HEADLINE NEWS

Dr. Maneger Nasution: Jalan ke Rura Patontang Seharusnya Sudah Dibangun Sejak Dulu

By On Senin, Juni 01, 2026

 

 Dr. Maneger Nasution, S.Ag, M.A, M.H



Pasaman Barat, prodeteksi.com – Dukungan terhadap percepatan pembangunan akses jalan menuju Jorong Rura Patontang terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari putra daerah yang telah sukses berkiprah di tingkat nasional. Salah satunya datang dari Dr. Maneger Nasution, S.Ag., M.A., M.H, tokoh kelahiran Rura Patontang tahun 1968 yang saat ini dipercaya sebagai salah  seorang anggota Ombudsman Republik Indonesia.


Saat dimintai tanggapan mengenai rencana pembangunan jalan menuju kampung halamannya, Senin 1 Juni lewat phonselnya, Dr. Maneger menyampaikan harapannya agar pembangunan tersebut dapat segera terealisasi dan berjalan dengan baik.


“Masukan sudah banyak diberikan. Semoga kali ini benar-benar dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.




Tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu mengungkapkan bahwa dirinya telah lama menyuarakan pentingnya pembangunan akses jalan menuju Rura Patontang.


Menurutnya, pembangunan jalan tersebut seharusnya sudah menjadi perhatian pemerintah sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan, ia mengaku telah menyampaikan persoalan keterisolasian wilayah tersebut sejak tahun 2012.


“Mestinya jalan itu sudah dibangun dari dulu. Saya sudah berbicara mengenai kondisi jalan ke sana sejak tahun 2012,” katanya.


Dr. Maneger menilai kondisi yang dialami masyarakat Rura Patontang saat ini menjadi sebuah ironi di tengah berbagai kemajuan yang sedang digaungkan pemerintah. Di satu sisi, negara berbicara tentang transformasi digital, kecerdasan buatan, modernisasi layanan publik, hingga penguatan sistem kesehatan. Namun di sisi lain, masih terdapat wilayah yang belum memiliki akses jalan memadai untuk kendaraan roda empat.




Menurutnya, keterbatasan akses tersebut bukan hanya persoalan transportasi, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang layak.


Ia menegaskan bahwa negara sebenarnya telah mengetahui kondisi keterisolasian yang dialami masyarakat di wilayah tersebut. Namun hingga kini, solusi yang konkret dan berkelanjutan belum sepenuhnya dirasakan oleh warga.


“Yang paling memprihatinkan adalah ketika persoalan ini sudah diketahui selama bertahun-tahun, tetapi belum mampu diselesaikan secara tuntas. Padahal akses jalan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Dr. Maneger menekankan bahwa jalan rusak atau jalan yang belum terbangun bukan sekadar masalah infrastruktur fisik. Menurutnya, kondisi tersebut juga mencerminkan lambannya keberpihakan pembangunan terhadap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.


“Jalan yang tidak pernah selesai dibangun adalah simbol dari lemahnya prioritas pembangunan, kurangnya keberpihakan anggaran, dan menurunnya sensitivitas birokrasi terhadap kebutuhan warga di wilayah pinggiran,” tegasnya.


Ia berharap pembangunan jalan menuju Rura Patontang dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam upaya membuka keterisolasian, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.


Bagi Dr. Maneger, pembangunan akses jalan bukan hanya soal membuka jalur transportasi, melainkan juga membuka harapan baru bagi masyarakat agar dapat menikmati hasil pembangunan secara lebih adil dan merata, sebagaimana warga di daerah lain di Indonesia. *** irz

Bupati Pasaman Barat Tinjau Jalan Rusak dan Jenguk Keluarga Anak Meninggal di Rura Patontang

By On Selasa, Mei 26, 2026

 

 Bupati Pasaman Barat Tinjau Jalan Rusak dan Jenguk Keluarga Anak Meninggal di Rura Patontang


Pasaman Barat , prodeteksi.com – Bupati Pasaman Barat, Yulianto menjenguk keluarga anak yang meninggal dunia akibat terhambat akses layanan kesehatan karena kondisi jalan rusak di Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Senin (25/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yulianto turut menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Ibu Irhamni yang tengah berduka atas musibah yang terjadi.

“Atas nama pemerintah daerah dan keluarga, kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga Ibu Irhamni,” ujar Yulianto di lokasi.

Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesehatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Selain menjenguk keluarga korban, Bupati Yulianto bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis meninjau beberapa titik kerusakan jalan di Jorong Rura Patontang guna memastikan percepatan penanganan infrastruktur.

“Kami sudah pernah memetakan pembangunan di daerah ini. Kedatangan kami bersama dinas teknis adalah bentuk komitmen agar perbaikan akses jalan segera ditindaklanjuti dan kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga terdampak. Sementara itu, tim kesehatan dari Puskesmas Parit Koto Balingka turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Ibu Irhamni.

Bupati Yulianto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan menyinergikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Kesehatan guna memastikan akses transportasi masyarakat di daerah terpencil lebih memadai, termasuk layanan ambulans dan medis darurat.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut, Plt. Staf Ahli Bidang Agama dan Kesra Getri Ardenis, Kepala Dinas Kesehatan Gina Alecia, Plt. Kepala Dinas PUPR Bambang Sumarsono, Plt. Kepala Dinas Sosial Vanvoni Gorbi, Kabid IKP Dinas Kominfo Yudhinal Reviola, Camat Koto Balingka Armaizon, unsur Forkopimca, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. **** irz

Irhamni Masih DIrawat di RSUD Simpang Empat, Bayinya yang Sudah Meninggal Telah Dimakamkan

By On Jumat, Mei 15, 2026

 

 Irhamni Masih DIrawat di RSUD Simpang Empat 


Pasaman Barat, prodeteksi.com — Bayi yang dilahirkan oleh Irhamni (38), ibu hamil asal Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Pasaman Barat di Simpang Empat, Kamis (14/5/2026). Dan telah dimakamkan Jumat siang di Rura Patontang.


Sebelumnya, Irhamni diketahui harus ditandu warga sejauh sekitar 3 kilometer akibat buruknya akses jalan menuju kampung mereka. Setelah berhasil dibawa ke Puskesmas Parit, ia melahirkan bayinya. Namun karena sang bayi mengalami asfiksia berat atau gangguan pernapasan serius, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Simpang Empat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.



 Telah Dimakamkan


Namun nyawa bayi tersebut akhirnya tidak tertolong.

Karena bayi meninggal dunia di RSUD, pihak rumah sakit kemudian mengantarkan jenazah bayi itu ke Puskesmas Parit pada Kamis malam.

Menurut Saluddin, sekitar pukul 00.00 WIB, warga dari Rura Patontang datang menjemput jenazah bayi tersebut ke Puskesmas Parit. Jenazah kemudian langsung dibawa kembali ke kampung halaman dan tiba di Rura Patontang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Pada Jumat pagi (15/5/2026), bayi tersebut dimakamkan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, hingga kini Irhamni masih menjalani perawatan di RSUD Simpang Empat. Warga berharap kondisi ibu bayi tersebut segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya di kampung.

Peristiwa duka ini kembali memunculkan desakan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat agar segera membangun akses jalan yang layak menuju Rura Patontang.

Warga menilai kejadian serupa sudah terlalu sering terjadi akibat sulitnya akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.

“Kami berharap pemerintah segera membangun jalan yang layak agar masyarakat bisa cepat mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ujar Saluddin,  salah seorang warga.

Masyarakat menilai buruknya infrastruktur di wilayah terpencil tersebut telah membuat warga harus mempertaruhkan keselamatan saat membutuhkan layanan darurat, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan warga sakit. ****  irz

Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki

By On Kamis, Mei 14, 2026

 

 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki



Pasaman Barat,  prodeteksi.com — Seorang ibu hamil bernama Irhamni (38), warga Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, terpaksa ditandu warga sejauh kurang lebih 3 kilometer akibat buruknya akses jalan menuju permukiman masyarakat, Kamis (14/5/2026) .

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ( pulul 1 siang) setelah bidan jorong menyarankan agar Irhamni segera dirujuk ke fasilitas kesehatan karena kondisinya tidak lagi dapat ditangani di kampung. Saat itu, ibu hamil tersebut disebut sudah mengalami pecah ketuban.




 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki


Karena kondisi jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat secara penuh, warga bersama keluarga melakukan evakuasi darurat menggunakan tandu sederhana menuju titik yang dapat dijangkau ambulans. Ambulans diketahui menunggu di lokasi yang bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 13.45 WIB.

Warga setempat, Saluddin, membenarkan kronologi tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang berlumpur, sempit, dan rusak parah membuat kendaraan tidak bisa masuk hingga ke rumah warga, terutama saat malam hari dan musim hujan.

“Karena mobil tidak bisa masuk, warga bergotong royong menandu ibu hamil itu menuju lokasi ambulans,” ujarnya.

Setelah berjalan beberapa kilometer melewati medan licin dan berlumpur, Irhamni kemudian dibawa ke Puskesmas Parit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut karena lokasinya dinilai lebih dekat dibanding harus menuju Simang Empat..



 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki



Lanjutnya lagi, menurut keterangan bidan, Irhamni akhirnya melahirkan anak keempat . Namun bayi tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di Simpang Empat karena mengalami asfiksia berat dan membutuhkan perawatan intensif.

Namun akhirnya bayi tersebut dikabarkan telah meninggal dunia. Sementara ibunya akan dirujuk pula ke RS Simpang Empat.

Saluddin berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju daerah mereka agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan darurat.

“Kami sangat berharap jalan ini cepat diperbaiki supaya masyarakat tidak susah lagi keluar masuk kampung. Orang sakit jangan terlalu lama ditandu karena yang ditandu butuh mental kuat, yang menandu juga butuh fisik kuat,” katanya.

Ia menyebut kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, kata dia, pernah ada warga yang melahirkan di perjalanan bahkan ada pula warga yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

“Kepada pemerintah, mohon kiranya pembangunan infrastruktur jalan kami ini segera dianggarkan,” harapnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Pasaman Barat yang dinilai masih jauh dari memadai, terutama untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat. **** irz

 Bupati Yulianto Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan, Terkait Warga Pasbar yang Diterkam Buaya,

By On Rabu, Mei 14, 2025

 

 Yulianto


Ujung Gading, prodeteksi.com ---- Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar kawasan sungai yang rawan akan keberadaan satwa liar seperti buaya, untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden serangan buaya yang kembali terjadi di wilayah tersebut.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (13/5), dengan korban bernama Depi Pahrizi (45), warga Jalan Sumba, Jorong Sumba Timur, Nagari Taluak Ambun, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.
Korban dilaporkan diterkam buaya saat hendak menyeberangi kanal milik PT Bakrie Pasaman Plantation di Kecamatan Koto Balingka, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat berada di tengah kanal, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menerkam korban.
Rekan korban, Mukri (43), yang turut menyeberang bersama, sempat mencoba menarik tangan korban namun tidak berhasil menyelamatkannya. Korban pun dinyatakan hilang dan kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.
Atas insiden ini, Bupati Yulianto menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan berharap korban segera ditemukan. Ia juga mengimbau keluarga korban untuk tetap tabah dan bersabar menunggu hasil pencarian tim penyelamat.
“Saya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di wilayah perairan yang rawan keberadaan buaya. Mari kita jaga keselamatan bersama,” ujar Bupati Yulianto.
Saat ini, tim penyelamat dari Pos SAR Pasaman telah dikerahkan ke lokasi kejadian dengan membawa sejumlah peralatan untuk melakukan pencarian korban.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu proses pencarian, termasuk unsur Polri, TNI, BPBD, SAR, dan masyarakat setempat. *** dkf/irz

Sedang Pencarian, Warga Ujung Gading yang Diterkam Buaya Selasa Lalu

By On Selasa, Mei 13, 2025

 



 

 Depi Pahrizi, Warga Jalan Sumba yang dimangsa buaya, dicari pihak terkait 



Pasaman Barat, prodeteksi.com  - Lagi peristiwa dimangsa buaya terjadi di daerah Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat. Depi Pahrizi (47), warga Jalan Sumba, Jorong Sumba Timur Taluak Ambun, Nagari Taluk Ambun Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang,  dterkam buaya sekitar pukul 11.00 Wib, Selasa (13/5).


Korban, dimangsa buaya di pinggir (tapian)!sungai, persis berdekatan dengan jembatan besi, dekat gerbang PT BPP (Bakrie Pasaman Plantation), jalan lintas Simpang Sayur Ujung Gading ke kawasan pantai Sikobo (Sikabau), Kecamatan Parit Koto Balingka.


Kapolres Pasaman Barat, Agung Tribawanto, melalui Kapolsek Lembah Melintang, Junaidi, menjalankan, memang benar, sekitar pukul 11.00 siang tadi, salah seorang warga Jalan Sumba, Taluak Ambun, Ujung Gading, dimangsa buaya.


Sebenarnya, Depi Pahrizi bersama 3 temannya hendak menuju kebun masing-masing, yang jalan lintas menuju kebun mereka sama, dengan menyeberangi sungai atau kanal di tempat kejadian peristiwa (TKP).


Kerena mereka asik menyeberangi aliran sungai itu, ternyata Depi Pahrizi yang berada di belakang rombongan, akhirnya sekitar pukul 11.00 siang, dimangsa seekor buaya, yang tidak diketahuinya dari mana arah munculnya binatang buas itu.


Mengetahui Depi Pahrizi diterkam buaya, ketiga rekan korban yang sempat menyaksikan peristiwa mencekam bagi Depi, tidak bisa melakukan pertolongan, karena buaya bersama korban diseret dan menghilang.


Hingga tengah malam ini, korban belum berhasil ditemukan. Sementara pihak terkait bersama sejumlah warga terus melakukan pencarian, dengan harapan tubuh Depi Pahrizi bisa ditemukan secepatnya. *** (gmz/iz)

Jembatan Tambang Padang Amblas, Solusi Sementara Cari Jalan Alternatif

By On Rabu, Mei 01, 2024

 

 Jembatan Tambang Padang Amblas

Pasaman Barat, prodeteksi.com ---- Sebuah jembatan utama yang menghubungkan dua kecamatan (Kecamatan Koto Balingka dan Ranah Batahan) amblas, Rabu malam (1/5/2024) sekira pukul 19.00 WIB. Akibatnya, arus transportasi jadi lumpuh total.


Jembatan yang ambruk  itu adalah Jembatan Tambang Padang yang berada di Nagari Pematang Panjang Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. 


Jembatan ini  diketahui  merupakan jalur utama dari Silaping, pusat Kecamatan Ranah Batahan menuju beberapa jorong di Nagari Batahan Utara dan sekitarnya.serta beberapa jorong di Nagari Pematang Panjang Kecamatan Koto Balingka


Camat Koto Balingka, Makmur Hidayat, S.ST yang dikonfirmasi Rabu malam, mebenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya ambruknya jembatan diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.


 Camat Koto Balingka, Makmur Hidayat ketika meninjau lokasi jembatan ambruk


Dia pun telah meninjau lokasi kejadian dan telah melaporkan kejadian ini kepada bupati, wakil bupati dan sekda Pasbar.

 

"Assalamu'alaikum. Izin Pak Bupati, Pak Wabup, Pak Sekda. Melaporkan Kejadian Jembatan Ambruk. Akibat Curah hujan yang tinggi menyebabkan Jembatan Tombang Padang Ambruk.Tempat Kejadian : Jorong Tambang Padang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka. Waktu Kejadian : Pkl. 19.00 WIB  Akses menuju Jorong Aek Nabirong dan Sekitarnya Lumpuh total, " tulis Makmur Hidayat dalam laporannya yang disamaikan leawat sambungan whatsapp.

 


Makmur telah meinjau langsung lokasi jembatan. Menurutnya untuk sementara ada jalan alteratif yang bisa dilalui dengan panjang lebih kurang 500 M. namun jelasnya masih butuh sirtu sekitar 300 meter l;agi. Sedangkan sebagian jalan jelas camat, sudah rabat beton,


Adapun simpang jalan ini berada sekitar 25 meter  belok kanan dari arah Silaping sebelum lokasi jembatan ambruk. Jalan alternatif ini bisa dilalui kenderaan roda dua dan kemungkinan bisa roda empat. **** irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *