Sosialisasi imunisasi Balita Usia 12–59 Bulan di Ranah Batahan, Dihadiri Ketua TP-PKK Pasaman Barat
On Selasa, Oktober 07, 2025
-->
![]() |
| Hence Mandagi |
Ketua DPI hasil Kongres Pers Indonesia 2019 sekaligus Ketua Umum SPRI, Hence Mandagi, menyatakan bahwa tuntutan ini muncul akibat pembiaran praktik-praktik jurnalistik yang dianggap tidak profesional dan diskriminatif. Ia menilai kepemimpinan Ketua Dewan Pers yang selama beberapa periode ini bukan dari kalangan wartawan dapat merusak etika, independensi, dan kredibilitas profesi pers secara keseluruhan.
Dalam pernyataannya, Mandagi menekankan bahwa kondisi ini dapat berakibat fatal bagi dunia pers nasional. "Dampak negatif akibat Ketua Dewan Pers yang selama ini dipimpin oleh seorang yang tidak pernah menjadi wartawan profesional dapat berdampak luas dan mendalam, merusak pilar-pilar utama ekosistem pers itu sendiri," ujar Mandagi.
Ia melanjutkan, kondisi ini bisa membawa dampak yang destruktif bagi profesi pers secara keseluruhan. “Kepemimpinan ini berpotensi merusak etika, independensi, dan kredibilitas pers. Lihat saja terjadi pembiaran terhadap eksploitasi isu demonstrasi dan kerusuhan di berbagai media mainstream nasional tanpa memperhatikan kode etik jurnalistik. Hal itu dampaknya sangat mempengaruhi opini publik dan memicu hal-hal yang destruktif," ungkap Mandagi.
Tuntutan Terhadap Keanggotaan dan Struktur Dewan Pers
1. Lindungi Hak Wartawan: Pemerintah diminta untuk memastikan dan melindungi hak wartawan Indonesia untuk bebas memilih organisasi wartawan, sesuai dengan jaminan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
2. Kembalikan Hak Wartawan Non-Konstituen: Memberikan kesempatan yang sama bagi wartawan anggota organisasi pers non-konstituen Dewan Pers untuk dapat mencalonkan diri dan dipilih sebagai Anggota Dewan Pers.
3. Libatkan Organisasi Pers Non-Konstituen: Mengembalikan hak organisasi pers non-konstituen yang berbadan hukum agar dapat ikut serta dalam mengajukan calon anggota dan memilih Anggota Dewan Pers.
4. Batalkan Peraturan Sepihak: Meminta konsistensi dengan pernyataan Presiden selaku Pemerintah di Mahkamah Konstitusi bahwa Dewan Pers hanya berfungsi sebagai fasilitator. Oleh karena itu, semua Peraturan Pers yang ditetapkan secara sepihak oleh Dewan Pers terkait organisasi pers konstituen harus dinyatakan tidak berlaku atau tidak diakui pemerintah.
5. Batalkan SK Presiden tentang Pengsahan Pemilihan Anggota DP : Pembatalan Surat Keputusan Presiden mengenai penetapan hasil pemilihan Anggota Dewan Pers periode 2025–2028, karena prosesnya dianggap menghilangkan hak wartawan dan organisasi pers non-konstituen untuk memilih dan dipilih. Pemenuhan atas tuntutan poin kelima ini secara otomatis 4 poin tuntutan di atas langsung terpenuhi.
Tuntutan Terhadap Sertifikasi dan Regulasi
6. Tindak Sertifikasi Ilegal: Pemerintah didesak untuk menindak tegas praktik penerbitan Sertifikat Kompetensi Wartawan yang tidak memiliki lisensi resmi dari Pemerintah atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
7. Perintahkan BNSP Bertindak: Meminta BNSP untuk menertibkan praktik ilegal pemberian lisensi Lembaga Penguji Kompetensi oleh Dewan Pers, yang dinilai tidak memiliki kewenangan sebagai regulator.
Tuntutan Terhadap Peran Pemerintah
8. Dukungan Penataan Pers Nasional dan Pembersihan dari oknum penumpang gelap : Poin terakhir ini menyerukan kepada pemerintah untuk memberikan jaminan bahwa pemerintah akan mendukung upaya menata kembali kehidupan pers nasional, agar Dewan Pers dibersihkan dari oknum-oknum elit dan eks pejabat atau penumpang gelap yang diduga kuat memanfaatkan posisi mereka di Dewan Pers untuk eksistensi pribadi dan eksploitasi pers.
Mandagi menegaskan bahwa tuntutan ini mewakili suara mayoritas masyarakat pers Indonesia yang selama ini merasa terdiskriminasi. Menurutnya, wartawan dibatasi hak untuk memilih organisasi pers dengan cara membatasi keanggotaan organisasi pers lewat peraturan sepihak yakni konstituen Dewan Pers yang tidak ada dalam UU Pers, bahkan di dalam peraturan pers yang dibuat oleh organisasi pers.
“Faktanya saat ini Wartawan seolah dipaksa untuk memilih organisasi wartawan konstituen dengan penerapan regulasi illegal tentang konstituen. Undang-Undang Pers pasal 7 secara jelas dan tegas menyatakan bahwa Wartawan bebas memilih organisasi wartawan. Jadi bukan organisasi wartawan konstituen Dewan Pers,” terangnya.
Yang tak kalah penting, menurut Mandagi, kehidupan pers harusnya dikendalikan oleh masyarakat pers bukan oleh kelompok elit dan penumpang gelap. Mayoritas Masyarakat Pers di seluruh Indonesia selama ini terdiskriminasi pada program Kerjasama Media dengan Pemerintah Daerah, dan sering terancam dikriminalisasi ketika menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Pers Indonesia bukan hanya milik para elit konstituen yang bertahun-tahun menikmati ratusan miliaran rupiah uang rakyat, termasuk hasil pajak dari wartawan non konstituen. Kami jamin jika pers dikendalikan mayoritas masyarakat pers, praktek korupsi kepala daerah, pejabat kementerian dan lembaga, serta aparat penegak hukum tidak akan semasif ini karena diawasi ketat oleh media tanpa ancaman kriminalisasi dan diskriminasi,” tegas Mandagi.
Selama ini Dewan Pers terkesan melindungi dan membiarkan pers Indonesia ‘melacurkan diri’ dan dikontrol pejabat melalui proyek anggaran kerjasama media. Belanja iklan nasional tidak terdistribusi secara merata kepada puluhan ribu media lokal atau hanya terpusat di Jakarta dan dimonopoli oleh segelintir konglomerasi perusahaan pers.
Mandagi menegaskan, Dewan Pers sangat bangga dengan fakta bahwa Media Terverifikasi Dewan Pers seolah legal ‘melacurlan diri’ bekerjasama langsung dengan Pemerintah melalui anggaran Kerjasama Publikasi.
“Kondisi ini menyebakan seluruh kepala daerah dan pejabat pusat se-Indonesia minim pengawasan. Ini pun berakibat fatal yakni korupsi makin menjamur dan massif. Selama ini seluruh Presiden sejak pertama kali dipilih langsung tidak mau mendengar teriakan kami mayoritas masyarakat pers,” ungkap Mandagi.
Mandagi pun berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah dan keputusan tegas untuk menyelesaikan masalah ini demi masa depan pers nasional yang lebih sehat dan professional.
“Dan yang lebih penting pers nasional tidak dimanfaatkan atau diperalat oleh pihak yang tidak ingin Indonesia maju, tidak sejalan dengan ketegasan pemerintah memberantas mafia migas, koruptor, dan penertiban pengusaha nakal yang termasuk dalam kelompok Serakahnomic. Selamatkan pers Indonesia dari kelompok elit dan eks pejabat yang nihil pengalaman tentang pers,” pungkasnya.
Sebagai infromasi, Dewan Pers Indonesia adalah wadah komunikasi sejumlah organisasi-organisasi pers yang bernaung dalam Sekretariat Bersama Pers Indonesia atau Sekber Pers Indonesia. Pada tahun 2018 sempat menggelar Musyawarah Besar Pers Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah. Kemudian melanjutkan dengan pelaksanaan Kongres Pers Indonesia pada tahun 2019 di Asrama Haji Pondok Gede.
Serikat Pers Republik Indonesia atau SPRI adalah organsiasi pers yang didirikan sejak tahun 1998 dan dideklarasikan pada tahun 2000 di Jakarta. Pimpinan SPRI Ketika tahun 1998 dan 1999 ikut berkontribusi melakukan demonstrasi dan menyampaikan tuntuan kepada pemerintah melalui Departemen Penerangan RI untuk membubarkan Dewan Pers. Dan pimpinan SPRI juga turut serta dalam Menyusun draft UU Pers Tahun 1999. **** (Sumber DPI dan SPRI)
![]() |
| Maulid Nabi Sekaligus Peletakan Batu Pertama Musholla Polsek Pasaman Dihadiri Kapolres Pasbar |
Acara ini berlangsung penuh khidmat di halaman Mako Polsek Pasaman dengan dihadiri jajaran Forkopimca, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur dari pemerintahan dan perbankan di wilayah setempat.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Kita Wujudkan Polri Presisi Guna Mendukung Asta Cita”.
Tema ini dinilai sangat relevan dalam menanamkan nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada seluruh personel Polri agar mampu bekerja dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, dan dekat dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pembangunan Mushalla Polsek Pasaman merupakan wujud nyata Polri dalam mengamalkan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kapolres berharap, keberadaan Mushalla Darul Agung tidak hanya memberi manfaat bagi anggota Polri yang bertugas, namun juga bisa digunakan masyarakat sekitar maupun para musafir yang melintas di wilayah Batang Toman.
“Tempat ibadah ini diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual, mempererat silaturahmi, dan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi semua,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Pasaman Barat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Mushalla tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Kapolres yang berinisiatif membantu kami. Semoga pembangunan ini dapat berjalan lancar, dan Mushalla ini akan menjadi sarana ibadah sekaligus ladang amal jariyah bagi kita semua,” tutur AKP Zulfikar.
Kapolsek menegaskan bahwa lokasi Mushalla Darul Agung yang berada di pinggir jalan utama sengaja dipilih agar tidak hanya dimanfaatkan oleh personel Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Suharjo Lubis. Dalam ceramahnya, Ustadz menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial.
Ia juga mengapresiasi langkah Polsek Pasaman yang menghadirkan pembangunan Mushalla sebagai bentuk nyata penguatan iman dan syiar Islam di lingkungan Kepolisian.
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Mushalla Polsek Pasaman yang dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto. Prosesi ini kemudian diikuti oleh Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar, Camat Luhak Nan Duo, Camat Sasak Ranah Pasisie, serta perwakilan dari Camat Pasaman.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pejabat utama dan personel Polres Pasaman Barat, pimpinan bank se-Kecamatan Pasaman, Wali Nagari dari Kecamatan Pasaman, Sasak Ranah Pesisie, dan Luhak Nan Duo, pengurus Bhayangkari Cabang Pasaman Barat, Purnawirawan Polri, serta Warakawuri Cabang Pasaman Barat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pembangunan Mushalla dan semangat kebersamaan dalam memperingati hari besar umat Islam.
Dengan adanya pembangunan Mushalla di lingkungan Polsek Pasaman, diharapkan semakin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan suasana religius dan damai di Kabupaten Pasaman Barat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama agar pembangunan Mushalla berjalan lancar, penuh berkah, dan memberikan manfaat luas bagi semua pihak. ***** Irz
![]() |
| Bupati Pasbar Lantik Doddy San Ismail Jadi Sekda Definitif |
Selain melantik Sekda, Bupati juga mengukuhkan sembilan fungsional guru sebagai pendamping satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasbar.
Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Pasbar M. Ihpan, unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, kepala OPD, Ketua TP-PKK Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua GOW Ny. Gusmalini, Ketua DWP Ny. Erisa Doddy San Ismail serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menyampaikan pelantikan Sekda tersebut telah melalui proses panjang, mulai dari pembentukan panitia seleksi, tes, rekomendasi gubernur, izin Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga pengajuan usulan pelantikan.
![]() |
| Sekda dan nyonya |
“Seluruh rangkaian kegiatan ini kita laksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Yulianto.
Ia meminta Sekda yang baru agar meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program perangkat daerah, berkoordinasi dengan para asisten, serta memastikan efisiensi anggaran di tengah kondisi keuangan daerah yang defisit.
“Jika efisiensi berjalan maksimal, saya yakin defisit dapat kita tangani dengan baik,” tegasnya.
Bupati juga berharap Sekda bersama pengawas sekolah mampu menerapkan nilai dasar ASN, yakni berakhlak: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Kesuksesan seorang pemimpin tidak lepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak,” tutup Yulianto. **** Irz
Saat kejadian, diketahui pengemudi Maxim telah berhati-hati untuk mengantarkan penumpang menuju titik pengantaran, namun ditabrak hingga terjatuh dan mengalami luka hingga tak sadarkan diri. Penumpang langsung
dilarikan ke RSUD Bukittinggi, lalu dirujuk ke RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sebagai bentuk nyata dari program CSR, Maxim melalui YPSSI turut membantu meringankan beban penumpang melalui santunan senilai lebih dari Rp8 juta untuk membayar biaya pengobatan. Melalui aksi ini, Maxim
menunjukkan komitmennya untuk menjamin keselamatan tidak hanya pengendara, tetapi juga penumpang.
“Keselamatan dan kesejahteraan pengguna layanan adalah prioritas kami.Melalui YPSSI, kami berusaha hadir tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai mitra yang menjunjung tinggi keselamatan dan keamanan penumpang dan mitra driver kami,” ujar Aris Mandianto, Head of Subdivision Maxim Bukittinggi.
Perlu diketahui bahwa kompensasi akan disediakan selama kecelakaan terjadi bukan disebabkan oleh tindakan pengemudi. Penumpang bisa mendapatkan pembayaran jika mereka terluka selama perjalanan.
Sebagai informasi, Maxim bersama YPSSI terus memperkuat sinergi dengan lembaga terkait untuk memastikan bahwa setiap insiden dapat ditangani secara cepat dan tepat. Program CSR ini merupakan bagian dari visi
jangka panjang Maxim untuk menciptakan ekosistem transportasi yang tinggi keselamatan dan peduli terhadap sesama. YPSSI secara aktif menjalankan peran sebagai jembatan sosial antara perusahaan, mitra pengemudi, dan masyarakat. ***** ir
| Presiden Prabowo Dengarkan Aspirasi Tokoh Lintas Agama dan Tegaskan Komitmen Perjuangkan RUU Perampasan Aset |
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, menyebut pertemuan ini sangat penting bagi pimpinan ormas dan tokoh agama untuk menyampaikan aspirasi umat kepada Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa dialog yang berlangsung cukup lama tersebut memberi ruang bagi penyampaian harapan rakyat, sekaligus menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam mendengar dan merespons aspirasi tersebut.
“Aspirasi-aspirasi, harapan-harapan telah disampaikan kepada Presiden dalam pertemuan yang cukup panjang tadi. Presiden juga rupanya sudah mendengar dan memahami sebagian besar dari aspirasi-aspirasi yang disampaikan itu. Bahkan beliau menunjukkan bahwa sudah ada langkah-langkah yang telah dilakukan, bukan hanya oleh Presiden tapi juga oleh lembaga-lembaga negara yang lain seperti DPR,” ujar Yahya dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.
Yahya menambahkan bahwa gagasan dan komitmen Presiden Prabowo menumbuhkan optimisme di kalangan tokoh agama. Ia menilai pemaparan visi yang komprehensif itu menggugah harapan hadirin, sekaligus menegaskan perlunya langkah nyata agar masyarakat semakin tenang dan percaya pada arah kebijakan pemerintah.
“Beliau menyampaikan gagasan-gagasan secara komprehensif, passion beliau terhadap bangsa dan negara, cita-cita beliau dan komitmen-komitmen beliau. Itu semua menggugah harapan dari hadirin. Yang kami harapkan selanjutnya adalah gestur pemenuhan keinginan rakyat itu semakin ditunjukkan lebih kuat lagi sehingga masyarakat menjadi lebih tenang,” lanjutnya.
Suasana kebersamaan juga ditekankan oleh tokoh lintas agama lain yang hadir. Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacky Manuputty menyebut pertemuan ini berlangsung dalam suasana guyub dan penuh keterbukaan. Ia berharap model pertemuan yang hangat dan egaliter tersebut dapat ditularkan hingga ke daerah-daerah untuk kembali merajut keguyuban bangsa sebagai modal persatuan.
“Kami sangat mengapresiasi undangan Presiden dan pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang tidak formal, sangat guyub,” ujar Jacky.
Dalam diskusi terbuka tersebut, para tokoh turut membicarakan berbagai isu, mulai dari pajak yang memberatkan rakyat, korupsi, perilaku pejabat, hingga kenaikan tunjangan DPR. Menurut Jacky, Presiden menanggapi langsung berbagai masukan, termasuk menjanjikan komitmen memperjuangkan RUU Perampasan Aset bersama DPR.
“Presiden berjanji untuk undang-undang perampasan aset, beliau akan sungguh-sungguh mengerjakan dan memperjuangkan itu bersama Dewan. Saya kira itu,” tegasnya.
Pertemuan yang direncanakan akan digelar rutin ini disambut baik oleh para tokoh. Mereka menyatakan siap berkontribusi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, mendampingi umat menghadapi tantangan, serta mendoakan agar ikhtiar bangsa Indonesia mendapat perlindungan Tuhan. **** kmd/ irz
Jakarta, prodeteksi.com ---- 1 September 2025 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, pimpinan serikat buruh, serta pimpinan organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9).
Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu menjadi forum dialog terbuka, di mana Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan bangsa, merawat kebhinekaan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan ke depan.
Turut hadir dalam forum ini Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Yohanes Handoyo Budhisedjati dan Bendahara Umum FORMAS Devi Taurisa, yang diundang untuk hadir bersama para tokoh lintas sektor. Kehadiran FORMAS mencerminkan pentingnya partisipasi masyarakat sipil dalam proses pembangunan dan penguatan demokrasi.
Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan keterbukaan antara pemerintah dengan seluruh elemen bangsa. “Persatuan adalah kekuatan kita. Pemerintah akan selalu mendengar dan menampung aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat,” ujar Prabowo.
Usai pertemuan, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handoyo Budhisedjati menyampaikan apresiasinya atas langkah Presiden. “Kami di FORMAS mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo yang merangkul berbagai tokoh lintas sektor. Pertemuan ini menjadi wadah yang sangat baik bagi kami untuk ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan kami siap hadir memberikan masukan serta energi positif,” ujarnya.
Silaturahmi di Istana Negara ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para tokoh yang hadir menyampaikan berbagai pandangan, mulai dari isu ekonomi, ketenagakerjaan, hingga penguatan peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Presiden pun menyambut baik setiap masukan yang diberikan, sembari menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membangun Indonesia secara inklusif.
Forum ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian pertemuan serupa yang akan terus digelar, sebagai wadah mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa. ****** (Bidang Media FORMAS).