat. Kita khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan pernapasan, terutama anak-anak,” ujar M. Ihpan.
Menurutnya, pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena tingginya aktivitas mereka di lingkungan sekolah maupun di luar ruangan. Karena itu, Pemkab Pasbar bersama PMI mengimbau sekolah menginstruksikan siswa dan tenaga pendidik menggunakan masker sesuai kondisi lingkungan.
“Kami mengimbau seluruh sekolah untuk menginstruksikan penggunaan masker. Masyarakat juga kami minta menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan menggunakan masker,” katanya.
Selain pembagian masker, jajaran Dinas Kesehatan melalui puskesmas memberikan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan masker yang benar. Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran pelajar dalam menjaga kesehatan pernapasan sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.
M. Ihpan menyebut PMI Pasaman Barat juga menyiapkan masker untuk didistribusikan ke sejumlah kecamatan lainnya. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan PMI dalam mencegah dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kesehatan. Jangan menunggu sakit baru melakukan pencegahan. Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah merupakan salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat dr. Gina Alecia, Kepala Dinas Pendidikan Imter, serta sejumlah pejabat terkait.
*** dkf/ irz

Perkuat Kinerja Pelayanan Publik, Wali Kota Fadly Amran Lantik 234 Pejabat Pemko Padang

By On Rabu, September 09, 2026

 
 Perkuat Kinerja Pelayanan Publik, Wali Kota Fadly Amran Lantik 234 Pejabat Pemko Padang



PADANG, prodeteksi.com - Wali Kota Padang, Fadly Amran, melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 234 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang, pada Rabu (09/09/2026). 


Langkah penyegaran birokrasi ini digelar untuk memperkuat kinerja pelayanan publik sekaligus mengakselerasi pencapaian Visi, Misi, dan 9 Program Unggulan (Progul) Pemko Padang.

Adapun 234 pejabat yang dilantik terdiri atas 24 Pejabat Administrator (eselon III), 161 Pejabat Pengawas (eselon IV), 9 Pejabat Fungsional, serta 40 Kepala Sekolah. Acara pelantikan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang.

Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan agar seluruh pejabat yang baru dilantik segera keluar dari zona nyaman dan menunjukkan kerja nyata yang berorientasi pada hasil. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran serta tuntutan efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat, sebab ASN sejatinya bertindak sebagai pelayan masyarakat.

Selain itu, Fadly Amran meminta para pejabat baru untuk segera beradaptasi, berdiskusi dengan pejabat terdahulu, serta memperkuat koordinasi dengan jajaran staf guna menemukan ruang perbaikan dan menghadirkan inovasi. Secara khusus, ia juga menekankan peran vital kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam menentukan keberhasilan Progul Padang Juara dan Smart Surau di tingkat sekolah  **** dk/ irz

Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp 6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat

By On Minggu, September 06, 2026

 

 Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Pembangunan Diperkuat



PADANG, prodeteksi.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan total pendapatan daerah mencapai Rp6,61 triliun lebih. Seiring dengan meningkatnya kapasitas pendapatan tersebut, belanja daerah juga diarahkan lebih kuat untuk mendukung pembangunan dan pemulihan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar, di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026).
Mahyeldi menjelaskan, penyusunan Perubahan APBD 2026 berpedoman pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025 serta KUA dan Perubahan PPAS yang telah disepakati bersama pemerintah daerah dan DPRD pada 14 Agustus 2026 lalu.
Menurutnya, perubahan APBD merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan anggaran terhadap perkembangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang dinamis sepanjang tahun, termasuk kebutuhan penanganan dampak bencana, pergeseran anggaran, penggunaan saldo anggaran lebih (SiLPA), serta penyesuaian transfer ke daerah.
“Perubahan APBD ini kita susun dengan mempertimbangkan berbagai dinamika yang terjadi sepanjang tahun, sehingga kebijakan anggaran dapat tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan,” ujar Mahyeldi.
Dari sisi ekonomi, Mahyeldi menyebutkan Sumbar mulai menunjukkan tren pemulihan setelah menghadapi tekanan akibat bencana alam pada akhir 2025. Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh 1,89 persen.
Pertumbuhan tersebut antara lain didorong kembali bergeraknya sektor perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, serta investasi. Pemerintah pun tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2026 sebesar 5,70 persen melalui penguatan stimulus fiskal dan percepatan pelaksanaan program serta proyek strategis daerah.
“Pemulihan ekonomi ini harus kita jaga momentumnya. Karena itu, APBD harus mampu menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan itu, dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat Rp315,84 miliar lebih atau 5,02 persen, dari target awal Rp6,29 triliun lebih menjadi Rp6,61 triliun lebih. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya penguatan kapasitas pendapatan daerah di tengah berbagai dinamika ekonomi dan fiskal.
Pada sisi belanja, pemerintah mengusulkan peningkatan menjadi Rp6,97 triliun lebih atau naik Rp570,01 miliar dibandingkan APBD awal sebesar Rp6,40 triliun lebih. Salah satu peningkatan paling signifikan terdapat pada belanja modal yang hampir dua kali lipat, dari Rp471,12 miliar menjadi Rp941,94 miliar atau meningkat 99,94 persen.
Peningkatan belanja modal tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan fisik dan infrastruktur serta mendukung percepatan pemulihan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, belanja operasi direncanakan sebesar Rp4,87 triliun dan belanja transfer sebesar Rp1,13 triliun.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah merencanakan pembiayaan neto sebesar Rp192,66 miliar, yang bersumber dari penerimaan pembiayaan berupa SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp284,66 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp92 miliar untuk penyertaan modal daerah.
Mahyeldi mengatakan, struktur pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Sumbar untuk memastikan seluruh komponen anggaran memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus menjaga kesehatan fiskal daerah.
Dalam rancangan awal perubahan APBD tersebut, masih terdapat selisih yang perlu diselesaikan melalui pembahasan bersama sehingga struktur APBD pada akhirnya berada dalam posisi berimbang. Pemerintah daerah menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum Ranperda Perubahan APBD 2026 disepakati.
“Kita berharap melalui pembahasan bersama DPRD dapat ditemukan solusi terbaik sehingga struktur APBD perubahan nantinya benar-benar berimbang, sesuai ketentuan, dan tetap mampu menjawab kebutuhan pembangunan serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD akan terus menjaga agar kebijakan fiskal tetap diarahkan pada keberlanjutan pembangunan, pemulihan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan kesejahteraan masyarakat Sumbar.
Dengan tren pemulihan ekonomi yang terus dijaga dan penguatan alokasi belanja pembangunan, Perubahan APBD 2026 diharapkan menjadi instrumen penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus mempercepat pembangunan Sumbar di tengah dinamika fiskal nasional dan daerah. ****hms/ irz

Seorang Penumpang Bus Kecewa, Terpaksa Naik Ojek dari Simpang Empat Menuju Ujung Gading

By On Sabtu, September 05, 2026

 

 


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Seorang penumpang Bus "M" dari Kota Padang berinisial MR, yang diketahui masih berstatus mahasiswa sekaligus berprofesi sebagai wartawan salah satu media online terbitan Pasbar, mengaku kecewa setelah harus lama menunggu transportasi lanjutan dari Simpang Empat menuju Ujung Gading


Bahwa Bus yag ditompanginya hanya sampai Simpag Empat. Dan  akhirnya naik Ojek  menuju Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (5/9/2026).


MR sebelumnya mendapat informasi bahwa dirinya akan dicarikan bus lanjutan setelah tiba di Simpang Empat. Namun, setelah bus yang ditumpanginya tiba di kawasan tersebut, ia mengaku lama menunggu dan belum juga tiba..


MR berangkat dari Kota Padang sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan Jet Bus  “M” Pasaman dengan nomor kendaraan BA 79XX SU. Bus tersebut tiba di Simpang Empat sekitar pukul 17.00 WIB.


Simpang Empat diketahui merupakan tujuan akhir bus tersebut. Meski demikian, menurut keterangan MR, sebelumnya dirinya telah mendapat informasi bahwa akan disediakan atau dicarikan kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Ujung Gading.


Setibanya di Simpang Empat, MR mengatakan bahwa sopir menyampaikan telah menghubungi bus lain yang akan membawa dirinya menuju Ujung Gading.


Namun, sudah lama menunggu, bus lanjutan tersebut belum juga datang. Saat meminta nomor kontak atau informasi lebih lanjut mengenai kendaraan yang dimaksud, menurut pengakuannya, sopir menyampaikan bahwa telepon genggamnya sedang tidak aktif atau dalam kondisi mati.


Situasi tersebut membuat MR merasa bingung dan akhirnya karena ada jasa ojek yang menawarkan, maka MR memilih menggunakan jasa ojek untuk melanjutkan perjalanan menuju Ujung Gading.


MR berharap pihak pengelola Bus M Pasaman dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelayanan bagi penumpang yang memiliki tujuan di luar rute akhir bus, khususnya apabila sebelumnya telah ada informasi mengenai kendaraan lanjutan.


Menurutnya, kepastian informasi mengenai transportasi lanjutan penting diberikan kepada penumpang agar tidak mengalami kebingungan, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan hingga malam hari.


MR juga berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan dan komunikasi kepada penumpang. **** M. Rasian Anwar

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *