HEADLINE NEWS

Animo Masyarakat Kunjungi Pantai Sikabau Lebaran 2024 Tetap Tinggi, Walau Terkendala Kondisi Jalan

IKLAN

Fotret Wisata


  Kunjungan Wisata Pantai Sikabau pada Liburan Idul Fitri 2024, tetap ramai, walau terkendala kelancaran transportasi roda empat akibat jembatan menuju SIkabau yang rusak akibat bencana. Pemkab Pasbar telah menganggarkan membangun baru tahun ini dan masih dalam proses.


Pasaman Barat, prodeteksi.com ----- Animo masyarakat mengunjungi  Pantai Sikabau Nagari Ranah Koto Tinggi Kecamatan Koto Balingka  pada lebaran 1445 H/ 2024 tetap tinggi. Destinasi wisata bahari ini, tetap ramai dan jadi primadona  khususnya bagi masyarakat Pasaman Barat dan umumnya Sumatera Barat, walau tahun ini mengalami penurunan karena terkendala kondisi jalan dan jembatan yang rusak pasca bencana alam beberapa waktu lalu.


Tingginya minat pengunjung ditandai dengan masih ramainya kenderaan terutama roda dua dan juga sejumlah mobil pribadi  yang melintas menuju dan kembali dari arah Sikabau. Meskipun tahun ini tidak ada pesta pantai seperti di Pantai Sasak.  


" Kami sekeluarga boleh dikatakan setiap tahun ke Sikabau karena lokasi pantainya menarik dan mengangumkan dan sambil menikmati makan bersama keluarga dan anak -anak di kawasan berteduh sekitar pantai dan juga sambil bermain di tepi pantai, " kata seorang ibu, Yana didampingi suami dan anak anaknya, Minggu (14/4/2024)


Warga asal Koto Balingka itu, tidak menyampaikan keluhan dalam perjalanan karena ia tahu kondisi jalan kesana dari dahulu dan menurutnya sudah banyak peningkatan karena sudah ada pengaspalan. Walau ada sebuah jembatan darurat namun menurutnya hal itu karena ada bencana alam dan tentunya membutuhkan waktu untuk penganggaran dan perbaikan oleh pemerintah daerah.


"Adanya penurunan jumlah pengunjung dari tahun lalu, mungkin dipengaruhi adanya info-info di media sosial yang bersifar pemberitahuan keadaan jembatan dan tidak adanya kegiatan hiburan di Sikabau. Namun tidak begitu signifikan, " katanya.

 

 Kondisi jembatan darurat/ sementara menjelang dimulainya pembangunan baru dalam tahun ini juga 
 

Feby Delvia Mahenny dalam akun Fb nya, Minggu 14 April 2024 menyebutka  bahwa berdasarkan hasil rapat dengan Camat Koto Balingka, pihak nagari dan kejorungan dan unsur terkait lainnya bahwa  memang mengingat dan mempertimbangkan bahwa adanya  jembatan yang rusak  ditambah pula cuaca ektrim dan curah hujan yang tinggi maka, untuk meminimalisir kemungkinan yang buruk, pada tahun ini sangat dianjurkan berwisata ke Sikabau menggunakan roda dua. Sedangkan roda empat yang terlanjur masuk hanya kendaraan pribadi dengan kapasitas ditentukan.


Kemudian hiburan dan penampilan seni budaya memang ditiadakan tahun ini. Namun untuk kenyamanan dan keamanan bersama juga disediakan pos pos pelayanan pengaduan masyarakat terkait wisata, semisal sakit, tauran, kecelakaan,pungli dan lainnya.

 Makmur Hidayat, Camat Koto Balingka


Hal ini dibenarkan oleh Camat Koto Balingka, Makmur Hidayat, S.ST yang dikonfirmasi Senin (15/4/2024) lewat sambungan whatsapp. Menurutnya, pengunjung tetap ramai walau ada penurunan dari tahun lalu.


"Kalau minat pengunjung lebaran kali ini tetap tinggi, Apalagi jika keadaan jalan dan jembatan bagus dsan mulus tentu lebih tinggi lagi. Kebetulan tahun ini tidak ada pesta pantai dan kita himbau pengunjung memakai kenderaan roda dua mengingat kondisi jembatan saat ini. Karena baru akan mulai  proses prmbangunannya mulai bulan Mei 2024, sesuai yang telah dianggarkan Pemkab Pasbar sebesar Rp. 2 miliar, " jelas Makmur.


Dia juga menjelaskan bahwa pantauan di lokasi wisata Sikabau, pengunjung merasakan kenyamanan dan keamanan serta dapat menikmatai keindahan pantai dengan suasana yang mengagumkan.


 Posko Keamanan Lebaran 2024 di Sikabau, berikan pelayanan yang baik untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung 


"Alhamdulillah sudah kita berikan layanan yang terbaik untuk tahun ini. Pengunjung datang tetap ramai, aman, tentram,  tidak ada kecelakaan, tidak ada keributan. Pada intinya pengunjung merasa puas, " terang Makmur.


Dia juga mengaku tidak ada mendengar keluhan terkait kondisi jalan dan jembatan. Karena masyarakat sudah tahu bahwa sebelumnya ada bencana banjir dan menimpa kerusakan jembatan. Untuk perbaikannya pun Pemda sudah menganggarkan untuk pembangunannya. Namun tentunya, untuk realisasinya butuh proses, " ungkapnya. ******* irti zamin


Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *