Sekda Pasbar Yudesri : Publikasi Pencegahan Covid-19 Sangat Penting

Sekdakab Pasbar, Yudesri, SIP, MSI



Pasaman Barat, prodeteksi.com------Peran wartawan (jurnalis) dalam penyebaran informasi dan publikasi di tengan wabah Corona Virus Disease (Covid-19), yang melanda tanah air, dinilai sangat penting. Sebab,  sebagai penyambung informasi kepada masarakat,  diharapkan dapat tersaji informasi yang mendidik dan mencerdaskan masyarakat khususnya dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Yudesri, SIP, MSI, kepada prodeteksi.com, Senin (4/5), di Simpang Empat.
  
“Publikasi dalam pencegahan covid-19, memang sangat penting. Sehingga peran wartawan  sangat dibutuhkan sebagai penyambung informasi dari pihak pemerintah, khususnya informasi seputas Covid-19 Pasbar, “ kata Yudesri.

Lanjutnya, karena itulah para wartawan dimasukkan dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Pasbar. Yang mana belum lama ini juga para wartawan dilengkapi dengan ID Card khusus peliputan Covid-19 dan pemberian APD khususnya masker. Sebab wartawan juga harus waspada jaga diri dan ikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.




Dijelaskan,  pemerintah daerah sangat mengapresiasi peran para jurnalis dalam peliputan Covid-19 Pasbar. Namun secara teknis serta  ketentuannya dapat berkoordinasi dengan Dinas  Kominfo.

“Kalau saya nggak salah ada anggaran dengan total Rp. 115 Juta untuk media atau kemitraan pers. Tapi pastinya coba tanya pak Teguh di BPKAD dan secara teknis Dinas Kominfo lebih tahu hal itu, “ujarnya.

Namun Buya Syahril, yang mengkoordinir bidang publikasi di Dinas Kominfo Pasbar, mengatakan bahwa terkait anggaran di Dinas Kominfo adalah seperti biasa tidak ada secara khusus yang terkait dengan biaya publikasi peliputan Covid-19.

Begitupun Koordinator Gugus Covid-19 Pasbar, Drs. Edi Busti dan Kabag Protokoler, Yosmar Divia yang juga Mantan Kabag Humas, menyebut bahwa terkait biaya peliputan tentu berhubungan dengan Dinas Kominfo.

Sebab, menurut Yos, pihaknya tidak terlalu mengetahui dan belum ada petunjuk dan arahan terkait hal itu. Edi Busti pun menyebut hal serupa, tidak tahu bagaimana kebijakan terkait kerjasama peliuputan karena ranahnya Dinas Kominfo.

Sementara itu, Ketua DPC. SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia) Pasbar, Irti Zamin, SS, mengatakan, profesi kewartawanan memang dihimbau untuk mengurangi kegiatan fisik di luar, serta melengkapi dengan APD.  

Untuk itu jelasnya, ke lapangan harus senantiasa mengikuti Protokol kesehatan dengan mamakai APD dan dengan menjaga jarak dengan narasumber. Serta anjuran pemerintah lainnya harus menjadi perhatian.

Lanjutnya, terkait kerjasama peliputan, tidak menjadi penghalang bagi para jurnalis untuk tetap semangat dan tidak meninggalkan tugasnya sebagai penyaji informasi kepada publik. Sebab, Informasi yang akurat dari para wartawan sangat dibutuhkan masyarakat di tengah wabah Covid-19 yang  belum pulih dari tanah air. ***a/i

Post a Comment

recentcomment

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.