Wisatawan Menuju Air Bangis kian Padat, Petugas Posko Covid-19 Bertindak Tegas dan Persuasif



Koordinator Lapangan Posko dan Relawan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kenagarian Air Bangis, Ermonsyah, SE.Ak (tengah), didampingi Zaiman, ST (kiri), Kasi Kesra dan Kepala Jorong Siltim, Hamidi, A.Ma (kanan), usai penertiban arus pengunjung Wisata yang ingin Masuk Air Bangis


Pasaman Barat, prodeteksi.com-----Mulai hari ketiga Lebaran Idul Fitri 1441 H/ 2020 M, arus wisatawan atau pengunjung lokal Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang ingin masuk kawasan Objek Wisata Air Bangis, tampak semakin padat. Tidak seperti dua hari sebelumnya yang umumnya hanya warga seputar Kenagarian Air Bangis, namun kini sudah  mulai berdatangan dari berbagai penjuru Pasbar.

Pantauan prodeteksi.com, Rabu (27/5/2020), warga yang mulai membludak terlihat di perbatasan masuk Kenagarian Air Bangis, tepatnya di Jorong Silawai Timur ( Siltim). Ketika akan melewati Posko Lebaran Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Siltim tersebut, pengunjung dihentikan dan diberi ketegasan terkait penutupan objek wisata Pantai Tugu Air Bangis sekaligus diberi pengertian secara persuasif.

“Maaf bapak ibu saudara sekalian, untuk kunjungan wisata sesuai ketentuan dan instruksi Bupati Pasbar, sampai saat ini masih ditutup. Sebab kita masih dalam lingkup kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sampai tanggal 29 Mei 2020. Untuk itu mohon Pengertiannya dan silakan putar balik, “ kira-kira demikian arahan langsung dari petugas Posko dan aparat yang berjaga di lokasi termasuk petugas dari kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan Pasbar.

Walinagari Aia Bangis, Drs. Efif Syahrial melalui Koordinator Lapangan Posko dan Relawan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kenagarian Air Bangis, Ermonsyah, SE.Ak, yang juga Kasi Pemerintahan Nagari Air Bangis, didampingi Zaiman, ST, Kasi Kesra dan Kepala Jorong Siltim, Hamidi, A.Ma, membenarkan adanya peningkatan arus wisatawan atau pengunjung yang ingin masuk objek wisata di Kawasan Air Bangis.

Sebelumnya jelas mereka, di awal-awal lebaran, warga yang datang umumnya dari sekitar dan internal nagari Air Bangis untuk tujuan silaturrahmi, sehingga masih ada kelonggaran bagi warga untu masuk Kawasan Pantai Tugu Air Bangis, karena di lokasi itu juga ada pemukiman warga.

Namun kemudian jelas Ermonsyah, arus pengunjung  mulai hari ketiga lebaran dan seterusnya, tampak kian meningkat dengan tujuan mengunjungi objek wisata Air Bangis. Maka menindaklanjuti Instruksi Bupati Pasbar terkait penutupan objek wisata di daerah itu, dan berdasarkan rapat koordinasi pihak pemerintahan di tingkat nagari dan kecamatan serta hasil evaluasi bersama Gusgus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, maka petugas kian mempertegas pelaksanan di lapangan.

“Alhamdulillah umumnya masyarakat maklum dan bisa diberi pengertian karena mereka juga tahu adanya pengumuman dan ketentuan penutupan objek wisata dalam rangka kewaspadan terhadap pencegahan Covid-19, “sebut Ermonsyah.

Lanjutnya, secara arif dan bijaksana dengan arahan yang persuasif masyarakat bisa mengerti, walau sebagian ada juga yang kesal dan mungkin kecewa. Tapi demi kebaikan bersama dan upaya memutus mata rantai Covid-19, hal ini harus dilakukan, timpal Zaiman yang diamini oleh Kepala Jorong Siltim, Hamidi.

Dijelaskan, dalam pekasanaan penertiban pengunjung tersebut, pihak petugas posko diperkuat oleh aparat keamanan dan TNI serta Petugas Dinas Perhubungan Pasbar. Setidaknya sampai jam 17.00 WIB setiap harinya dilakukan penjagaan di Posko Siltim. 

Alhasil, hanya warga yang bertujuan silaturrahmi dan warga Nagari Air Bangis saja yang dapat lolos, kecuali setelah lewat Jam 5 sore. Namun di Posko Gerbang Masuk Pantai Tugu juga ada penjagaan sehingga, untuk tujuan wisata juga tidak memungkinkan lagi.

“Kita tetap menghimbau agar masyarakat urungkan dulu niat mengunjungi objek wisata. Setidaknya sampai PSBB berakhir atau situasi daerah kita kembali normal. Kini mari kita jalankan protokol kesehatan, seperti wajib pakai masker dalam rangka atisipasi covid-19 sebagaimana yang dianjurkan pihak pemerintah, ajak Ermonsyah, Zaiman dan Hamidi, yang ditemui di Posko Siltim Rabu lalu.

“Penutupan sementara objek-objek wisata, yang biasa ramai dikunjungi saat lebaran, jelas tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini pun lakukan secara persuasif, humanis tidak secara paksa, terang Ermosyah.   

Camat Sei. Beremas Afkar, SIP, yang dihubungi lewat phonselnya mengatakan, untuk kegiatan wisata sesuai edaran bupati memang ditutup semua. Namun untuk hari pertama belum sepakat bagaimna tata cara penutupannya dari beberapa stakeholder.

Sehingga jelasnya, di hari pertama yang diterapkan lebih terkait pada protokol kesehatan. Namun karena sejalan dengan tempat wisata lainnya yang sudah ditutup total. Maka dengan dukungan dan masukan dari berbagai pihak, akhirnya sepakat bagi yang datang ke Air Bangis dengan tujuan untuk wisata, diminta putar balik. Hanya yang ingin silaturrahmi dengan keluarga dibolehkan, atau kegiatan ekonomi lainnya.****irti z


Post a Comment

recentcomment

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.