HEADLINE NEWS

Nagari Talu Sukses Gelar Program Tanam Padi 2 Kali Setahun

By On Kamis, November 05, 2020

Petani Nagari Talu sukses melaksanakan  Program Tanam Padi 2 kali Setahun

Pasbar, prodeteksi.com- Diawali dengan niat dan kemauan kuat para petani yang diiringi dengan dukungan ninik mamak, pemerintah Nagari Talu dan Kecamatan Talamau, serta perhatian yang tinggi dari DPRD beserta pemerintah daerah, menjadikan masyarakat petani nagari Talu sukses melaksanakan  Program Tanam Padi 2 kali Setahun.

Keberhasilan pelaksanaan program masyarakat petani tersebut, ditandai dengan acara Malapeh Niaik Kawua Tanam Padi 2 Kali Setahun, yang dilaksanakan secara resmi pada Senin (2/11) di Rumah Gadang Nagari Talu Kecamatan Talamau.

Acara ini dihadiri oleh Pjs Bupati Pasaman Barat Hansastri beserta kepala OPD, anggota DPRD Pasbar, Polres dan Dandim Pasbar, Muspika Kecamatan Talamau, Wali Nagari Nagari Talu Sudro Hakimi, DPTPH Pasbar dan Sumbar, Tuanku Bosa Drs. H. Fadlan Ma'alif XIV beserta Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat Nagari Talu  Zulfikar Tuanku Mudo, yang sekaligus pembina kelompok Tani Mulia Munggu Cangkeh dan Gapoktan Mulia Nan Jaya Jorong Patomuan, mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan pelaksanaan program tanam 2 kali setahun tersebut.

Kepada media ini, Zulfikar mewakili masyarakat petani nagari Talu, juga mengucapkan terima kasih  kepada Pemerintah dan DPRD, atas bantuan serta dukungan yang diberikan kepada masyarakat petani.

"Alhamdulillah panen perdana program tanam padi 2 kali setahun sukses dilaksanakan. Berkat adanya niat dan kemauan serta kerja keras para petani, dukungan dari ninik mamak, bantuan dari pemerintah dan DPRD, sehingga membuat program ini, bisa sukses dilaksanakan dengan baik oleh para petani", ujar Zulfikar.

Pada acara tersebut, sebagai wujud  syukur kepada Sang Pencipta, juga dilaksanakan louncing perdana program 500 petani berzakat. Masing - masing petani memberikan sebanyak 6 kambuik gabah atau 22 kg padi per orang dan nantinya bakal disumbangkan kepada masyarakat yang tidak mampu di nagari Talu.

Para petani pun semakin bersyukur, karena pada acara ini Pemkab dan DPRD Pasbar, juga memberikan sejumlah bantuan. Penyerahan bantuan 2,5 ton bibit padi dari Pemkab Pasbar dan 10 unit traktor, yang berasal dari pokir anggota DPRD Pasbar H. Baharuddin R, juga diberikan pada momen ini.

Wali Nagari Talu Sudro Hakimi yang ditemui pada Selasa (3/11) di ruang kerjanya, berharap kepada masyarakat para petani di Nagari Talu, agar terus konsisten dalam melaksanakan program tanam padi ini kedepannya.

"Kami ingin para petani, agar terus melaksanakan program tanam padi 2 kali setahun secara konsisten dan kedepan hendaknya, program ini mengalami kemajuan, dari 2 kali setahun menjadi 2,5 kali atau 5 kali dalam 2 tahun", harap Sudro Hakimi.

Sementara itu, masyarakat petani  yang ditemui pada saat melaksanakan panen padi bersama di Kejorongan Patamuan Nagari Talu (4/11), melalui media ini, mereka berharap kepada pemerintah dan DPRD, agar terus menyokong mereka, dengan memberikan bantuan lainnya dan melakukan pembinaan.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah dan DPRD, atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Kami berharap kedepannya, pemerintah juga memberikan bantuan alsintan lainnya, melakukan pembinaan kepada kami para petani, serta menjamin ketersediaan pupuk, yang menjadi kendala pada saat ini", ujar Deni (45).

"Selain itu, kami juga berharap, agar pemerintah berupaya menstabilkan harga gabah, mendorong lahirnya UMKM pengolahan hasil pertanian dan Koperasi, untuk memajukan sektor pertanian di nagari Talu, serta memberdayakan Gapoktan, dengan memberikan bantuan modal", ujar Ali (52) petani lainnya. 

Sementara itu, Pj Bupati Hansasri yang ditemui di rumah dinas Bupati Pasaman Barat pada Kamis (5/11), menanggapi positif harapan dan keinginan masyarakat petani. Hansasri menyatakan bahwa pembentukan koperasi dan UMKM harus dimulai dari masyarakat itu sendiri.

"Kami siap memfasilitasi keinginan masyarakat dan mendukung suksesnya kemajuan sektor pertanian. Semoga kualitas dan kuantitas hasil panen padi di nagari Talu, bisa meningkat lebih baik lagi kedepannya, dari 3, 5 ton dan 4 ton perhektar, bisa menjadi 7 ton per hektar", harap Hansasri.

(Zein)

Gagal Panen  Terjadi di Rabi Jonggor, Warga Akan Kesulitan Pangan

By On Selasa, Oktober 13, 2020

Gagal Panen Menimpa Petani Jorong Guo dan Siligawan Gadang Gunung Tuleh Pasbar

Pasaman Barat, prodeteksi.com----Kesulitan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 dirasakan masyarakat sampai ke pelosok tanah air. Kini diperparah pula terjadinya gagal panen yang dialami petani di Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar)

Jika hal ini tidak cepat diatasi dan dicarikan solusinya, maka masyarakat petani akan semakin kesulitan terkait kesediaan pangan. Bahkan bisa mengancam terjadinya indikasi kelaparan. 

Oleh karena itu, yang dianggap paling bertanggung jawab adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasbar melalui Dinas Pertanian setempat.

Peristiwa gagal panen ini diketahui sejak tanggal 7 Oktober 2020, berdasarkan laporan Koordinator UPT Pertanian Gunung Tuleh. Bahwa berdasarkan pengamatan ke lapangan kondisi lahan pertanian akibat banjir yang terjadi di kawasan Jorong Guo dan Siligawan Gadang, terlihat terjadinya kerusakan lahan dan sebagian mengalami gagal panen.

Laporan Petugas Pertanian Terkait Kerusakan Lahan Persawahan di Gunung Tuleh

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, dari hasil peninjauan ke lahan sawah petani yang terdampak banjir di Jorong Guo dan Siligawan Gadang Kec. Gunung Tuleh  tersebut, diperoleh data terjadi kerusakan berat dan gagal panen di Jorong Guo, seluas total 5 hektar dan kerusakan ringan total 2 hektar. Sedangkan di Jorong Siligawan Gadang terjadi kerusakan berat dan gagal panen seluas 2 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Pasbar, Sukarli yang dikonfirmasi beberapa hari lalu membenarkan terjadinya kerusakan lahan dan gagal panen di daerah Rabi Jonggor yakni yang dialamai petani Guo dan Siligawan.

Menurutnya, kerusakan tersebut terjadi akibat banjir yang terjadi pada tanggal 6 Oktober 2020 yang lalu. Ketika itu salah satu sungai yang ada di sekitar kawasan itu meluap karena hujan lebat dan berkepanjangan. Akibatnya aliran sungai menghantam dan menggenangi lahan persawahan warga.

"Memang benar bahwa sekitar 20 Hektar Persawahan warga di Jorong Guo dan Siligawan telah mengalami kerusakan. Dan sebagian rusak berat sehingga akan terjadi gagal panen, " kata Sukarli.

Lanjutnya lagi, "untuk lebih detailnya ini saya kirimkan data laporan terkait peristiwa tersebut. Datanya kita peroleh dari laporan petugas UPT Pertanian Gunung Tuleh dan Pengamat Hama dan Penyakit yang kami terima pada 8 Oktober lalu, " ujarnya.

Ditambahkan, selain tanaman padi dampak banjir ketika itu juga menerpa tanaman Kacang Tanah seluas 2 Hektar. Sama seperti tanaman padi, Kacang Tanah ini juga sebagian mengalami  puso alias  tidak mengeluarkan hasil  karena rusak akibat banjir. ***irti z

Budidaya Kapulaga, Prosfeknya Lebih Menjanjikan Dibanding Sawit

By On Kamis, Juli 02, 2020

Mahlil Usman Mulai Kembangkan Budidaya Tanaman Rempah Kapulaga di Pasaman Barat. Kini Sedang Membuka Lahan seluas 30 Ha untuk jenis tanaman ini

Pasaman Barat, prodeteksi.com----H. Mahlil Usman, SP, M.AP, salah seorang pebisnis sosial ekonomi pertanian Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini mengembangkan pertanian jenis tanaman rempah Kapulaga.

Sebelumnya, pengusaha service otomotif CV. Smart Auto Mobil, yang juga aktif sebagai pengurus Partai Golkar ini, tetap meluangkan waktunya mengembangkan usaha bidang pertanian. Dari awalnya tanaman sawit, terus beralih ke sereh wangi dan kini mulai membudidayakan pula tanaman jenis rempah Kapulaga.

Mahlil Usman, kelahiran Talu Kecamatan Talamau, 28 April 1977, kini membuka lahan pertanian jenis Kapulaga seluas 9 Ha, dari 30 Ha lahan yang dicadangkan di daerah Talamau. Ia mengembangkan tanaman ini, karena dinilai prosfeknya sangat menjanjikan dibanding tanaman lainnya termausk kelapa sawit.

Kapulaga atau gardamunggu adalah salah satu jenis rempah yang  masih famili dengan jahe namun menghasilkan buah bukan rimpang seperti tanaman jahe. Buah kapulaga berbentuk polong dan berada di atas permukaan tanah dengan memiliki bentuk kecil, namun bernilai jual yang sangat tinggi.  Buah ini sering digunakan sebagai bumbu untuk membuat masakan tertentu dan sebagai tanaman obat seperti dalam pembuatan jamu ataupun obat herbal.  
Pembukaan lahan untuk Tanaman Kapulaga

Menurut Mahlil, ketika ditemui media ini beberapa hari yang lalu, prosfek tanaman Kapulaga, jika dibandingkan penghasilannya dengan tanaman sawit bisa mencapai 10 kali lipat lebih menguntungkan. Sebab, selain harganya yang cukup tinggi mencapai Rp. 175 ribu/kg jenis buah kapulaga kering, juga produksinya cukup bagus degan perawatan yang tidak terlalu rumit.

“Melihat prosfek tanaman Kapulaga ini yang sangat menjanjikan, saya sangat optimis untuk kita kembangkan di Pasaman Barat. Dengan kalkulasi yang saya hitung bisa mencapai 10 kali lipat lebih menguntungkan dari tanaman sawit,“ Kata Mahlil, yang menekuni ilmu  sosial ekonomi pertanian ketika masih kuliah di perguruan tinggi. 

Dijelaskan, saat ini pihaknya sedang membuka lahan seluas 9 Ha khusus Kapulaga yang telah siap tanam. Dan ditargetkan sampai Desember dapat menanam seluas 30 Ha. Pada lahan tersebut diselingi dengan tanaman pelindung berupa pisang dan pinang. Karena tanaman Kapulaga tidak butruh sinar matahari secara full. 

Sejumlah tenaga dapat ia pekerjakaan di lahan tersebut. Sehingga sekaligus juga membuka peluang untuk bekerja pada warga sekitar. Dalam seminggu sekitar 20 orang tenaga harian dengan pengeluaran gaji karyawan mencapai Rp.10 juta hingga Rp. 15 juta per minggu.


Bagi petani yang berminat mengembangkan kapulaga ini, Mahlil juga menyediakan bibit dan siap memberi edukasi tentang tatacara budi daya Kapulaga. 

“Tanaman Kapulaga ini harus dilindungi agar tidak full cahaya matahari tapi hendaknya terlindung sekitar 25 persen kena sinar matahari. Untuk itu bisa ditanam tanaman pelindung yang juga bisa menghasilkan seperti pinang, kelapa dan pisang. Kita juga menyediakan bibit tersebut dengan kualitas bagus dengan harga terjangkau, ” kata Mahlil.

Bibit Kapulaga
“Tanaman kapulaga tumbuh baik pada kondisi ternaungi dengan kondisi tanah  yang subur dan gembur. Sebelum ditanam hendaknya terlebih dahulu dipersiapkan pohon pelindung. Pohon pelindung dapat berupa pohon sengon, kelapa, petai dan sebagainya, “jelasnya.

Adapun jarak tanam 1 x 2 meter, 1,5 x 2 meter atau 1 x 2,5 meter. Sebelum tanam dipersiapkan lubang tanam dengan ukuran 30×30 x30 cm. Bibit berupa anakan ditanam seminggu setelah tanah  sangat baik dicampur pupuk kandang sebanyak 0,5 kg per lubang tanam,” jelasnya.

Panen kapulaga dilakukan setelah tanaman berumur jelang 1-2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun. Buah berbentuk bulat berukuran 1 cm yang bergerombol di atas permukaan tanah, jumlahnya berkisar 10-20 buah per gerombol.

Buah yang dipanen dipipil (dilepas dari tangkai atau dompolannya). Lalu, buah dibersihkan kotorannya dan dicuci. Setelah itu, diletakan pada tampah atau tempat lainnya, untuk siap dijemur. Buah yang sudah bersih dijemur hingga kering pada sinar matahari. Lalu kemudian dipasarkan. Untuk pemasaran ini, Mahlil siap menampung dan membeli dari hasil petani Kapulaga. ***irti z

Kouta Pupuk Subsidi di Pasbar Turun, Target Produksi Padi Tetap Stabil

By On Selasa, Mei 12, 2020


Pasbar Dapat Pertahankan Target Produksi Padi
Pasaman Barat, prodeteksi.com------Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk tahun 2020 ini, berkurang dari tahun sebelumnya. Meski demikian, diharapkan target produksi tanaman pangan masih stabil dan tidak mengalami penurunan hasil dibanding sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Pasbar, Sukarli, Jumat (8/5/2020) menyebutkan, penurunan kouta atau jatah pupuk bersubsidi di Pasbar, dikarenakan ketersediaan pupuk secara nasional yang mengalami penurunan. 

Untuk diketahui, jelasnya alokasi subsidi pupuk secara nasional tahun 2020 sebanyak 7,94 juta ton dengan nilai Rp26,3 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding alokasi anggaran tahun 2019 sebesar Rp.29 triliun untuk 9,55 juta. Ini terjadi karena kebijakan Kementerian Keuangan yang memblokir alokasi sekitar 2,17 juta ton dengan alasan sesuai dengan validasi data lahan baku sawah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sekaligus kebutuhan pupuknya.

Sekaitan dengan itu untuk Pasbar , kouta pupuk bersubsidi mengalami penurunan yang cukup telak. Ia mencontohkan untuk Pupuk Urea misalnya, tahun 2019 ada 12.543 ton, sekarang hanya  8627 ton. Mengalami penurunan sekitar 4000 ton. 

Sedangkan kebutuhan pasbar sesuai RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang jumlahnya 2172 KK, dengan luas tanam padi sawah dan ladang 66350 Ha, membutuhkan ketersediaan pupuk jenis urea sebanyak 16.321  ton.

Sukarli, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pasbar
“Memang kalau dibandingkan kebutuhan petani dengan ketersediaan pupuk subsid, sangat jauh kurangnya. Sebab, ketersediaan kouta hanya sekitar 50 persen. Karena, dari kebutuhan total 16.321  ton, kouta yang tersedia hanya 8.627 ton, “terang Sukarli.

Penurunan kouta subsidi pupuk ini lanjutnya, juga terlihat dari jenis pupuk lainnya. Seperti untuk jenis ZA, sekarang hanya tersedia 2289 ton, sedangkan sebelumnya 3239 ton. Phonska 7553 ton, sebelumnya 9854 ton, NPK sekarang 2264 ton sebelumnya 2672 ton

Dengan penurunan kouta tersebut, harapnya, penyalurannya diharapkan lebih tepat sasaran dan pengawasan harga juga mesti menjadi perhatian dari pihak terkait. Sehingga, tidak berdampak pada penurunan hasil produksi.

“Alhamdulillah sampai sekarang produksi tanaman pangan kita tidak turun. Bahkan kalau petani kita tidak menjual ke daerah luar, produksi padi kita akan surplus 2 bulan, “ paparnya.

Perhitungan sementara lanjutnya, dari luas panen tahun 2019 sebanyak 23499 Ha, produksi mencapa 128.322 ton. Dengan kalkulasi masa panen Januari sampai April 2020, total luas tanam 12452 Ha dengan hasil panen 49807 Ton, ditambah nantinya panen Mei Juni, maka akan surplus dan dapat dijadikan cadangan kebutuhan Pasbar hingga Oktober 2020.
     
Meskipun demikian, Sukarli menyebut Pasbar tetap akan mensuplai beras dari luar daerah sebagai cadangan. Namun tentunya untu menjamin ketersediaan beras, DTPHP pun mengimbau agar masyarakat mengurangi penjualan hasil panen ke luar daerah. ***irti z

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *