![]() |
| Irhamni Masih DIrawat di RSUD Simpang Empat |
Pasaman Barat, prodeteksi.com — Bayi yang dilahirkan oleh Irhamni (38), ibu hamil asal Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Pasaman Barat di Simpang Empat, Kamis (14/5/2026). Dan telah dimakamkan Jumat siang di Rura Patontang.
Sebelumnya, Irhamni diketahui harus ditandu warga sejauh sekitar 3 kilometer akibat buruknya akses jalan menuju kampung mereka. Setelah berhasil dibawa ke Puskesmas Parit, ia melahirkan bayinya. Namun karena sang bayi mengalami asfiksia berat atau gangguan pernapasan serius, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Simpang Empat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
![]() |
| Telah Dimakamkan |
Namun nyawa bayi tersebut akhirnya tidak tertolong.
Karena bayi meninggal dunia di RSUD, pihak rumah sakit kemudian mengantarkan jenazah bayi itu ke Puskesmas Parit pada Kamis malam.
Menurut Saluddin, sekitar pukul 00.00 WIB, warga dari Rura Patontang datang menjemput jenazah bayi tersebut ke Puskesmas Parit. Jenazah kemudian langsung dibawa kembali ke kampung halaman dan tiba di Rura Patontang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Pada Jumat pagi (15/5/2026), bayi tersebut dimakamkan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, hingga kini Irhamni masih menjalani perawatan di RSUD Simpang Empat. Warga berharap kondisi ibu bayi tersebut segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya di kampung.
Peristiwa duka ini kembali memunculkan desakan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat agar segera membangun akses jalan yang layak menuju Rura Patontang.
Warga menilai kejadian serupa sudah terlalu sering terjadi akibat sulitnya akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.
“Kami berharap pemerintah segera membangun jalan yang layak agar masyarakat bisa cepat mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ujar Saluddin, salah seorang warga.
Masyarakat menilai buruknya infrastruktur di wilayah terpencil tersebut telah membuat warga harus mempertaruhkan keselamatan saat membutuhkan layanan darurat, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan warga sakit. **** irz
« Prev Post
Next Post »


