HEADLINE NEWS

Sekda Pasaman Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Ulum

By On Kamis, Oktober 22, 2026

 LIPUTAN KHUSUS

 Sekda Pasaman Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Ulum



Pasaman Barat, prodeteksi.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dipusatkan di lapangan SMK Darul Ulum, Muara Kiawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (22/10/2026).


Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan akhlak, serta pengabdian kepada masyarakat.




Dalam upacara tersebut, Doddy San Ismail bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Amanat itu menekankan bahwa perjuangan santri pada masa kini harus dilanjutkan melalui pendidikan, inovasi, dan kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Jika dahulu para santri menguatkan negeri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu dilanjutkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan pada upacara tersebut.




Upacara HSN 2026 tingkat Kabupaten Pasaman Barat itu dihadiri unsur Kementerian Agama, Kementerian Haji, anggota DPRD Pasaman Barat, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan perbankan, pimpinan pesantren, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Pesantren Berperan Penting dalam Pembangunan Bangsa


Dalam amanatnya, Menteri Agama juga menyoroti komitmen pemerintah untuk memperkuat kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional.





Pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui fungsi pendidikan, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, terampil, berdaya saing, dan berakhlak mulia tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur keagamaan.


Dalam bidang dakwah, pesantren diharapkan terus menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat kerukunan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.


Sementara itu, melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan menjadi penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia serta kegiatan ekonomi produktif.



Menteri Agama juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren atau umat Islam, melainkan seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai tanah air.


Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan hubbul wathan minal iman, yang berarti cinta tanah air merupakan bagian dari iman.



Karena itu, generasi santri masa kini diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat. Semangat gotong royong dan persaudaraan juga perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.


Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh peserta mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan bangsa. Ia juga menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia, seraya mengajak mereka menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, dan terus mengabdi untuk negeri.


Pengurus Pesantren Sampaikan Terima Kasih


Salah seorang pengurus pesantren, Ali Mubarak, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Muara Kiawai.


Menurutnya, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan upacara dan rangkaian perlombaan.




Ali Mubarak juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang berbagai cabang perlombaan yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan kreativitas, mempererat persaudaraan antarsantri, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berprestasi.


Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Lomba


Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026.


Sekda Pasaman Barat, Doddy San Ismail, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan partisipasi para santri.


Penyerahan hadiah tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan kemampuan para peserta dalam mengikuti berbagai perlombaan.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, diharapkan para santri di Kabupaten Pasaman Barat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperdalam ilmu agama, menguasai teknologi, serta mengembangkan potensi diri.


Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. *** irz

Tidak Persoalkan Siapa yang Terpilih, Tiga Orang Pemegang Hak Suara Soroti Pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar

By On Kamis, Oktober 22, 2026

 Tidak Persoalkan Siapa yang Terpilih, Buyung Soroti Pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar



Pasaman Barat, prodeteksi.com —  Pemilihan Ketua PWI Pasaman Barat dalam Konferensi Luar Biasa (Konferlub) pada 16 Oktober 2026 memicu kontroversi. Meski M. Junir, S.Ag. dinyatakan terpilih secara aklamasi, mayoritas pemilik hak suara melayangkan protes dan mendesak PWI Pusat mengulang kembali forum tersebut karena dinilai tidak memenuhi kuorum organisasi.


Salah seorang pemegang hak suara dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Buyung, S.Sos., yang sempat mendaftar sebagai Calon Ketua, pelaksanaan pemilihan tersebut dinilai bermasalah. Pasalnya, Konferlub yang dipercepat menjadi tanggal 16 Oktober dari jadwal semula 31 Oktober 2026 ada tiga orang pemegang hak memilih yang terdaftar pada  DPT  yang  tidak hadir dalam forum tersebut.


Saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026), Buyung mengungkapkan alasan ketidakhadirannya karena tidak menerima surat undangan resmi dari panitia. Menurutnya, dari lima orang pemegang hak pilih dalam DPT, ada tiga orang (Hendi, Buyung dan Afratama) yang tidak hadir dengan alasan serupa, sehingga hanya dua pemegang DPT yang menghadiri Konferlub. Namun, forum tersebut tetap dilanjutkan.


"Memang kami tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi. Yang dimaksud undangan resmi itu kan ada kop surat dan tanda tangan dari panitia atau pengundang. Kalau hanya pemberitahuan lewat WhatsApp group atau telepon, itu bukan undangan melainkan informasi," ujar Buyung.


Lebih lanjut, Buyung menegaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan siapa figur yang terpilih, melainkan mekanisme pelaksanaannya yang dinilai menyalahi prosedur karena tidak memenuhi kuorum. Seharusnya, sesuai aturan PWI, pemilihan ditunda terlebih dahulu.


"Berdasarkan PO PWI Bab V Pasal 11 tentang aturan kuorum, kuorum awal minimal diikuti 2/3 dari jumlah DPT. Jika tidak tercapai, forum diskors maksimal 2 jam dan kehadiran minimal 50% + 1 dari DPT. Apabila tetap tidak tercapai, Konferensi ditunda paling lama 3 bulan. Dalam konferensi penundaan tersebut, forum baru dapat dinyatakan sah dengan jumlah DPT berapa pun yang hadir," jelasnya.


Buyung memaparkan, 2/3 dari 5 pemilih jika dibulatkan ke atas adalah 4 orang, sedangkan 50% + 1 dari 5 orang adalah 3 orang. Jika hanya 2 orang yang hadir, jumlah tersebut tidak memenuhi kedua ambang kuorum awal. Oleh karena itu, jika Konferlub 16 Oktober tersebut merupakan konferensi pertama, keabsahannya tidak bisa didasarkan pada kuorum awal saja tanpa melalui tahapan skorsing, penundaan, dan arahan resmi PWI Pusat.


Ia menambahkan, dasar penetapan hak suara dalam Konferlub PWI Pasbar ini merujuk pada DPT yang ditetapkan oleh PWI Sumatera Barat melalui Surat Pengurus Harian PWI Sumbar Nomor 57.03/PWI-SB/IX-2026 tertanggal 28 September 2026 dengan jumlah 5 pemilih.


Atas kejanggalan tersebut, Buyung bersama dua pemegang DPT lainnya mengaku keberatan. Tiga orang pemegang DPT tersebut telah melayangkan surat resmi kepada PWI Sumbar dan PWI Pusat untuk mengevaluasi serta mengulang kembali pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar.


Hal senada disampaikan oleh Hendi, pemegang DPT lainnya. Saat dikonfirmasi pada hari yang sama, Hendi membenarkan bahwa pihaknya tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi dan meminta agar Konferlub diulang.


Tanggapan Ketua Terpilih dan Panitia

Sementara itu, Ketua PWI Pasbar terpilih, M. Junir, S.Ag., saat dikonfirmasi pada Rabu 21 Oktober lalu, menyatakan bahwa informasi mengenai undangan telah disampaikan melalui grup WhatsApp dan telepon. Menurutnya, penyampaian undangan melalui pesan singkat atau media daring sudah memadai. Mengenai surat keberatan yang dilayangkan ke PWI, ia menilai hal tersebut merupakan hak setiap anggota.


Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Altas Maulana, S.S, menjelaskan bahwa panitia telah menyampaikan undangan secara elektronik (WA), lisan, maupun telepon demi menjaga kebersamaan.


"Mengenai surat undangan fisik tertulis memang tidak ada. Kami dari panitia memberikan undangan di grup WA serta disampaikan langsung dan via telepon kepada kelima pemilik hak suara, bukan hanya kepada tiga orang tersebut. Jejak digital di WA juga ada," terang Altas.


Altas menambahkan, langkah tiga pemegang DPT yang menyurati PWI merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sah.


"Yang jelas, kami panitia telah memberitahukan seluruh pemegang hak suara. Konferlub ini sendiri berjalan sesuai arahan dari PWI Sumbar yang hadir langsung di lokasi. Sebelum dan saat acara, panitia juga telah menghubungi ketiga orang tersebut. Semua tahapan yang disusun PWI Sumbar telah kami laksanakan. Terhadap keberatan mereka, sepenuhnya kami serahkan kepada PWI Sumbar," pungkasnya. *** irz

​Jembatan Tambang Padang Tengah  Dikerjakan, Jembatan Lama Sudah Dibongkar CV Anugerah Wardana.

By On Senin, Oktober 19, 2026

 ​Jembatan Tambang Padang Tengah  Dikerjakan, Jembatan Lama Sudah Dibongkar CV Anugerah Wardana.



Pasbar, prodeteksi.com — Pembangunan Jembatan Tambang Padang yang didanai Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp2,42 miliar lebih (Rp2.429.854.120) tengah dimulai pembangunannya.



​Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pada Minggu (17/10/2026), proses pengerjaan diawali dengan pemasangan jembatan sementara dan  pembongkaran struktur jembatan lama. Dua unit alat berat tampak dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa material lama agar pembangunan jembatan baru dapat segera dilaksanakan.



​Sesuai papan informasi proyek, pengerjaan ini berada di bawah Program Penyelenggaraan Jalan / Pengadaan Jalan Kabupaten/Kota pada Ruas Silaping – Aek Nabirong, yang  dilaksanakan oleh kontraktor CV Anugerah Wardana.



​Jembatan permanen dengan struktur baru tersebut dirancang memiliki panjang 15 meter dan lebar 7,5 meter. Jembatan ini memiliki nilai strategis sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan Kecamatan Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan.


​Selain itu, keberadaannya menjadi jalur vital mobilitas serta perekonomian warga dari Silaping (pusat Kecamatan Ranah Batahan) menuju sejumlah jorong di Nagari Batahan Utara, serta menghubungkan beberapa jorong di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka.



​Sebelumnya, jembatan tersebut sempat mengalami kerusakan berat hingga amblas dan runtuh pada Rabu malam (1/5/2024). Selama masa transisi, penanganan darurat berupa pembuatan jembatan sementara ditanggulangi oleh Pimpinan Peridon Siapmaju, Najjar Lubis, sehingga mobilitas masyarakat tidak terputus total.


​Harapan Masyarakat

Warga setempat berharap pembangunan jembatan baru ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas konstruksi yang kokoh. Dengan demikian, arus lalu lintas, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antarkecamatan dapat kembali berjalan lancar dan aman. *** 8rz

 

Pelayanan Rujukan IGD di Pasaman Barat Dinilai Baik, Pasien Lansia Dapat Pendampingan Ambulans Gratis

By On Senin, Oktober 19, 2026

 

 Perjalanan berobat dari Sawah Mudik ke Puskesmas Silaoing - RSUD Simpang Empat terus Ke RS Siti Rahmah Padang 


PASAMAN BARAT, prodeteksi. Com – Pelayanan rujukan pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Kabupaten Pasaman Barat dinilai cukup baik. Hal ini dirasakan oleh M, seorang warga berusia 76 tahun asal Sawah Mudik, Nagari Batahan Utara, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, yang mendapatkan pelayanan dan pendampingan ambulans saat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut di Kota Padang.


Informasi yang diperoleh menyebutkan, M mengalami cedera dan kemungkinan patah tulang  pada bagian paha kanan setelah terjatuh dari pintu depan rumah ketika hendak turun ke bagian bawah. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, saat M mendengar suara tangisan cucunya di depan rumah dan bermaksud melihat keadaan cucunya.


Sebelumnya, M  yang merupakan Nini mSnak tersebut sudah berjalan menggunakan bantuan tongkat. Namun, ketika hendak melihat cucunya, ia terjatuh. Saat kejadian tampak sama Jiran tetangga. M kemudian dibantu dan diangkat kembali ke rumah.


Dari Puskesmas Silaping 


Akibat kejadian tersebut, M mengalami rasa sakit pada bagian paha kanan sehingga sulit mengangkatkan kaki. Ia bahkan kesulitan duduk, apalagi berjalan. Selain itu, terlihat pembengkakan pada bagian paha hingga sekitar pinggul.


Karena kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan medis, keluarga M, yakni MR, menghubungi salah seorang pegawai Puskesmas Silaping, Salamuddin, untuk meminta bantuan pelayanan kesehatan dan ambulans.


Permintaan tersebut disambut dengan baik. Pihak Puskesmas Silaping kemudian mengirimkan ambulans ke Sawah Mudik untuk menjemput M dan membawanya ke puskesmas.


 Dari RSUD ke Padang 

Pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB, ambulans tiba dan membawa M ke Puskesmas Silaping. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, M dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan rontgen pada bagian kaki yang mengalami cedera.


Alhamdulillah, pihak Puskesmas Silaping menyediakan ambulans untuk mengantar M ke RSUD. Seorang staf puskesmas juga turut mendampingi pasien selama perjalanan. Pelayanan transportasi dan pendampingan tersebut diberikan secara gratis. Kecuali ketika menjemput ke Sawah Mudik hingga ke puskesmas sesuai kesepakatan.


Setibanya di RSUD, staf puskesmas membantu proses pendaftaran sehingga M dapat segera menjalani pemeriksaan dan rontgen. Berdasarkan hasil pemeriksaan, M didiagnosis mengalami fracture collum femur sinistra atau patah tulang femur sebelah kanan, serta memerlukan penanganan lebih lanjut berupa arthroplasty di rumah sakit rujukan di Padang.


Dirujuk ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang

Setelah dilakukan koordinasi, M kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Pihak RSUD kembali menunjukkan dukungan dengan menyiapkan ambulans, sopir, serta seorang staf yang bertugas mendampingi pasien sekaligus membawa berkas rujukan.


Rombongan berangkat pada Senin sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Padang sekitar pukul 23.30 WIB. Perjalanan yang cukup panjang tersebut dapat dilalui dengan dukungan fasilitas ambulans dan pendampingan petugas.


Seperti halnya perjalanan dari Puskesmas Silaping ke RSUD, transportasi ambulans dari RSUD menuju Rumah Sakit Siti Rahmah Padang juga diberikan secara gratis.


Sementara itu, untuk biaya pelayanan medis, M menggunakan kepesertaan BPJS Kesehatan berbayar.


Pelayanan yang Membantu Masyarakat

Pengalaman yang dialami M dan keluarganya menjadi gambaran pentingnya pelayanan rujukan yang cepat, koordinasi antarfasilitas kesehatan, serta pendampingan petugas bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, khususnya warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan untuk bergerak.


Ketersediaan ambulans dari Puskesmas Silaping hingga RSUD, kemudian dilanjutkan ke rumah sakit rujukan di Padang, sangat membantu keluarga dalam membawa pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


Keluarga pun terbantu karena tidak harus menanggung biaya transportasi ambulans pada kedua tahap rujukan tersebut.


Pelayanan seperti ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan agar masyarakat, terutama warga lanjut usia dan pasien dalam kondisi darurat, dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan terjangkau di Kabupaten Pasaman Barat. *"" Irz

Irti Zamin Ucapkan Selamat kepada Junir Sikumbang, PWI Pasbar Perkuat Profesionalisme Wartawan

By On Sabtu, Oktober 17, 2026

 

 IRTI ZAMIN, SS


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Pendiri sekaligus Pimpinan Pro Pers Media Group ( PT. Pro Pers Indonesia) yang berkedudukan di Parit Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat, Irti Zamin, SS, mengucapkan selamat kepada Junir Sikumbang yang telah dipercaya sebagai Ketua Definitif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2029.


Ucapan tersebut disampaikan Irti Zamin, SS, pada Sabtu (17/10/2026), menyusul terpilih dan ditetapkannya Junir Sikumbang sebagai Ketua PWI Pasaman Barat melalui Konferensi Kabupaten Luar Biasa (Konferlub) yang digelar pada Jumat (16/10/2026).


Irti Zamin yang sejak 2002 tercatat sebagai wartawan media cetak Tabloid ZAMAN, saat ini memimpin Pro Pers Media Group, sebuah kelompok media yang membawahi lima media online, yakni prodeteksi.com, zamanterkini.com, smartsumbar.com, sannarinews.com, dan prorakyatnews.com. Ia  berharap kepengurusan PWI Pasaman Barat yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta membawa kemajuan bagi dunia pers di daerah itu.


Menurutnya, terbentuknya kembali kepengurusan definitif PWI Pasaman Barat diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu wartawan, memperkuat solidaritas antaranggota, serta meningkatkan profesionalisme dan kompetensi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.


“Dengan terbentuknya kembali kepengurusan PWI Pasaman Barat, kita berharap organisasi ini dapat menjalankan perannya sebagai wadah bagi wartawan untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan memperkuat kualitas pemberitaan,” harapnya.


Irti Zamin yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Serikat Pemerhati Media Indonesia (SPMI) Pasaman Barat itu menilai, keberadaan berbagai organisasi profesi kewartawanan di daerah tersebut merupakan potensi positif untuk memperkuat peran pers dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan berbagai persoalan publik.


Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan, menjaga komunikasi, dan mempererat tali silaturahmi di antara sesama wartawan maupun organisasi profesi pers.


“Perbedaan organisasi jangan sampai menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Justru dengan komunikasi dan silaturahmi yang baik, kita dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas jurnalistik serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.


Sebagai pemimpin redaksi yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi Wartawan (SKW) jenjang Utama dari LSP pers Indonesia , Irti Zamin juga menilai peningkatan kompetensi merupakan bagian penting dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.


Ia mengikuti uji kompetensi wartawan angkatan kedua di Padang yang diselenggarakan oleh Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia.


Menurutnya, penguatan kompetensi, pemahaman kode etik jurnalistik, serta komitmen terhadap prinsip akurasi dan keberimbangan berita harus terus menjadi perhatian setiap insan pers.


Irti Zamin berharap, di bawah kepemimpinan Junir Sikumbang, PWI Pasaman Barat semakin solid dan mampu berkontribusi dalam membangun iklim pers yang sehat, profesional, independen, serta bertanggung jawab.


“Harapan kita, pers Pasaman Barat ke depan semakin baik, semakin profesional, dan semakin dipercaya masyarakat. Wartawan harus mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi publik,” tutupnya. *** Irz

     Junir Sikumbang Siap Jaga Marwah PWI Pasaman Barat, Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

By On Sabtu, Oktober 17, 2026




PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Ketua Definitif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2029, Junir Sikumbang, menegaskan komitmennya menjaga marwah organisasi dan memperkuat profesionalisme wartawan melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, terpercaya, serta konstruktif bagi kemajuan daerah.


Komitmen tersebut disampaikan Junir setelah dirinya ditetapkan sebagai Ketua Definitif PWI Pasaman Barat yang terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kabupaten Luar Biasa (Konferlub) yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Jumat (16/10/2026).



Kepada media ini, Sabtu (17/10/2026), Junir menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak swasta, mitra kerja PWI, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terbentuknya kepengurusan definitif tersebut.


“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap terbentuknya kepengurusan definitif PWI Pasaman Barat, baik pemerintah daerah, Forkopimda, pihak swasta, mitra kerja PWI maupun pihak lainnya. Semoga amanah ini dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Junir.


Menurutnya, terbentuknya kepengurusan definitif menjadi momentum penting untuk mengaktifkan kembali roda organisasi, memperkuat solidaritas antarwartawan, serta meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers di Kabupaten Pasaman Barat.


Pers Harus Berani Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan

Junir menegaskan, PWI Pasaman Barat tidak hanya berkomitmen meningkatkan kualitas pemberitaan, tetapi juga menjalankan peran pers sebagai penyampai aspirasi masyarakat agar dapat didengar oleh pemerintah.



“PWI siap menjadi penyambung aspirasi masyarakat, menyuarakan kebenaran dan keadilan, serta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat agar mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan internal organisasi menjadi salah satu prioritas kepengurusannya. Peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan perlu terus dilakukan agar anggota PWI mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Selain meningkatkan kemampuan jurnalistik, Junir menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik serta Kode Perilaku Wartawan PWI dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita yang berkualitas, tetapi juga harus menjaga independensi, mengedepankan fakta, serta berani mengungkap persoalan publik secara bertanggung jawab.

“PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan salah satu organisasi pers terbesar di Indonesia harus mampu menjaga integritas serta meningkatkan kompetensi anggotanya. Kita ingin wartawan bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kode etik dan memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat,” ujarnya.

Junir juga mengingatkan bahwa semangat perjuangan PWI sejak didirikan pada 9 Februari 1946 harus tetap relevan dengan tantangan zaman. Jika pada masa awal kemerdekaan pers turut menyuarakan perjuangan bangsa, maka pada masa sekarang pers harus berperan dalam menyuarakan ketidakadilan, persoalan kemiskinan, dan berbagai masalah sosial lainnya.

“Pers harus tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik. Berbagai persoalan masyarakat, termasuk ketidakadilan dan kemiskinan, perlu disuarakan secara profesional agar menjadi perhatian pemerintah dan dapat dicarikan solusinya,” tambahnya.


Konferlub Berjalan Sesuai Arahan PWI Sumbar

Ketua Panitia Konferlub PWI Pasaman Barat, Altas Maulana, mengatakan seluruh tahapan konferensi telah dilaksanakan sesuai prosedur dan arahan PWI Provinsi Sumatera Barat.

“Panitia telah melaksanakan semua tahapan sebagaimana arahan PWI Sumbar. Jadi, tidak ada intervensi sama sekali,” ujar Altas.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa PWI Pasaman Barat menjadi organisasi yang semakin aktif, solid, profesional, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pemberitaan berkualitas.

Harapan tersebut sejalan dengan tema Konferlub, yakni “Membangun Sinergi, Mengedepankan Pers Berintegritas di Pasaman Barat.”

Sidang Konferlub dipimpin Ahmad Romi, didampingi Wisnu Utama dan Arafat. Dalam sidang tersebut, Junir Sikumbang ditetapkan sebagai Ketua Definitif PWI Pasaman Barat periode 2026–2029.


PWI Sumbar Tekankan Soliditas Organisasi

Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navies, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Konferlub PWI Pasaman Barat. Ia menjelaskan bahwa keputusan terkait pelaksanaan konferensi telah melalui koordinasi dengan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sumbar, Zul Efendi, serta Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PWI, Zulkifli Gani Ottoh.

“Artinya, kita mengambil keputusan bukan sendiri-sendiri, melainkan telah melalui proses sebagaimana mestinya,” kata Widya.

Ia meminta kepengurusan baru menjaga kekompakan dan segera menyusun program kerja agar organisasi dapat berjalan optimal. Widya juga mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga marwah PWI, menaati kode etik jurnalistik, serta mempertahankan profesionalisme dalam menjalankan tugas. **** irz

Raih Predikat Cum Laude, Tria Fitri Utami Resmi Menyandang Gelar M.Kom dari UPI YPTK Padang

By On Jumat, Oktober 16, 2026

 

 Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom


PADANG, prodeteksi.com — Prestasi membanggakan diraih oleh Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom. Putri sulung dari pasangan pimpinan dan pendiri Yayasan Pendidikan Pesantren Informasi dan Teknologi Zaminul Ghairi  (YPPIT) ZAMIGA Parit Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat—Irti Zamin, S.S. dan Megawati, S.Pd.—resmi menyandang gelar Magister Komputer (M.Kom.).


  Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom


Tria, kelahiran Parit pada Maret 2003 itu.  dikukuhkan dalam prosesi wisuda Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika di Universitas Putra Indonesia (UPI) Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang pada Rabu (14/10/2026).


  Tria Fitri Utami, S.Kom., M.Kom




Keberhasilan Tria yang masih berusia 23 tahun ini,  meraih gelar Magisster terbilang sangat cepat. Setelah menyelesaikan studi Strata 1 (S1) pada Mei 2025 lalu, ia berhasil menuntaskan program Pascasarjana (S2) hanya dalam kurun waktu jelang 1,5 tahun. Hal ini tidak terlepas dari ketekunan serta kerja kerasnya dalam membagi waktu di tengah segudang aktivitas harian.



Selain sibuk sebagai pengurus yayasan, operator, dan guru di Pondok Pesantren ZAMIGA, Tria juga aktif mengemban amanah sebagai Sekretaris Redaksi di media online Prodeteksi.com (Pro Pers Media Group).


"Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT saya berhasil meraih predikat Cum Laude (Dengan Pujian). Semoga capaian ini dapat menjadi penunjang dalam penerapan ilmu di lapangan, serta menjadi modal untuk kemajuan Ponpes ZAMIGA, khususnya SMK TI ZAMIGA yang saat ini memiliki Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)," ungkap Tria penuh rasa syukur usai prosesi wisuda.



Pelaksanaan wisuda UPI YPTK Padang periode ini digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Selasa hingga Kamis (13–15 Oktober 2026). Prosesi wisuda pada hari kedua (Rabu, 14/10/2026) merupakan wisuda Periode Pertama di Tahun Akademik 2026/ 2027 yang diikuti oleh Tria, meluluskan sebanyak 453 orang yang ikut wisuda hari kedua. Mereka adalah  wisudawan/wisudawati dari berbagai jenjang, yang terdiri dari:

  • Program Doktor (S3): 12 orang

  • Pasca Sarjana (S2) :   38 orang

  • Sarjana Sistem Informasi (S1): 225 orang

  • Sarjana Teknik Informatika (S1): 178 orang



Banjir Ucapan Selamat dan Doa

Atas pencapaian tersebut, ucapan selamat dan doa mengalir hangat dari keluarga besar, baik kedua orang tua, adik-adik dan satu rang yang  tidak dapat hadir yakni M. Rasihan Anwar karena masih kulliah di UNIDA GONTOR. Begitu juga ucapan selamat dari kerabat dekat lainnya. Mereka berharap ilmu yang telah diperoleh dapat membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi diri sendiri, keluarga, almamater ZAMIGA, serta masyarakat luas.


Ucapan selamat dan apresiasi serupa turut disampaikan oleh jajaran majelis guru, staf, dan para santri Ponpes ZAMIGA, serta para sahabat dan rekan sejawat di media Prodeteksi.com. ****  irz\


Foto Foto WISUDA TRIA FITRI UTAMI

































Selamat dan Sukses keadaTRIA FITRIUTAMI, S.Kom, M. Kom,semoga  ilmunya bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, ZAMIGA dan masyarakat nusa dan bangsa.Aamiiin


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *