Mekanisme Pengajuan Enam Nama Bakal Cabup Golkar Pasbar, Mendapat Sorotan Internal


Dari kiri atas : Daliyus K, Mirwan Pulungan, Hamsuardi, Alamsyah, Syahnan dan Maryanto
Pasaman Barat, prodeteksi.com------Proses penjaringan Bakal Calon Bupati (Cabup) untuk pilkada Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) 2020 dari Partai Golongan  Karya (Golkar) sudah memasuki tahap akhir. Sebab DPC Golkar telah mengajukan enam nama ke DPD Golkar Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Untuk selanjutnya diteruskan ke DPP Golkar di Jakarta.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, dari enam nama yang diajukan, dua orang di antaranya adalah kader Golkar dan Empat orang lagi berasal dari eksternal Partai Golkar. Namun mekanisme penetapan enam orang tersebut dipertanyakan oleh kader Golkar lainnya, terkait kriteria yang jadi pertimbangan dalam proses penetapannya.

Salah seorang pengurus (Bendahara) DPC Golkar Pasbar, H.Mahlil Usman, S.P, MAP dikonfirmasi Jumat (14/02/2020) membenarkan adanya pertanyaan dari kader Golkar lainnya yang ikut seleksi. Seperti Zainir dari Kinai yang juga ikut mendaftar, namun tidak masuk dalam 6 nama yang diajukan panitia seleksi ke tingkat provinsi.

Suatu hal yang jadi tanda tanya kata Mahlil yang juga ikut seleksi, adalah tidak dilakukannya rapat pleno yang melibatkan semua unsur pimpinan partai. Karena ia sendiri sebagai bendahara tidak diundang dalam rapat peleno, hanya ketua dan sekretaris. Yang seharusnya menurut Mahlil juga meminta masukan dari pimpinan Golkar tingkat kecamatan.

“Benar saya tidak dilibatkan dalam rapat pleno penetapan enam nama tersebut. Dan saya pun mengetahui nama-nama tersebut dari informasi yang saya peroleh dari provinsi, “aku Mahlil.

Malah jelas Mahlil, ada yang dari eksternal walau baru mendaftar sekalipun masuk dalam enam besar yang diajukan ke provinsi. Mudah-mudahan tidak ada permainan dan main mata dalam proses seleksi tersebut, ujar Mahlil.

Ketua DPC Golkar Pasbar, yang juga Wakil Ketua DPRD Pasbar, Daliyus K, SSI, MM yang dihubungi lewat Phonselnya Sabtu (15/02/2020), membantah adanya dugaan kesalahan mekanisme dalam proses pengajuan bakal Cabup yang masuk dalam penjaringan  Partai Golkar. 

Sebab menurutnya, sebelumnya telah melalui tahapan selesksi administrasi, survei dan juga wawancara terkait kesiapan sebagai bakal calon kandidat. Kemudian diteruskan dengan Rapat Pleno Panitia seleksi yang dihadiri oleh perwakilan DPC Golkar.


“Proses pengajuan ke tingkat propinsi sudah sesuai mekanisme karena telah melalui Rapat pleno Tim Seleksi. Dan dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris DPC Golkar Pasbar. Bahkan Tim seleksi atau Tim 7 itu merupakan Wakil Ketua DPC Golkar ditambah satu orang utusan fraksi, “ujar Daliyus.

Terkait adanya kader Golkar lainnya yang ikut mendaftar tapi tidak dapat rekomendasi Tim Seleksi, menurut Daliyus, ia tidak turut campur dalam proses di Tim Seleski. Karena tambahnya sebelum ditetapkan juga dilakukan wawancara untuk menggali kesiapan kandidat. Tidak saja terkait persyaratan administrasi dan kompetensi, namun dengan melihat elektabilitas di tengah masyarakat dan juga kesiapan dari segi finansial.

“ Tidak ada intervensi dalam proses seleksi. Namun, terbuka kesempatan terhadap calon eksternal. Jika tidak, untuk apa dibuka seleksi, tandasnya.

Namun yang jelas lanjut Daliyus, ke enam nama itupun nantinya diajukan lima ke pusat dan diproses jadi tiga dan selanjutnya mengitu Fit and proper test di Jakarta. Baru kemdian ditetapkan satu orang bersama pasangannya oleh DPP Golkar pada akhir Mei 2020,” jelas Dalyus.

Lalu, siapa enam orang yang diajukan DPC Golkar tersebut. Daliyus tidak menyebut dan merinci satu peresatu ke enam orang teresebut, namun berdasarkan informasi dari kader Golkar di provinsi, diketahui mereka adalah Daliyus K, SSI, MM, Drs. Mirwan Pulungan, MPd, Alamsyah Dt. Marajo, Hamsuardi, S.Ag, Drs. Syahnan, MM dan Marianto. ****irz

Post a Comment

recentcomment

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.