October 2019

SMA N 2 Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat Sumbar

Pasaman Barat, prodeteksi.com----Tahun pertama beroperasinya SMA Negeri 2 Ranah Batahan (Rabat) Kenagarian Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mendapat  sambutan baik dari masyarakat. Pihak sekolah pun bersama komite bahu membahu dan kerja keras untuk pengembangan sekolah tersebut menuju pendidikan yang berkualitas dan bermutu.


Sekolah yang diresmikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada tanggal 20 Maret 2019 ini, yang lokasinya merupakan sumbangan masyarakat, menandakan kepedulian masyarakat yang tinggi akan pendidikan, terutama untuk anak-anaknya.  

Sehingga menurut Kepala Sekolah, Yulizar, MPd, dengan dukungan masyarakat dan pemerintah dengan menggunakan dana APBN 2018 sekitar 2,5 miliar, pembangunan SMA N 2 Rabat pun dapat terealisasi dan mulai menerima siswa baru pada Tahun Pelajaran 2019/2020 yang lalu.

Bangunan sekolah baru ini terdiri dari satu gedung pustaka, dan empat ruang kelas. Semua ruang kelas telah terisi sesuai daya tampung sebanyak 128 siswa. Dengan pendaftar siswa baru pada TP 2019/2020 sebanyak 138 orang.

Yulizar mengatakan, dengan adanya sekolah baru ini, para orang tua tidak lagi risau karena sudah ada sekolah terdekat dari rumah masyarakat. Bahkan input siswa baru juga sebagian ada yang berasal dari daerah Madina Sumatera Utara.
Yulizar, MPd, Kepala SMA N 2 Ranah Batahan Pasaman Barat
Dengan tenaga pengajar 8 orang PNS dan 12 sukarela termasuk tenaga kependidikan, aktivitas pembelajaran berlangsung dengan optimal, walau masih serba keterbatasan sarana.

Diharapkan jelas Yulizar untuk tahun 2020 adanya bantuan pembangunan 1 ruang kelas dari CSR PTPN 4, dan 2 ruang dari bantuan dana pokir dewan serta pembangunan musholla dari dana komite atau sumbangan masyarakat. Apalagi, saat ini satu ruangan majelis guru dikosongkan karena digunakan untuk sholat, pertemuan dan lainnya.

Menurut Kepala Sekolah, Yulizar, sesuai visi SMAN 2 Rabat yakni terbentuknya Insan cendikia yang  ber-Imtaq, bermartabat, ber-Iptek, bermutu, dan berwawasan lingkungan. Maka disusun pula misi sekolah yakni, memotivasi peserta didik untuk melaksanakan ajaran agama secara menyeluruh, dan membiasakan membaca sebagian ayat suci Alquran dan memaknainya.

Terus, membudayakan cinta Alqur’an melalui kegiatan Kiroat, kaligrafi dan Tahfiz, melaksanakan kegiatan keagamaan setiap Jumat  dan hari-hari besar islam sebelum proses belajar mengajar. Dan mengintegrasikan pendidikan berkarakter keseluruh mata pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas.

Selain itu, membiasakan pola hidup disiplin baik dilingkungan sekolah maupun dilluar sekolah, membudayakan/ membiasakan perilaku 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sesama warga sekolah baik didalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah, melatih peserta didik mengoperasikan komputer dan internet untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan Mendidik peserta didik agar selektif dalam menggunakan media sosial.

Seterusnya, misi untuk mengupayakan tenaga pendidik menggunakan multi media dalam melaksanakan aktifitas PBM di kelas, mempersiapkan peserta didik mengikuti OSK ( Olimpiade Sains Kabupaten), mempersiapkan peserta didik tamatan memasuki Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, melaksanakan kegiatan Ekstrakulikuler baik dibidang akademik maupun Non-Akademik, membiasakan pola hidup bersih dan sehat., memelihara dan melestarikan kebersihan lingkungan sekolah dan alam sekitar dan melestarikan kesenian daerah yang merupakan simbol dari kearifan lokal.

Dengan visi misi yang jelas tersebut lanjut Yulizar dapat menjadi acuan untuk program pendidikan di sekolah tersebut. Sehingga, meski sebagai sekolah baru, namun kegiatan siswa di luar intra kurikuler juga telah di aktifkan.

Seperti ekstra kiroat,  kaligrafi , karate dan Tarung Drajat. Juga ada berbagai pelatihan peningkatan mutu penguatan materi seni Islam, cipta baca puisi, seni kearifan lokal, yang dibina salah satu sanggar seni tari. Bahkan untuk pengembangan diri, ada tahfis sederhana 20 sampai 15 menit sebelum belajar. Juga ada program lintas minat ada bahasa Arab.

Menurut Yulizar, yang sebelumnya guru SMA 1 Rabat  , peran komite sangat mendukung. Sebab dengan kepedulian masyarakat dan wali murid dapat memacu kualitas pendidikan juga penegakan kedisiplinan.

“Disiplin merupakan suatu kegiatan demi terciptanya suatu tujuan. Sehingga dengan adanya disiplin yang baik di sekolah peserta didik akan melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur, kata Yulizar.

Diharapkan ke depan lanjutnya,  SMA N 2 Rabat, akan berkembang sejajar dengan sekolah lain yang telah terdahulu maju. Dan menjadi alternatif pilihan dan favorit bagi masyarakat sekitar. Sehingga akses pendidikan yang semakin luas, kian terasa manfaatnya bagi masyarakat dan akan tercipta generasi dengan SDM yang baik dan berkualitas. ***irti z 



Elmi Susmita ( Kiri), eks karyawan/pegawai pada Yayasan Pendidikan PT BPP 
foto bersama Salah Seorang Pimpinan Manajemen PT BPP Sei. Aur Pasbar, Indra Sefril
Pasaman Barat, prodeteksi.com. PT. Bakrie Pasaman Plantation (PT. BPP) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), realisasikan hak eks karyawan Elmi Susmita. Setelah beberapa lama tertunda, akhirnya Elmi Susmita bersyukur karena manajemen PT. BPP telah menunaikan haknya berupa pembayaran uang pengsiun atau penghargaan masa kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya merasa sangat berterima kasih atas perhatian PT. BPP dan juga terima kasih pada pimpinan LSM Topan RI Pasbar, yang telah membantu kami mempercepat penyelesaian persoalan ini, kata Elmi Susmita, Rabu (30/10/2019), usai bertemu dengan manajemen PT BPP Sungai Aur Pasbar.

PT BPP Realisasikan Hak eks Karyawan PT BPP
Disaksikan Sekretaris LSM TOPAN RI Pasbar
Sebelumnya,  DPD LSM TOPAN RI Pasbar mendesak PT BPP   untuk segera menunaikan dan memberikan hak eks Karyawan PT. BPP, Elmi Susmita. Ia adalah eks karyawan PT BPP yang mengalami PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) karena pengsiun dari unit kerja sebagai Guru SD pada Yayasan PT BPP Pasaman Barat.

Elmi Susmita (56), adalah warga Parit Kecamatan Koto Balingka yang telah bekerja selama 14 tahun. Kemudian mengalami PHK karena memasuki usia pengsiun sejak tanggal 09 Januari 2018. Namun  haknya berupa uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja sempat tertunda dan belum terealiasai.

Akhirnya, Elmi Susmita menyampaikan persoalan yang dialaminya pada LSM TOPAN RI Pasbar beberapa waktu lalu. Dan kemudian LSM TOPAN RI Pasbar menyurati pimpinan PT BPP sejak Agustus 2019.Kemudian menemui langsung Salah seorang pimpinan PT BPP Pasaman Barat, Indra Sefril, Jum’at 11/10 di Kantor PT BPP Sungai Aur.

 “Saya akui memang ada keterlambatan. Hal ini dikarenakan adanya masalah internal perusahaan yang mendesak diselesaikan. Bukan berarti tidak dibayarkan, karena itu merupakan haknya dan tidak akan hilang, “ ujar Indra waktu itu.

Sesuai janji pihak perusahaan, akhirnya Elmi Susmita memperoleh haknya dan diselesaikan PT BPP pada Rabu 30/10/2019. Penyelesaian hak eks karyawan tersebut disaksikan Ketua LSM TOPAN RI Pasbar, Arwin Lubis yang diwakili Sekretaris, Irti Zamin, SS.

Ketua LSM TOPAN RI Pasbar, Arwin Lubis juga mengucapkan terima kasih atas  keseriusan pihak perusaan PT. BPP dalam memperhatian hak pekerja maupun eks karyawannya. ****irti z


Pasaman Barat, prodeteksi.com---Meskipun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah  Simpang Empat dan Batang Lingkin Pasaman Barat (Pasbar) tak lagi menjual bensin (premium), namun masih banyak  beredar  bensin eceran di daerah Simpang Empat, Kecamatan Talamau dan sekitarnya.

Informasi yang diterima dari salah seorang masyarakat Kecamatan Talamau, bensin eceran tersebut diduga berasal dari luar daerah dan dikhawatirkan ada beredar bensin oplosan.

"Saya pernah melihat ada mobil box, yang membawa berdirigen bensin dan dijual kepada pengecer. Bensin tersebut, kemungkinan dibawa dari luar daerah", ujar Edi (45) menuturkan.

Menurut informasi yang beredar, bensin oplosan tersebut disinyalir berasal dari minyak tambang yang masih mentah, lalu dicampur dengan sejenis pil kimia, sehingga terlihat jernih dan kelihatan seperti bensin biasa pada umumnya.
Tak hanya bensin, masyarakat juga melaporkan adanya minyak tanah yang juga dikhawatirkan merupakan oplosan, yang berasal dari solar, yang juga diberi pil pengoplos, sehingga bersih dan jernih.

Hal ini dilaporakan oleh salah seorang ibu rumah tangga, sebut saja Yuli (35). Yuli awalnya merasa heran, karena setelah minyak tanah dimasukkan dan mulai digunakan, sumbu kompor susah hidup.

Yuli menuturkan, setelah hidup, api kompor malah tak bisa menyala seperti biasa, dengan nyala api yang kecil. Sumbu kompor malah terbakar habis perlahan. Sang suami Yuli, sebut saja Adi (45) melihat hal ini, langsung mencek minyak kompor.

"Suami saya langsung mematikan api dan memeriksa minyak tanah dan ketika dicium aromanya, suami saya mengatakan bahwa itu bukan minyak tanah karena berbau solar", ungkap Yuli.

Kamipun menindaklanjuti informasi tersebut dan ketika ditanyakan kepada pengecer, dirinya mengatakan tidak tau menau dengan asal muasal minyak tanah tersebut dan hanya mengatakan bahwa, minyak tanah itu diantar dengan becak berdirigen oleh seseorang.

"Saya menerima minyak tanah diantar oleh becak dan dibeli perdirigen. Saya hanya menjual dan tak tau menau asal minyak tanah tersebut. Saya sih juga heran, karena biasanya  minyak tanah ada distributornya dan dijual dengan mobil tanki Pertamina", ujar Andi beralasan.

Ketika dikonfirmasikan akan laporan masyarakat, yang tengah resah dengan dugaan beredarnya bensin dan minyak tanah oplosan ini, Kapolres Pasaman Barat AKBP. Fery Herlambang, SIK yang ditemui pada Jum'at (25/10), menyatakan bakal segera menindaklanjuti informasi tersebut.

"Informasi ini akan segera kami tindaklanjuti dan kami bakal memerintahkan personil untuk melakukan proses lidik terlebih dahulu", ujar Kapolres Fery Herlambang menanggapi. ****harun zein/ iz

Program Subuh Berjemaah Aktif dan Ceramah Rutin di Masjid Al - Quddus Medan

Medan---prodeteksi.com---- Dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, maka Badan Kenajiran Mesjid Al-Quddus Jalan Aksara Medan melaksanakan program sholat subuh berjamaah.

Sholat subuh berjemaah yang digelar di Mesjid Al-Quddus tersebut yang diwarnai dengan siraman rohani itu dilaksanakan sepekan sekali walaupun sholat lima waktu dilaksanakan setiap harinya.

Ketua Badan Kenajiran Mesjid Al-Quddus yang juga ketua Alumni MTSN 2 Medan Asmui Toha Nasution. SH.S.I.P didampingi Wakil Ketua Ayub Kesuma Siregar dan Sekretatis Toni Siregar mengatakan, selaku BKM ingin menghidupkan kembali program sholat subuh berjamaah disamping program- program lainnya.

"Sebab dengan dijalankannya program solat subuh Akbar di mesjid kita ini, insya Allah mesjid menjadi lebih makmur. Apalagi seusai sholat berjamaah, juga diisi dengan ceramah dari ustadz Drs Syamsir Alam Lubis MSi dan ustadz M Fauzi ST.SPdi. MPdi yang kita undang," kata Asmui usai kegiatan, Minggu (27/10).

Dikatakan, diprogram sholat subuh tersebut, pihak penyelenggara juga menyiapkan sarapan bagi setiap jamaah usai sholat dan mendengarkan ceramah yang disampaikan ustadz.

Menurut Asmui kenapa baru dua kali, memang program itu sudah pernah ada, namun sempat terhenti dikarenakan berakhirnya kepengurusan BKM yang lama.

"Tapi setelah terbentuknya kepengurusan BKM Mesjid Al-Quddus yang baru, maka kita hidupkan kembali seperti, mengaji anak-anak, pengajian setiap malam Minggu, dan sedekah Jumat berkah," ucap Asmui.

Selain itu, pihak BKM juga secara berlahan-lahan sudah memperindah BKM Mesjid Al-Quddus dengan membuat kaligrafi disetiap dinding mesjid, pemasangan empat alat pendingin ruangan (AC), pemasangan CCTC, Wifi serta pagar stanlis dan pemasangan pintu kaca.

"Insya Allah kedepannya kita terus melakukan perbaikan-perbaikan mesjid seperti tempat berwudhu dan toilet pria dan wanita lewat bantuan yang kita harapkan dari para saudara-saudara kita seiman," katanya serius.

Asmui mengatakan, BKM Mesjid Al-Quddus merasa optimis kalau nantinya akan banyak saudara se-iman siap memakmurkan mesjid Al-Quddus. Apalagi dengan bergabungnya sekelompok muda-mudi dari universitas Dharma Wangsa Jurusan Ekonomi Manajemen membantu sebuah wadah yang diberi nama Sahabat Menuju Akhirat (SMA) yang diketuai oleh Deby Riko Sanjaya S.E didampingi Sekertaris Fiaya Maya siap memakmurkan mesjid Al-Quddus lewat program-program positif.

Adapun program yang siap dilakukan berupa, pemberian penganan bagi yang melaksanakan puasa sunat Senin-kamis, Sedekat Jumat Berkah serta menjalankan program yang sudah berjalan dengan tema Subuh Akbar Berjamaah.

Sementara Ketua Umum Kominitas SMA, Deby Riko Sanjaya S.E mengatakan, pertama-tama mengucapkan terima kasih atas diterimanya mereka bergabung dengan BKM Al-Quddus untuk memakmurkan mesjid yang beralamat di Jalan Aksara tersebut.

Menurut Deby dengan diterimanya mereka bergabung bersama BKM Al-Quddus, maka  tak lain guna mencari pahala serta ridho Allah SWT lewat selogan "Istiqomah Dalam Hijrah" lebih terbuka lebar.

"Selain itu untuk menjadikan jati diri lebih berguna dimana diperlukan dedikasi tinggi, sehingga tercipta sebuah padangan positif terhadap generasi muda tersebut," kata Deby serius. ****ayke


Peningkatan Pembangunan Puskesmas Sungai Aur Pasbar ( Difoto 11/10/2019)
Pasaman Barat, prodeteksi.com----Pembangunan Puskesmas Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kian ditingkatkan. Puskesmas yang selalu ramai dikunjungi pasien ini, tahun ini direhab dan sebagaian ada penambahan fasilitas baru.

Melalui peningkatan pembangunan pada puskesmas tersebut, masyarakat pun merasa bersyukur. Dengan harapan, kualitas pelayanan nantinya akan semakin baik. 

Untuk diketahui tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan dengan dana DAK pusat, melakukan penambahan serta perehaban Gedung Puskesmas Sungai Aur.  Dengan anggaran bernilai Rp 5.350.000.585.60 (lima milyar tiga ratus lima puluh juta lima ratus delapan puluh lima enam puluh rupiah).

Pembangunan gedung puskesmas ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Intan Sembilan dengan nomor kontrak 027/005/SPK/KPA/-Sekre/DINKES/2019, dan waktu pelaksanaan  180 hari kalender.

Adapun yang di bangun dan direhab, di antaranya, tiga ruang rawat inap, tiga ruang pasca melahirkan, dua Instalasi Gawat Darurat (IGD), satu ruangan Tata Usaha, satu ruangan Kepala, Aula dapur dan laundry, serta sejumlah ruang rawat inap, baik rehab maupun ruangan baru.

Yulnefri
Saat ini jelang akhir Oktober 2019, pembangunan dan rehab gedung puskesmas Sei. Aur telah mencapai sekitar 50 persen. Dan pihak kontraktor menargetkan dapat selesai sebelum batas akhir masa kerja proyek.

Karena gedung puskesmas ini merupakan rehab total, maka Layanan puskesmas  dipindahkan sementara ke koperasi MJB Sungai Aur.  

Menurut Yulnefri, pelaksana kontraktor, pembangunan gedung akan semakin bagus dan indah karena dinding depan sepanjang 1500 meter akan dipasang dengan Alumunium Composite Panel (ACP) yang merupakan material perpaduan antara plat Alumunium dan bahan composite.    

“Pekerjaan ini ditargetkan akan selesai tepat waktu. Dan Insya Allah berjalan sesuai harapan. Namun untuk sementara aktivitas pelayanan kesehatan di pindahkan ke Gedung Koperasi MJB, “ kata Yulnefri yang juga dikenal sebagai putra dan tokoh masyarakat Sungai Aur.

Dijelaskan, Proyek Puskesmas ini juga diawasi oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D), yang di dalamnya ada pihak kejaksaan, yang  tugasnya   mengawal pembangunan proyek di daerah Oleh karena itu pihaknya betul-betul ekstra hati-hati bekerja untuk dapat melaksanakan dan menyelesaian dengan baik, tepat waktu dan optimal dalam kualitas pekerjaan.*****Ar/ irti Z


H. Decky Harmiko Sahputra, SH
Pasaman Barat, prodeteksi.com----Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) 2020, sejumlah nama kian bermunculan. Bahkan banyak di antaranya yang sudah mendaftar pada penjaringan partai politik.  

Namun, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS ( Pegawai Negeri Sipil) mesti berpikir dua kali dan lebih seksama untuk maju. Sebab, sesuai PKPU No 3 Tahun 2017, pejabat TNI/Polri, ASN, DPR, DPRD, DPD, yang maju pemilihan kepala daerah, harus mundur secara resmi dari instansinya.

Salah seorang pejabat ASN Pasbar yang sudah punya keyakinan dan dukungan untuk maju sebagai kandidat dalam Pilkada Pasbar 2020, adalah H. Decky Harmiko Sahputra, SH, Kepala bidang Kedaruratan dan logistik pada BPBD Pasaman Barat.

Putra asal Talamau kelahiran Padang, 7 Desember 1979, yang tinggal di Komplek Pasaman Baru Permai, Kenagarian Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ini adalah putra Drs. H. Baharuddin R, MM, Anggota DPRD Kab. Pasaman Barat 2019-2024/ Mantan Bupati Pasaman Barat Periode 2010-2015

Ketika ditanya tentang kemungkinan maju pada Pilkada Pasbar 2020, Decky H Saputra (suami dari   Candra Kirana, SH), pengelola Lathifa Futsal Jalan Jalur 32 ini, menyatakan siap maju sebagai Cabup ( Calon Bupati) ataupun Calon Wakil Bupati (Cawabup) pada Pilkada Pasbar 2020.

Menurut Decky, yang alumni STIH YPKMI Padang,  juga Komisaris Utama PT Amanah Papa Mandiri, jika memang didukung masyarakat, ia siap maju sebagai Cabup bahkan Cawabup Pasbar.

“Jika diminta dan masyarakat mendukung, tentunya saya siap berjuang bersama rakyat. Namun saya serahkan keputusannya kepada Allah SWT, “ sebut Decky

Dikatakan Decky, lelaki yang dikenal sebagai aktivis Laskar Mujahidin dan Ketua DPD PEKAT IB Pasbar yang aktif aksi sosial kemanusiaan ini, sebagai manusia biasa ia hanya menjalani saja. Sedangkan skenarionya datangnya dari sang pencipta, Allah SWT.

“ Sesuai skenarioNYA, saya hanya akan menjalaninya saja. Namun pada perinsipnya saya siap maju untuk membangun Pasbar lebih bak lagi ke depan, “ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika nantinya harus mundur dari ASN, Ketua IMI Pasbar ini pun mengatakan siap mundur dari jabatannya sebagai ASN pada BPBD pasbar alias pengsiun. Karena rezki ada di tangan Tuhan.

“Jika memang saya nanti harus mundur dari ASN,  yaa… saya siap saja , karena rezeki dan takdir saya Allah yang mengatur, “terangnya.

Ketokohan Decky untuk maju Pilkada Pasbar 2020, diperkuat pula dengan pengalamannya dalam memimpin organisasi. Selain itu, juga pengalaman bidang pekerjaan yang dilaluinya. Dan ia pun punya koneksi untuk partai politik seperti  Partai PAN, sebagai kenderaan.

Di antara pengalaman pekerjaaan yang pernah ditempuh Decky adalah, Staff UPN Bank Rakyat Indonesia (2001-2003),  Staff Bagian Umum Pemkab Pasaman (2003-2005) dan Staff Bagian Penagihan Dispenda Pemko Padang (2005-2010).

Kemudian, Manager PT BIFA Tour and Travel, Bendahara Yayasan Pendidikan Amanah Kesehatan Padang, Staff bagian keuangan  Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pasbar (2010-2011) dan Kepala Seksi pengendalian dan operasional Dinas perhubungan Pemkab Pasbar (2011-2012).

Seterusnya,  Kepala UPT Bandara Pusako Anak Nagari (2012-2013), Sekretaris KORPRI Pasbar (2013-2016), Staff Sekretariat daerah Pemkab Pasbar (2016-2017), Staff Dinas Tenaga Kerja Pemkab Pasbar (2017-2018), Staff  kantor Camat Luhak Nan Duo Pasbar (2018-2019), dan kini Kabid di BPBD Pasbar.

Sedangkan pengalaman organisasi, di antaranya, Kelompok Pecinta Alam ACONCAGUA Padang, Bendahara PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Padang Barat, Pengurus MPC Pemuda Pancasila kota Padang, Mio Black Community Padang dan Anggota NEF Motor Padang.

Selain itu, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Kota Padang, Ketua bidang Pemuda dan olahraga MPC Pemuda Pancasila kabupaten Pasaman Barat, Pembina Remaja Islam Kajai kabupaten Pasaman Barat, dan Ketua Tuah Basamo Adventure Community kabupaten Pasaman Barat

Seterusnya, Ketua federasi AEROSPORT Pasbar, Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji 2014 Kecamatan Pasaman, Bendahara Mata Rakyat Pasaman Barat / MRPB Peduli, Ketua DPD PEKAT IB Pasbar Koordinator World Human Care (WHC) Pasbar, Ketua LPD Majelis Mujahidin Pasbar, Ketua PPS Bundo Kanduang Pasbar dan Pembina Komunitas Pantai Indah Maligi Pasbar.

Kemudian , Pembina Yayasan Ummahat inayyah, Yayasan gerakan Bundo Berbagi Pasbar, Bendahara asosiasi futsal, Koordinator wilayah ikatan trail adventure (ITA) Pasbar, Ketua Kolaboraksi Kemanusiaan.

Terus, Ketua aliansi masyarakat Pasaman Barat Peduli Rohingya, Ketua alumni angkatan ’98 SMA N 1 TALAMAU Pasbar. Terus, Pembina FASIDA,  Pembina PPS Bundo Kanduang Pasbar dan Ketua Tubasa Racing Team dan Pembina Lathifa Futsal Club Pasbar. ***irti Z

Masyarakat Jiran Tetangga Turut Bergotong Royong Bangun Jembatan Air Pasak

Pasaman Barat, prodeteksi.com—Sebuah jembatan di Jorong Air Pasak Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) rusak parah dan ambruk pasca banjir 18 Oktober 2019 lalu. Namun, pihak pemerintah melalui instansi terkait dan pemerintah nagari (Pemnag), dinilai lamban dalam memberi solusi.

Bahkan karena belum adanya respon yang cepat  dari pihak pemerintah, akhirnya masyarakat jiran tetangga melakukan  Gotong royong (Goro) bersama membangun jembatan sementara.  Mereka ingin  meringankan beban masyarakat Air Pasak untuk membangun jembatan demi aktifnya perputaran ekonomi di jorong  tersebut, Senin (21/10)

Muhammad Saidi selaku penanggung jawab sementara yang dipilih untuk menyuarakan aspirasi masyarakat mengaku telah menemui pihak pemerintah di tingkat nagari setempat untuk mengadukan keluhan masyarakat Air Pasak. Namun pihaknya mengatakan pemerintah nagari masih sibuk dengan agenda lain.

“Kami telah menemui Pj Wali Nagari Parit, namun karena jadwal mereka padat, maka baru hari jumat mereka bisa bermusyawarah dengan kita,” ujar Muhammad Saidi saat bermusyawarah di depan lapisan masyarakat. Minggu Malam (20/10)

“Tak mungkin kita menunggu pemerintah sampai hari jumat, apa yang akan dimakan anak-anak kami nanti?, tapi Alhamdulillah Allah membukakan pintu hati masyarakat jiran tetangga, jorong Muara Air Talang, Jorong Air Talang dan jorong-jorong lain ikut membantu bergotongroyong membangun jembatan alakadarnya” tambahnya saat bergotongroyong, Senin (21/10)

“Saya mewakili Masyarakat Air Pasak mengucapkan terimakasuh yang sebesar-besarnya kepada Jorong-jorong dari Kecamatan Ranah Batahan yang ikut berpartisipasi dan peduli meringankan beban kami. Untuk itu kami sangat berterima kasih, semoga Allah membalasnya dengan berlipat-lipat pahala,”kata Muhammad Saidi

Senada dengan itu, Muhammad Fajri selaku salah seorang masyarakat dari jorong Muara Air Talang Kecamatan Ranag Batahan ikut merasa prihatin terhadap musibah yang menimpa masyarakat Air Pasak.

“Duka mereka duka kami juga,  karenanya kami prihatin terhadap musibah yang menimpa mereka, saudar-saudara kita yang membutuhkan pertolongan, ujar Muahammaf Fajri .

Ia mengucapkan terima kasih pada masyarakat Muara Air Talang dan Masyarakat Air Talang serta masyarakat lainnya yang telah membantu sesama muslim. Mereka berharap pihak pemerintah agar cepat respon dan beri perhatian pada masyarakat, karna ini merupakan kebutuhan yang sangat vital. ***rasihan anwar/iz


Wisuda Putir Anggina foto bersama pihak keluarga
Padang, prodeteksi.com-----Suatu kebahagian tersendiri bagi Putir Anggina, yang telah berhasil lulus dan diwisuda pada pendidikan S1 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. 

Anak ke 10 dari 10 orang bersaudara ini merupakan Keluarga besar dari Mislan Sutan Parlagutan Lubis ( Ninik Mamak Sabajulu) dan Yusmi Warni.

Putir Anggina bersama ayah tercina
Tepat hari Minggu, 20 Oktober 2019, Putir yang kelahiran Sawah Mudik ( Sabajulu) Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, 15 Juni 1997 diwisuda pada program Studi Sejarah Peradaban Islam dengan konsentarsi Sejarah Kebuadayaan Islam, pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB Padang. Pelaksanaan wisuda bertempat di Aula Gedung Serba Guna UIN IB, yang merupakan wisuda ke-82.  

Putir yang merupakan adik kandung 9 orang saudaranya ( Irti Zamin, SS, M. Riad Zamin Lubis, Miska Hayati, S.Pd, Putri Diana,  Miska Hartini, AMd, Murmasada, S.Pd, Murmatama, Kartika Wartahati, S.Pd, Ahmat Tigor Lubis), diwisuda bersama sebanyak 1.204 orang sarjana dari berbagai fakultas program Strata Satu (S-1) dan program Pascasarjana (S-2 dan S-3).

Wisuda memang suatu kelegan yang tidak bisa diungkapan, bagaimana tidak untuk mencapai suatu gelar sarjana, para mahasiswa harus berjuang dengan keras baik materi materi perkulihan, maupun tugas –tugas lainnya serta mengikuti ujian. 

Wisdua Putir Anggina, dihadiri banyak keluarganya baik, yang datang dari kampung, maupun yang mencari hidup diperantauan. Kedua orangtua turut hadir, bersama Putri Diana, dan juga saudari ibu dan lainnya dari Sawah Mudik. Kemudian dari Parit Koto Balingka, Irti Zamin sekeluarga. Namun ibu kami tidak dapat menyaksikan wisuda karena sampai ke padang kondisi badan kurang sehat.

Juga hadir, Miska Hayati dan Murmatama dari Duri Riau, Kartika Wartahati dari Pekan Baru, Mujur Maroha dari Pekan Baru, dan saudara putir lainnya di Padang, M. Riad Zamin, Miska Hartini dan Ahmat Tigor, serta juga Gempar Nadenggan.

Putir merasa terharu dan gembiran ketika melihat orangtua dan pihak keluarganya tersemyum menyaksikan acara wisuda sarjana tersebut. 

“Saat wisuda ini aku merasa bangga bisa membahagiakan orang tuaku dengan kelulusanku. Apalagi selama ini,  kedua orang tua ku sangat mensupport aku selama menempuh pendidikan, “ ujar Putir

Seluruh pihak keluarga pun mengucapkan selamat pada Putir Anggina. Semoga ke depan dapat mengaplikasikan ilmunya dan berguna bagi orangtua, masyarakat bangsa dan negara. **irti z

BPTU HPT Padang Mengatas dari Kota Payakumbuh
Rakor Persiapan Distribusi Bantuan RTMH
Pasaman Barat, prodeteksi.com-  Demi lancarnya penyaluran bantuan uang dan kandang, serta bantuan lainnya kepada Rumah Tangga Miskin Pertanian ( RTMP ) pada 3 Kecamatan di Pasaman Barat, yakni Kecamatan Pasaman, Luhak Nan Duo dan Sasak Ranah Pasisie.

Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pangan Ternak ( BPTU HPT ) Padang Mengatas dari Kota Payakumbuh, menggelar Rapat Koordinasi  Persiapan Distribusi Bantuan Uang dan Kandang di Kegiatan Bekerja ( Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera ). tahun 2019.

Rapat berlangsung pada Selasa (15/10) di Gedung Balai Pertanian Padang Tujuh dan dihadiri sebanyak 4.521 RTMP dan 84 UPKK ( Unit Pengelola Keuangan Kegiatan ).

Selain itu, rapat juga dihadiri oleh tim pendamping dan pengawas, yakni Camat pada 3 Kecamatan tersebut, Kapolsek Pasaman, Wakapolsek dan Babinsa, serta perangkat nagari.

Saat dimintai keterangan mengenai kegiatan ini, PPK BPTU HPT Padang Mengatas, drh. Indah Wati, MP mengungkapkan bahwa, bantuan uang untuk setiap RMTH, yakni sebesar Rp. 500.000,-, yang disalurkan melalui rekening UPKK.

Beserta bantuan tersebut, kepada setiap RMTH, juga diberikan 50 ekor ayam lokal persilangan yang berumur 4 minggu, bantuan pakan sebanyak 150 kg, serta 1 paket obat, yakni roburansia dan desinfektan.

"Bantuan kepada RMTH tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun dan semoga dengan adanya rakor persiapan distribusi, penyaluran bantuan kepada mereka, dapat berjalan dengan lancar dan aman", harap Indah Wati. ****Zein


Pasbar kedatangan Tim Verifikasi Nagari Persiapan Menuju Nagari Defenitif
Pasaman Barat, prodeteksi.com----Tim Verifikasi Penataan Nagari dari Provinsi Sumatera Barat hadir di Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar), Selasa (15/10/2019). Tim yang dipimpin oleh  Kabag Pemerintahan Umum Biro Pemerintahan Provinsi Sumbar, Dra.Tenni Luisa Luddin tersebut, akan turun langsung ke lapangan melihat  kondisi nagari persiapan apakah sudah memenuhi syarat atau belum untuk dijadikan nagari defenitif.

Pemda Pasbar mengucapkan selamat datang kepada tim verifikasi di bumi Tuah Basamo. Dengan harapan, sebagaimana juga dicita-citakan oleh almarhum Bupati H. Syahiran, bahwa program pemekaran nagari tersebut dapat terealisasi menjadi defenitif.

"Semoga pemekaran dari 19 nagari induk menjadi 72 nagari persiapan, dapat terealisasi secepatnya. Mohon bantuan bapak dan ibuk serta seluruh stake holder yang terlibat untuk dapat membantu proses pemekaran nagari di Pasbar ini." kata Yulianto di dampingi Asisten Pemerintahan Edy Murdani dan Kabag Pemnag Jon Wilmar.

Tim Verifikasi Penataan Nagari tersebut, pada hari pertama melakukan kegiatan verifikasi ke wilayah utara Pasbar seperti Muaro kiawai, Rabi Jonggor, Sungai Aur, Ujung Gading, Parit Koto Balingka, Ranah Batahan dan Desa Baru.

Hari kedua esoknya akan dilaksanakan verifikasi lapangan untuk nagari arah selatan mulai dari Nagari Aia Gadang sampai nagari-nagari di wilayah kecamatan Kinali.

Setelah kegiatan verifikasi lapangan ini, tim akan memberikan rekomendasi persetujuan bagi nagari yang memenuhi syarat.  Atau sebaliknya jika ada nagari yang belum memenuhi syarat.

Selanjutnya akan disampaikan kepada Kementrian Dalam Negeri untuk di klarifikasi oleh tim penataan desa pusat sebelum diberikan kode desa/nagari, bagi nagari yang telah memehuhi syarat. ****hms/irti z

Kantor DPRD Pasaman Barat
Pasaman Barat, prodeteksi.com----Di awal periode keanggotaan DPRD Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), sejumlah agenda DPRD mulai digelar. Tentunya dalam rangka memantapkan kinerja DPRD ke depan untuk Pasaman Barat yang lebih baik.

Mungkin semangat ini pun menjadi perhatian insan pers di Pasaman Barat. Tak lain keiinginan untuk meliput dan mempublikasikan berbagai kegiatan dewan tersebut. 

Seperti halnya ketika Rapat Komisi III DPRD Pasbar, terkait evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Ruang kerja Komisi III, Kamis, 10/10/2019.  Sejumlah wartawan nampak di luar ruangan sepertinya ingin masuk dan dapat meliput kegiatan tersebut.

OPD yang diundang ketika itu adalah yang menjadi mitra kerja Komisi III, BAPEDA,DLH, DISHUB, PERKIM dan Dinas PUPR. Namun, saat rapat evaluasi kinerja PUPR sore itu,  awak media hanya di luar ruangan  karena pintu tertutup dan dikabarkan tidak terbuka kepada media massa. 

Hal itu sangat disayangkan bagi kalangan jurnalis yang ingin meliput. Sebab akses wartawan seakan dibatasi dengan menutup pintu. Sehingga wartawan yang bertugas saat itu tidak dapat mendengar rapat tersebut berlangsung. 

Padahal, sebagai mana yang telah diamanatkan dan dilindungi oleh UU pokok  pers Nomor 40/1999 tentang Pers pasal 18, dinyatakan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.  

Ketua DPC SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia) Kabupaten Pasaman Barat. Irti Zamin, SS, mengatakan, hal seperti ini hendaknya tidak terulang lagi di masa mendatang. 

Apalagi jika benar tertutup bagi wartawan, hal itu menurutnya sangat disayangkan. Sebab wartawan adalah mitra dalam menyebarluaskan informasi dan juga sebagai kontrol sosial untuk perubahan ke arah yang lebih baik. 

Ketika rekan media mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat Ir Farizal Hafni, di rumah dinasnya, Kamis, (10/10), ia mengatakan akan minta keterangan nantinya dari pimpinan komisi.

“Saya kira, itu terbuka kepada media. Dan sebelumnya juga demikian bahkan dulu disediakan tempat bagi wartawan, sesuai tugas media pers adalah sosial kontrol,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pasbar, Dirwansyah ketika dikonfirmasi  mengatakan, rapat Komisi III yang digelar waktu itu tidak tertutup bagi wartawan. Menurutnya, hal itu hanya salah paham saja.

Sebab lanjutnya, tidak ada larangan bagi wartawan melakukan peliputan walaupun pintu ditutup bukan berarti wartawan tidak boleh mendengar atau meliput rapat.

"Hal itu tidaklah disengaja, kami tidak ada melarang melakukan peliputan walaupun pintu ditutup bukan berarti wartawan tidak boleh mendengar atau meliput rapat," katanya.

Ditegaskannya, pintu ruangan ditutup karena jika ada yang sering keluar masuk, dapat menggangu konsentrasi dalam rapat. "Jadi, tidak benar rapat tertutup bagi wartawan “tegasnya. ***arwin lubis/iz

Drs. Aswir, M.Pd

Pasaman Barat, prodeteksi.com- Sejumlah kemajuan dan perkembangan terlihat di SMAN 1 Talamau, yang diantaranya di bidang akademis, dengan keberhasilan sekolah menjuarai OSK dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, jumlah siswa yang diterima masuk Perguruan Tinggi, juga meningkat setiap tahunnya. Dari 140 orang lulusan di tahun ini, 94 orang diterima di Perguruan Tinggi, dengan rincian 72 orang di PTN, 22 PTS dan diantaranya ada yang melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran.

Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lulusan sekolah tersebut, berhasil diterima dan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.

Untuk meningkatkan kemampuan akademis siswa,  sekolah bahkan melakukan mou dengan RASIDU, salah satu lembaga pendidikan di Pasaman Barat.

Tak hanya di bidang akademis, kemajuan juga terlihat dari pendidikan berwawasan lingkungan, dengan keberhasilan sekolah ini berkompetisi pada tingkat nasional di bidang Adiwiyata tahun 2019.
Kedisiplinan merupakan hal yang utama bagi sekolah tersebut dan  pelaksanaan program sekolah sehat, yang juga terlaksana dengan baik. Memiliki akreditasi A dan mendapat nilai A dalam penerapan Kurikulum KTSP belum lama ini.

Sarana dan prasarana sekolah yang terus membaik, dengan fasilitas komputer yang telah mencapai 100 unit, memiliki akses internet, sehingga mampu menerapkan pembelajaran berbasis digital/ komputer.

Selain itu, kegiatan exkul sekolah yang semakin lengkap dan beragam, sehingga siswa bisa mendalami bakat dan minatnya dalam berbagai bidang pendidikan.

Sejumlah exkul yang ada yakni di bidang pendidikan akademis, seni, olahraga, pramuka, PMR, adanya kelas berbahasa inggris, forum studi islam dan tahfiz.

Sekolah juga memiliki seni keunggulan lokal seperti silat dan randai. Belum lama ini, pendidikan tahfiz Alquran di sekolah tersebut, sukses melaksanakan wisuda perdana.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (8/10), Kepala sekolah Drs. Aswir, M.Pd mengungkapkan bahwa sekolah saat ini sedang menjalankan program menuju sekolah maju.

"Semoga sekolah bisa melewati berbagai tahapan yang ada untuk menjadi sekolah maju, sehingga semakin bermutu. Kami berharap kedepannya, sekolah ini menjadi favorit bagi lulusan SLTP untuk melanjutkan pendidikan mereka dan menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Talamau", ujar Aswir. *****Zein 

Air Terjun Siburai Burai Batang Kinali
Durian Kandang Jorong Sigunanti, nan indah dan mempesona
Pasaman Barat, prodeteksi.com----- OBJEK Wisata Air Terjun Siburai-Burai yang berlokasi di lereng bukit Jorong Sigunanti, Nagari Kinali Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar) punya prosfek yang baik untuk dikembangkan. Sebab, lokasi wisata ini menebar keindahan dan dihiasi bentangan alam dan udara yang menyejukkan.

Sekaitan dengan potensi wisata alam ini, sejumlah petani dan pemuda di lereng bukit Jorong Sigunanti melakukan perjalanan Rabu (8/10). Keberangkatan mereka dalam rangka survei lokasi dan menganalisa kebutuhan pengembangannya, dilepas oleh  Nazar Ikhwan Imbang Langik tokoh adat Nagari Kinali.

“Begitu tiba dilokasi, rasa letih  seakan terbayar lunas oleh eloknya pemandangan bentang alam dan udara yang amat sejuk. Ditambah dengan desir Air Terjun Siburai-Burai nan damai, yang kondisinya tanpa pencemaran, “ sebut Nazar.

Menurut  Nazar, kedatangan mereka ke sana bersama warga guna menganalisa kebutuhan pengembangan Siburai-Burai untuk dijadikan objek wisata. Kemudian baru mengajukan permohonan pembangunan infrastrukturnya pada instansi terkait. Dengan harapan, potensi alam yang dimiliki daerah ini dapat melahirkan kesejahteraan bagi lingkungannya.

Tidak hanya Siburai-Burai, Jorong Sigunanti ini juga memiliki berbagai potensi handal lainnya baik di bidang pariwisata terlebih di segi pertanian dengan berbagai komoditi, seperti alpukat, minyak nilam dan lainnya. 

“Berkat dukungan masyarakat dan perhatian pemerintah, satu persatu potensi itu sudah mulai terbangunkan. Seperti Aia Maruok, Embung Bancah Sopan  dan lainnya. Dan juga menyimpan nilai sejarah kebudayaan yang sangat penting,” ulasnya.

Kepala Jorong Sigunanti Frangki di dampingi Ketua Keltan Tunas Baru Ilham Palemi  dan  warga yang turut dalam rombongan saat itu, menuturkan. walau tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD Pasbar priode ini, mereka tetap yakin pada sosok tokoh adat Kinali itu (Nazar Ikhwan Imbang Langik) untuk menumpangkan harapan kemajuan Sigunanti, Kinali umumnya.

“Kami yakin, dengan bersama potensi objek wisata Siburai-Burai ini bisa terbangkitkan. Banyak sudah yang telah dinikmati warga bukti realisasi aspirasi pembangunan yang ia retas sewaktu masih menjabat sebagai anggota DPRD dan sampai saat ini,” ujar mereka. *****by roni/ irtz


Pimpinan DPD LSM TOPAN RI Pasbar Ketika Berdialog dengan Indra Sefril,
salah seorang Pimpinan PT. BPP di Kabupaten Pasaman Barat
terkait tuntutan salah seorang eks pegawai PT. BPP, yang belum memperoleh haknya.

Pasaman Barat, prodeteksi.com. Pimpinan DPD LSM TOPAN RI Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendesak PT BPP ( Bakrie Pasaman Plantation), untuk segera menunaikan dan memberikan hak eks Karyawan PT. BPP, Elmi Susmita. Ia adalah karyawan PT BPP yang mengalami PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) / pengsiun dari unit kerja sebagai Guru SD pada Yayasan PT BPP Pasaman Barat.

Elmi Susmita (56), adalah warga Parit Kecamatan Koto Balingka yang telah bekerja selama 14 tahun. Kemudian mengalami PHK karena memasuki usia pengsiun sejak tanggal 09 Januari 2018. Namun  haknya berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak sampai saat ini belum juga terealiasai.

Bahkan meskipun ia telah berulang kali mendatangi manajemen PT BPP di Kecamatan Sei. Aur Pasaman Barat. Namun yang didapat hanya janji-janji saja dan tak kunjung realisasi.

Akhirnya, Elmi Susmita melaporkan persoalan yang dialaminya pada LSM TOPAN RI Pasbar beberapa waktu lalu. Ia berharap PT BPP menunjukkan itikad baik dengan memberikan haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Menindak lanjuti laporan eks karyawan tersebut, LSM TOPAN RI Pasbar menyurati PT BPP untuk segera menunaikan hak eks karyawan tersebut. Ini sesuai surat yang disampaikan kepada perusahaan pada bulan Agustus 2019.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua LSM TOPAN RI Pasbar, Arwin Lubis. Menurutnya, sesuai laporan yang diterima, maka pihaknya mendesak PT BPP untuk kiranya segera menuanaikan  pembayaran uang pesangon kepada Elmi Susmita.  Ini sesuai ketentuan perundang-undangan dan alasan-alasan yang memenuhi syarat.
Elmi Susmita, didampingi suami

Sebagaimana dinyatakan dalam surat LSM TOPAN RI, Elmi Susmita bekerja sejak tanggal 30 Maret 2004   s/d   08 Januari 2018, dengan masa kerja  sekitar 14 tahun. Jabatan terakhir sebagai guru  kelas, yang telah sertifikasi sejak tahun 2015.

Statusnya sebagai Istri tambah 2 orang anak, dan terakhir menerima upah/gaji bulan Januari 2018 sebesar Rp. 2. 432.964  ( Dua Juta Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Sembilan Ratus Enam Puluh Empat Rupiah.  Ditambah dengan tunjangan sertifikasi guru sebesar Rp. 1.500.000 ( satu juta lima Ratus Ribu) Rupiah  dari pemerintah.  

Kemudian, mulai memasuki usia pengsiun (55 tahun) sehingga telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  oleh PT BPP  terhitung 09 Januari 2018. Ketika itu  disampaikan oleh Ketua yayasan BPP dan Kepala Sekolah.  Namun ia tidak diikutkan dalam program pensiun yang iurannya dibayar penuh oleh pengusaha Atau sebagai Buruh Harian Lepas (BHL)

Menurut Arwin, sesuai pasal 156 ayat (1) UU Ketenagakerjaan dijelaskan, apabila terjadi pemutusan hubungan kerja pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon PHK dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Maka pekerja/buruh berhak mendapatkan uang pesangon sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3). Dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

“Ini jangan dianggap main-main karena menyangkut hak dan kewajiban. Dan diatur dengan undang-undang yang jelas. Jadi hendaknya jangan dianggap spele apalagi  terkesan dilalaikan, “ ujar Arwin.

Dijelaskan, sebenarnya lanjut Arwin, katentuan tersebut dipahami betul oleh PT BPP ditandai dengan telah dilakukannya penghitungan uang pesangon dan penandatanganan pada bulan Fenruari 2018.

Seperti disampaikan Elmi Susmita, ketika itu ia dipanggil oleh pihak Yayasan dan Bagian Personalia PT. BPP, Indra Sefril ke Kantor BPP Sungai Aur. Pada waktu itu, sekretarisnya Leni memperlihatkan surat untuk pembayaran uang pesangon dengan jumlah Rp. 41 juta. Penandatanganan dilakukan ketika itu, untuk selanjutnya menunggu proses pencairan

Pasaman Barat, prodeteksi.com. Pimpinan DPD LSM TOPAN RI Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendesak PT BPP ( Bakrie Pasaman Plantation), untuk segera menunaikan dan memberikan hak eks Karyawan PT. BPP, Elmi Susmita. Ia adalah karyawan PT BPP yang mengalami PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) / pengsiun dari unit kerja sebagai Guru SD pada Yayasan PT BPP Pasaman Barat.

Elmi Susmita (56), adalah warga Parit Kecamatan Koto Balingka yang telah bekerja selama 14 tahun. Kemudian mengalami PHK karena memasuki usia pengsiun sejak tanggal 09 Januari 2018. Namun  haknya berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak sampai saat ini belum juga terealiasai.

Bahkan meskipun ia telah berulang kali mendatangi manajemen PT BPP di Kecamatan Sei. Aur Pasaman Barat. Namun yang didapat hanya janji-janji saja dan tak kunjung realisasi.

Akhirnya, Elmi Susmita melaporkan persoalan yang dialaminya pada LSM TOPAN RI Pasbar beberapa waktu lalu. Ia berharap PT BPP menunjukkan itikad baik dengan memberikan haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Menindak lanjuti laporan eks karyawan tersebut, LSM TOPAN RI Pasbar menyurati PT BPP untuk segera menunaikan hak eks karyawan tersebut. Ini sesuai surat yang disampaikan kepada perusahaan pada bulan Agustus 2019.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua LSM TOPAN RI Pasbar, Arwin Lubis. Menurutnya, sesuai laporan yang diterima, maka pihaknya mendesak PT BPP untuk kiranya segera menuanaikan  pembayaran uang pesangon kepada Elmi Susmita.  Ini sesuai ketentuan perundang-undangan dan alasan-alasan yang memenuhi syarat.

Sebagaimana dinyatakan dalam surat LSM TOPAN RI, Elmi Susmita bekerja sejak tanggal 30 Maret 2004   s/d   08 Januari 2018, dengan masa kerja  sekitar 14 tahun. Jabatan terakhir sebagai guru  kelas, yang telah sertifikasi sejak tahun 2015.

Statusnya sebagai Istri tambah 2 orang anak, dan terakhir menerima upah/gaji bulan Januari 2018 sebesar Rp. 2. 432.964  ( Dua Juta Empat Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Sembilan Ratus Enam Puluh Empat Rupiah.  Ditambah dengan tunjangan sertifikasi guru sebesar Rp. 1.500.000 ( satu juta lima Ratus Ribu) Rupiah  dari pemerintah.  

Kemudian, mulai memasuki usia pengsiun (55 tahun) sehingga telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  oleh PT BPP  terhitung 09 Januari 2018. Ketika itu  disampaikan oleh Ketua yayasan BPP dan Kepala Sekolah.  Namun ia tidak diikutkan dalam program pensiun yang iurannya dibayar penuh oleh pengusaha Atau sebagai Buruh Harian Lepas (BHL)

Menurut Arwin, sesuai pasal 156 ayat (1) UU Ketenagakerjaan dijelaskan, apabila terjadi pemutusan hubungan kerja pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon PHK dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Maka pekerja/buruh berhak mendapatkan uang pesangon sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3). Dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

“Ini jangan dianggap main-main karena menyangkut hak dan kewajiban. Dan diatur dengan undang-undang yang jelas. Jadi hendaknya jangan dianggap spele apalagi  terkesan dilalaikan, “ ujar Arwin.

Dijelaskan, sebenarnya lanjut Arwin, katentuan tersebut dipahami betul oleh PT BPP ditandai dengan telah dilakukannya penghitungan uang pesangon dan penandatanganan pada bulan Fenruari 2018.

Indra Sefril
Seperti disampaikan Elmi Susmita, ketika itu ia dipanggil oleh pihak Yayasan dan Bagian Personalia PT. BPP, Indra Sefril ke Kantor BPP Sungai Aur. Pada waktu itu, sekretarisnya Leni memperlihatkan surat untuk pembayaran uang pesangon. Lalu penandatanganan dilakukan ketika itu, untuk selanjutnya menunggu proses pencairan

Namun dalam perkembangannya, meski setiap bulan ditanya oleh Emi Susmita  jawaban dari BPP Sei. Aur mengatakan masih dalam proses dan belum realisasi. Bahkan sampai sekarang sudah belasan kali ditanyakan termasuk langsung pada Indra Sefril, ia mengatakan masih dalam urusan. Dan berjanji akan mengusahakan segera mungkin. Waktu itu ditemui jelang Puasa ( Mei 2019) yang lalu .

Sehubungan dengan hal di atas, Elmi Susmita merasa diperlakukan tidak adil karena apa yang menjadi haknya belum juga direalisasikan. Tidak hanya menyangkut uang pesangon/ uang penghargaan masa kerja atau uang pengganti hak, namun ia pun terpaksa kehilangan status guru setifikasinya.

Oleh karena itu LSM TOPAN RI Pasbar mendesak agar PT BPP segera merealisasikan uang pesangon yang bersangkutan. Bahkan mereka telah menemui langsung Salah seorang pimpinan PT BPP Pasaman Barat, Indra Sefril, Jum’at 11/10 di Kantor PT BPP Sei. Aur.

Dalam pertemuan tersebut, Indra membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari LSM TOPAN. Menurutnya, hal ini sangat positif karena bisa mempercepat kantor pusat PT BPP untuk memproses penyelesaian hak karyawan.

“Saya akui memang ada keterlambatan. Hal ini dikarenakan adanya masalah internal perusahaan yang mendesak diselesaikan. Bukan berarti tidak dibayarkan, karena itu merupakan haknya dan tidak akan hilang, “ ujar Indra.

Lebih lanjut dikatakan, tidak ada masalah dengan hak eks karyawan tersebut, Cuma karena adanya sesuatu hal yang mendesak diselesaikan pada internal perusahan. Namun hal ini menjadi prioritas untuk sesegera diseslesaikan bersama hak eks karyawan lainnya.

Kantor PT BPP Pasaman Barat
“Ini akan jadi prioritas kami dan segera mungkin akan diselesaikan. Namun waktunya ini yang saya belum dapat pastikan karena menunggu realisasi dari pusat. Mudah-mudahan secepatnyalah, pasti akan dibayarkan, “tegas Indra.

Menurutnya, tak tertutup juga kemungkinan dalam bulan ini dapat diselesaikan. Yang jelas ia mengakui bahwa hal itu menjadi hak eks karyawan yang tidak akan hilang, tapi hanya menunggu proses saja.

Menyangkut kelanjutan sertifikasi, menurut Indra itu bukan kewenangan PT BPP. Sebab yang bersangkutan telah pengsiun, kecuali jika ia mencari sekolah di luar PT BPP dan disetujui dinas pendidikan, jelas Indra****Ar/ irti Z

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.