Hasil Tracking Kasus Covid-19 asal Pasbar, Sudah Diisolasi Mandiri, Jumlahnya Bisa Berobah

dr Gina Alecia, M. Kes

Pasaman Barat, prodeteksi.com------Hasil tracking (pelacakan/penjajakan) terhadap orang yang pernah kontak langsung dengan warga Padang asal Talu Pasaman Barat (Pasbar) yang positif terinfeksi Corona Virus Disease (COVID-19), telah diisolasi secara mandiri dan akan dilakukan tes swap.

Data awal jumlahnya sebanyak 14 orang dan telah diisolasi secara mandiri di rumah masing –masing. Hal ini dibenarkan oleh Kepala BPBD Pasbar, Edi Busti yang juga Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasbar,

“Jumlah yang saya ketahui 14 orang, namun untuk lebih jelasnya coba hubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) karena secara tekhnis mereka yang lebih tahu, “ kata Edi Busti, yang dihubung Sabtu Sore (11/4).

Pihak Dinkes Pasbar, dr. Gina Alecia yang juga sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar, yang dihubungi prodeteksi.com terkait perkembangan pelaksanaan tracking terhadap orang yang pernah kontak langsung dengan almarhumah, menurutnya belum bisa dipastikan. Sebab, saat ini pihaknya masih koordinasi dengan puskesmas. Sehingga jumlah terkini belum diketahui secara pasti. 

“Awalnya ada 14 orang, namun masih kita tindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi bagaimana kontaknya dengan Almarhuman. Kemungkinan bisa bertambah dan bisa juga berkurang, “jelasnya.

Disebutkan bahwa terhadap warga yang telah diisolasi mandiri, nantinya akan dilakukan pemeriksaan dan tes swap. “Mudah-mudahan hasilnya nanti negatif, “ harapnya.

Terkait adanya kecemasan sebagian masyarakat,  menurutnya, tidak usah terlalu cemas, karena sudah dilakukan antisipasi dengan melakukan isolasi mandiri. Namun, sebagai langkah antisipatif lanjutnya, sesuai protokol yang dianjurkan pemerintah, masyarakat  perlu melakukan sosial distancing dan pysichal distancing.

Maksudnya adalah membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Termasuk istilah Bekerja dari rumah (work from home) dan Belajar di rumah (studing at home).

Juga, menunda pertemuan atau acara yang dihadiri orang banyak, seperti konferensi, seminar, dan rapat, atau melakukannya secara online lewat konferensi video atau teleconference. Selain itu, Jaga jarak, tidak berjabatan tangan baik di tempat umum maupun di rumah tangga di setiap keluarga.

“Sesuai anjuran pemerintah, agar masyarakat mengurangi kontak dengan orang lain. Kemudian biasakan keluar rumah memakai masker, sering mencuci tangan pakai sabun jika masuk/keluar rumah atau selesai bekerja serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, “sarannya. 

Ia juga mengingatkan bahwa kepada warga yang merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah yg datang ke daerah kita,untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ini mesti dilakukan untuk upaya pencegahan dan antisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19. ****irtz

Post a Comment

recentcomment

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.