HEADLINE NEWS

Sholat Idul Fitri di Lapangan Hijau Parit, Khatib Sebut Dua Golongan Ummat Yang Tidak Akan Masuk Syurga

IKLAN


 Sholat Idul Fitri di Parit Koto Balingka Pasaman Barat


Pasaman Barat, prodeteksi.com--- Sholat Idul Fitri 1 Sawal 1442 H / 2021 M, di Jorong Parit Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat dilaksanakan di Lapangan Hijau Parit. Cuaca yang bagus dan cerah pagi itu, mendukung suksesnya sholat id yang berjalan penuh hidmat dan semangat kegembiraan di hari yang fitrah. 


Pelaksanaan  sholat id ini tetap dengan mengikuti protokol kesehatan. Sebab menurut Kepala Jorong Parit, Mushendra telah merupakan kesepakatan bersama segenap unsur masyarakat jorong Parit yang menghimbau masyarakat patuhi protokol kesehatan, salah satunya wajib pakai masker,

Usai sholat id berjemaah, saat Khatib naik mimbar, walau cuaca mulai panas, jemaah tampak  tetap mengikuti kegiatan sampai selesai. Masyarakat bersyukur dan tak lupa berdoa pada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikanNya semoga senantiasa diberi kesehatan dan terhindar dari wabah penyakit.


Dalam kesempatan khutbah Idul Fitri itu, Ustadz Amin Tanjung mengajak umat untuk senantiasa bersyukur dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Menurutnya betapa banyak orang yang tidak berkesampatan ikut sholat idul fitri. Ada karena sakit, atau halangan lain seperti tidak dapat pulang kampung dan sebagainya.


“Kita bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT, karena besok atau lusa kita belum tahu apa yag akan terjadi. Namun kita berdoa semoga kita diberi umur panjang dan bertemu kembali pada ramadhan mendatang. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, “ajaknya.



Selain itu Khatib menyebutkan, ada dua golongan ummat yang tidak akan masuk syurga. Bahkan Bau syurga pun haram baginya.


Yang pertama, kata Nabi Muhammd SAW adalah orang yang memutus hubungan tali silaturrahmi. Oleh karena itu, saatnya saling maaf memaafkan. Dan alangkah paling mulia orang yang memafkan dibanding yang minta maaf. 


"Pasca Idul fitri ini hendaknya tidak ada lagi kita yang bersaudara, berjiran tetengga, berkorong kampung dan sesama muslim, yang tidak bertegur sapa apalagi bermusuhan, " pintanya.


Terkait  orang yang memutuskan silaturrahmi tersebut, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, (memutus tali silaturahmi)”. [Mutafaqun ‘alaihi].

Kedua, adalah orang yang durhaka pada kedua orangtua. Padahal Ayah dan Ibu adalah orang yang paling berjasa pada anak. Kebaikan keduanya tak mungkin terbalaskan.


"Sang ibu mulai dari melahirkan, merawat menyusui dan membesarkan kita bersama sang ayah. Ayah kita juga yang mengazankan atau melapaskan iqomah saat kita lahir ke duania ini, mengasuh dan membesarkan serta membina dan mendidik kita. Orang yang paling berjasa dan pertama kita kenal adalah orangtua kita sendiri, “ katanya.


"Oleh karen itu, jangan menyia-nyiakan orang tua. Hendaklah segera berubah, memohon maaf, muliakanlah orang tua, buat dia bangga dan bahagia. Jika mereka telah tiada, doakan mereka, ziarahi kuburnya, perbanyak berimpaq dan bersedekah dan amalan lainnya, "ajaknya lagi.  


Tentang durhaka ini juga ada hadist Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang disebutkan dalam buku Tanya Jawab Agama Islam, karya Tim Dakwah Pesantren Darul Hijrah, halaman 3270 sebagai berikut:

ثلاثةٌ لا يَدخلُونَ الجنةَ: العاقُّ لِوالِدَيْهِ ، و الدَّيُّوثُ ، ورَجِلَةُ النِّساءِ

Artinya: “Tidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, dayyuts (suami yang membiarkan keluarganya bermaksiat), dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al Baihaqi). ***irti z/ berbagai sumber.

 


Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *