Pasaman Barat, prodeteksi.com --- Usai melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026 di Parit Koto Balingka, Pimpinan Yayasan Pendidikan Pesantren Informasi dan Teknologi Zaminul Ghairi (ZAMIGA), Irti Zamin, SS yang juga dikenal sebagai Pimpinan Pro Pers Group, melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Desa Sabajulu (Sawah Mudik), Kecamatan Ranah Batahan, bersama putranya yang masih kuliah, M. Rasihan Anwar.
Perjalanan menuju kampung halaman tersebut dilakukan menggunakan sepeda motor. Irti Zamin bersama putranya berangkat dari Parit pada Kamis siang dalam suasana libur Idul Adha yang masih terasa hangat di tengah masyarakat. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang melewati sejumlah kawasan pedesaan dan perbukitan, keduanya tiba di Sabajulu pada tengah hari.
![]() |
| Kedua Orangtua |
Sabajulu sendiri merupakan kampung kelahiran Irti Zamin pada tahun 1973 silam. Kampung sederhana yang penuh kenangan itu hingga kini masih menjadi tempat yang selalu dirindukannya untuk kembali, terutama pada momen hari besar keagamaan dan silaturahmi keluarga.
Setibanya di rumah orang tua, Irti mendapati ayahnya sedang berbaring karena kondisi fisik yang sudah lanjut usia. Sementara itu, sang ibu tengah menghadiri acara doa warga setempat yang masih menjadi tradisi masyarakat di kampung tersebut pasca-Idul Adha.
Sebagai anak pertama dari 10 bersaudara, Irti Zamin memanfaatkan kesempatan itu untuk mendampingi kedua orang tuanya secara langsung. Dengan penuh perhatian, ia membantu sang ayah, Mislan Lubis Sutan Parlagutan, yang merupakan Ninik Mamak Sabajulu /penguasa ulayat, untuk mandi, mengganti pakaian, hingga mengajaknya makan bersama keluarga di rumah.
Suasana haru dan penuh kehangatan pun terlihat saat Irti membawa ayahnya menuju ruang depan. Di ruang sederhana tersebut, mereka duduk bersama sambil berbincang santai dengan ayah dan ibu dan mengenang berbagai perjalanan kehidupan keluarga.
Momen kebersamaan itu menjadi sangat berarti, tidak hanya bagi Irti Zamin, tetapi juga bagi putranya, M. Rasihan Anwar, yang turut menyaksikan secara langsung pentingnya menjaga silaturahmi dan berbakti kepada orang tua.
Selama berada di Sabajulu, suasana kampung masih dipenuhi nuansa Idul Adha, di mana warga terlihat saling mengunjungi, menghadiri doa bersama, dan mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga.
Tradisi kebersamaan masyarakat yang masih terjaga di Sabajulu menjadi gambaran kuatnya nilai sosial dan budaya di tengah kehidupan masyarakat pedesaan. Bagi Irti Zamin, pulang kampung bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bentuk penghormatan kepada orang tua dan upaya menjaga akar kekeluargaan agar tetap hidup di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
Pada hari kedua, tepatnya Jumat, Irti Zamin bersama putranya kembali bertolak menuju Parit Koto Balingka. Keduanya tiba di rumah menjelang pelaksanaan Sholat Jumat setelah menempuh perjalanan dari Sabajulu.
Perjalanan singkat tersebut meninggalkan kesan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan keluarga, menghormati orang tua, dan terus merawat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. **** irz
« Prev Post
Next Post »



.jpeg)