Konsumsi Ikan di Pasbar Masih Rendah, Ini Kata Kementerian Kelautan

Kementerian Kelautan dan Perikanan Gelar Safari Gemarikan
Pasaman Barat, prodeteksi.com---Demi memberantas stunting di Pasaman Barat dan untuk membudayakan konsumsi ikan bagi masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ), melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan menggelar Safari Gemarikan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (3/10) di Aula Kantor Camat Gunung Tuleh dan diikuti sebanyak 200 orang peserta. Mereka berasal dari sejumlah nagari, yang memiliki tingkat stunting tertinggi di Pasaman Barat.

Nagari tersebut yakni Kajai, Talu, Muaro Kiawai, dan Rabi Jonggor, dengan 15 orang peserta remaja putri per nagari. Peserta lainnya yakni kaum ibu dari Kecamatan Gunung Tuleh. 

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Berny Ahmad Subkhi, Assisten Bupati Bidang Pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat Edi Murdani beserta sejumlah Kepala OPD, Kadis Perikanan Pasbar Arial Efendi beserta satker tingkat Kecamatan. 

Dalam kata sambutannya Sesditjen Berny Ahmad Subkhi menuturkan bahwa, untuk konsumsi ikan masyarakat Indonesia, rata - rata per orangnya telah mencapai 50 kg per tahun. 

Masih sangat jauh, jika dibandingkan dengan orang Jepang yang rata - rata mengkonsumsi 95 kg daging ikan murni tiap orang per tahunnya. Apalagi jika dibandingkan dengan masyarakat Pasaman Barat, yang hanya menghabiskan 34,4 kg per orang tiap tahunnya.

"Hampir separo penghasil ikan di Sumatera Barat, itu berasal dari Pasaman Barat. Seharusnya tingkat stunting tertinggi di Sumbar, tidak berasal dari daerah ini. Untuk itu, mari kita budayakan konsumsi ikan kepada anak - anak demi terpenuhinya gizi mereka dan untuk meningkatkan kecerdasan otak mereka", ujar Berny Ahmad Subkhi.

Ketika dimintai keterangan mengenai acara tersebut, Kadis Perikanan Pasbar Arial Efendi, S.Pi mengungkapkan bahwa, sasaran kegiatan dari  ini adalah ibu hamil dan menyusui, balita, anak - anak dan remaja, yang masih dalam masa pertumbuhan.

"Harapan kita, adanya Gerakan Safari Gemarikan, dengan sasaran ibu hamil di 1000 hari kehidupan pertama bayi dalam kandungan ibunya, hingga menyusui, saat balita, anak - anak sampai remaja, mereka memperbanyak konsumsi ikan, sehingga diharapkan kedepannya, tidak ada lagi anak - anak yang menderita stunting di Pasaman Barat", jelas Arial Efendi.

Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan pelayanan Posyandu, yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Pembagian makanan olahan ikan dan udang, sebagai oleh-oleh untuk peserta dan para undangan yang hadir. ***Zein

Post a Comment

recentcomment

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.