HEADLINE NEWS

Sempat Mogok, Pelayanan Dokter Spesialis di RSUD Pasaman Barat Kembali Dibuka Kamis Ini

By On Rabu, Juni 03, 2026

 

 Sempat Mogok, Pelayanan Dokter Spesialis di RSUD Pasaman Barat Kembali Dibuka Kamis Ini



SIMPANG EMPAT, prodeteksi.com --- Pelayanan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dipastikan kembali beroperasi normal pada Kamis (4/6). Kepastian ini didapat setelah Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggelar pertemuan darurat dengan para dokter spesialis pada Rabu (3/6) sore.


Sebelumnya, sekitar 17 dokter spesialis di RSUD tersebut sempat melakukan aksi mogok kerja pada Rabu pagi. Aksi ini sempat menyebabkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sejumlah poli spesialis terganggu.


Bupati Pasaman Barat, Yulianto, membenarkan bahwa pertemuan yang digelar di Rumah Dinas Bupati tersebut telah membuahkan titik temu dan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.


"Alhamdulillah, kita telah mengadakan pertemuan dengan para dokter spesialis Rabu sore dan memperoleh solusi atas permasalahan tersebut. Kesepakatannya, pelayanan terhadap masyarakat akan dibuka kembali pada Kamis," ujar Yulianto di Simpang Empat, Rabu (3/6).


Terkait tuntutan para dokter spesialis mengenai pemberian insentif—yang selama ini berbasis sistem remunerasi—Yulianto menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengakomodirnya. Namun, seluruh proses tetap harus berjalan di atas koridor hukum dan aturan yang berlaku.


Bupati menegaskan tidak boleh ada penerimaan ganda (double anggaran) dalam struktur pendapatan ASN.

  • Pilihan Pendapatan: Dokter spesialis harus memilih salah satu antara sistem Remunerasi atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

  • Perubahan Regulasi: Guna memayungi kebijakan ini secara legal, Pemkab Pasaman Barat berkomitmen untuk mengubah Peraturan Bupati (Perbup) yang ada.

  • Studi Banding: Pemerintah daerah akan mempelajari teknis penerapan insentif ini ke kabupaten/kota lain yang telah sukses menerapkannya.


"Saya tidak ingin pelayanan kepada masyarakat terganggu. Kita punya tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan. Apalagi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), beban kerja dan jam kerja sudah jelas diatur dalam regulasi," tegas Yulianto.


Ia juga berharap para dokter spesialis dapat mengutamakan pelayanan di RSUD. Menurutnya, semakin baik pelayanan, maka pendapatan rumah sakit akan meningkat, yang nantinya secara otomatis akan mendongkrak kesejahteraan para tenaga medis itu sendiri.


Memahami Remunerasi vs Insentif

Untuk meluruskan benang merah persoalan, berikut adalah perbedaan sistem pendapatan yang menjadi inti pembahasan:

KomponenPenjelasan
RemunerasiTotal seluruh pendapatan yang mencakup gaji pokok, tunjangan, uang makan, bonus, hingga insentif. Sifatnya ada yang tetap (gaji bulanan) dan ada yang variabel.
InsentifBagian variabel dari remunerasi (di luar gaji pokok). Bersifat bersyarat dan tidak dijamin cair setiap bulan, karena tergantung pencapaian indikator kinerja (KPI).

Nantinya, sumber dana untuk pembayaran insentif dokter spesialis ini direncanakan berasal dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).


Pertemuan krusial yang berhasil menyudahi aksi mogok ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting Kabupaten Pasaman Barat, di antaranya:

  • Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail

  • Kepala Badan Keuangan Aset Daerah, Zulfi Agus

  • Kepala Dinas Kesehatan, Gina Alecia

  • Plt. Kepala BKSDM, Yosmar Difia

  • Direktur RSUD Pasaman Barat, dr. Jelly


Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, membenarkan hasil positif dari pertemuan bupati dengan para dokter spesialis tersebut. Senada dengan hal itu, Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Pasaman Barat juga memastikan bahwa seluruh operasional poli spesialis akan langsung berjalan normal seperti sedia kala mulai Kamis pagi. *** irz

Pelayanan Poli Spesialis RSUD Pasaman Barat Lumpuh, Puluhan Dokter Spesialis Mogok Kerja Terkait Insentif

By On Rabu, Juni 03, 2026

 

 RSUD Pasaman Barat


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat mengalami lumpuh total pada Rabu (3/6/2026). Mayoritas poliklinik spesialis dan sub-spesialis di rumah sakit tersebut mendadak tutup serentak, menyusul adanya aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para dokter spesialis.


Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aksi mogok kerja ini dipicu oleh belum adanya kejelasan dan kesepakatan terkait besaran dana insentif bagi para dokter spesialis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat.


Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Pasaman Barat, Tedi Kurniawan, saat dikonfirmasi pada Rabu pagi membenarkan adanya gangguan pelayanan tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa sejumlah dokter spesialis memilih tidak masuk kerja.


"Benar, sejumlah dokter spesialis melakukan aksi mogok kerja sehingga pelayanan kesehatan pada hari ini menjadi terganggu," kata Tedi.


Namun, terkait alasan mendetail di balik mogok kerja tersebut serta kapan pelayanan akan kembali normal, Tedi enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyarankan media ini untuk menanyakan langsung kepada bagian pelayanan atau Direktur RSUD.



Di sisi lain, pihak manajemen puncak terkesan tertutup. Direktur RSUD Pasaman Barat, dr. Jelli Isma Syartika, MM, serta Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes, tidak memberikan respons sedikit pun saat dihubungi melalui panggilan telepon maupun pesan singkat hingga berita ini diturunkan.


Berdasarkan pengakuan salah seorang dokter spesialis RSUD Pasaman Barat yang tidak disebutkan namanya mengatakan, aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan para dokter terkait regulasi insentif daerah yang dinilai tidak sesuai harapan.


Menurutnya, pengajuan penyesuaian nilai insentif ini sebenarnya sudah dilayangkan sejak beberapa tahun lalu kepada Pemkab Pasaman Barat, namun tidak kunjung disetujui (acc).


"Para dokter tidak masuk kerja hari ini karena sedang ada masalah internal. Semua poli spesialis tutup total," ungkap sumber tersebut.


Ia menambahkan, ketidakpuasan ini muncul setelah membandingkan nilai insentif dokter spesialis di Kabupaten Pasaman Barat dengan daerah tetangga yang jauh lebih tinggi dan jelas keberpihakannya.

DaerahEstimasi Nilai Insentif Dokter Spesialis
Lubuk Sikaping / PasamanRp12 Juta – Rp15 Juta
Kepulauan MentawaiRp30 Juta
Pasaman BaratBelum ada kejelasan / belum disetujui


"Daerah lain ada yang belasan hingga puluhan juta, sementara di Pasaman Barat belum ada kejelasan. Kabarnya kendala di aturan daerah, makanya para dokter sepakat mogok kerja. 


Kami saat ini sedang melakukan rapat internal di RSUD dan masih menunggu instruksi dari Komite Medik mengenai langkah selanjutnya," tambahnya.

Berdasarkan pengumuman resmi jadwal praktik dokter RSUD Pasaman Barat per Rabu, 3 Juni 2026, berikut adalah rincian layanan yang terdampak:

Poliklinik Spesialis yang TUTUP:

  • Spesialis Kebidanan & Kandungan: dr. Mipratul Muslim, Sp.OG, MARS dan dr. Rovi Wilman, Sp.OG.

  • Spesialis Penyakit Dalam: dr. Fahrul, Sp.PD, FINASIM dan dr. Nursuniwati, Sp.PD, FINASIM.

  • Spesialis Neuro / Saraf: dr. Ishlahuddin Ibnu Amin, Sp.N dan dr. Rifki Irsyad, Sp.N.

  • Spesialis Anak: dr. Enny Andriani, Sp.A, BIOMED.

  • Spesialis Mata: dr. Ismail Abdullah, Sp.M.

  • Dokter Umum: dr. Marniyanti, MH.

  • Subspesialis Bedah Onkologi: dr. Oktahermoniza, Sp.B, Sub Sp. Onk (K).

  • Spesialis Orthopedi & Traumatologi: dr. Heru Widyawarman, Sp.OT.

  • Spesialis Bedah Umum: dr. Ari Widyanti, Sp.B.

  • Spesialis Bedah Mulut: dr. Rika Sylviani, Sp.BM.

  • Spesialis Paru: dr. Dian Citra, Sp.P.

  • Spesialis THT-KL: dr. Delva Swanda, Sp.THT-KL.

  • Spesialis Kulit, Kelamin & Estetik: dr. Elsi Kemala Putri, Sp.DVE, FINSDV.

  • Spesialis Kedokteran Jiwa: dr. Starki, M.Ked (KJ), Sp.Kj.


Layanan yang TETAP BUKA:

Meskipun lini spesialis kedokteran lumpuh, RSUD Pasaman Barat terpantau masih membuka pelayanan untuk sektor kesehatan gigi dan poliklinik penunjang lainnya mulai pukul 08.00 WIB, meliputi:

  • Dokter Gigi: drg. Evi Maswide, drg. Nora Nelva, dan drg. Nikke Arya.

  • Poliklinik Penunjang: Fisioterapi, Gizi, dan pemeriksaan EEG.

Masyarakat yang telanjur datang atau berencana melakukan pengobatan ke poli spesialis diimbau untuk menjadwal ulang kunjungan mereka. Informasi darurat dan konfirmasi lebih lanjut dapat diakses melalui nomor telepon resmi RSUD Pasaman Barat di (0753) 65960 atau mendatangi lokasi di Jl. Jendral Sudirman Jambak, Jalur VI Timur, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. **** irz

Gedung Baru Puskesmas Silaping Segera Diresmikan, Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

By On Sabtu, Maret 13, 2021

 Puskesmas Silaping Ranah Batahan


Pasaman Barat, prodeteksi.com----Gedung baru Puskesmas Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), yang dibangun dengan dana DAK tahun Anggaran 2020, mulai difungsikan dan segera diresmikan.


"Alhamdulillah dengan selesainya pembangunan gedung ini akhir tahun lalu, kini sudah mulai kami tempati. Dan insya Allah paling lama pasca lebaran mendatang akan diresmikan oleh bapak bupati, " kata Kepala Puskesmas, Efrinaldi, SKM, M. Kes ketika ditemui media ini, Sabtu (13/3) di ruang kerjanya di Puskesmas Silapaing Ranah  Batahan.


Menurutnya, gedung yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp. 5 milyar ini, yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Kementerian Kesehatan RI tersebut difungsikan untuk bidang administrasi dan juga pelayanan.


Diantaranya, satu gedung yang cukup besar terdiri dari beberapa ruang seperti ruang IGD, ruang pelayanan  dan rawatan. Juga pelayanan PONED persalinan normal, dan juga ruang perawatan pasca persalinan. Satu gedung lagi, merupakan ruang kantor, Aula Pertemuan dan ruang adminitrasi dan pimpinan.

 Efrinaldi, SKM, M. Kes


"Dengan selesainya pembangunan gedung baru yang sudah  difungsikan sejak sewpekan lalu, tentunya juga diikuti dengan semangat baru untuk peningkatan pelayanan yang lebih baik lagi ke depan dengan fasilitas dan peralatan kesehatan  yang lebih memadai," ujar  Efrinaldi.

Lanjutnya, masyarakat juga akan merasakan dan menikmati kenyamanan pelayanan kesehatan di gedung puskesmas yang baru itu. Dan dia juga berharap semoga kepercayaan masyarakat berobat di puskesmas akan semakin tinggi.

Efrinaldi yang sudah bertugas sejak Januari 2020 di puskesmas tersebut mengucapkan rasa syukurnya dan ia pun sebelumnya sempat mengundang sejumlah anak yatim untuk syukuran.

Sementara itu, gedung lama yang masih bagus dan kokoh yang letaknya di bagian paling depan, untuk sementara katanya, akan digunakan nantinya untuk ruang isolasi pasien Covid-19 atau pasien TB rawatan khusus.  

Mengenai tenaga medis dan pegawai Puskesmas Silaping jelas Efrinaldi, masih tergolong cukup. Terdiri dari 39 PNS termasuk di dalamnya perawat dan bidan serta penyuluh kesehatan. Dan tenaga kontrak sebanyak 32 orang. Kemudian, terdapat 5 orang dokter yakni 3 dokter umum dan 2 dokter gigi. *** irti z

RSUD Ujung Gading Belum Memiliki SLF, Ditargetkan Bisa Beroperasi 2021

By On Selasa, Juli 07, 2020

RSUD Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat, masih memerlukan sejumlah persiapan dan berbagai persyaratan untuk bisa dioperasikan. Ditargetkan akan Diresmikan dan Dioperasikan Tahun 2021

Pasaman Barat, prodeteksi.com------Harapan masyarakat agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), segera beroperasi, masih membutuhkan berbagai persiapan. Sebab, untuk buka layanan kesehatan memerlukan banyak persyaratan yang harus dipenuhi,

Kini, berbagai persiapan dan dokumen persyaratan tersebut  masih dalam tahap pengurusan, termasuk Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Dokumen ini harus dipersiapkan sebelum RSUD tersebut beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, Jon Hardi kepada media ini, beberapa hari lalu mengatakan, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan. Walau secara umum sudah banyak dipersiapkan, namun masih ada yang kurang diantaranya termasuk sertifikat layak fungsi.

SLF merupakan sertifikat terhadap bangunan yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan. Tanpa SLF, gedung tidak bisa digunakan secara legal. Permintaan SLF ini biasanya melalui Dinas Pekerjaan Umum yang disebut dengan Tim Ahli Bangunan Gedung atau yang disingkat TABG.
TABG ini adalah sebuah tim yang bertugas untuk melakukan kajian teknis untuk menguji ketahanan dan kehandalan bangunan gedung. Menurut Jon Hardi karena tim ini tidak ada di Pasaman Barat, maka pihak Pemkab Pasbar memohon kepada Gubernur untuk menurunkan tim provinsi.


Gerbang Masuk Ditutup sbelum Dioperasikan Tahun 2021
Disamping itu jelas Jon Hardi, beberapa peralatan medis dan non medis juga masih kurang. Di antaranya peralatan ICU/ HCU, peralatan londry, peralatan dapur/ gizi dan lain lain. Begitupun tenaga kesehatan, yang sudah ada baru 23 orang, namun untuk jenis RS kata Jon Hardi masih kurang.

"Masih banyak yang harus dipersiapkan, disamping fasilitasnya yang masih kurang, Alat Kesehatan (Alkes) juga masih perlu ditambah. Kemudian yang sangat penting adalah SLF. Sebab, Izin Operasional RSUD bisa diperoleh setelah memiliki SLF, " terangnya.. 

Lanjutnya, semua persyaratan tersebut masih dalam tahap pengurusan dan pengadaan. Ditargetkan tahun 2021 RSUD Ujunggading akan diresmikan dan kemudian baru dibuka pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dulunya tren dengan sebutan RS Pratama Ujung Gading


Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, Jon Hardi
"Insya Allah, jika semua persyaratannya telah lengkap dan peralatan penunjang telah terpenuhi, RSUD Ujunggading akan diresmikan tahun 2021 mendatang, Terkait kekurangan tenaga akan kita atasi dengan  tenaga dari RSUD Pasaman Barat dan tenaga puskesmas " kata Jon Hardi. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jika RSUD ini telah beroperasi, layanan kesehatan di sekitar Utara Pasbar kian dekat, rujukan perawatan dari puskesmas pun, tidak mesti ke RSUD Jambak. RS Ujung Gading ini mulai dibangun sejak tahun 2018 dengan anggaran DAK mencapai Rp. 24,5 Milyar untuk pembangunan fisik.***irz  

RSUD Ujunggading Belum Dioperasikan, Rujukan Rawatan Puskesmas Masih ke RSUD Jambak

By On Senin, Juni 22, 2020

RSUD Ujung Gading Pasbar

Pasaman Barat, prodeteksi.com------Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama/ RSUD Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), menjadi harapan baru bagi masyarakat terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Pasbar, terutama di kawasan Ujung Gading dan sekitarnya. Sebab jika RSUD ini beroperasi, layanan kesehatan kian dekat, rujukan perawatan dari puskesmas pun, tidak mesti ke RSUD Jambak.

RS Ujung Gading dibangun sejak tahun 2018 dengan anggaran DAK mencapai Rp. 24,5 Milyar, oleh PT. Tasya Total Persada dengan pondasi menggunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSSL). Berbagai fasilitas layanan pun dibangun layaknya RSUD. Sehingga diharapkan kian mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat karena tidak harus dirujuk ke RSUD Jambak Pasbar.

Menjadi pertanyaan, mengapa sampai saat ini belum juga dioperasikan. Padahal, rencana awal dari informasi yang diperoleh prodeteksi.com, akan mulai dioperasikan pada Juni 2019. Namun gagal karena berbagai hal, seperti adanya pembangunan lanjutan, pembuatan landscape, pengaspalan jalan masuk dan lain sebagainya.

Seterusnya, direncanakan mulai dibuka dengan diawali peresmian yang ketika itu direncanakan pada momen HUT Pasbar ke-16 (Januari 2020). Namun lagi-lagi urung diresmikan ketika itu.

Bahkan, belum sempat diresmikan dan dibuka, terjadi rangkaian mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Pasbar oleh Bupati H. Yulianto, termasuk pergantian Kepala Dinas Kesehatan dari Pejabat lama, Haryunidra kepada Jon Hardi.

Lalu, kapan RS Pratama /RSUD Ujung Gading akan mulai dioperasikan.  Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, Jon Hardi, yang dikonfirmasi Minggu(21/6/2020) mengatakan, pihaknya belum bisa memastikannya. Sebab menurutnya, karena ia baru beberapa lama menjabat Kepala Dinas Kesehatan, maka ia merasa perlu mempelajari dulu dan mengkoordinasikan dengan bupati Pasbar.

“Insya Allah dalam tiga atau empat hari ke depan, akan kami sampaikan informasinya. Sekarang masih saya pelajari dulu, biar nanti nggak salah informasi, “ujarnya. ***irz

Sifrowati Buka Kegiatan Penyuluhan TB dan Layanan Kesehatan Gratis

By On Kamis, Februari 20, 2020


Ny. Sifrowati Yulianto dan Camat Lembah Melintang, Afwan
dalam kegiatan Penyuluhan TB dan layanan Kesehatan Gratis di Ujung Gading
Pasaman Barat, prodeteksi.com------Masyarakat Jorong Toluk Ombun Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang, Rabu (19/2) mendapat penyuluhan penyakit Tuberkulosis (TB) dan pelayanan kesehatan gratis dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Dinas Kesehatan Pasbar.

Penyuluhan dan pelayanan kesehatan dibuka secara resmi oleh Ketua TP. PKK Pasbar, Ny. Sifrowati Yulianto.

Dalam arahannya Sifrowati meminta kepada masyarakat Jorong Toluk Ombun agar senantiasa tanggap dan segera berkonsultasi kepada petugas kesehatan di wilayah setempat apabila ada gejala TB seperti batuk berminggu-minggu yang dialami masyarakat.

"Jika ada gejala demikian, segeralah berkonsultasi ke dokter. Langkah tersebut penting dilakukan untuk identifikasi jenis penyakit yang diderita dan segera diberikan tindakan medis," jelasnya.

Sifrowati juga meminta agar pihak Puskesmas setempat rutin turun ke setiap kejorongan dalam rangka memberikan pembinaan kesehatan dan mencari data terkait kesehatan masyarakat di tingkat kejorongan.

"Saya minta pihak Puskesmas rutin turun ke lapangan. Insya Allah dalam waktu Satu tahun semua kejorongan bisa dikunjungi agar kita tahu bagaimana kondisi kesehatan atau penyakit yang diderita masyarakat," imbaunya

Sementara Camat Lembah Melintang, Afwan meyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua TP. PKK Pasbar yang telah peduli kepada masyarakat setempat terkait pelayanan kesehatan.

"Hari ini Kita dikunjungi. Terima kasih Kita ucapkan kepada Ketua TP. PKK Pasbar. Ini merupakan bentuk kepedulian beliau kepada masyarakat," tutur Afwan. ***iz

Jelang Finishing, Puskesmas Sungai Aur Sudah Tampak Indah

By On Kamis, Desember 26, 2019


Puskesmas Sungai Aur Pasaman Barat
Pasaman Barat, prodeteksi.com----Jelang tahap finishing (penyelesaian), pembangunan Puskesmas Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mulai tampak indah dan menarik. Diharapkan gedung yang semakin refresentatif ini, akan semakin baik dan prima dalam pelayanan kesehatan pada masyarakat.

Demikan kata seorang warga, Hendri yang melihat geliat perkembangan sarana kesehatan di Pasbar khususnya di Sungai Aur. Selain semakin indah, juga semakin lengkap dan tentunya semakin maksimal dalam pelayanan.

“Saya yakin dengan gedung yang baik dan lengkap yang diiringi pelayanan yang berkualitas, tentunya diharapkan drajat kesehatan masyarakat akan semakin baik pula. Sebab, akan cetap terlayani dan efektif serta efisien, “ ujarnya.

Puskesmas Sungai Aur
Sebagaimana diketahui tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan dengan dana DAK pusat, melakukan penambahan serta perehaban Gedung Puskesmas Sungai Aur.  Dengan anggaran bernilai Rp 5.350.000.585.60 (lima milyar tiga ratus lima puluh juta lima ratus delapan puluh lima enam puluh rupiah).

Pembangunan gedung puskesmas ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Intan Sembilan dengan nomor kontrak 027/005/SPK/KPA/-Sekre/DINKES/2019, dan waktu pelaksanaan  180 hari kalender.

Adapun yang di bangun dan direhab, di antaranya, tiga ruang rawat inap, tiga ruang pasca melahirkan, dua Instalasi Gawat Darurat (IGD), satu ruangan Tata Usaha, satu ruangan Kepala, Aula dapur dan laundry, serta sejumlah ruang rawat inap, baik rehab maupun ruangan baru.

“Saat ini, pembangunan dan rehab gedung puskesmas Sei. Aur telah memasuki tahap akhir. Di anatara yang belum selesai adalah cor halaman dan penyelesaian sedikit lagi saluran drainase  “ kata Yulnefri, pelaksana pembangunan puskesmas tersebut.

Namun ditargetkan jelasnya, akan rampung akhir Desember 2019 ini. Walau dengan kerja lembur karena pengaruh cuaca.

Menurut Yulnefri, gedung puskesmas itu, semakin bagus dan indah karena dinding depan sepanjang 1500 meter dipasang dengan Alumunium Composite Panel (ACP) yang merupakan material perpaduan antara plat Alumunium dan bahan composite.   

Pihak pelaksana betul-betul ekstra kerja keras berupaya bekerja sesuai kontrak. Untuk mengejar target dan dapat melaksanakan menyelesaian pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.***** irti  z

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *