HEADLINE NEWS

Penyuntikan Vaksin Sinovac Covid-19 Dimulai di Pasbar, Kini Giliran Pejabat Esensial

By On Selasa, Februari 02, 2021

 

 Vaksinasi Covid-19 Dimulai di Pasbar, Seperti tampak pada gambar, Sekdakab Pasbar, Yudesri sedang disuntik Vaksin Sinovac


Beberapa hari setelah Vaksin Sinovac COVID-19 yang berjumlah 3.680 vial, tiba di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Pemerintah Daerah mulai melakukan pencanangan dan penyuntikan vaksin anti Covid-19 tersebut.


Kegiatan pencanangan dan Vaksinasi Covid-19 ini, dilakukan Selasa, (2/2/2021) di Aula Kantor Bupati Pasbar.


Pada tahap awal vaksinasi ini dilakukan terhadap sejumlah Pejabat Esensial Pasbar. Sekretaris Daerah (Sekda) Yudesri menjadi orang pertama disuntik Vaksin Sekaligus menandai dimulainya Vaksinasi di Kabupaten Pasaman Barat.

Giliran berikutnya adalah Wakil Ketua DPRD Pasbar Daliyus K, Kajari Pasbar Tailani, SH, Kemenag Pasbar Muhammad Nur, Waka Polres, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Pasbar, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Pasbar, Direktur RSUD, Direktur RS Yarsi, Pabung dan Kepala Dinas Kesehatan.


Sekda Pasbar, Yudesri meminta masyarakat Pasbar untuk ikut vaksinasi Covid 19. Ia menyampaikan  bahwa pemerintah daerah tidak akan menjerumuskan rakyatnya.


"Logikanya pemerintah adalah orang tua dari rakyatnya. Tidak mungkin orang tua menjerumuskan anaknya. Begitu juga dengan pemerintah, dalam pelaksanaan vaksinasi covid 19 ini, kita pemerintah sudah memulainya dengan pejabat esensial hari ini. Kita berharap apa yang kita lakukan hari ini bisa menghilangkan keraguan masyarakat dalam penggunaan vaksin Covid-19 ini,"kata Yudesri.





Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pasbar, Muhammad Nur juga meyakinkan bahwa tidak perlu ragu dalam melakukan vaksinasi tersebut.


"Jangan takut untuk divaksin. Karena, MUI sudah mengatakan vaksin Covid-19 itu halal, aman dan baik. Karena Islam sudah mengajarkan kepada kita lebih baik mencegah dari pada mengobati. Dengan melakukan vaksinasi covid 19 ini kita sudah mencegah wabah Covid 19,"kata Muhammad Nur.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Pasbar Daliyus K. Ia menyampaiakan tidak ada merasakan hal yang aneh apapun setelah disuntik vaksinasi covid 19. Begitu juga ketika dokter melakukan penyuntikan ke tubuh.

"Tidak sakit dan terasa aman saja. Untuk itu, kami sebagai pejabat sudah memulai vaksin Covid-19. Kami harap masyarakat juga mau di vaksin,"jelas Daliyus K.


Selanjutnya, setelah melakukan penyuntikan Vasksin Covid-19, pejabat Esensial menerima Kartu Vaksinasi Covid-19 yang diserahkan oleh Sekda Pasbar, Yudesri.


Sebelumnya, Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 17:35 WIB dengan pengawalan ketat dari anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Barat. Sebanyak 3.680 vaksin Sinovac tiba di Pasbar dan diterima Dinas Kesehatan dalam keadaan aman.


Seyogyanya, menurut Kepala Dinas Kesehatan, Jon Hardi saat itu, orang pertama yang akan di suntik vaksin Sinovac Covid-19 adalah Bupati Pasbar, Yulianto.  Namun karena bupati dalam urusan luar daerah, maka pada saat pencanangan Selasa (2/2/2021), Bupati Yulianto tidak hadir untuk vaksinasi. 


Bupati Yulianto pun kabarnya telah menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir. Walau beliau ingin sekali divaksin tetapi karena ada tugas luar, maka akan dilakukan dilain kesempatan.


Vaksinasi selanjutnya dijadwalkan penyuntikan terhadap tenaga kesehatan menurutnya ditargetkan rampung pada bulan Februari 2021 ini.


Terus, pada bulan Maret akan dilanjutkan penyuntikan terhadap pejabat publik, TNI, Polri dan petugas pelayanan publik lainnya.  ***kf/irti z


Tegakkan Aturan Protokol Kesehatan, Pemko Payakumbuh Tertibkan Pemakaian Masker

By On Rabu, Januari 13, 2021

 

 Tim berikan sanksi sosial bagi pelanggar Perda


Payakumbuh, prodeteksi.com--

Tim Penegakan Hukum Pelaksanaan Protokol Kesehatan Kota Payakumbuh yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri kembali tertibkan masyarakat di beberapa titik keramaian agar menjaga kesehatan terutama dalam penggunaan masker keluar rumah(13/01).


Hal ini terpantau oleh awak media pada rabu malam (13/01) di salah satu cafe yang ada di Kota Payakumbuh, Operasi ini dipimpin Langsung Oleh Kasat Pol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh yang diwakili oleh Kabid Ketertiban Umum & Ketentraman Masyarakat  Jhonny Parlin S.stp, M.si didampingi oleh Kabid PPD Ricky Zaindra S.Sos, Kasi Binwasluh dan Kasi Ops Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh.


Saat ditemui Media Kabid Tibum dan Tranmas Jhonny Parlin S.Stp menyampaikan pentingnya selalu melaksanakan pengecekan kebiasaan masyarakat menjaga kesehatan dalam masa pandemi covid-19 ini.


"kami mengerahkan seluruh anggota yang ada dalam mengawasi masyarakat agar patuh aturan, ini kami laksanakan demi kepentingan kita bersama, setidaknya setiap kegiatan ini dilaksanakan akan ada timbul rasa sadar dengan sendirinya  dari masyarakat untuk menjaga kesehatan tanpa harus diawasi nantinya" Harap Kabid yang akrab disapa JP ini.

 Kabid Tibum & Tranmas Beri Nasehat Kepada Pelanggar Perda


Operasi ini salah satu langkah menindaklanjuti amanah Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam pencegahan dan pengedalian Covid-19.


"Hal ini kami laksanakan guna menjalankan Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020, dan mari kita patuhi bersama untuk menjaga kita semua dari penularan Covid-19" Tutup Ricky.(SS)

Kadisdik Sumbar Terbitkan Surat Edaran Antisipasi Covid-19 di Masa LIbur Maulid Nabi 2020

By On Rabu, Oktober 28, 2020

Adib Alfikri, SE, MSI


Sumbar, prodeteksi.com--------Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (Disdik Sumbar) menerbitkan Surat Edaran  tentang Cuti bersama dan antisipasi penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Dinas Pendidikan Sumbar tahun 2020. Surat bernomor : 007/1679/SEK-2020 diterbitkan tanggal 27 Oktober 2020, ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Wil. I s/d. VIII dan Kepala MKKS SMA/SMK/SLB.


Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumbar, Adib Alfikri, SE, MSI  meminta agar  seluruh pegawai di Lingkungan Dinas Pendidikan untuk tetap antisipatif terhadap penyebaran Covid-19 dan agar mematuhi hal-hal sebagai berikut:

Pertama, agar seluruh pegawai di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat selama pelaksanaan libur dan cuti bersama sedapat mungkin tidak melakukan perjalanan.

Kedua, jika karena alasan yang tidak dapat dihindari harus melakukan perjalanan keluar daerah maka lakukan PCR Test atau Rapid Test menyesuaikan dengan aturan yang berlaku pada moda transportasi. Bagi yang hasil testnya dimaksud dinyatakan positif agar tidak melaksanakan perjalanan dan melakukan karantina mandiri atau yang disiapkan Pemerintah.

Ketiga, setelah perjalanan dari luar daerah agar kembali melakukan PCR Test atau Rapid Test. Bagi yang hasil tesnya dimaksud dinyatakan positif agar melakukan karantina mandiri atau yang disiapkan Pemerintah.

Keempat, dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar cukup dilaksanakan dilingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, diantaranya: menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kepala Disdik Sumbar, Adib Alfikri dalam surat itu menyebutkan, Hari Libur Nasional dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW adalah tanggal 29 Oktober 2020. Ditambah Cuti Bersama tanggal 28 dan 30 Oktober 2020.

Berarti libur Maulid Nabi 2020 dimulai hari Rabu, Kamis dan Jumat. Berdekatan dengan hari Sabtu yang merupakan libur akhir pekan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) pada instansi pemerintah dan berlanjut pada hari Minggu. Maka dapat disebut sebagai libur panjang Maulid Nabi Tahun 2020.

Adib Alfikri dalam Surat Edaran itu menjelaskan, Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional pada momen Maulid Nabi 2020 ini, berlaku bagi seluruh pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Sumbar termasuk Guru dan Tenaga Kependidikan di sekolah.

Hal ini mengacu pada  Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor: 004/ED/GSB-2020 tanggal 21 Mei 2020 tentang Perubahan Ketiga Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Tahun 2020 dan Surat Edaran Gubernur tanggal 23 Oktober 2020 tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada libur dan cuti bersama tahun 2020.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno juga telah mengeluarkan Surat Edaran nomor : 360/225/Covid-19-SBR/X-2020 tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Libur Dan Cuti Bersama Tahun 2020,  tanggal 26 Oktober 2020.

Gubernur Irwan Prayitno mengimbau masyarakat untuk menahan diri   bepergian ke luar kota di momen libur panjang pada akhir Oktober ini. Hal itu memperhatikan kondisi pandemi dan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 yang masih terjadi. 

Namun, apabila harus melakukan perjalanan ke luar daerah karena alasan yang tidak dapat dihindari, maka harus melakukan PCR Test atau Rapid Test menyesuaikan dengan aturan yang berlaku pada moda transportasi.

Selanjutnya, gubernur mengatakan, bagi masyarakat yang melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar cukup dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, pengelola objek wisata dan masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakannya dengan baik, diantaranya: menjaga jarak, menggunakan masker, tidak melaksanakan pesta termasuk tidak menggunakan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara massif. ***irtz

Pjs Bupati dan Pejabat Pemkab Pasbar Test Swab untuk Atisipasi Covid-19

By On Jumat, Oktober 09, 2020

Pjs Bupati Pasbar Hansastri bersama sekda dan seluruh pejabart Eselon II atau Kepala OPD melakukan tes swab


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Antisipasi penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19, Pjs Bupati Pasbar Hansastri bersama sekda dan seluruh pejabart Eselon II atau Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) melakukan tes swab, Kamis (8/10) di kantor Bappeda setempat. 

PjS Bupati Pasbar Hansastri menjelaskan jika tes swab tersebut tidak sakit. Karena banyak informasi yang tidak benar beredar di tengah masyarakat tentang tes swab.

"Tes swab itu tidak sakit. Saya saja sudah empat kali melakukan tes swab hingga hari ini. Untuk itu, kita himbau kepada masyarakat yang merasa melakukan perjalanan agar melakukan tes swab,"papar Hansastri.

Jika tes swab dirinya dan kepala OPD hasilnya positif Covid-19. Ia akan melakukan isolasi mandiri dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Pasbar akan melakukan penelusuran.


"Pemeriksaan hari ini hasilnya positif Covid-19, kami pejabat Pemda Pasbar akan melakukan isolasi mandiri. Setelah itu akan melakukan penelusuran agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus di Pasbar. Karena kita lihat lonjakan positif Covid-19 di Pasbar terus mengalami peningkatan,"papar Hansastri. 

Terkait dengan ruang isolasi, Ia menilai ruang isolasi saat ini masih cukup. Baik di RSUD Jambak maupun di balai Diklat Talu.

"Karena pasien positif Covid-19 yang sembuh juga cukup banyak. Kita meminta kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19, selaku pakai masker dimanapun berada baik saat bicara maupun saat diam, cuci tangan dan jaga jarak,"tandas Hansastri.

Pemda setempat juga akan melakukan sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kepada masyarakat Pasbar. Sosialisasi diperkirakan selama 10 hari ke depan. Setelah itu, pihaknya akan mengenakan saksi bagi siapapun yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan bahkan bisa kurungan atau denda. ***zein/i

 Pasien RSUD Pasbar akan Ditest Swab, Pasca Sejumlah Dokter dan Paramedis Terpapar Corona

By On Kamis, September 03, 2020

dr. Gina Alecia, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasbar


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Tracking terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) khususnya di lingkungan RSUD Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), maka pasien rumah sakit tersebut juga akan test swab.

Hal itu juga dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasca 10 dokter dan 7 Paramedis terpapar Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasbar, dr. Gina Alecia ketika dihubungi proseteksi.com, Rabu (02/09/2020) membenarkan bahwa tracking atau penelusuran terus dilakukan. Salah satunya selain karyawan yang telah ditest swab juga para pasies juga akan diperiksa.

Hal tersebut Pasca 10 dokter dan bertambah 7 orang paramedis terkonformasi positif virus Corona tersebut.

“Kita terus melakukan tracking, tentunya termasuk pasien non Corona yang sedang dirawat di RSUD Pasbar juga akan diswab, “katanya.

Sebelumnya tracking terhadap yang kontak erat dengan 10 dokter yang terkonfirmasi Positif Covid 19 telah dilakukan dengan pemeriksaan swab pada hari Sabtu lalu sebayak  150 orang. Yang kemudian hasil Labor menunjukkan 7 orang paramedis terpapar Corona.

Seterusnya, Senin lalu dilakukan test swab terhadao 274 orang juga di lingkungan RSUD Pasbar. Dan 164 orang ditest swab di lingkungan Dinas Kesehatan Pasbar. Terus, Selasa (1/9) juga ada  tes swab 152 orang di Dinas Lingkungan Hidup dan 100 orang di Puskesmas Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang.

Tes yang dilakukan dalam rangka antisipasi penyebaran COVID-19, kini masih menunggu hasil pemeriksaan Labor UNAND Padang  

Kini, dengan adanya penambahan tujuh paramedis itu, maka tracking terhadap yang kontrak erat dengan mereka akan ditelusuri lagi. Ketujuh orang paramedis yang positif COVID-19 sebagaimana dimumkan Rabu lalu itu adalah MU (42), R (67), NG (32), NN (44 ), NL (27 ) SR (27 ) dan SU (45).

Bupati Pasbar, H Yulianto meminta bagi warga yang merasa pernah kontak dengan pasien konfirmasi positif ini agar dapat melaporkan dirinya ke Satgas Penanganan Penyebaran COVID-19 dan Puskesmas terdekat untuk mengikuti proses swab test lanjutan. ***irti z 

Pasca 10 Dokter, Bertambah Lagi 7 Paramedis RSUD Pasbar Terpapar Corona

By On Kamis, September 03, 2020

Bupati Pasbar H Yulianto Umumkan Penambahan Kasus Positif Covid 19, yakni 7 Orang Paramedis RSUD Pasbar


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Pasca 10 orang dokter Positif Covid-19 yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat, kini kasus Positif bertambah lagi sebayak 7 orang paramedis RSUD setempat tertular virus Corona tersebut.

Bupati Pasbar, H. Yulianto didampingi Kepala Pelaksana BPBD, Edi Busti dan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar,  dr. Gina Alecia di Simpang Empat, Rabu (2/9/2020) mengatakan, tujuh paramedis itu sebelumnya punya riwayat kontak erat dengan 10 dokter yang positif COVID-19. Ketujuh orang paramedis yang positif COVID-19 itu adalah MU (42), R (67), NG (32), NN (44 ), NL (27 ) SR (27 ) dan SU (45).

Dengan adanya penambahan tujuh orang itu maka saat ini jumlah pasien positif Corona di Pasbar menjadi 20 orang. Sebelumnya enam orang sudah dinyatakan sembuh yakni, SP (30), CB (25), MA (38), AR (63), W (21) dan MY (38). Terhadap tujuh pasien positif baru itu saat ini telah diisolasi di RSUD Pasbar.

“Dengan adanya penambahan hari ini, maka saat ini jumlah pasien positif di Pasaman Barat menjadi 20 orang. Dengan rincian 18 pasien diisolasi di RSUD Pasaman Barat , 1 orang di RSUD Kota Padang dan 1 orang diisolasi di Rumah Sakit BMC Padang, “jelas bupati.

Untuk penelusuran lebih lanjut, pihak Pemkab Pasbar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus melakukan pelacakan atau trakcing terhadap warga yang kontak dengan pasien positif itu. Sudah 700 orang dikabarkan yang telah dilakukan test swab.

Bupati Yulianto meminta bagi warga yang merasa pernah kontak dengan pasien konfirmasi positif ini agar dapat melaporkan dirinya ke Satgas Penanganan Penyebaran COVID-19 dan Puskesmas terdekat untuk mengikuti proses swab test lanjutan.

Meski demikian bupati berharap agar seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk tetap tenang dan selalu mematuhi protokol penanganan penyebaran COVID-19 dengan cara selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini oleh Allah SWT," harapnya.  

Sebelumnya, data Covid-19 Pasbar, yakni sehari sebelum penambahan 7 kasus postif, ada pertambahan satu orang inisial GAF (13), seorang pelajar asal Pasbar yang merupakan salah satu santri pesantren di Kota Padang. Ia masuk pesantren pada 21 Agustus 2020 dan menjalani tes swab pada 28 Agustus 2020 .

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Pasbar, Gina Alecia, Senin (31/8), hasil swab test dari Laboratorium Universitas Andalas (Unand) Padang ketika itu menyebutkan, ada satu orang warga Pasaman Barat yang terinfeksi COVID-19. Ia melakukan tes swab di Kota Padang beberapa waktu lalu. Maka dengan penambahan satu orang tersebut,  jumlah kasus positif Covid-19 Pasbar sampai Senin lalu menjadi 14 orang.

"Terhadap keluarga pasien yang tinggal di Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman itu, juga telah dilakukan tes swab pada Senin lalu. Begitupun  terhadap warga lain yang kontak dengan pasien positif COVID-19 tersebut.***irti. z 

Semua Karyawan RSUD Pasbar Ditest Swab, Pelayanan IGD dan Poliklinik Sementara Ditutup

By On Senin, Agustus 31, 2020

 

Layanan IGD dan Poli pada RSUD Pasbar Ditutup Sementara, Pasca 10 Dokter Terkonfirmasi Corona

Pasaman Barat, prodeteksi.com--Karena terjadinya pertambahan 11 kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sumbar, Sabtu (29/8), yang mana 10 diantaranya adalah dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasbar dan Puskesmas Sukamenanti, maka pelayanan IGD dan Poliklinik di RS Jambak tersebut ditutup untuk sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, Jon Hardi, SKM, M.Kes kepada prodeteksi.com, Minggu (30/8) membenarkan bahwa penutupan layanan sementara  terhadap pasien baru pada RSUD Pasbar ini dimulai sejak Minggu. Penutupan layanan IGD dan Poliklinik ini setidaknya hingga hasil swab terhadap seluruh karyawan RSUD nantinya keluar. Dan akan dilakukan evaluasi untuk kebijakan selanjutnya.

Dijelaskan, untuk pelayanan IGD dan Poliklinik, untuk sementara ditangani oleh Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat dan Puskesmas- puskesmas yang ada, kecuali Puskesmas Sukamenanti yang juga ditutup sementara.

“Pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tetap dilaksanakan. Tentunya di RS yang ada selain RSUD Pasbar, yakni RS Yarsi Simpang Empat. Selain itu juga bisa dilayani di puskesmas-puskesmas terdekat,” katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasbar, dr. Gina Alecia mengatakan, 10 orang dokter yang positif COVID-19 itu adalah berdasarkan hasil tes usap atau 'swab test' sebanyak 23 orang beberapa waktu lalu. Belum diketahui secara pasti dari mana pebularannya, namun diduga ada juga yang lepas perjalanan dari Kota Padang.  

Selain 10 orang tenaga kesehatan tersebut, satu orang  lagi merupakan warga Aek Nabirong, yang di rawat di Rumah Sakit BMC Padang. Ke 11 orang itu adalah DAU, AP, RF, ESS, MR, WMS, WRM, AA, NA, SPR, dan HM. Ia menyebutkan 10 pasien itu diisolasi di RSUD Pasbar untuk pengobatan lebih jauh.

Menurut dr. Gina, untuk memutus mata rantai penyebarannya, terus   dilakukan pelacakan terhadap orang yang pernah kontak dengan 10 pasien positif itu.

"Kita telah melakukan tracking atau pelacakan terhadap yang punya riwayat kontak dengan yang terkonfirmasi Covid-19 itu. Saat ini sudah terdata lebih dari 119 orang yang akan test swab, “jelasnya, Minggu.

Ia berharap, masyarakat yang pernah merasa kontak dengan pasien positif agar melaporkan diri  ke puskesmas terdekat untuk segera dilakukan tes swab guna menghambat penyebarannya.

“Mulai Senin (31/8) akan dilakukan test swab di puskesmas sukamenanti, untuk yang kontak dengan kasus positif termasuk petugas kesehatan sukamenanti. Mereka kontak dengan pasien positif ini pada hari jumat kemarin. Hari yang sama juga ada test swab di RSUD Pasbar dengan petugas kesehatan di sana, terangnya.

Bupati Pasaman Barat Yulianto saat mengumumkan penambahan pasien positif COVID-19 sebanyak 11 orang, Sabtu (29/8/2020)

Sementara itu, sebagaimana himbauan Bupati Pasbar Yulianto, ia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19, tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

"Masyarakat diminta tetap tenang namun mari patuhi protokol kesehatan yang ada. Dan  kita akan melakukan langkah-langkah cepat dalam memutus penyebaran COVID-19 ini di Pasbar," tegasnya. ***irti z

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *