SMAN 2 Rabat Menapak Kemajuan Bersama Dukungan Masyarakat

SMA N 2 Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat Sumbar

Pasaman Barat, prodeteksi.com----Tahun pertama beroperasinya SMA Negeri 2 Ranah Batahan (Rabat) Kenagarian Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mendapat  sambutan baik dari masyarakat. Pihak sekolah pun bersama komite bahu membahu dan kerja keras untuk pengembangan sekolah tersebut menuju pendidikan yang berkualitas dan bermutu.


Sekolah yang diresmikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada tanggal 20 Maret 2019 ini, yang lokasinya merupakan sumbangan masyarakat, menandakan kepedulian masyarakat yang tinggi akan pendidikan, terutama untuk anak-anaknya.  

Sehingga menurut Kepala Sekolah, Yulizar, MPd, dengan dukungan masyarakat dan pemerintah dengan menggunakan dana APBN 2018 sekitar 2,5 miliar, pembangunan SMA N 2 Rabat pun dapat terealisasi dan mulai menerima siswa baru pada Tahun Pelajaran 2019/2020 yang lalu.

Bangunan sekolah baru ini terdiri dari satu gedung pustaka, dan empat ruang kelas. Semua ruang kelas telah terisi sesuai daya tampung sebanyak 128 siswa. Dengan pendaftar siswa baru pada TP 2019/2020 sebanyak 138 orang.

Yulizar mengatakan, dengan adanya sekolah baru ini, para orang tua tidak lagi risau karena sudah ada sekolah terdekat dari rumah masyarakat. Bahkan input siswa baru juga sebagian ada yang berasal dari daerah Madina Sumatera Utara.
Yulizar, MPd, Kepala SMA N 2 Ranah Batahan Pasaman Barat
Dengan tenaga pengajar 8 orang PNS dan 12 sukarela termasuk tenaga kependidikan, aktivitas pembelajaran berlangsung dengan optimal, walau masih serba keterbatasan sarana.

Diharapkan jelas Yulizar untuk tahun 2020 adanya bantuan pembangunan 1 ruang kelas dari CSR PTPN 4, dan 2 ruang dari bantuan dana pokir dewan serta pembangunan musholla dari dana komite atau sumbangan masyarakat. Apalagi, saat ini satu ruangan majelis guru dikosongkan karena digunakan untuk sholat, pertemuan dan lainnya.

Menurut Kepala Sekolah, Yulizar, sesuai visi SMAN 2 Rabat yakni terbentuknya Insan cendikia yang  ber-Imtaq, bermartabat, ber-Iptek, bermutu, dan berwawasan lingkungan. Maka disusun pula misi sekolah yakni, memotivasi peserta didik untuk melaksanakan ajaran agama secara menyeluruh, dan membiasakan membaca sebagian ayat suci Alquran dan memaknainya.

Terus, membudayakan cinta Alqur’an melalui kegiatan Kiroat, kaligrafi dan Tahfiz, melaksanakan kegiatan keagamaan setiap Jumat  dan hari-hari besar islam sebelum proses belajar mengajar. Dan mengintegrasikan pendidikan berkarakter keseluruh mata pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas.

Selain itu, membiasakan pola hidup disiplin baik dilingkungan sekolah maupun dilluar sekolah, membudayakan/ membiasakan perilaku 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sesama warga sekolah baik didalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah, melatih peserta didik mengoperasikan komputer dan internet untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan Mendidik peserta didik agar selektif dalam menggunakan media sosial.

Seterusnya, misi untuk mengupayakan tenaga pendidik menggunakan multi media dalam melaksanakan aktifitas PBM di kelas, mempersiapkan peserta didik mengikuti OSK ( Olimpiade Sains Kabupaten), mempersiapkan peserta didik tamatan memasuki Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, melaksanakan kegiatan Ekstrakulikuler baik dibidang akademik maupun Non-Akademik, membiasakan pola hidup bersih dan sehat., memelihara dan melestarikan kebersihan lingkungan sekolah dan alam sekitar dan melestarikan kesenian daerah yang merupakan simbol dari kearifan lokal.

Dengan visi misi yang jelas tersebut lanjut Yulizar dapat menjadi acuan untuk program pendidikan di sekolah tersebut. Sehingga, meski sebagai sekolah baru, namun kegiatan siswa di luar intra kurikuler juga telah di aktifkan.

Seperti ekstra kiroat,  kaligrafi , karate dan Tarung Drajat. Juga ada berbagai pelatihan peningkatan mutu penguatan materi seni Islam, cipta baca puisi, seni kearifan lokal, yang dibina salah satu sanggar seni tari. Bahkan untuk pengembangan diri, ada tahfis sederhana 20 sampai 15 menit sebelum belajar. Juga ada program lintas minat ada bahasa Arab.

Menurut Yulizar, yang sebelumnya guru SMA 1 Rabat  , peran komite sangat mendukung. Sebab dengan kepedulian masyarakat dan wali murid dapat memacu kualitas pendidikan juga penegakan kedisiplinan.

“Disiplin merupakan suatu kegiatan demi terciptanya suatu tujuan. Sehingga dengan adanya disiplin yang baik di sekolah peserta didik akan melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur, kata Yulizar.

Diharapkan ke depan lanjutnya,  SMA N 2 Rabat, akan berkembang sejajar dengan sekolah lain yang telah terdahulu maju. Dan menjadi alternatif pilihan dan favorit bagi masyarakat sekitar. Sehingga akses pendidikan yang semakin luas, kian terasa manfaatnya bagi masyarakat dan akan tercipta generasi dengan SDM yang baik dan berkualitas. ***irti z 

Post a Comment

recentcomment

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.