HEADLINE NEWS

Lemahnya Jaringan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Ini Jawaban Kominfo Pasbar

By On Kamis, Mei 14, 2026


 Bantuan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Kominfo Pasbar Mengaku tak Dilibatkan



Pasaman Barat, prodeteksi.com  — Bantuan Wifi tenaga surya dari BAKTI Komdigi yang dipasang di SMP Negeri 4 Sungai Beremas justru memunculkan tanda tanya. Selain jaringan yang disebut lemah, proses pemasangan bantuan tersebut diduga tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sofyandri Piliang, saat dikonfirmasi mengaku kurang mengetahui apakah ada pihak dinas yang ikut mendampingi saat pemasangan fasilitas internet tersebut.

Kemudian Ia menyebut, berdasarkan informasi dari bidang SMP, tidak ada petugas dari dinas pendidikan yang ikut dalam proses pemasangan. Pihaknya hanya menerima pemberitahuan bahwa bantuan akan dipasang di sekolah tersebut.

“Menurut keterangan bidang SMP, tidak ada pihak kami yang ikut. Hanya ada pemberitahuan pemasangan saja,” ujarnya.

Bahkan, Sofyandri menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat karena khawatir memberikan jawaban yang keliru.

“Izin pak, kalau bisa langsung dikonfirmasi terkait kebenaran info ini ke Diskominfo pak, takut nanti salah jawab,” katanya.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat melalui Kabid Layanan E-Government dan Aptika, Sunarto, menjelaskan bahwa pemasangan Wifi di SMPN 4 Sungai Beremas langsung dilakukan vendor yang ditunjuk oleh pihak BAKTI tanpa melibatkan Kominfo daerah.

“Pemasangan langsung dilakukan vendor yang ditunjuk pihak BAKTI. Koordinasi pemasangan langsung dengan user penerima bantuan, dalam hal ini pihak SMPN 4 Sungai Beremas,” jelas Sunarto.

Ia menegaskan, Pemkab Pasaman Barat melalui Kominfo hanya sebatas mengusulkan calon penerima bantuan. Setelah bantuan disetujui, seluruh proses teknis ditangani langsung oleh pihak pusat dan vendor pelaksana.

“Pemkab Pasaman Barat dalam hal ini Kominfo hanya mengajukan calon penerima bantuan. Setelah bantuan datang, pihak BAKTI langsung menyerahkan kepada user penerima bantuan. Untuk pemasangannya juga langsung dikerjakan di lokasi tanpa melibatkan Kominfo daerah,” katanya.

Tak hanya soal koordinasi, kualitas jaringan internet bantuan tersebut juga menjadi perhatian. Sunarto mengakui bandwidth yang diberikan memang sangat terbatas dan dinilai tidak memadai untuk kebutuhan seluruh pengguna di sekolah.

“Besaran bandwidth yang diberikan pihak BAKTI memang tidak cukup memadai untuk digunakan seluruh user di SMPN 4 karena hanya sekitar 2 sampai 4 Mbps,” ungkapnya.

Kondisi ini memunculkan kritik terhadap pelaksanaan program digitalisasi pendidikan di daerah terpencil. Di satu sisi pemerintah pusat terus menggencarkan pemerataan akses internet sekolah, namun di sisi lain kapasitas jaringan dan koordinasi pelaksanaan di lapangan dinilai masih belum optimal.

“Pengusulannya memang dari Pemkab Pasaman Barat, tapi pemasangan langsung dari pusat. Kadang kami juga tidak tahu kapan mereka datang memasang karena tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kesiapan program bantuan internet di daerah terpencil. Di tengah gencarnya pemerintah mendorong transformasi digital pendidikan, koordinasi antarinstansi dan kualitas layanan justru dinilai masih jauh dari harapan. **** irz

SMPN 4 Sungai Beremas Keluhkan Buruknya Jaringan WiFi Kominfo dan Listrik PLN yang Belum Masuk

By On Minggu, Mei 10, 2026

 

 SMPN 4 Sungai Beremas di Poros

 
PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Hampir sama dengan kondisi yang dialami sekolah di kawasan Poros lainnya, SMP Negeri 4 Sungai Beremas juga mengeluhkan lemahnya jaringan internet dan keterbatasan listrik yang menghambat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.


Meski sekolah sudah menerima bantuan WiFi Tenaga Surya dari Kominfo, namun jaringan internet yang tersedia dinilai belum maksimal dan sering mengalami gangguan. Akibatnya, pihak sekolah masih terpaksa menggunakan WiFi pribadi milik guru untuk mendukung kegiatan sekolah sehari-hari.


Kepala SMPN 4 Sungai Beremas, Apriani  yang berlokasi di Poros, Pasaman Barat, saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan bahwa sejak dirinya mulai bertugas pada Maret 2026, fasilitas WiFi di sekolah tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, jaringan internet bantuan Kominfo yang dipasang sekitar sebulan lalu masih sulit digunakan.




 Apriani, Kepala SMPN 4 Sungai Beremas 

“Memang sekarang sudah ada bantuan WiFi dari Kominfo, tetapi sangat sulit mendapatkan jaringan. Terpaksa kami masih menggunakan WiFi pribadi guru yang ada di sekolah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bantuan WiFi tersebut dipasang untuk menggantikan jaringan lama yang telah digunakan sejak tahun 2023 yang kini telah rusak, termasuk jaringan pribadi salah seorang guru yang selama ini membantu kebutuhan internet sekolah.


“Baru bulan kemarin dipasang mengganti WiFi yang lama dan WiFi guru, namun sinyalnya masih sangat lemah dan kurang bagus,” ungkapnya.


Menurutnya, keberadaan WiFi bantuan Kominfo seharusnya dapat memberikan akses internet yang lebih lancar untuk mendukung administrasi sekolah, pembelajaran digital, hingga pelaksanaan ujian berbasis online. Namun kenyataannya, jaringan yang tersedia masih belum stabil.


 SMPN 4 Sungai Beremas 


“Harapan kami tentu jaringan internet bisa lebih bagus dan lancar, karena saat ini sinyalnya masih sangat lemah,” katanya lagi.


Saat ini, kata dia, akses internet yang paling sering digunakan tetap berasal dari WiFi pribadi guru di sekolah tersebut. Kondisi itu juga berdampak pada pengeluaran tambahan karena pihak sekolah harus membeli paket internet secara mandiri.


Bahkan saat pelaksanaan Ujian TKA beberapa waktu lalu, jaringan WiFi bantuan belum dapat digunakan pada pagi hari sehingga sekolah kembali mengandalkan jaringan milik guru agar kegiatan ujian tetap berjalan.


“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar jaringan internet di sekolah ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung dunia pendidikan,” tutupnya. Begutupun pada pihak PLN agar segera memasukkan jaringan ke kawasan Poros inim " tutupnya, *** irz

SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi

By On Jumat, Mei 08, 2026


 SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Sungai Beremas yang berada di kawasan Poros, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, kembali mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung pendidikan, terutama akses WiFi, internet, dan listrik PLN yang hingga kini belum tersedia di sekolah tersebut.

Padahal WiFi dan internet yang selama ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta administrasi sekolah. Meski permohonan telah berkali-kali diajukan kepada instansi terkait, hingga kini belum ada tanggapan maupun realisasi yang jelas.


Beberapa guru yang ditemui di kantor sekolah pekan lalu menyampaikan bahwa ketiadaan akses internet yang memadai membuat proses pembelajaran menjadi terkendala, terutama di tengah perkembangan pendidikan digital saat ini. 


 Beberapa guru yang ditemui di kantor SD N 09 Sungai Beremas di Poros


Menurut mereka, fasilitas WiFi dan internet sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran secara daring, hingga pengelolaan administrasi sekolah yang kini banyak dilakukan secara online.


“Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Padahal fasilitas WiFi dan internet sangat membantu kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah,” ujar salah seorang guru.


Orang tua siswa dan masyarakat sekitar juga mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas tersebut demi kemajuan pendidikan di kawasan Poros. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menindaklanjuti permohonan sekolah agar para siswa tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi modern.

 

SD N 08 Sungai Beremas


Kepala SDN 09 Sungai Beremas, Masril Madnin, S.Pd, saat dihubungi membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya hingga sekarang belum menikmati jaringan WiFi maupun aliran listrik PLN.


“Kalau ada WiFi dan listrik tentu sangat bagus untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujarnya.


Menurut Masril, memang benar bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada berbagai pihak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun realisasi nyata.


“Kok lai ancak bona molahnyo pak, tapi ndak lai salamo iko do pak, iming-iming ajo nyo,” sindirnya menggunakan bahasa daerah setempat yang menggambarkan kekecewaan karena janji yang belum terealisasi.


Ia menjelaskan, keberadaan internet dan listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran daring, hingga pengiriman laporan administrasi pendidikan.


Pihak sekolah bahkan mengaku pernah diminta oleh Dinas Pendidikan untuk menghubungi PT Telkom terkait pemasangan jaringan internet. Namun setelah dilakukan komunikasi, hingga kini belum ada jawaban maupun kepastian.


Selain itu, pihak PLN dari Simpang Empat juga disebut pernah datang langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan peninjauan. Namun sampai saat ini pemasangan jaringan listrik ke wilayah Poros juga belum terealisasi.


“Tu mangko nyo, acuoh ajo ambo le tentang iko le pak, tunggu ajo bilo listrik dan Telkom masuok le,” ungkap Kepala Sekolah lagi.


Masril juga menyebut bahwa pihak Nagari Air Bangis  hingga kini juga belum pernah ada pembahasan khusus mengenai kebutuhan listrik dan internet untuk sekolah tersebut.


“Sering saya bertemu dengan wali nagari, tapi belum pernah membahas soal ini,” katanya.

“Do kurang basoba le pak, do lai ba listrik do pak, samo ba WiFi kosong,” tutupnya. *** irz

Redistribusi Guru SD di Pasbar Segera Jalan, 99 ASN PAI Masih Diverifikasi

By On Sabtu, April 11, 2026

 

 Redistribusi ASN SD di Pasaman Barat, 99 Guru PAI masih Diverifikasi dan akan Ditempatkan



Pasaman Barat, prodeteksi.com  — Program redistribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pasaman Barat segera dilaksanakan. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru yang mengatur kewajiban beban kerja minimal guru.


Program redistribusi difokuskan untuk pemerataan tenaga pendidik, terutama dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang masih kekurangan.


Dinas Pendidikan Pasaman Barat mencatat, terdapat 99 ASN guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sebelumnya terindikasi belum memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu sebagaimana diatur dalam regulasi tersebut.


Namun, angka tersebut belum bersifat final. Guru PAI masih memiliki peluang untuk memenuhi ketentuan beban kerja dengan menambah jam linier di sekolah asal, seperti melalui mata pelajaran pendukung (PQ) serta tugas tambahan lain yang ekuivalen (TTLE), seperti pembina tahfiz atau kegiatan ekstrakurikuler.


 Syofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar

“Data 99 guru PAI itu masih akan diverifikasi, karena sesuai aturan mereka masih bisa menambah jam melalui PQ dan TTLE,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Syofyandri Piliang, belum lama ini di Simpang Empat.


Ia menjelaskan, apabila setelah penambahan jam tersebut guru telah memenuhi beban kerja minimal 24 jam, maka yang bersangkutan tetap dapat bertugas di sekolah asal. Namun jika belum terpenuhi, maka guru tersebut akan didistribusikan ke sekolah lain yang membutuhkan.


“Kita pastikan dulu hasil verifikasi. Setelah itu baru dilakukan redistribusi bagi yang benar-benar belum memenuhi 24 jam,” jelasnya.


Lebih lanjut, proses redistribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalitas. Guru yang akan ditempatkan harus memiliki penilaian kinerja minimal “Baik”, sehingga mutu pendidikan di sekolah tujuan tetap terjaga.


Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan tidak terjadi lagi ketimpangan jumlah guru antar sekolah serta kualitas pendidikan di Pasaman Barat dapat meningkat secara merata. **** irz

 

Disdik Pasbar Segera Redistribusi Kelebihan Guru ASN, untuk Sekolah yang Membutuhkan Tingkat SMP

By On Minggu, April 05, 2026

 


 

 Sofyandri Piliang, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasbar



SIMPANG EMPAT, prodeteksi.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pendidikan segera memperkuat langkah redistribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) guru. Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025, yang memberikan mandat mengenai pemerataan tenaga pendidik di satuan pendidikan.


Kebijakan ini diambil untuk mengatasi ketimpangan kebutuhan guru di tingkat SD dan SMP yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 5 Maret 2026, Pasaman Barat memiliki 479 rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dengan kelebihan guru ASN bahkan banyak yang telah sertifikasi tidak memiliki jam pada sejumlah mata pelajaran inti.


Kelebihan ASN tidak hanya terjadi pada posisi guru mata pelajaran, tetapi juga pada tenaga kependidikan. Berikut adalah rincian kelebihan guru yang segera didistribusikan ke sekolah yang membutuhkan di lapangan:

  • Tenaga Kependidikan & Pendukung:
    • Tata Usaha (TU/PP): 43 orang
  • Mata Pelajaran Inti:
    • Pendidikan Kewarganegaraan (PKN): 11 orang
    • Bahasa Indonesia: 11 orang
    • Matematika: 12 orang
    • IPS: 41 orang
    • IPA: 16 orang
    • Bahasa Inggris: 24 orang
    • PAI : 31 orang

Menariknya, data menunjukkan bahwa posisi Guru Bimbingan Konseling (BK) saat ini menjadi satu-satunya formasi yang tidak mengalami kekurangan, sehingga dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan seluruh SMP di Pasaman Barat.


Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri melalui Sekretaris, Sofyandri Piliang, belum lama ini menjelaskan bahwa kehadiran Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 menjadi angin segar sekaligus panduan operasional dalam melakukan pemetaan ulang.


"Sesuai dengan aturan terbaru dari kementerian, redistribusi ini tidak hanya soal memindahkan guru antar sekolah negeri, tapi juga memastikan keberadaan Guru ASN dapat mendukung satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat jika diperlukan, demi pemerataan kualitas," ungkapnya.


Disampaikan bahwa redistribusi ASN menjadi solusi agar penyebaran guru dan tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan dengan memindahkan ASN dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan.


Dengan redistribusi ASN, diharapkan tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh SMP di Pasaman Barat.


"Redistribusi ASN dilakukan dengan memindahkan tenaga pendidik dari sekolah yang memiliki kelebihan muatan (surplus) ke sekolah yang masih kekurangan. Tujuannya agar penyebaran tenaga kependidikan lebih merata sesuai kebutuhan riil di lapangan," ujar Sofyandri. 


Program redistribusi ASN ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang selama ini masih bergantung kepada tenaga non ASN untuk memenuhi kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.***** irz

 

PKKM Sukses dan Lancar, MTs PP Zamiga Komitmen Tinggi Untuk Kemajuan Pendidikan

By On Kamis, Desember 04, 2025

 LIPUTAN KHUSUS

 Pelaksanaan PKKM di MTs PP Zamiga, Sukses dan Lancar


Pasaman Barat, prodeteksi.com ----- Setelah sebelumnya tertunda karena terdampak bencana hujan dan banjir, akhirnya satu minggu kemudian, pelaksanaan  PKKM ( Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) di MTs PP Zamiga Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat,  dilaksanakan pada Rabu (3 Desember 2025)

 MTs PP Zamiga Parit


Pelaksanaan PKKM berjalan sukses dan lancar. Dihadiri dua orang Tim Penilai dari Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten  Pasaman Barat, Kahiroh, S.Ag dan Tisnelly, S.Pd, M.PdI. Dibuka langsung oleh Tisnelly mewakili Kakankemenag Pasbar sekira pukul 09.00 WIB, Rabu.

 Pelaksanaan PKKM di MTs PP Zamiga, Sukses dan Lancar

Dalam kesempatan itu, Tisnelly  menyempaikan harapannya  kepada para guru dan ustadz/ ustadzah yang telah berjuang  dan membantu giat dalam persiapan perlaksanaan PKKM Tahun 2025 di MTsS PP Zamiga agar menjadi tolak ukur untuk kemajuan Zamiga ke depan.


 Tim Penilai


Atas nama Kementerian Agama Pasaman Barat, dia  selaku  yang mewakili, mohon maaf atas ketidak hadiran dari pejabat Kemenag, mungkin karena ada halangan. " Kemugkina  ada halangan sehingga tidak sempat hadir ke madrasah kita ini,  jadi kami mohon maaf  yang sebesar-besarnya, " ucapnya. 


Namun walaupun tidak ada hadir  pejabat dari Kementerian Agama Pasama Barat, acara tetap terlaksana . "Mudah-mudahan dengan perlaksanaan PKKM ini Sebagai cambuk untuk majunya madrasah ke depan, " ungkapnya lagi.


 Suasana PKKM di MTs PP Zamiga


Sebagai Tim Penilai, dia menyebut akan adanya penilaian khusus. Terkait slite  atau  dari tayangan yang akan disajikan oleh Kepala Madrasah,   katanya lagi.


"Kalau dalam paparan nanti itu semuanya sudah ada, kami tidak akan susah-susah lagi bertanya. Tinggal memperlihatkan dokumen-dokumennya. Kemudian Kalau ada nanti yang perlu dipertanyakan apa saja indikator yang belum ada  atau yang belum disiapkan itu akan menjadi perhatian madrasah. Jadi Bapak Ibu janganlah sampai deg-degan kita semuanya teman dan semuanya akan memperbaiki, ulasnya.


  Suasana PKKM di MTs PP Zamiga


Kami sebagai tim penilai hanya mewakili dari Kementerian Agama untuk turun ke lapangan menilai madrasahnya, menilai kepalanya  dan menilai guru-gurunya, Semua stakeholder harus  mampu saling menunjang dalam keberhasilan madrasah. Berhasilnya kepala berarti gurunya berhasil  dan siswanya juga akan  berkualitas, itu harapan kita, ujarnya.


Maka pada hari ini, Rabu 3 Desember 2025, marilah kita buka acara PKKM Tahun 2025 ini di MTsS  PP ZAMIGA PARIT, dengan mengucapkan Basmalah, "Bismillahirrahmanirrahim", ucapnya yang disambut tepuk tangan dari hadirin semua.


 Kepala Mdrasah, Irti Zamin, SS ( kanan / ,mendampingi Tim Penilai)


Dalam paparan Kepala Madrasah, Irti Zaminm SS, membuka silidenya yang diawali dengan perkenalan diri dan sejarah singkat berdirinya Ponpesa/ MTs PP Zamiga yang didirikannya sendiri bersama istri.

  

"Zamiga ini didirikan pada tahun 2014, dengan penuh perjuangan mulai dari pembukaan lahan di belakang rumah hingga berdirinya gedung seperti yang ada saat ini. Alhamdulillah madrasah ini sudah mengalami kemajuan dan pada tahun ini dapat memperoleh santri baru tingkat MTs sebanyak 33 orang dan SMK juga sekitar 30 orang , jelas Irti.


 Tria Fitri Utami mewakili Ketua Yayasan memberikan sambutan positif atas pelaksanaan PKKM



Selanjutnya irti Zamin menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Tim Penilai dan juga majelis guru yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. 


Dalam paparannya, Irti menyebut bahwa PKKM itu sangat bagus karena dapat mengukur dan meningkatkan kompetensi kepala madrasah dalam menjalankan tugas-tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi, dan usaha pengembangan madrasah secara keseluruhan. 


   Suasana PKKM di MTs PP Zamiga



Penilaian ini dilakukan untuk kali pertama untuk madrasah swasta yang ke depan akan dilaksanakan setiap tahun secara berkala dan berfungsi sebagai alat pembinaan serta pengawasan. 


Penyampaian kepala madrasah meliputi, usaha pengembangan madrasah, Pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, Supervisi Akademik  kepada guru dan tenaga kependidikan dan terakhir menyangkut hasil kinerka kepala madrasah, termasuk prestasi -prestasi yang telah diraih.


   Suasana PKKM di MTs PP Zamiga



Berbagai dokumen yang diperlukan baik foto atau dokumen ketikan lainnya disampaikan lewat slite PPT dengan menggunakan laptop melalui pancaran Smart TV, sehingga memudahkan peserta PKKM untuk memahami dan megerti apa yang disampaikan. ***** irz

Klip Video PKKM ZAMIGA

\








Foto foto  PKKM ZAMIGA






















Cerdas Cermat Antar Santri PPMINI Untuk Pertama Kali Diperlombakan, Santri Antusias.

By On Senin, Oktober 20, 2025

 

 Cerdas Cermat Antar Santri PPMINI Untuk Pertama Kali Diperlombakan, Santri Antusias.


Padang Pariaman, prodeteksi.com --- Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) kembali menggelar kegiatan terbaru, kegiatan kali ini adalah kegiatan Cerdas Cermat pada Jumat (17/10/2025) malam. Cerdas cermat ini adalah kegiatan terbaru yang dilaksanakan di Lingkungan PPMINI. 


Kegiatan Cerdas Cermat (CC) dimulai pada Bagda isya selesai pada pukul 23.00 WIB. Lomba Cerdas Cermat PPMINI adalah kegiatan yang berbentuk lomba yang dilaksanakan untuk mengasah skill santri yang kurang lebih sudah satu tahun pelajaran menghapal ilmu nahwu & saraf untuk bisa membaca bahasa Arab.


Cerdas Cermat PPMINI kali ini diikuti oleh 10 tim. Masing-masing tim diisi oleh 5 orang peserta dari kalangan santri. Tim-tim tersebut dikasih dengan nama-nama "As sabiqun al awwalun" adalah sebutan bagi orang-orang yang pertama kali memeluk agama Islam. 



Ketua Pelaksana Lomba Cerdas Cermat PPMINI Tuo Bagas Mulya P  mengatakan kepada awak media "Lomba Cerdas Cermat ini adalah ajang tes skill bagi santri agar apa yang telah santri latih selama setahun ini bisa diaplikasikan. Soal-soal lomba cerdas cermat ini berjumlah 80 soal yang terdiri dari soal ilmu nahwu & Saraf, Sirah Nabawiyah, Fiqih & soal umum, saya dalam pelaksanaan lomba cerdas cermat kali ini tidak sendiri, saya dibantu oleh Tuo Riski Candra S.Pd, Tuo M Fajar, Tuo Hafiz dan Tuo Habil. Semoga dengan adanya lomba cerdas cermat PPMINI kali ini santri kian antusias dalam mengaji setiap malam di lingkungan PPMINI.Tutup Tuo Bagas"


Senada dengan hal tersebut Pimpinan PPMINI, Tuo Abdul Jamil Al Rasyid, menyampaikan rasa harunya atas semaraknya lomba cerdas cermat malam ini. “ Dahulu, Abuya H Sulkani TK Sutan selalu mendambakan kegiatan ini terlaksana karena situasi dan kondisi pada saat itu, Cerdas Cermat ini urung terlaksana, tetapi malam ini adalah malam yang penuh rahmat dari Allah SWT kegiatan ini adalah  kegiatan bersejarah karena Lomba Cerdas Cermat ini baru pertama kali dilaksanakan. Semoga dengan adanya Lomba Cerdas Cermat kali ini membuat santri semakin termotivasi dalam pelaksanaan proses belajar di Lingkungan PPMINI. Kegiatan ini dilaksanakan dan didukung oleh guru tuo yang ada di Lingkungan PPMINI, terima kasih kepada guru tuo beserta santri-santri yang ikut serta dalam Lomba Cerdas Cermat kali ini” ujarnya.


Pemenang dari lomba cerdas cermat kali ini adalah:

-Juara 1 Kelompok Abdullah bin Mas'ud ( Aziz Athaya, Imam, Rafi, Agung, Rehan)

-Juara 2 Kelompok Khadijah RA (Finza, Ibra, Ikramul, Reza, Ikram)

-Juara 3 kelompok Zaid Bin Haritsah (Patrido, Amar, Farhan, Tio, Syahrul)


Lomba Cerdas Cermat antar santri PPMINI ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang oleh guru tuo di Lingkungan PPMINI.**** (Ajr)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *